Jump to ratings and reviews
Rate this book

Love Flavour

The Coffee Memory

Rate this book
Komposisi: Cinta, Rindu, Candu, Perpisahan, Kopi
Cara Penyajian: Tuangkan rindu, candu, perpisahan, dan kopi ke dalam cangkir.
Tambahkan 180cc air cinta, aduk dan sajikan.

Saat aroma kopi itu menjauh,
Kusadari bahwa kau tak mungkin kutemui lagi
Seperti aromamu yang terempas oleh butir udara
Meninggalkanku dalam sunyi yang dingin

Sampai kusadari kau hadir
Menyergapku dalam diam
Mengembalikanku dalam kenangan
Dan menabur aroma yang sama dgn apa yg telah kutinggalkan
Ketika itulah aku pahami
Aku tak mungkin berpaling lagi

232 pages, Paperback

First published March 1, 2013

14 people are currently reading
163 people want to read

About the author

Riawani Elyta

26 books103 followers
facebook : Riawani Elyta
twitter : @RiawaniElyta
email : riawanielyta@gmail.com


Novel:
1. Tarapuccino (bersama Rika Y. Sari, Penerbit Indiva Media Kreasi 2009)
2. Hati Memilih (Bukune 2011)
3. Izmi & Lila (Divapress 2011)
4. Persona Non Grata (Indiva Media Kreasi 2011)
5. Yang Kedua (Bukune 2012)
6. Ping! (bersama Shabrina WS, Bentang Pustaka 2012)
7. The Coffee Memory (Bentang Pustaka 2013)
8. Jasmine (Indiva Media Kreasi 2013)
9. A Cup of Tarapuccino (bersama Rika Y. Sari, Indiva Media Kreasi 2013)
10. First Time in Beijing (#STPC Bukune 2013)
11. Perjalanan Hati (Rak Buku 2013)
12. A Miracle of Touch (GPU, 2013)
13. Dear Bodyguard (Bentang Pustaka, 2013)
14. Gerbang Trinil (duet bersama Syila Fatar, Moka Media)
15. Rahasia Pelangi (duet bersama Shabrina WS, GagasMedia, 2015)
16. The Secret of Room 403 (Indiva Media Kreasi, 2016)
17. Love Catcher (Gagas Media ; 2017)

Non Fiksi :
1. Kitab Sakti Remadja Oenggoel (bersama Oci YM, Indiva Media Kreasi 2013)
2. Sayap-sayap Sakinah (bersama Afifah Afra, Indiva Media Kreasi, 2014)
3. Sayap-sayap Mawaddah (bersama Afifah Afra, Indiva Media Kreasi, 2015)
4. I Will Survive (bersama Oci YM, Indiva Media Kreasi, 2016)
5. Sayap-sayap Rahmah (bersama Afifah Afra, Indiva Media Kreasi, 2017)

Antologi :
1. LDR Crazylove (Bentang Belia, 2012)
2. My Stupid Love (Indiva Media Kreasi, 2013)
3. Jomblo Prinsip Atau Nasib (Indiva Media Kreasi, 2015)
4. Ramadhan in Love (Indiva Media Kreasi, 2015)
5. Jejak Kaki Misterius (Indiva Media Kreasi, 2016)

Beberapa penghargaan lomba menulis :
1. Pemenang I Resensi Indiva (2008)
2. Pemenang II Sayembara Cerber Femina (2008)
3. Pemenang Harapan Sayembara Cerber Femina (2009)
4. Pemenang Hiburan Feature Ufuk Dalam Majalah Ummi (2009)
5. Pemenang II Lomba Novel Inspiratif Indiva (2010)
6. Pemenang I Lomba Novel Remaja Bentang Belia (2011)
7. Pemenang Berbakat Lomba Novel Amore 2012
8. Pemenang 1 Indiva Reading and Review Challenge (2015)
9. Pemenang Harapan Lomba Menulis Novel Indiva (2015)
10. Pemenang 2 Lomba Resensi Novel "Pulang" (2015)
11. Pemenang 1 Lomba Blog StilettoBook (2016)
12. Pemenang 2 Lomba Resensi Novel "Ayat-ayat Cinta 2" (2016)
13. Pemenang 1 Lomba Resensi Buku "Cerdas Mengelola Keuangan Pribadi" (2016)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
16 (8%)
4 stars
52 (26%)
3 stars
100 (51%)
2 stars
22 (11%)
1 star
3 (1%)
Displaying 1 - 30 of 63 reviews
Profile Image for Aiu Ahra.
Author 17 books40 followers
May 15, 2013
Membaca novel ini membuat aku merasakan harum kopi dari tiap kata-katanya. Penulis tahu banyak tentang kopi dan juga coffee shop. Ceritanya sederhana tetapi 'aroma' kopi membuat novel ini jadi istimewa. I like it! Membuat aku semakin pengen nyobain Latte -___- *eh*

Harusnya aku bisa kasih lima bintang alaskan chemistry antara tokoh bisa diperkuat. Aku sedikit merasa kurang adanya cehmistry antara Dania dengan suaminya :( *walaupun memang suaminya udah nggak ada* Dan perasaan tokohnya kurang mendalam, mungkin memang penulisnya ingin novelnya lebih nyantai aja kali ya hehehe ^^

Aku suka karakter Barry. Menurutku dia mengejutkan, cuma romancenya dia dengan Dania baru dimulai di bab-bab akhir. Sedikit kecewa tapi aku tetep suka.
Pram juga manis, cuma memang karakternya mengganggu Dania, sebel juga sih~ xD
Adegan paling ngena itu pas surprise ulang tahun dan Dania malah hadiahin potongan pertama untuk dirinya sendiri, asli ini saya ketawa mikirinnya xD

Oke, sekian komentar tentang The Coffee Memory ^^ novelnya keren :D Saya nggak nyesal membelinya dan meluangkan waktu untuk membacanya di malam hari~~
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Titi Sanaria.
202 reviews37 followers
December 12, 2015
Membaca kisah ini seperti ditemani oleh aroma yang dikuarkan oleh kopi panas yang baru diseduh. Aroma yang membuat kita menarik napas dalam-dalam sambil memerankan mata. Menenangkan dan menyenangkan...
Profile Image for Eyiazzahra Fathurahman.
26 reviews4 followers
December 29, 2013
Judul Buku : The Coffee Memory
Penulis : Riawani Elyta
Penerbit : Bentang Pustaka
ISBN : 978-602-7888-20-3
Tahun Terbit : Maret, 2013
Tebal Buku : 226 halaman
Ukuran Buku : 20,5 cm
Harga Buku : Rp39.000,-

