PT KAI sukses meniti jalan evolusi untuk kembali ke jati diri sebagai service company yang mengedepankan pelayanan sebagai etos utama seluruh lini. Pencapaian itu tidak lepas dari leadership Ignasius Jonan sebagai "lokomotif". Gaya kepemimpinannya yang original dan otentik adalah instrumen menentukan yang memicu dan memacu perubahan mendasar pada seluruh lini korporasi. Sebuah perubahan yang tidak terbayangkan sebelumnya bisa terjadi di sebuah perusahaan seperti Kereta Api Indonesia.
Luar biasa! Saya sampai terharu dan termehek-mehek ketika membaca buku ini. Sampai-sampai putri sulung saya mengira saya sedang membaca cerita tragedi. Padahal sebaliknya buku ini menceritakan keberhasilan yang luar biasa dari bapak I. Jonan selaku direktur utama PT KAI merubah kereta api Indonesia menjadi perusahaan kebanggaan bangsa ini. Buku yang inspiratif! Membawa harapan bahwa budaya korup yang mendarah daging bisa dimusnahkan!!
semangat perubahan yang di bawa pak jonan dengan menjunjung tinggi integritas, penerepan reward and punishment, disiplin dan konsistensi membuahkan hasil dan benar benar merubah PT KAI. Salut!!
semangat perubahan yang ingin disampaikan tersampaikan dengan baik dalam buku ini & data2 yang disampaikan begitu detail. Dengan membaca buku ini euforia kebanggaan terhadap perubahan yg menghasilkan beberapa penghargaan yg bergengsi dapat saya rasakan walau saya bukan pegawai KAI.
Buku Jonan dan Evolusi Kereta Api Indonesia merupakan kisah inspiratif tentang transformasi besar yang terjadi di PT Kereta Api Indonesia (KAI) di bawah kepemimpinan Ignasius Jonan. Pak Jonan memang dasarnya orang yang cerdas, :) Poin-poin penting yang bisa diambil adalah: -Transformasi Manajemen Jonan memimpin KAI pada tahun 2009 dengan fokus utama pada profesionalisme, disiplin kerja, dan efisiensi operasional.
-Peningkatan Layanan Pelanggan Di masa Jonan, KAI memperkenalkan banyak inovasi layanan seperti penjualan tiket secara daring, penghapusan praktik calo, dan peningkatan kualitas kereta, stasiun, serta keamanan. Kebijakan "zero tolerance" terhadap calo dan keterlambatan menjadi sorotan.
-Revolusi Infrastruktur Fokusnya adalah meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penumpang.
-Tantangan dan Perlawanan Transformasi yang dipimpin Jonan tidak berjalan mulus. Ia menghadapi banyak tantangan, termasuk perlawanan dari pihak internal yang merasa terganggu dengan perubahan besar tersebut. Namun, Jonan tetap konsisten dengan visinya. Setiap ada perubahan pasti ada yang merasa terganggu/terusik
Di bawah Jonan, KAI berubah menjadi perusahaan yang menguntungkan dan dipercaya oleh publik. Buku ini tidak hanya menggambarkan perjalanan Jonan sebagai seorang pemimpin, tetapi juga menjadi contoh bagaimana manajemen yang baik bisa membawa dampak besar pada organisasi besar. Fokus utamanya adalah tentang kepemimpinan, inovasi, dan keberanian untuk mengubah status quo demi perbaikan jangka panjang. Buang mindset USA dan Ewuh pakewuh :)
Sebagai seseorang yang sejak 2012 sering menaikki KRL, membuat saya penasaran tentang bagaimana perubahan perkeretaapian di Indonesia semakin hari semakin lebih baik. Hal itu tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan Ignasius Jonan selama menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dari 2009 sampai 2014. Sosoknya yang tegas dan tanpa pandang bulu membuat struktur dan budaya KAI yang dulu lambat, sering merugi, dan tidak memperhatikan kesejahteraan pegawainya, menjadi perusahaan yang berkembang pesat, humanis, dan menguntungkan secara finansial.
Sangat menginspirasi, kisah yang lengkao dari sang pembawa perubahan dalam sejarah kereta api Indonesia. Beliau sosok yg sangat optimis bahwa perubahan itu adalah hal yg memungkinkan. Tegas dan visioner. Belajar kepemimpinan dari sang pembawa perubahan
Terjawab sudah rasa penasaran saya akan perubahan (sangat sangat sangat) positif dalam pelayanan KAI. Membaca buku ini saya jadi mengerti bagaimana permasalahan-permasalahan yang ada di tubuh KAI sebelumnya yang membuat KAI berjalan di tempat, jika tak mau disebut semakin terpuruk seiring berjalannya waktu.
