Jump to ratings and reviews
Rate this book

Majapahit #1

Majapahit: Sandyakala Rajasawangsa

Rate this book
Keris itu berdiri tegak. Berpasang-pasang mata menatapnya terkesima. Bukan hanya karena mereka mengenalinya sebagai keris Empu Gandring yang selalu membawa kutukan maut. Tetapi karena mereka sangat yakin, telah memusnahkannya dalam gelegak kawah Gunung Penanggungan puluhan tahun yang lalu.
Kegelisahan menyergap. Pertanda apakah ini? Di pelupuk mata setiap prajurit, bayang-bayang peperangan mulai membayang. Sekali lagi, banjir darah bakal tertumpah di bumi Singasari.

Sandyakala Rajasawangsa, sebuah epos tentang cikal kerajaan besar nusantara: Majapahit. Ditulis oleh penulis kawakan, novel ini adalah salah satu rekam sejarah sepenggal perjalanan bangsa ini.



Tentang Penulis
Langit Kresna Hariadi adalah penggiat di bidang kemanusiaan, itulah sebabnya mantan Presiden Megawati mengganjar pengabdiannya dengan Satya Lencana Kebaktian Sosial. Karya-karyanya, antara lain adalah Balada Gimpul, Libby, Alivia, De Castaz, Serong, Antologi Manusia Laminating, Melibas Sekat Pembatas, Kiamat Para Dukun, Kiamat Dukun Santet, Siapa Nyuri Bibirku (menggunakan nama samaran), Jaka Tarup (menggunakan nama samaran), pentalogi Gajah Mada (Gajah Mada, Bergelut dalam Kemelut Tahta dan Angkara, Hamukti Palapa, Perang Bubat, Madakaripura Hamukti Moksa, dan Menulis Ahh Gampang. Beberapa karyanya turut dimuat di media cetak, antara lain Beliung dari Timur (Harian Umum ABRI/SOLOPOS) dan Sang Ardhanareswari (Harian Solo Pos)
Melalui penerbitannya sendiri, LKH melahirkan seri Candi Murca (Ken Arok Hantu Padang Karautan, Air Terjung Seribu Angsa, Murka Sri Kertajaya, Ken Dedes Sang Ardhanareswari) dan seri Perang Paregrek. Dua buah karya yang diproyeksikan untuk pasar luar negeri dan masih melalui proses penerjemahan adalah The Dynasty War dan Terror.

624 pages, Paperback

First published January 1, 2012

82 people are currently reading
1168 people want to read

About the author

Langit Kresna Hariadi

31 books151 followers
Langit Kresna Hariadi (lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, 24 Februari 1959; umur 54 tahun) adalah seorang penulis roman Indonesia. Mantan penyiar radio ini dikenal masyarakat luas dengan cerita roman Gadjah Mada yang menceritakan kisah dari Patih Gajah Mada dari kerajaan Majapahit.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
164 (47%)
4 stars
85 (24%)
3 stars
63 (18%)
2 stars
14 (4%)
1 star
17 (4%)
Displaying 1 - 30 of 31 reviews
12 reviews
May 2, 2021
Sandyakala Rajasawangsa menceritakan pada pembacanya tentang kehidupan bangsa ini pada masa berabad silam, dimana salah satu kerajaan besar Nusantara bernama Singasari sedang meregang nyawa pada masa akhir kejayaannya. Menarik untuk diikuti, sebab sastra sejarah dalam buku ini mampu membawa benak saya untuk terus mencari tahu berbagai kejadian, tokoh, bahkan tempat-tempat bersejarah terkait tanpa perlu merasa dihujani oleh fakta-fakta sejarah ala kadarnya. Sungguh sebuah pengalaman berharga, melalui sebuah novel, kita yang hidup di jaman modern yang damai ini bisa merasakan hidup di tengah penduduk suatu kerajaan sehingga tiap kejadian di masa itu berlangsung nyata seolah terjadi di depan mata.

Mengawali kisahnya, buku ini mengajak pembacanya untuk memahami bagaimana kekalahan besar dalam sebuah perang mampu membakar hati anak keturunan penduduk kerajaan Kediri untuk membalaskan dendam leluhurnya. Di sanalah di sebuah padang luas bernama Ganter, ribuan manusia mati terbunuh oleh adanya serangan dari kerajaan Singasari di masa lalu(pada awalnya bernama Tumapel) yang saat itu dipimpin oleh Ken Arok. Hal ini tentu menjadi beban pikiran berat bagi Prabu Sri Kertanegara dan Patihnya Raganata, pemimpin kerajaan Singasari setelah berpuluh tahun lamanya perang tersebut terlewati. Segala upaya untuk meredam dendam yang tumbuh subur pada pihak Kediri tak pernah membuahkan hasil, bahkan setelah putri bungsu raja bersedia berkorban menjadi menantu dari Jayakatwang, sang raja Kediri.