The Coffee Memory, Cita Rasa Cinta dalam Aroma
”Cinta platonis, selayaknya kopi pertama yang membuatmu terkesan, sangat terkesan, hingga tahun-tahun yang berlalu tetap tidak mampu membungkam memorimu akan cita rasa cinta, aroma, dan jenisnya, dan akan tetap mengenangnya sebagai kopi terbaik meski setelahnya kamu mengenal dan menghirup puluhan jenis kopi yang lain.”
***
Dania menjadi begitu kacau dan rapuh pasca kecelakaan yang merenggut Andro, sang suami, untuk selama-lamanya dari kehidupan Dania. Dania pun mendadak menjadi begitu benci pada aroma kopi yang senantiasa mengingatkannya kepada Andro dan hari-hari mereka yang begitu pekat dengan aroma dan rasa minuman tersebut. Andro dan Dania memang pencinta sejati aneka jenis kopi sehingga tak satu pun hari mereka lalui tanpa menyesap kopi olahan sendiri. Kecintaan yang menginspirasi lahirrnya kafe Katjoe Manies milik mereka yang selalu menampilkan berbagai kopi dengan racikan dan rasa yang khas sebagai sajian utama. Kepergian Andro membuat Dania mesti mengambil alih tanggungjawab yang selama ini lebih banyak dipikul Andro.
Persoalan baru pun mulai muncul dalam pengelolaan Katjoe Manies. Diawali dengan hengkangnya dua karyawan secara diam-diam, disusul dengan munculnya persoalan-persoalan lainnya. Redi, saudara ipar yang licik dan terlebih sering dikenal karena image negatifnya, mendadak muncul dan keukeh memenawari Dania agar menjual saja kafe Katjoe Manies kepadanya. Persoalan berikutnya yaitu munculnya kafe baru, Bookafeholic, di depan kafe Dania sebagai saingan, yang berhasil merampas sebagian besar pelanggan dan seorang barista handal dari kafe Dania. Hal lain yang tak kalah mengganggu, bahkan mengacaukan hari-harinya, yaitu kemunculan dua lelaki itu, Pram dan Barry. Pram, lelaki yang dulu pernah sangat akrab dengannya yang ternyata adalah pemilik kafe baru, Bookafeholic itu. Barry, lelaki yang baru beberapa minggu menjadi barista di kafe Dania, nampaknya menyimpan sesuatu yang misterius sejak awal kedatanggannya ke kafe tersebut. Persoalan-persoalan lain yang kemudian bertandang secara beruntun pun tak kalah hebatnya. Sultan, putra semata wayang Dania mesti dilarikan ke rumah sakit karena positif terkena demam berdarah. Puncaknya adalah Kafe Katjoe Manis yang menyimpan segala mimpi dan kenangan Dania bersama Andro terbakar hangus tanpa sisa.
Apa yang akan dilakukan Dania selanjutnya? Haruskah Dania menyerah terhadap bisnis kafenya yang terasa sulit setelah kebakaran itu? Haruskah Dania menerima lamaran Pram, atau berpaling kepada Barry yang ternyata diam-diam menaruh perhatian lebih kepadanya? Ahh,, Dania tak pernah mengira bahwa ternyata kopilah yang menjadi penghubung antara mereka semua...
*****
Riawani Elyta, penulis novel ini dan juga telah menulis banyak novel laris dan buku antologi, merupakan salah satu penulis inovatif yang karya-karyanya bahkan bermunculan secara beruntun dalam rentang waktu yang hampir bersamaan. Menandakan bahwa dunia tulis menulis telah menjadi bakat yang melekat pada dirinya. Tampak jelas bakat ini tidak muncul begitu saja melainkan telah menjadi diasah sehingga menjelma kebiasaan. Novel-novelnya selalu menyajikan tema yang baru dengan ciri khas bahasanya yang ringan dan mudah dicerna.
Novel ini menyajikan sesuatu yang benar-benar baru meski idenya berasal dari hal yang sederhana dan sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari, yaitu kopi. Kopi yang bagi kebanyakan orang hanya menjadi minuman rutin maupun sekadar penyela dalam keseharian, mampu diangkat menjadi sebuah bahasan yang dituturkan dengan sangat lengkap dan menarik disertai dengan segala “pernak-perniknya” dengan begitu lugas dan mendetail dalam novel ini. Dari proses, pengolahan, penyajian, peralatan, dan segudang informasi tentang dunia kopi yang ternyata begitu unik disajikan padu dengan kisah Dania sang tokoh utama bersama para tokoh lainnya, benar-benar memberikan informasi dan sudut pandang baru tentang minuman yang satu ini. Di setiap awal bab selalu terdapat quote, informasi tentang dunia kopi, hingga resep dan tips agar menikmati kopi bisa menjadi lebih nikmat. Selain itu, gaya pengemasan dan cover novel ini benar-benar unik, kopi banget. Hal-hal tersebut menambah poin plus dalam novel ini .
Adapun poin terpenting yang ingin disampaikan penulis melalui novel ini, menurut saya, adalah sebuah motivasi agar kita tak gampang menyerah terhadap cobaan dan rintangan kehidupan. Seberapapun beratnya cobaan dan rintangan yang hadir dalam kehidupan seseorang, baik itu dalam kehidupan pribadi maupun dunia bisnis yang digeluti, bahwa seseorang itu tetap harus bangkit, bertahan, dan memperjuangkan mimpi dan harapan, bukan menyerah pada keadaan. Terlebih bagi pengusaha atau pebisnis yang memang senantiasa dihadang oleh masalah internal maupun eksternal, misalnya seperti pada novel ini, masalah yang muncul yaitu masalah pada diri sang tokoh yang mesti “bangkit” kembali dari keterpurukan pasca musibah yang merenggut nyawa sang suami, bagaimana ia semestinya mengelola para karyawan kafenya, pentingnya inovasi dalam usaha, munculnya para pesaing bisnis, terjadinya peristiwa kebakaran yang memusnahkan kafe dan segala asetnya, hingga akhirnya ia mesti memilih untuk bangkit dan memulai lagi usahanya, bukan memilih menyerah dan kalah. Inilah poin penting yang menjadi tema utama dalam novel ini untuk ditujukan kepada para pembaca. Benar-benar memotivasi, bahka menginspirasi tumbuhnya keinginan untuk memiliki bisnis serupa seperti yang dituturkan dalam cerita.
Bersanding dengan segala kelebihannya, ada poin yang sedikit mengurangi konsentrasi saya. Beberapa hal tentang dunia kopi yang diceritakan, sebagiannya masih benar-benar baru bagi saya sehingga saya mesti rehat sejenak membayangkan terlebih dahulu, misalnya seperti rupa-rupa peralatan dan teknik pembuatan kopi yang ternyata bermacam-macam. Setting lokasi yang hampir sebagian besar di kafe otomatis membuat cerita jadi agak sempit. Tapi memang justru membuat ceritanya tetap fokus. Emosi yang dihadirkan kurang terekspresi, mungkin karena sang tokoh utama memang berkarakter plegmatis.
Adapun gaya bertutur yang digunakan lebih didominasi oleh narasi yang dipaparkan tokoh utamanya dengan sudut pandang orang pertama dengan kata ganti “aku.” Sebagai latar tempat atau lokasi, kota Batam yang memang makmur dengan pesatnya laju bisnis menjadi pilihan. Saya kira karena memang penulis sudah begitu mengenal setiap sudut kota ini sehingga setting lokasi dalam novel ini menjadi salah satu pendukung yang menguatkan setting cerita, sama seperti kedua novel lainnya, Jasmine dan Tarapuccino (A Cup Of Tarapuccino) yang juga mengambil setting di kota ini. Bahkan dalam novel ini juga disisipkan nama Bread Time Bakery dan pemiliknya yang terdapat dalam novel Tarapuccino(A Cup Of Tarapuccino) . Dunia atau tema yang dibahas antara novel The Coffee Memory dengan Tarapuccino juga masih dalam lingkup yang sama, yaitu seputar bisnis kuliner. Namun pada The Coffee Memory ini ceritanya fokus tentang seluk beluk dunia kopi dan bisnisnya sedangkan pada novel Tarapuccino konflik tidak hanya seputar kuliner yang diwakili oleh Bread Time Bakery melainkan juga pada dunia illegal trading serta konflik perasaan yang lebih tajam. Persamaannya selain terletak pada kesamaan bidang pekerjaan yang dihadirkan yaitu bisnis kuliner, tokoh utama Dania pada novel The Coffee Memory dan Tara pada Tarapuccino adalah sama-sama “terjebak” di antara dua tokoh pria yang miliki perasaan yang sama terhadap sang tokoh utama perempuan. Dari kedua novel ini, pilihan utama saya masih tetap Tarapuccino (A Cup of Tarapuccino). karena uraian kisah dan konfliknya menurut saya lebih dinamis dan memacu adrenalin.
Well, yang terpenting dari setiap novel karya mbak Riawani ini selalu tak hanya menyajikan fiksi, tapi juga nilai-nilai penting dalam kehidupan.. Memiliki novel ini menambah pengetahuan dan sudut pandang baru para pembaca. Segar,“berisi” dan juga unik. Sangat layak dimiliki.
Finally, happy reading ... 
Profile Image for Atria Dewi Sartika.
115 reviews10 followers
September 11, 2013
Hal pertama yang membuat saya tertarik pada buku ini adalah sampul bukunya yang unik. Ya, bagi para penerbit, pastikan sampul anda cukup menarik saat tertangkap mata oleh para penikmat buku. Selain itu, bagi penggila buku yang juga mengoleksi buku, keunikan sampul sebuah buku bisa menjadi pertimbangan yang sangat penting saat mereka ingin menambah koleksi buku. Tapi tetap saja selera itu sangat subyektif jadi belum tentu menurut saya menarik, bagi orang lain pun menarik.

