Buku menarik, tentang 'kegembiraan' pengalaman H. W. Ponder, seorang ibu-ibu kolonialis Inggris (tampaknya ybs. pernah lama tinggal di Australia), ketika tinggal di pulau Jawa.
Konon, buku ini mewakili genre penulisan travelog era 1930an, penuh optimisme pada masa depan kolonialisme, dan dengan entengnya mengabaikan nasionalisme Indonesia yang sedang digodok pada masa itu, sebagai 'gangguan kecil'. Menarik pula caranya menyepelekan pemberontakan di kapal 'De Zeven Provencien', membandingkannya dengan 'kejar-kejaran anak-anak kecil'.
Aku pikir Ponder sedikit banyak agak sinis; berkali-kali dia sebutkan 'lazy native' sementara mengakui betapa hebatnya, rajinnya, dsb. orang-orang pribumi Jawa (dan Sunda, barangkali). Mungkin selera humor Inggrisnya yang luput dari tangkapanku, atau aku saja yang lemot?
Yang jelas, buku ini cukup menarik, karena memberikan kesan tentang suatu masa yang hilang, bahkan mungkin suatu masa yang tidak pernah ada: masa ketika Belanda dan Jawa berjalan bersama (Belanda di depan, Jawa di belakang, ingat!) sementara si kakak yang rasional dan cerdas membimbing adiknya yang terbelakang namun penuh dengan budaya yang adiluhung...