Rencana makar makin tercium jelas dari Kediri dan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi penduduk beserta para pejabat Singasari, yang di saat bersamaan juga telah mendapat ancaman serangan dari Mongol yang dengan sangat rakus ingin menguasai nusantara. Demikianlah Kerajaan Singasari yang berada di ujung tanduk, antara mempersiapkan diri melawan makar dari Kediri ataukah menangkis banjir bandang pasukan Kubilai-Khan dari utara.

Beberapa hal yang menyegarkan ingatan saya, mungkin salah satunya adalah sosok Raden Wijaya sebagai calon menantu raja sekaligus penerus tahta kerajaan Singasari. Seorang pemuda berkemampuan luar biasa dalam olah kanuragan dan bakat kepemimpinan yang mengagumkan, sehingga ia, raja dan patih Raganata mendapatkan petunjuk tentang masa depan cerah Singasari yang akan berpindah ke suatu lokasi di sebelah Barat Laut gunung Penanggunan. Berdasarkan penelusuran fakta terkait, di lokasi itu lah letak kerajaan Majapahit berdiri. Maka buku pertama dari 4 Seri Majapahit karya LKH ini, adalah sepenggal kisah sejarah menakjubkan tentang "Sandyakalaning Singasari" yang mengawali berdirinya kerajaan Majapahit.
Profile Image for Alexandra.
2,089 reviews123 followers
February 27, 2025
Buku pertama seri Majapahit ini membawa kita jauh sebelum kerajaan itu berdiri. Tepatnya saat akhir menjelang runtuhnya Kerajaan Singasari di era Raja Kertanegara dan calon menantunya Raden Wijaya. Saat itu Kerajaan Singasari yang kuat menghadapi rongrongan drama internal dengan ancaman makar Kediri yang penuh intrik politik, persaingan kekuasaan juga pengkhianatan. Selain itu utusan Mongol (Kubilai Khan) juga membawa ancaman ekspansi.

Sebagai pencinta genre HF aku tertarik dengan sejarah kuno bangsa sendiri. Karya LKH dikenal dengan detail riset sejarah yang autentik dan informatif. Walau begitu unsur fiksi juga membantu membuat plotnya lebih luwes dan mudah diingat.
Tempo ceritanya lambat. Gaya berceritanya juga sangat detail, aku jadi bisa membayangkan suasana masa itu. Situasi sosial politik, tradisi, bahasa sampai makanan tradisionalnya. Tapi beberapa bagian dijelaskan terlalu berlebihan bahkan terasa diulang-ulang. Contohnya beberapa karakter punya beberapa nama dan gelar. Untuk penyebutan di novel memilih satu versi nama dan menggunakannya secara konsisten sepanjang novel akan membantu pembaca mengingat. Lagipula detail keterangan lengkap sudah ada di footnote tiap chapter.

Karakter dibuku ini cukup banyak. POV3 serba tahu membuat pembaca bisa mengetahui segala hal termasuk fenomena mistis, kekuatan klenik dan percakapan hantu.
Beberapa karakter seperti Kertanegara, Jayakatwang dan Mahapatih digambarkan lebih detail daripada lainnya. Menurutku sebagai karakter harapan bangsa, Raden Wijaya justru belum tergali. Mungkin kelak di buku-buku selanjutnya.

Buku ini cocok untuk pembaca yang menyukai kisah sejarah kerajaan besar yang menghibur dan penuh ilmu.


IPN RI
Profile Image for Eka Fajar Suprayitno.
80 reviews
June 13, 2022
Cerita ini mengambil sudut pandang yang bersinggungan dengan sisi mistis dan mitos. Saya tak menyangka akan seperti demikian alurnya. Walaupun itu merupakan hak penulis sepenuhnya untuk memberikan daya tarik pada tulisannya. Tetapi saya merasa kurang "sreg" apabila dengan "mudah"nya dikait-kaitkan dengan alur sejarahnya. Sebagai perbandingan mungkin akan menarik juga bila pembaca buku ini mendengarkan drama radio "Tutur Tinular".