Saat pertama kali membaca bab pertama buku ini saya langsung berfikir, “Wah dia membukanya langsung dengan sebuah klimaks. Hm..menarik..dan cukup berani”. Bagi yang sudah sering membaca berbagai jenis novel dari berbagai genre, maka membuka sebuah novel dengan cerita klimaks sangat butuh kehati-hatian karena jangan sampai anti-klimaks terjadi di pertengahan hingga akhir cerita. Itu akan membuat pembaca menjadi enggan untuk melanjutkan bacaannya.

Di bab awal kita disuguhi kehidupan seorang Dania yang kehilangan suaminya, Andro. Ia dan suaminya membuka sebuah kedai kopi bersama. Kegilaan Andro pada kopi menular pada Nia –sapaan akrabnya- dan kegilaan Andro pada kopi membuat Dania selalu menghubungkan aroma kopi dengan sosok suaminya itu.


Maka sepeninggal Andro, Nia harus menghadapi kehidupan yang sulit karena terus menerus berhadapan dengan aroma kopi yang akan selalu menyelimutinya dengan kenangan bersama Andro. Di saat yang sama Nia harus meneruskan usaha kedai kopi yang sebelumnya dikelola sendiri oleh Andro. Kedai kopi tersebut sepeninggal Andro mengalami berbagai masalah mulai dari loyalitas pegawai, pesaing yang semakin banyak, hingga penurunan omset yang cuku besar saat UMK (upah minimum kerja) malah naik cukup tinggi.

Di tengah semua masalah itu, ternyata Nia masih harus menghadapi masalah pribadi dengan hadirnya sosok pria lain yang mencoba menggantikan posisi Nia. Di saat yang sama Nia pun masih terus belajar merelakan Andro dan sering kali masih merindukan sosok suaminya itu. Semua masalah itu berhasil dikemas dalam cerita dengan alur yang tepat. Tidak lambat, tidak cepat. Sehingga saat membacanya saya tanpa sadar berhasil menyelesaikan buku tersebut.

Tambahan lagi, bagi penikmat kopi yang ingin tahu banyak tentang kopi, buku ini pun bisa menjadi alternatif yang menarik. Sambil membaca ceritanya kita akan memperoleh beberapa informasi yang menarik. Bagi pengusaha kedai kopi, buku ini juga layak baca karena bisa merepresentasikan dunia usaha tapi dengan cara yang lebih ringan.
Profile Image for Sara  Amijaya.
17 reviews1 follower
January 23, 2014
Buku ini menguarkan aroma kopi bahkan sebelum membuka lembar pertamanya.

Tetap dengan kekhasan seorang Riawani Elyta. Ide tak biasa yang tentu menjadi karya luar biasa, ide biasa yang juga tetap menjadi karya luar biasa.

Kopi, hal akrab dalam keseharian kita, namun dalam racikan Riawani Elyta kopi sukses menjadi jalinan luar biasa yang mengikat hati tokoh-tokohnya.

