Mulai menulis cerita pendek pada pertengahan tahun 1993. Karya-karyanya disiarkan di beberapa media massa; di antaranya majalah Horison, Matra, Basis, Jurnal Kebudayaan Kalam, Bahana (Brunei Darussalam), serta harian Kompas, Republika, Media Indonesia, Suara Pembaruan, The Jakarta Post, Pikiran Rakyat, Jawa Pos, Bernas, dan lain sebagainya.
Karyanya dalam bentuk antologi adalah: Lampor (Kompas, 1994), Guru Tarno (Bigraf, 1995), Negeri Bayang Bayang (DKS, 1996), Candramawa (Pustaka Nusatama, 1996), Pistol Perdamaian (Kompas, 1996), Gerbong (Pustaka Pelajar, 1998), Aceh Mendesah dalam Nafasku (KaSUHA, Banda Aceh, 1999), dan Embun Tajjali (AksaraIndonesia, 2000); sedangkan esainya dalam antologi Begini Begini Begitu (Pustaka Pelajar, 1997).
Kumpulan Cerita Pendek tunggalnya, Kali Mati (1999), Kastil Angin Menderu (2000), Air Kaldera (2000), dan Malaikat Tak Datang Malam Hari (2004). Kini menetap di Jogjakarta, menulis dan melukis.
Kali Mati adalah sebuah kumpulan cerpen Joni Ariadinata. Untuk kelas sastra, cerpen-cerpen yang disuguhkan Joni dalam kumcer ini terbilang bagus. Joni melukiskan cerita orang-orang yang selama ini terpinggirkan dan jarang diangkat. Bisa dikatakan cerita-ceritanya hampir realistis (menurut saya).
Joni Ariadinata sebagai seorang cerpenis sungguh piawai membangun suasana dan emosi lewat kata-kata dan dialog antar tokoh. Namun cerpen-cerpen dalam kumcer ini agak lemah dalam hal narasi. pembaca awam seperti saya pasti bingung dengan alur ceritanya. Tidak mudah membaca cerpen-cerpan Joni Ariadinata. Well, meskipun begitu, bagi pembaca sastra dan pecinta sastra kumcer ini sungguh layak dijadikan koleksi.
Dari dulu pegin banget baca tulisan beliau (lupa karena apa, tapi inget baca ulasan atau cerpen beliau entah di mana, dan kayaknya 'wow'). Nemu buku ini di arena book-swap GRI entah kapan tahun.
Dan review ini lebih karena aku ndak nyampai sama cerpen-cerpennya. suka gaya nulisnya, tapi nggak suka gaya penceritaannya.
Kumpulan cerpen. Dengan setting yang hampir sama, perkampungan kumuh, miskin, terlantar. Dengan tema yang sama, perbedaan yang jomplang antara si kaya dan si miskin, si konglomerat dengan si melarat. fiksi yang mengupas realita.
Kumpulan cerpen. Ceritanya sedih semua.Tentang kehidupan masyarakat yang keras. beberapa kali pengulangan kalimat di beberapa cerpen "susahnya mau jadi orang baik"