Namun hal tersebut bukanlah alasan untuk menepikan bahwa novel ini merupakan bacaan yang seru untuk memahami dan memaknai kembali sejarah tanah air kita, terutama masa kerajaan Singasari.

Kekurangan novel ini adalah penuturan yang beberapa kali berulang padahal dibab sebelumnya sudah dijelaskan dengan susunan kalimat yang mirip dan terkadang sama. Rasanya seperti demi memanjangkan tulisan maka bagian tersebut diulang.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Dewi.
27 reviews6 followers
April 26, 2016
Jadi ceritanya beli buku ini sudah setahun, tapi lalu tergolek begitu aja di lemari tanpa pernah disentuh. Akibat baca buku Marie Kondo tentang bebersih, saya merasa bersalah punya buku tidak tega buang tapi gak pernah dibaca. Akhir-akhir ini saya memaksakan diri untuk baca.
Ringkasan sekalimat: Buku ini tentang kerajaan Singhasari / Singasari pada waktu mereka menghadapi ancaman dari Mongol, Kediri, dstnya.

Menurut saya jauh lebih bagus seri Gajah Mada dari segi prosa/cara penulisan. Di buku ini banyak sekali istilah jawa yang ditukar2 untuk menyebut suatu hal/benda yang sama. Jadi terkesan seperti mempertontonkan keluasan kosakata tanpa manfaat yang jelas. Secara naratif baru benar2 menarik setengah buku ke belakang, terus terang saya beberapa kali berhenti melanjutkan di bab2 awal.

Saya suka dengan gambaran Kertanegara yang multidimensi karakternya, raja yang relatif baik tapi juga mudah terpengaruh, insecure, dan juga sosok sebagai ayah. Selain dari si Raja, karakter pendukung protagonis seperti Raden Wijaya, dstnya, sepertinya sangat cetakan 'karakter baik', mereka baik, jujur, ksatria, patriot,dsbnya. Seharusnya juga bisa dibuat lebih lengkap dengan kekurangannya.

Buku ini jelas merupakan titik awal dari seri selanjutnya. Sayang sekali seperti review orang lain yang telah menyebutkan, bukunya berakhir sebelum Majapahit terjadi ataupun ada klimaks. Saya sendiri tidak berencana melanjutkan ke buku berikutnya untuk seri ini.
Profile Image for Goklas.
42 reviews4 followers
November 17, 2012
Buku ini melanjutkan serial sebelumnya yang telah terbit lebih dahulu seperti Gajah Mada atau Candi Murca. Entah kenapa penulis akhirnya memilih penerbit laun setelah sebelumnya menerbitkan sendiri serial setelah Gajah Mada.

Masih dengan gaya bercerita yang sama, kali ini kisah Majapahit dimulai dari akhir kisah Singasari pada masa kepemimpinan Kertanegara. Kadang adegan tertentu masih diselipkan pembicaraan atau kisah yang tidak perlu, misalnya "percakapan" hewan atau bahkan hantu.

Namun sebagai novel sejarah yang memilih penceritaan yang populer, buku ini tetap layak dibaca
Profile Image for Lilbookworm.
25 reviews2 followers
April 12, 2020
Suka banget sama jalan ceritanya yang kompleks, dan alasan yang masuk akal terkait pemilihan Raden Wijaya untuk menjadi penerus Sri Kertanegara. Namun, kekurangan pada novel ini ialah, penulis hanya mengunggulkan Gayatri, dari ketiga sekar kedhaton lainnya. Yah, maksudnya, bahwa sekar kedhaton lainnya juga perlu mendapat sorotan yang layak. Sebagai anak tertua Tribhuaneswari kurang mendapat banyak dialog, bahkan tidak menonjol sama sekali. Lalu Narendraduhita dan Pradnya juga bernasib sama. Peran mereka hanya tukang mengintip ketika dilaksanakan kumpul (seba) oleh raja, dan dihadiri Raden Wijaya. Iya, mereka mendapat jatah hanya mengintip Raden Wijaya saat seba. Agaknya tiga bersaudara ini sangat amat kurang mendapat sorotan. Dan penulis hanya berfokus pada Gayatri seorang. Masih lumayan nasib Narendradewi (istri Ardaraja-dalam novel). Ia mendapatkan sorotan, lebih karena nasibnya yang kurang beruntung. Tapi untuk yang suka dengan cerita berlatar belakang sejarah kerajaan masa lalu, tentunya membaca novel ini sangat asyik! https://journalcreativeworld.blogspot...
This entire review has been hidden because of spoilers.
1 review
August 17, 2020
Saya pernah membaca permulaan dari buku ini,namun kemudian terputus. Seingat saya, tulisan terakhir yang saya baca ialah Prabu Kertanegara yang terlalu percaya dengan Juru Ramalnya, yang menyatakan bahwa ancaman Singasari akan datang dari Mongol. Sehingga tidak menyadari bahwah adanya ancaman dari Jayakatwang.
Gaya bertuturnya LKH apik, sehingga enak dibaca. Saya berharap bisa melanjutkan kisah ceritanya.
Profile Image for Ahmad Fitriansah.
27 reviews1 follower
August 26, 2018
Novel seperti inilah yang saya cari, sudah lama rasanya terakhir kali membaca novel sejenis semacam Naga Sasra Sabuk Inten( S H Mintardja). Menjadi semacam Obat penawar kerinduan akan cerita -cerita sejarah bangsa yang kini semakin langka.