Bab awal buku ini menghadirkan ke hadapan saya keindahan gunung seminung dan danau Ranau. Ya, Ranau, sebuah daerah kecil di Sumatra sana yang menjadi tempat suami saya bertumbuh besar. Namun sampai detik ini belum berani saya kunjungi. Ranau yang terkenal dengan kisah si pait lidah dan si mata empat-nya juga aroma kopinya yang memang sudah membuat saya jatuh cinta.

Dengan keterikatan atas pesona Gunung seminung dan danau Ranau-nya saya membaca tuntas buku ini. Lika liku kehidupan Dania pasca kematian Andro suaminya. Juga usaha Dania untuk mempertahankan katjoe manis (kafe kopi peninggalan suaminya). Kegigihan Dania, semangat pantang menyerahnya, juga kerasnya dunia bisnis serta seluk beluk kopi tergambar dengan sangat baik.

Kemunculan cabang Bread Time Bakery sebagai pesaing bisnis katjoe manis, mau tak mau mengingatkan saya pada Tara, si wanita cerdas pemilik Bread Time Bakery di A cup of Tarapuccino. Hal kecil yang menurut saya keren, karena penulis begitu saja menyisipkan benang merah di antara karya-karyanya. Kemunculan ini pula yang membuat saya berharap ada sedikit sunspense yang mewarnai kisah ini. Di tilik dengan keberadaan Redi dan ancaman-ancamannya, konflik yg sedikit memacu adrenalin mungkin masih pas jika diceritakan, sayangnya tidak ada. Kisah Redi dan ancamannya hilang begitu saja.

Dan begitu juga dalam urusan romantika, sudah menjadi sebuah keharusan sepertinya ^_^. Tokoh wanita dalam karya penulis selalu berada diantara 2 pilihan. Barry, barista muda yang juga sahabat suami Dania yang sudah meninggal ataukah Pram, pria dari masa muda Dania sekaligus pemilik cabang Bread Time Bakery yang menjadi pesaing bisnis kafe Dania.

Overall, saya suka kisah ini. memberi pengetahuan baru, membagi semangat pantang menyerah dan kerja keras, sekaligus menghadirkan kisah cinta yang membuat candu selayaknya secangkir kopi panas.
Profile Image for Asya Azalea.
Author 7 books14 followers
September 16, 2017
Pertama kali lihat, suka covernya. Jadi teringat kemasan sebuah produk cokelat lokal. Boleh sebut merk nggak ya? :) Cerita sih mengalir, enak diikutin. Kita juga jadi punya gambaran tentang bisnis kafe. Tapi sebenarnya sangat mungkin buat dikembangkan lagi, misalnya soal intrik, kecurangan, dan sebagainya dalam dunia bisnis. Pas bagian kebakaran kafe itu juga kurang greget karena ngambang, nggak jelas siapa pelakunya. Overall, novel ini layak baca. :)
Profile Image for Ziyy.
643 reviews24 followers
April 20, 2013
"Cinta platonis, selayaknya kopi pertama yang membuatmu terkesan, sangat terkesan, hingga tahun-tahun yang berlalutetap tidak mampu menerbangkan memorimu akan cita rasa, aroma dan jenisnya, dan akan tetap mengenangnya sebagai kopi terbaik meski setelahnya kamu mengenal dan menghirup puluhan jenis kopi yang lain."


review menyusul :-)
Profile Image for Karina Pradita.
Author 3 books15 followers
April 30, 2013
Smooth.. cerita yang mengalir pelan, sekalipun mudah ditebak, tapi penuturan yang rapi membuat The Coffee Memory menjadi tidak membosankan.
Profile Image for Muhammad Ridwan.
193 reviews25 followers
November 19, 2013


Sebenarnya pas novel ini terbit pertama kali pada bulan Maret kemarin, saya sudah berniat untuk menyisihkan uang demi membelinya. Akhirnya? Ya, saya beli--beberapa bulan setelahnya, tapi bukan buat saya sendiri, melainkan karena sebuah kesalahan pembungkusan kado, novel inilah yang akhirnya harus saya relakan untuk tidak jadi saya miliki. Hehe. Beruntung, seorang teman saya membeli novel ini juga--itu pun nitip ke saya. :D . Sehingga saya bisa membaca novel dari salah satu pengarang yang entah kenapa saya pingin mengoleksi buku-bukunya. :)

Saya sendiri membaca The Coffee Memory dalam keadaan yang tidak begitu sehat, jadi maaf kalau banyak detil yang terlewat sehingga komentar saya bisa dipatahkan dengan mudah. :D .

***

Dania ditinggal mati oleh suami tercintanya--Andro--yang membuatnya harus mengurus anak semata wayangnya--Sultan--dan juga kafe kopi Katjoe Manis.

Andro merupakan seorang pecinta kopi yang mampu menularkan kecintaannya itu pada Dania. Dia juga seorang yang mampu meracik kopi dengan baik, dengan modal itulah dia (dan Dania) mendirikan kafe kopi. Andro merupakan pria yang supel, sehingga dia punya link untuk mempromosikan kafe anyaran mereka saat itu. Bahkan karyawannya pun berbekal relasi.

Sepeninggal Andro, Dania merasa terpuruk. Memori-memori spesialnya dengan orang yang dia sayangi, muncul bersama dengan aroma yang keluar dari kopi. Namun Dania harus bangkit, apalagi dia harus menghidupi Sultan yang masih kecil. Untuk itulah dia memutuskan untuk meneruskan usaha kafe Katjoe Manis yang tutup setelah Andro pergi dari dunia untuk selama-lamanya.

Sayangnya, Dania belum pernah mengurusi manajemen kafe itu sebelumnya. Karena selama ini suaminyalah yang mengelolanya. Tantangan lainnya adalah kepergian dua orang pegawai yang mundur dari kafe tersebut. Ditambah saingan bisnis yang makin bertambah.

Belum cukup masalah Dania mengurusi bisnis kafenya, muncul lagi kenangan-kenangan masa lalunya dengan Andro, dan juga masalah pribadi lainnya. Seperti beberapa orang yang mencoba untuk mengisi hatinya yang saat ini kosong. Sebut saja Pram dan Barry.