Saya sepakat dengan yang dikatakan Dahlan Iskan, Ignasius Jonan memang kurang waras dan kosro. Sudah enak-enak menjabat sebagai Managing Director Citibank, beliau mau repot-repot ngurus KAI yang tengah terpuruk dan seolah nyaris tak punya harapan untuk berubah menjadi lebih baik.
Namun, dengan latar belakangnya sebagai seorang profesionalisme dengan pengalaman segudang, Jonan sukses mengubah kultur perusahaan KAI dari birokrasi menjadi korporasi. Jonan juga berhasil merombak mindset pegawai KAI agar memiliki etos tinggi dalam melayani. Baginya melayani penumpang dengan baik dan ramah adalah sebuah keharusan karena pada hakikatnya penumpanglah yang memberi makan KAI.
Good Corporate Governance (GCG) menjadi prioritas setelah perubahan mindset karyawan. Di awal kepemimpinannya Jonan juga menetapkan 4 pilar utama KAI: keselamatan, pelayanan, ketepatan waktu, dan kenyamanan. Masing-masing pilar tersebut memiliki target terukur dan membaik dari tahun ke tahun kepemimpinannya.
Membaca buku ini saya juga bisa ikut merasakan gaya kepemimpinan Jonan di KAI. Sebab, penulis banyak menyisipkan kutipan-kutipan broadcast message dan email yang disampaikan Jonan kepada milis gruo KAI, serta hasil wawancara beberapa pihak yang berhubungan.
Salut dengan penulis dan timnya yang menurut saya cukup sukses dalam menyajikan gambaran perubahan yang terjadi di tubuh KAI di era kepemimpinan Ignasius Jonan dibandingkan sebelumnya. Ulasan yang disampaikan juga sangat komprehensif karena disarikan dari banyak sumber.
A structured, well-rounded book on how Ignasius Jonan transformed Indonesian trains into a more humane form of public transportation.
Jonan fixed the KAI with an all-around approach, tackling
1. Operational problems - IT reforms on ticketing - Fair pricing scheme - Passenger safety & comfort - Station clean-up & modernization 2. Business problems - Tighter cost-control - Asset protection & management - Aggressive business development , both passenger and cargo 3. Organizational problems - Installs a "serving" culture - Promotes good corporate governance - Leading by example - Invests in employee capability development
All with a single determination to make the KAI an organization that serves people, not be served by people.
The sheer track record and reputation justify Jonan's appointment as the Minister of Transportation.
Awesome! Akhirnya terkuak juga rasa penasaran saya tentang direktur 'langka' yang satu ini. Dari luar kelihatan kalem, tapi ternyata di buku ini jadi tergambar kalo pak Jonan itu tegas, bertindak cepat, berani spekulasi, dan tahan banting. Sudah lama saya bermimpi kereta menjadi bagian dari keseharian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia sebagaimana negara-negara maju, bahkan beberapa negara tetangga. Setelah makin kenal pak Jonan melalui buku yang isinya 'kaya' tapi dituturkan secara santai dan asik ini, mimpi itu seolah kini sedang menemui jalannya untuk mewujud.
Bravo PT KAI, maju terus pantang mundur, apalagi menyerah!
Terpukau dengan kepemimpinan beliau yang tegas dan berani mengambil tindakan. Perubahan yang ia buat untuk KAI membaik ditengah-tengah kekusutan. Bener-bener keren buku ini menampilkan permasalahan yang ada di KAI serta cara Pak Jonan untuk mengatasi semuanya.
Sebuah buku yang bercerita banyak mengenai kepemimpinan Jonan di PT. Kereta Api Indonesia. Seorang yang jujur, transparan, dan berlatar belakang sebagai seorang banker, namun mampu membuktikan kinerjanya dengan melakukan berbagai perubahan pada industri Kereta Api Indonesia, mulai dari bagaimana beliau memperbaiki sistem Sumber Daya Manusia hingga mengedepankan 'services' kepada konsumen. Bahkan, dampak dari kepemimpinannya masih terasa hingga hari ini.