Menjadi bacaan setiap hari, berangkat dan pulang kerja di kereta commuter, 1 jam terasa sebentar saja.
Profile Image for Zaidan Zein.
1 review
May 26, 2022
Setlah beberapa dekade saya lewati, usai membaca serial gajah mada 1-5 yang penuh dengan petualangan imajinasi membuat saya benar benar terhanyut dalam suasana cerita tersebut di tahun 2008. hingga saat ini 2022 saya coba membaca kembali dengan serial Majapahit, akankah suasana tersebut kembali membunkus imajinasi saya....
Profile Image for Dinar Widyasmara.
121 reviews6 followers
October 31, 2019
Seru, kayak baca novel pencak silat sekalian belajar sejarah. Hanya saja, alurnya lambat sekali. Terasa seperti dipanjang-panjangkan, kayaknya kalau dipangkas bisa tuh..... ga bakal setebal itu dan harganya jelas ga bakal semahal itu juga.
Profile Image for Wulandini Nugra.
5 reviews
February 1, 2020
Mengikuti banyak seri buku Om Langit membuat saya selalu merasa resah menunggu buku selanjutnya.

Huft.
1 review
Read
September 18, 2020
afade
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ahmad.
3 reviews
Read
December 5, 2022
meskipun banyak kekurangan, niat baik penulis utk melestarikan cerita rakyat, sangat saya apresiasi :)
Profile Image for Ren J.
1 review
April 15, 2024
Buku ini bagus banget. Dari cara penyampaiannya, gaya bahasanya, sejarah dan fiksi yang melebur. Luv it so much ♡
Profile Image for Vanda Kemala.
233 reviews69 followers
August 9, 2014
Niat hati kasih 3,5 bintang, berhubung nggak bisa, jadilah kasih 3 bintang aja.

Cerita langsung dibuka kecurigaan Singasari sama rencana serangan dari Kediri. Selanjutnya, berputar antara laporan telik sandi juga penangkapan Jayakatwang dan Kebo Mundarang yang dianggap kurang ajar. Intrik, sakit hati karena dilengserkan tiba-tiba, dendam pribadi, dikemas apik khas LKH.

Yang mengganggu:
1. Pas pasukan Singasari diberangkatkan ke Ujung Galuh untuk selanjutnya dikirim ke Tanah Perca, sempat diceritakan kalau Ranggalawe dan Pamandana kebingungan cari Lembu Anabrang demi sebuah laporan soal Jayakatwang. Tapi beberapa bab ke depan, tiba-tiba mereka diceritakan sudah barengan. Sama sekali nggak ada petunjuk gimana mereka ketemu. Untuk sekelas LKH yang jago menuliskan detail, ini jadi aneh dan akhirnya agak bikin kesel.

2. Beberapa halaman menjelang buku ini selesai dibaca, ada babak di mana Ranggalawe diceritakan buat baling-baling raksasa. Ditulis sampai beberapa halaman yang rasanya jadi sia-sia, soalnya nggak ada juntrungannya. Nggak taulah, mungkin semacam "cooling down" setelah sebelumnya dibuat deg-degan terus.

Tapi apapun itu, cukup menikmati baca buku ini. Juga ikut nyesek "menyambut" sandyakalaning Rajasawangsa.
Profile Image for Mahfudz D..
Author 1 book21 followers
July 16, 2014
Buku LKH pertama yang saya baca (dan tuntas). Dulu pernah nyoba Gajah Mada #1 tapi nggak kuat dan nyerah di tengah. Untuk Majapahit ini saya coba kuat-kuatin karena belinya lumayan mahal (curcol).