Bagaimanakah kelanjutan kisah Dania dengan kisah pribadinya dan juga Kafe Katjoe Manis? Baca sendiri novelnya ya. :)

***

Nah, ini bagian yang saya suka. Komentar. Entah kenapa saya gatal untuk menuliskannya. :D

1. Menurut saya, cover jaketnya terlalu biasa. Terlalu simpel. Mirip dengan bungkus kopi bubuk tradisional yang gak bermerek. Tapi ... desain sampul novelnya sendiri benar khas kopi. Enak dilihat dan membuat yang melihat bisa mencium aroma biji kopi pilihan dari situ. (+)

2. Saya mau mengacungi jempol buat editornya. Novel ini minim typo, walau di halaman 15 paragraf 2 kesalahannya cukup fatal. Entah ada kata yang hilang atau salah menaruh tanda baca di sana. Hingga membuat saya mengernyitkan dahi. (+)

Yang kedua, nama kafe yang "Katjoe Manis" itu sebenarnya salah ejaan gak sih. Itu kan "tj" ejaan lama. Sebenarnya yang dimaksud itu Kayu Manis atau Kacu Manis? Kalau kacu manis, penulisannya benar. Tapi, kalau kayu manis, berdasarkan info EYD dari Wikipedia sih, itu salah.
"tj" di ejaan lama = "c" di ejaan yang telah disempurnakan. So? Kalau dari deskripsi kafe sih, menurut saya yang benar Kayu Manis. Jadi, seharusnya namanya bukan Katjoe Manis, melainkan KAJOE MANIS (dengan ejaan lama). (-)

3. Sampai akhir novel, saya masih belum dapat petunjuk berapakah usia Dania dan Sultan. Menurut saya ini agak mengganggu. :D . (-)

4. Saya rasa ciri khas Bu Riawani Elyta itu ada pada alur lambatnya. Di paruh awal novel, terlalu banyak narasi yang bertele-tele dan membosankan. Nah, memasuki pertengahan hingga akhir, barulah novel ini bisa dinikmati dengan nyaman karena alur berjalan dengan lancar.

5. Ide ceritanya menarik, dan saya suka itu. Saya benar-benar bisa membayangkan bagaimana inferior maupun eksterior kafe Katjoe Manis maupun Bookafeholic. Bahkan rasanya kopi--yang sampai saat ini saya dilarang oleh dokter untuk meminumnya, walaupun dalam sebulan beberapa kali saya bandel dan menyeduh kopi instant--berhasil saya hirup aromanya selama membaca novel ini. Salut untuk penulisnya. (+)

6. Ngomong-ngomong hem sama kemeja sama gak sih? (halaman 132 paragraf pertama) (-)

7. Sebenarnya ada sub-plot yang menurut saya belum terselesaikan. Yaitu tentang kehadiran Redi, kakak Andro. Di awal dijelaskan kalau Dania dan Barry menaruh rasa curiga padanya. Namun, hingga akhir novel, tidak ada perbuatan Redi yang menurut saya bisa menghancurkan kafe Katjoe Manis. (-)

Overall, saya suka dengan novel ini. :) . Novel ini sendiri saya baca dalam waktu 5 jam. Itu pun diselingi sholat, makan, dan ke dokter. :D . Ah, gak nyesel juga sih baca novel ini di saat gak masuk sekolah hari ini. :D

19-11-2013

Profile Image for Febriyan Lukito.
13 reviews8 followers
July 15, 2013
Buku ini bukan termasuk dalam buku baru yang saya beli bulan kemarin, melainkan buku dua bulan lalu. Apa yang membuat saya tertarik? Tak lain dan tak bukan adalah COFFEE – you got me at coffee. Tampilan depan buku ini menarik menurut saya, karena dibungkus dengan kertas coklat/kertas kopi. Tapi sayangnya, setelah melepasnya, saya harus merelakan bungkus itu entah ke mana.

Yah… jangan salahkan saya sebagai pecinta kopi langsung tertarik dengan buku ini. Buku ini adalah novel seperti kebanyakan novel sekarang. Tentang cinta. Tapi saya juga menemukan passion akan kopi dalam jiwa Andro, sang suami yang telah meninggal dunia. Justru passion inilah yang membuat saya lebih tertarik, termasuk passion Barry akan kopi.

OK… sebelum lebih lanjut, kita kenalan dulu dengan tokoh dalam novel ini. Tokoh utama adalah seorang wanita canti beranak 1 bernama Dania. Di awal novel ini, kita diajak mengenal Dania sebagai seorang wanita yang baru saja ditinggal mati sang suami, Andro. Bagaimana dia akan menghadapi hidup ini, apalagi dengan seorang anak yang masih butuh banyak perhatian.

Awalnya, menerima kenyataan cukup berat bagi Dania, bahkan untuk bangun dan mandi saja dia enggan lakukan itu. Sampai akhirnya sang mama datang dan menyeduh secangkir kopi yang mengingatkannya akan sang mendiang suami. Dia sadar akhirnya bahwa dia harus bangkit dan melanjutkan hidupnya, demi dia dan anaknya.

Meneruskan usaha café Katjoe Manis bukanlah hal yang mudah. Memang dia turut serta dalam membangunnya dulu bersama Andro, sang barista. Tapi kini harus mengelolanya sendirian? Bukan hal yang gampang bagi Dania untuk mengelola karyawan yang tak seberapa banyak itu. Ditambah lagi dengan kehadiran pesaing-pesaing di sekitarnya.

Kita juga dikenalkan dengan sosok Barry, sang barista baru yang direkrut untuk menggantikan sang suami di café itu. Sang suami, yang aktif di dunia maya terkait dengan kopi, ternyata telah menjadi inspirasi bagi Barry, sampai-sampai dia rela meninggalkan pekerjaannya yang nyaman di Black Canyon Coffee. Datang pula pria dari masa lalunya. Pram, yang saat SMA dulu menyukainya, kini membuka café di dekat café Dania.

Perjuangan Dania.

Itulah inti dari cerita ini. Kita diajak mengenali dunia Dania dalam menghadapi kehidupan baru yang ada di hadapannya sekarang ini. Dunia tanpa suami. Dunia bisnis. Dunia café. Dunia percintaan baru, ya… ini tetap novel romantic kok. Jadi pasti there’s romance in the air. Dengan siapakah Dania akhirnya? Baca sendiri ya.

Apa yang menarik dari buku ini?

Bagi saya pribadi, buku ini membawa saya kembali pada keinginan saya beberapa tahun silam, yaitu membuka sebuah coffee shop kecil di mana orang dapat membaca buku sebebas-bebasnya – konsep yang digunakan oleh Pram dalam buku ini.

Arghh… benar-benar membuat saya semakin dan semakin ingin membukanya, sayang masih terkendala di modal. Hehehehe. Tapi siapa tahu nanti bisa buka ya. (amin…)

Ada beberapa kutipan menarik yang saya suka dari buku ini, seperti biasa akan saya tampilkan dalam foto-foto yang sudah saya siapkan dari buku ini di akhir review. Yang paling saya suka? Kopi membangkitkan kerinduan – diucapkan oleh Barry saat interview kerja.

