Jump to ratings and reviews
Rate this book

Fantasia Impromptu

Rate this book

393 pages, paperback

First published January 1, 2006

Loading...
Loading...

About the author

[rei]

1 book1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (29%)
4 stars
5 (29%)
3 stars
5 (29%)
2 stars
1 (5%)
1 star
1 (5%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for Nyut.
143 reviews1 follower
July 25, 2023
Ide awalnya menarik, tentang tokoh "aku" yg mengarang cerita tentang orang-orang yg dia temui di Gereja. "Aku" dengan kreatifitasnya yg liar mengarang cerita tentang kehidupan seperti apa yg mungkin dijalani oleh orang-orang tersebut berdasarkan penampilan dan apa yg sedang mereka kerjakan. Ada beberapa cerita pendek di setiap pertemuan, jadi jatuhnya buku ini bisa disebut mix antara novel dan kumcer.
Cuma sayangnya aku agak bosen sama kisah-kisahnya yg hampir semuanya sedih dan tokoh-tokohnya yg kebanyakan punya gangguan jiwa. Jadi kesannya si "aku" ini yg terobsesi untuk membuat cerita yg tragis.
Ada juga bagian-bagian yg dibuat seperti puisi, yg bagian ini adalah hasil imajinasi dari tokoh yg diimajinasikan oleh "aku", yg bagiku membosankan buat dibaca.
Jadi...
Ya begitu lah...
Idenya bagus, tapi eksekusinya yg sedikit mengecewakan buatku pribadi.
Profile Image for Raf Sultan.
8 reviews
August 15, 2021
Read this book for the 2nd time and it hits different. The writer left some of the chapter as almost how the reader likes, sort of like DIY ending. So I believe each reader have their own endings that significantly different with the other (I have tested this with 2 friends) If it wasn’t so focused solely about each main character’s sadness, I would rate it higher. My cup of tea.
Profile Image for Ivon.
Author 1 book21 followers
December 19, 2010
selesai aku menyelesaikan novel ini, aku membaca kata pengantar dari pengarang. dan menemukan jawabannya: 8 tahun. delapan tahun untuk menyelesaikan novel ini. dan aku tidak terkejut, karena melihat atmosfer cerita2 di buku ini, rasanya mustahil mempertahankan ke-optimis-an pikiran bisa tetap bekerja dan membiarkan cerita demi cerita terselesaikan secara berurutan.

buku ini kemungkinan besar tidak bisa disebut novel, tapi lebih tepatnya, kumpulan cerpen dari khayalan2 sang tokoh utama terhadap orang-orang yang ditemuinya tiap kali ia pergi ke misa gereja. tokoh utama yang bahkan mengakui dirinya bukanlah tokoh yang 'ada', tapi diciptakan oleh 'aku' yang lain, yang sebenarnya diciptakan lagi oleh 'dia', tuhan dari buku ini.

aku pernah berhenti baca pada halaman 136. karena redundancy yang amat pekat dan kentara, membuatku malas membaca satu-satu cerita-cerita lanjutannya dan memilih langsung melompat ke bab finale buku ini.

redundancy itu adalah:
- tokoh wanita selalu mengidap 'sakit mental'
- 'bad' ending
- aura sinis dan pesimis dari si tokoh 'aku' dan cerita2 yang dikhayalkannya.

gaya penulisannya bagus sekali, nice one, aku suka cara berceritanya.

tapi bayangkan dirimu, sendirian, diminta mendengarkan delapan orang yang sinis dan pesimis menceritakan pengalaman hidup mereka, sepanjang hari, pagi sampai malam. tak heran setelahnya kesinisan dan kepesimisan itu bakalan meracuni jalan pikiranmu.

dan ending-nya. "mungkin hidup ini hanyalah kenyataan yang terbentuk dari kumpulan imajinasi belaka". mungkin itu memang benar, ya, terus kenapa?

dua bintang, karena personal like, aku tak suka aura cerita yang membuatku depresi >.> hidupku sudah cukup rumit tanpa perlu mengetahui kalau ada orang2 yang jauh lebih tak waras dibandingkan diriku.

oh, dan cover-nya tak berbohong, serta 'sinopsis'-nya cukup mengundang penasaran.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 5 of 5 reviews