The Javanese pesantren system is among the largest and most complex educational networks in the Muslim world. It was the primary educational system in Java prior to 1900, and it continues to play a vital role both in education and in the social, cultural, and religious lives of Javanese and other Indonesians. Despite its size and importance, very little has been written in European languages about the pesantren and the type of Islamic learning and piety they promote. Illustrated.
Sebelum membaca karya Martin Van Bruinessen,eloklah buku ini dibaca dahulu.Secara keseluruhan,hujah penulis berkenaan tradisi pesantren yang berkembang sejak akhir abad ke 19 hingga 1970an (sewaktu buku ini diterbitkan) boleh ditelaah dan digunapakai.
Walaupun begitu,pesantren diabad ini juga telah berjaya dirosakkan gaya fikirnya sedikit demi sedikit hingga terpecahnya kesatuan pemikiran dalam NU.
Juga,pondok Malaysia hingga kini masih dipandang rendah walaupun mereka sudah berjaya menempatkan lulusannya sebagai exco di Kelantan.Kejatuhan mereka juga disebabkan pseudo talaqqi yang semakin diminati oleh masyarakat.
Inilah kenyataan yang pahit perlu ditelan dan perlu dibaiki agar ilmu pondok diangkat dengan betul.
Buku ini sangat bisa menjelaskan pesantren tradisional beserta tetek bengeknya. Namun kultus individu kyai sebagai manusia yang bisa memberikan barakah, karamah dan ilmu belum didudukkan secara proporsional. Sisi lain dari kehidupan dan pengaruh kyai kurang tereksplorasi.