Komen setelah baca, untuk buku setebal ini rasanya tanggung banget motong per logi-nya. Nggak kerasa di bagian mana klimaksnya tahu-tahu udah mau habis aja halamannya. Mungkin memang gini ya bentuk buku-bukunya LKH? Tiap buku bukan menceritakan satu masalah besar yang punya konklusi di akhir, tapi semacam cerita super panjang yang terpaksa dibagi menjadi beberapa buku. Kesan saya sih seperti itu. Belum lagi terkait judul. Judul Utama adalah Majapahit, tapi untuk buku ini sama sekali nggak membahas Majapahit. Di buku ini baru mau masuk ke keruntuhan Kerajaan Singasari. Tapi, ini pun baru memperkenalkan masalah penyebab keruntuhan Singasari. Sepertinya, Majapahit sendiri baru akan muncul di buku-buku selanjutnya. Buku duanya udah terbit, tapi masih mikir-mikir mau beli nunggu gratisan aja yang entah datang dari siapa, kalau ada :D

Profile Image for Dyah Woro Dwi Lestari.
32 reviews10 followers
August 19, 2013
buku ini menawan saya. Saya membaca buku ini berulang ulang dan masih ingin mengulanginya terus. Bahasa yang disajikan cukup ringan, mudah dipahami dengan selipan beberapa istilah asli dalam bahasa jawa. Pengarangnya berhasil membuat saya untuk larut dan berada dalam suasana jaman kerajaan kuno Jawa ini. Tetapi sayang sekali, ceritanya berakhir pada waktu tepat sebelum penyerangan Jayakatwang ke Singasari. Harapan saya pada saat mencapai tengah buku adalah untuk membaca proses perang antara singasari dan gelang gelang serta strategi dan siasat Raden Wijaya untuk merebut kembali wilayah singasari sampai dengan membuka hutan tarik. Saya sangat menikmati membaca buku ini dan menunggu nunggu lanjutannya yaitu Bala Sanggrama
Profile Image for Edward.
48 reviews
September 25, 2024
Buku ini menceritakan saat Raden Wijaya yang masih dalam mana pemerintahan kerajaan Singasari dan juga mengisahkan akhir dari kerajaan Singasari, Judul bukunya Majapahit karena memang ini ada berhubungan dengan kerajaan sebelumnya yaitu kerajaan Singasari dan juga ada berhubungan dengan pasukan Kediri yang ingin membalas dendam terhadap kerajaan Singasari. Selain masalah Kediri, juga terdapat ancaman dari Mongol membuat cerita ini menjadi kompleks dan sungguh menarik, ditambah kisah cinta yang tidak jadi antara tuan putri Gayatri dan prajurit Wirota Wiragati karena Gayatri akan menjadi calon istri Raden Wijaya berdasarkan kehendak Sang Prabu, Kertanegara.
Profile Image for Pra .
220 reviews185 followers
December 22, 2012
ketika ke toko buku, niat awal cuma mau beli Majalah Historia, tapi buku ini tak kuasa ikut masuk kantong belanjaan


belum banyak konflik yang menarik, halamannya sudah habis. lha terusannya terbit kapan ya? yang Candi Murca dan Perang Paregrek juga belum selesai ditulis.
Profile Image for Bambang Yuno.
276 reviews13 followers
March 31, 2013
kenapa cuman 3 bintang??

karena saya gak suka ada cerita2 yg diluar nalar/mistik dsb, walaupun mgkn saja itu terjadi pada saat itu ...

tapi secara keseluruhan masih enak dan perlu dinikmati serta dinanti kelanjutan ceritanya ...
Profile Image for Lindri.
57 reviews17 followers
January 5, 2014
judulnya Majapahit, tetapi hingga habis masih menceritakan tentang Singasari. ya, bisa dimaklumi karena subjudulnya juga Sandyakala Rajasawangsa. menarik, tetapi banyak penggambaran yang diulang-ulang.
Profile Image for Bukik Setiawan.
Author 7 books36 followers
August 3, 2013
Konflik tidak mendalam, cerita terlalu ringan
Tapi lumayan buat mendapatkan bayangan apa yang terjadi pada masa itu
1 review
January 6, 2025
Good book
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 30 of 31 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.