Untuk keseluruhan, saya memberikan nilai buku ini 3,5 dari 5 bintang.

posting review: http://ryanfile.wordpress.com/2013/07...
Profile Image for Skylar Alvins.
17 reviews5 followers
April 16, 2013
(What? First review of this book? Hey!)

Okay, the madame is back again with a new book. This one follows the adventures of Dania, recently widowed with one son and a cafe to run after her husband's demise in a traffic accident.

Impression: I like how it is cute in many ways.

First, the cover. So earlier today I braved myself to stroll around the renovated bookstore at a certain mall downtown once more, despite the uncomfortable arrangement of racks and books. The cover immediately grabbed my attention because... it looks like a coffee bag.

I took it and examined further. The "coffee bag" acts as the jacket and the real cover was hidden (when I opened it, turns out the cover was textured like coffee beans, with a "clearing" in the front jacket with the title in gold letters). Hmmm.

Second, it actually does talk about coffee. (Okay, yes, I have to admit that I freaking love coffee. I have a cup or two almost everyday, and there are times when four cups a day are not enough!) Couple of months ago I was severely disappointed when I borrowed The Various Flavours Of Coffee - Rasa Cinta dalam Kopi from a good friend of mine because I expected to know at least something more about coffee. Nah, this book cured it successfully.

What does a barista do? What are some of the most famous kinds of coffee from Indonesia? In the cafe business, what sorts of competition is expected to happen nowadays? Now I have quite the sketch of these in mind.

Third, the romantic flavour. For me, yes, this is "coffee" sort of romance: realistic, and the sweetness is just the right amount, no unnecessary sweet nothings. Even if there is, our protagonist scowls it off. I am normally so much of a nitpick about romance, much to the chagrin of my good friend Lucy Love-Dove (not her real name, of course), but this one really got me. Plus, the ending.

Fourth, it's very clean in formatting compared to most casually read books on my shelf recently. I can say that my trusty pencil also loves this book.

So, even if romance (or coffee!) isn't your normal take, I'd still recommend this. :)
Profile Image for Ira Booklover.
691 reviews45 followers
February 2, 2015
Cover luarnya lucu, kayak bungkus kopi. Eh pas dibuka cover dalamnya beneran gambar biji kopi. Hwahhh...saya sukaaaa (‘▽’ʃƪ) ♥

The Coffee Memory adalah buku ketiga dari seri Love Flavour yang saya baca. Pertama saya baca The Mint Heart yang sukses membuat saya jatuh cinta dengan seri ini. Kedua saya baca The Vanilla Heart.

Nah baik mint maupun vanilla, saya rasa berhasil menimbulkan rasa saat membacanya. Tapi sayangnya tidak dengan coffee ini. Memorinya saya dapat, tapi sayang "rasa kopi"-nya tidak. Mungkin karena memorinya terlalu dominan. Jujur saja saya menghabiskan separoh isi tisu setiap ada adegan Dania teringat Andro.

Kisahnya sendiri menceritakan tentang Dania yang ditinggal pergi suaminya, Andro, untuk selamanya. Andro ini pecinta kopi akut. Kecintaannya terhadap kopi membawanya untuk membuka kafe coffee yang diberi nama Katjoe Manis.

Sepeninggal Andro, Dania berjuang menjadi single parent sekaligus mengurus kafe Katjoe Manis peninggalan Andro. Sayangnya, segala hal yang ada di kafe itu selalu mengingatkan Dania kepada Andro. Dania juga teringat Andro kalau melihat atau mencium aroma kopi.

Tapi demi Sutan, anak semata wayangnya, Dania harus kuat. Dia pun mulai berbenah dan berusaha optimis untuk tetap menjalankan usaha kafe coffee tersebut. Salah satu langkah pertama yang dilakukan adalah mencari barista pengganti Andro.

Tidak perlu waktu lama, seorang barista tampan bernama Barry diterima bekerja di sana. Barista yang sepertinya memiliki passion terhadap kopi yang tidak kalah besar dengan yang dimilik Andro. Barista baru ini sepertinya juga sangat care dengan keadaan kafe. Sesuatu yang pantas disyukuri memang, tapi hal ini mau tak mau juga membuat Dania sedikit heran.

Tapi masalah mulai muncul, sebuah kafe kopi baru mulai dibuka dan tampaknya akan menjadi saingan berat. Kejutannya lagi, pemiliknya ternyata adalah Pram, teman SMA Dania yang dulu pernah menembaknya. Dan Pram mengaku sampai sekarang pun dia belum bisa menemukan pengganti Dania.

Nah, bagaimana kelanjutan kisah cinta Dania? Silakan dibaca sendiri bukunya :D

Yang pasti saya suka dengan pengetahuan-pengetahuan tentang kopi yang bertebaran di buku ini. So pasti lah, judulnya aja kopi memori :D

At last, 3 dari 5 bintang deh. I liked it.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
May 2, 2013
Secangkir kopi adalah jembatan kenangan dan komunikasi yang paling hangat. Dan bersamanya, kita bisa menciptakan momen-momen special dalam secercah perjalanan hidup

Ini tentang kisah Dania dan kopi yang membawa memori special tentang Andro, suaminya yang meninggal karena kecelakaaan. Ini tentang perjalanan Dania terus bertahan hidup dengan kafe kopi Katjoe Manis,kafe yang dirintisnya bersama alm.suaminya. Disinilah Dania mulai diuji dengan segala macam tantangan, mulai dari barista dan pegawainya yang resign dari kafenya, munculnya kafe-kafe baru disekeliling kafenya, munculnya kompetitor baru, Pram dengan kafenya yang cukup terkenal dan punya nama, dan munculnya barista baru, Barry yang memilih untuk bekerja bersamanya membesarkan Katjoe Manis.

Pertama kali melihat covernya yang berwarna coklat aku cukup terkesan, kemudian ternyata itu hanya sampul dari novelnya, ketika kita membuka segelnya, akan muncul cover yang didominasi dengan gambar biji kopi dan aku suka ^^ Sejak awal membaca novel ini aku tidak terlalu menaruh ekspektasi tinggi terhadap novel ini, cerita yang mengalir dan benar-benar dimanjakan dengan pengetahuan kopi yang cukup beragam, hingga bagaimana membangun sebuah kafe kopi dan bertahan dari segala macam persaingan di dunia bisnis ^^


Namun, ketika akan sampai di titik klimaks hingga penyelesaian aku tidak merasakan sesuatu yang special dari novel ini. Terkesan terburu-buru dalam menyelesaikan endingnya. Jadi, novel ini kurang klimaks menurutku. Padahal sebagai pembaca aku mulai menebak-nebak kejadian demi kejadian yang terjadi kepada Dania dan kafenya, Katjoe Manis. Kemunculan tokoh demi tokoh baru. Tapi hingga akhir, kejadian itu hanya sebagai tempelan saja, kurang mendapat feelnya karena ada yang berasa kurang dengan banyaknya konflik yang dimunculkan sedangkan penyelesaian akhirnya hanya biasa saja atau terkesan dibuat open saja.

Tapi, overall walau aku bukanlah salah satu coffee addict/lover, aku suka dengan rasa yang dibawa oleh penulis dalam novel ini ^^
Profile Image for Nufach.
49 reviews11 followers
February 13, 2015
The Coffee Memory; Ketika Aroma Cintamu Menyergapku adalah kisah tentang istri pengusaha kedai kopi di Batam, Dania, yang harus bertahan ditinggal mati oleh suaminya. Andro, suami, sekaligus bartender dari kedai kopi miliknya meninggal saat mereka baru memiliki satu anak.

Dania yang masih mengingat Andro harus bangkit dari keterpurukannya. Ada kedai "Katjoe Manis" yang harus dibuka kembali sebelum ditutup seminggu setelah Andro pergi. Dania harus berbenah banyak, dari hingga hidup mandiri tanpa suami.

Alur yang sesekali flashback dalam novel ini memperlihatkan inti konflik ketika Dania harus menghadapi badai saat memutuskan mengelola sendiri Katjoe Manis. Ia harus merekrut barista baru yang memiliki kemampuan sama dengan Andro. Juga mengalami ketatnya persaingan bisnis yang tidak sehat di sekitarnya.

Masalah paling besar datang ketika Katjoe Manis harus terbakar. Dania seperti terjatuh dan ditimpa pula oleh tangga. Saat Sultan, anaknya, terbaring dua hari di rumah sakit, Ratih pegawai kedai, memberi kabar lewat telepon.

*

Meski hidup Dania dipenuhi banyak masalah, romansa kehidupan juga menjadi bumu dalam novel ini. Sebagai seorang wanita lajang dengan satu anak, Dania masuk kategori ibu-ibu yang banyak diincar. Tercatat dua pria dalam novel ini yang menaruh hati padanya. Ada Pram, teman dekat ketika SMA yang juga membuka kafe dekat Katjoe Manis. Dan yang satu lagi, seorang pengagum rahasia Dania. Yang hampir ditemuinya setiap hari.

*

Riawani Elyta sepertinya sangat menyukai kopi. Totalitasnya terlihat dari design cover buku dengan sampul gambar biji kopi, nomor halaman dengan gambar secangkir kopi, dan yang uniknya, buku ini seolah biji kopi yang memiliki kemasan.

Saya memberi bintang untuk buku ini atas kisah apik tentang kisah Dania. Juga perjalanannya membangun kembali Katjoe Manis. Serta ending yang juga manis. Nampaknya penulis berpengalaman memberi ending pada setia kisah yang ditulisnya.

*

Semangat selalu kak :)
Profile Image for Qiserra.
42 reviews1 follower
October 23, 2014
next book, na gilirannya buku ini. aku cerita dikit yah hehehe, aku beli buku ini hanya karena diskon lho . klo nggak diskon nggak beli kalie hehehe.

hmm cekidot ma reviewku

4 bintang karena : ceritanya tentang sumo oy , susah move on dan itu diriku bangettt,
4 bintang karena : karakter si perempuan yang lembut, tangguh dan nggak mudah menyerah menghadapi masalah yang di terpa.
4 bintang karena : aku suka karakter anak cowok dari pemeran utama di cerita ini , lucu, nakal tapi juga pintar untuk seusia dia .
4 bintang karena : aku sukaa konsep cafe yang diusung sama tetangga baru . keren dan pengen ke thu cafe klo nyata juga di indonesia. <---- ini komen bagusnya buku ini.

kali ini maaf ya , jeleknya buku ini
pertama bikin jelek : kenapa nggak jadian sama thu barista coba , tipe barista yang di gambarkan manis banget lho.
kedua bikin jelek: nggak begitu tebal ,padahal masih bisa dikembangin lagi ceritanya menurutku begitu sih <----- hanya dua kejelekan yang bisa aku ketik, aku share ame lu pada.

maaf ya kalau nggak suka sama reviewku, saya hanya koment apa adanya . terima kasih

Profile Image for Elsa Puspita.
Author 10 books44 followers
February 18, 2016
Ceritanya khas kopi. Perpaduan manis dan pahit yg pas. Saya cukup suka dengan cara penulis bercerita, juga sama ceritanya sendiri.

Satu hal yg lumayan ganggu selama baca adalah penulisan nama kafe milik Dania dan Andro ini. "Katjoe Manis", yg muncul waktu Andro lihat Dania lagi menghirup kayu manis. Jadi, saya berasumsi itu juga harusnya dibaca "Kayu Manis", tul?
Tapi harusnya penulisan ejaan lama dari kata "kayu" kan "kajoe", karena huruf "y" ditulis "j". Sedangkan "tj" itu harusnya tulisan buat huruf "c". Jadi, "Katjoe Manis" harusnya dibaca "Kacu Manis". Ganggu, kan?
Mungkin sepele, tapi buat saya yg kadang lebih nemplok dan ngasih perhatian lebih ke detail sekecil ini, itu lumayan ganggu.
Atau mungkin Mbak Riawani punya alasan kenapa penulisannya tetap "Katjoe"?

Terlepas dari masalah penulisan nama kafe itu, ceritanya keseluruhan lumayan menyenangkan buat diikutin. Meskipun di bagian awal perasaan saya agak flat, tapi pas adegan 'klimaks' itu muncul, saya beneran kaget. Sampe nyemburin "Hah?!" dan bikin kucing saya ikut kaget. Hehe

Endingnya kerasa 'pas'. Suka dengan cara penulis mengakhiri cerita ini :))

3 of 5 stars ~
Profile Image for Yonea Bakla.
322 reviews36 followers
September 6, 2013
Buku ini tentang Dania, pemilik Cafe kopi Katjoe Manis. Bagian pembuka menggambarkan bagaimana kalutnya Dania ketika suaminya, Andro meninggal karena kecelakaan. Tapi karena Katjoe Manis harus tetap berjalan, ia merekrut barista bernama Barry.

Masalah tidak selesai di sana tentunya. Muncul Bookafeholic, kafe saingan milik Pram, teman masa remaja Dania. Belum lagi ada insiden kebakaran ketika Sultan, anak semata wayang Dania, sedang opname karena sakit DB.

Membaca buku ini akan menyadari bahwa banyak orang yang peduli pada kita. Ketulusan mereka akan terlihat di waktu sempit.

Ah, ya. Setting cerita di Batam. Dan muncul BreadTime, milik dua orang sepupu. Tentu mengingatkan saya dengan Tarapuccino- novel Riawani Elyta yang digarap bersama Rika Y. Sari. Hingga saya menyimpulkan bahwa Katjoe Manis dan BreadTime adalah tetangga. Ada beberapa bagian pada kedua novel ini yang serupa tapi tak sama. But, I really enjoyed both of them.
Profile Image for Hairi.
Author 3 books19 followers
February 12, 2015
aiiih sukaaaaa <3
jadi begini, saya suka dengan tipe2 orang mencintai seperti yang dituturkan Ratih 'jatuh cinta nggak hanya membuat orang jadi banyak melamun dan tersenyum-senyum sendirian, tetapi juga bisa mendorong hal-hal yang positif' seperti yang dilakukan Barry pada Dania di novel ini. juga yg dilakukan Alva kepada Merry di film Merry Riana, yang dilakukan Han Kang pada Ji Hyun di drakor yg saya tonton dan yang dilakukannya padaku *uhuk :p

endingnya manisssss... suka banget. walau secara keseluruhan romance-nya kurang. #pecanduromance

Review selengkapnya ada di sini : http://diarybukuyanti.blogspot.com/20...
Profile Image for Indri KyuRi.
3 reviews
February 12, 2015
Buku ini saya beli sudah beberapa bulan lalu dan akhirnya terbaca seminggu yang lalu. Mulai membaca buku ini di waktu senggang bekerja sama seperti menikmati kopi karena saat membaca saya merasakan aroma kopi yang dituliskan dalam cerita juga menyeruak disekeliling saya. Terdengar berlebihan mungkin, tapi itu yang saya rasakan, hehe..
Sosok Barry di sini tidak se-intens Pram yang mendekati Dania.
Saya suka saat di akhir cerita ada kalimat "Kehangatan itu kini mulai menyebar ke seluruh tubuhku hingga irama jantungku pun tak lagi ritmis."
2 reviews1 follower
July 16, 2013
waktu liat coverny langsung pengen beli.. saya suka kopi walaupun masih yang sachet.
cerita nya sebetulny sederhana, tentang cinta. hampir sama dgn novel2 lain. kalimatny jg sederhana.
tp nga tau kenapa, selesai membacanya langsung pengen baca lagi,, ada daya magis dlm kalimat2nya.
mungkin tidak terlalu sedih yg melo dibuat dalam kalimat yg berlebihan, tp sedihny bikin nangis... penasaran pengen baca buku lainnya
Profile Image for MY.
92 reviews14 followers
September 16, 2014
Baru halaman pertama udah ada 7 kata aroma. Are you kidding me? -..-

Terus paragraf pertama.
Jelasin ke gw gimana caranya diafragma mengembang dan mengempis. Yang mengembang & mengempis itu rongga dada, bukan diafragma. Diafragma cuma bisa berkontraksi dan relaksasi. Gak usah jadi mahasiswa kedokteran juga harusnya tau lah... -,-
Profile Image for Ani Andriyanti.
108 reviews4 followers
April 8, 2015
Baguuuus, Mba Lyta. Tapi bisa enggak kalo novel ini dibikin lebih kompleks masalahnya? Hahaha bacanya sederhana banget mbak. Sepertinya akan bintang 5 kalo konflik - konflik yang ada dibikin lebih complicated :)
Profile Image for Saptorini.
Author 5 books12 followers
June 10, 2013
Sebenarnya saya ngasih 3,5 bintang, tapi nggak bisa bikin setengah bintangnya.
Covernya keren! Ceritanya mengalir. Banyak bertebaran info tentang kopi.
Profile Image for ratna ayu puspita.
71 reviews1 follower
July 27, 2013
novel yang informatif cocok buat pencinta kopi dan yg berniat buka coffee shop
Profile Image for Febrianti Pratiwi.
59 reviews7 followers
November 9, 2014
kalau endingnya nggak sukses bikin senyum, mungkin cuma dikasih 3 bintang. pemaparan tentang kopinya keren! barryyyy, aku padamu <3
Profile Image for Fadhilatul.
Author 1 book23 followers
November 30, 2014
pada awalnya saya menebak-nebak bagaimana alur novel ini akan terurai..
teryata dugaan saya kurang tepat.. well, cukup menariklah :)
Profile Image for AF.
40 reviews7 followers
November 12, 2017
"Keyakinan itu penting! Sama jugalah dengan sugesti, kalau kita menganggap bahwa usaha kita akan berhasil, maka yakinlah bahwa lebih dari lima puluh persen peluangnya akan berhasil." (P.118)
~~~~~~~~THE COFFEE MEMORY~~~~~~~~~~
Dan lagi-lagi, aku tertarik untuk mengadopsi anak (novel) ini karena cover dan judulnya. It was Ok (3.5/5)
Covernya manis, penuh dengan biji -biji kopi yang akan membuat coffee lovers ga bosan melihatnya.
Ceritanya ringan, tapi beberapa ada yang mengganggu saat proses pembacaan. Aku menemukan sedikit kesalahan dan kekurangan dalam pengetikan, but it's ok. nggak banyak, jadi ga parah.
Profile Image for Hapudin.
289 reviews7 followers
August 2, 2022
Novel percintaan dewasa yang memberikan kepada pembacanya banyak pelajarah hidup. Terutama bagi mereka perempuan yang ditinggal mati oleh suami, sudah punya anak, di novel ini bisa dilihat bagaimana seharusnya melanjutkan hidup setelah masa duka.

Ciri novel dari Penerbit Bentang selalu punya kisah roman yang segar dan manis. Di sini kita diajak mengenal dengan dunia kopi. Mulai dari jenis-jenis kopi dan penyajian hingga cara berbisnis kopi dan ide-ide untuk kafe.

Saya suka dengan novel ini.

Ulasan lengkapnya bisa dibaca di blog saya melalui link berikut ini:
https://www.bukuhapudin.com/2022/08/r...
Displaying 1 - 30 of 63 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.