Jump to ratings and reviews
Rate this book

Garudayana #4

Garudayana Vol. 4

Rate this book
Dengan bantuan Ashura Zalashura dan Gajashura, Durshilawati berhasil melumpuhkan Gatotkaca dan Antareja. Selangkah sebelum si bungsu Kurawa ini mendapatkan garuda cilik, Gatotkaca memberikan zirah Antakusuma nan saktinya pada Kinara! Keadaan pertarungan pun kembali menjadi seimbang... namun untuk seberapa lama?

200 pages, Paperback

First published September 12, 2012

21 people are currently reading
763 people want to read

About the author

Is Yuniarto

76 books70 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
210 (67%)
4 stars
67 (21%)
3 stars
24 (7%)
2 stars
5 (1%)
1 star
6 (1%)
Displaying 1 - 12 of 12 reviews
Profile Image for Indah Threez Lestari.
13.5k reviews271 followers
September 15, 2012
Menunggu lanjutan komik serial itu kudu sabar, jendral! Untunglah setelah berbulan-bulan menunggu, Garudayana 4 akhirnya terbit. Tambah seru karena si bongsor Pandawa, ayahnya Gatotkaca dan Antareja muncul, lengkap dengan kuku andalannya yang jadi merek obat kuat itu. Jadi penasaran ingin lihat adegan crossover Bima dengan cuma satu kuku di jempolnya bertarung dengan Wolverine dengan enam cakar adamantiumnya...
Profile Image for Ririn.
739 reviews4 followers
November 24, 2012
Awesome book is awesome. Sempet ga ngeh buku ini udah terbit saking lama keluarnya dari buku #3 hehe.. apalagi udah jarang banget buka FB jadi ga bisa liat info2 terbaru dari Koloni. Untung masih ada di TM Bookstore. fyuh... ga heran sih buku ini keluarnya lama.. soalnya isinya padet banget. Plot and actionnya benar2 penuh nuh nuh... Seperti biasa, salut 4 jempol buat Is Yuniarto yg bisa meracik cerita + sisip2 action scenes yg ga asal tempelan. Ada juga pemunculan Punakawan paporit saya Petruk+Gareng+Bagong jadi figuran 3 menit tp super kocak spt biasa hak hak... Garu juga imut buangettt...

Cuma 1 hal yg mengganjal yg sempet bikin agak distracted waktu baca yaitu adanya SFX dalam bhs Inggris. Tau kan? Kata2 pendek untuk melambangkan suara di suatu adegan. Nah, di komik wayang Indonesia kan agak2 jengah jg kalo ada SFX tiba2 muncul: BLAM (suara senjata), Hiss (ini waktu si uler kecil jalan haha unyuuu...), sama squawk buat suara burung.

Sekian.
Profile Image for Shienny M.S..
Author 26 books282 followers
September 16, 2012
Kinara nggak jadi sakti kayak kekhawatiran gw di akhir buku 3 kemarin \(^o^)/

jadi ya~ begitu kekhawatiran lenyap sisanya tinggal enjoy the ride (I read this on a bus ride, so I literally enjoy the ride) XD XD XD
Profile Image for Alisnaik Alisnaik.
Author 10 books8 followers
October 6, 2012
Bima garang banget!!!

btw, saya cukup setuju dengan komen pembaca yang ada di dalam komik ini,
serial Garudayana ini kurang unsur drama nya, jadi kurang mendekatkan pembaca ke para tokoh komiknya secara personal.
Profile Image for Ardani Subagio.
Author 2 books41 followers
January 19, 2013
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya seri terbaru Garudayana ini terbit juga.

Melanjutkan tepat setelah akhir buku ketiga, di sini cerita langsung dimulai dengan adegan pertarungan antara Kirana melawan putri Dushilawati dan anak buah ashura-nya. Kinara mendapat power up berupa baju zirah Antakusuma sepanjang pertarungan, ditambah dengan berbagai persenjataan dari Garu.

Seperti sebelumnya, gaya gambar Is Yuniarto masih tetap memukau. Saya terutama suka dengan penggambaran Sapta Pratala dan adegan pertarungan Antareja vs Gajashura. Benar2 keren dan detil. Adegan diperkenalkannya Bima juga sangat keren, apalagi melihat dia bertarung cuma dengan kuku jempolnya.

Di sini juga, saya mulai merasakan niat Is Yuniarto untuk membuat Garudayana ini sebagai sebuah serial panjang. Tidak seperti Wind Rider yang satu buku selesai, atau Knights of Apocalypse yang diplot sebagai trilogi, Garudayana sepertinya akan menjadi serial yang sangat panjang. Terasa dari plot yang cukup lambat (walau seru), dan mulai diperkenalkannya sebuah artefak kuno yang merujuk ke Raja Rahwana.

Bukannya saya tidak suka dengan cerita berplot panjang, hanya saja dengan tempo yang saat ini dimiliki Garudayana, rasanya ada sesuatu yang kurang. Namely, a menacing enemy.

Gini, di serial manga/ anime yang berseri (di Jepang sana) biasanya selalu ada tokoh antagonis yang menjadi lawan seimbang (atau lebih kuat) bagi tokoh utamanya. Di Dragon Ball, ada Pikoro, Bejita, dan Frieza yang memenuhi peran ini. Di Fairy Tail, ada Sieghart, Jellal, dan Laxus. Mereka semua mampu memberi kesan seakan-akan tokoh utama akan kalah. Seakan mereka tidak mampu mengalahkan sang final boss ini.

Mengenai nanti di akhirnya final boss ini akan kalah juga, itu bukan hal yang penting. Yang penting adalah adanya sebuah kesan bahwa tokoh utama tidak akan mampu menyelesaikan petualangannya. Garudayana kekurangan satu kesan ini.

Kesan yang muncul justru, mau sekuat apa pun musuh yang ada, tokoh utama bakal menang juga. Gajashura dikasih doping sama Durshilawati? Ada Antareja yang udah sadar. Zalashura nyerang Kinara berulang kali? Ada Antareja yang nolong (lagi). Antarejanya hampir KO? Bima dateng buat bantu. Bima ga bisa bantu Kinara? Oh, tenang, masih ada Garu kok.

Kesannya seperti segala sesuatu digampangkan supaya si tokoh utama bisa menang dan melanjutkan petualangannya lagi. Which kinda reduces the excitement. Saya pun sulit menganggap bahwa lawan2 Kinara adalah lawan yang tangguh dan layak ditakuti dengan perkembangan plot seperti ini.

Lawan yang menurut saya benar-benar tangguh, dan layak masuk kategori musuh-yang-bisa-menghentikan-petualangan-jagoan, cuma ada di buku pertama. Ashura Kalagni dan adipati Karna. Sayang mereka berdua tidak muncul lagi.

Dan Garu di sini seakan benar-benar menjadi jalan keluar mudah bagi semua masalah Kinara. Jika melihat alur dari buku ketiga, berarti total Garu sudah berubah wujud sebanyak tiga kali dalam satu hari. Perubahan wujud ini saya kira akan menguras banyak tenaga Garu, tapi nyatanya dia mampu memulihkan tenaganya sendiri hanya dengan istirahat beberapa menit. Jika Garu kecil saja sudah sekuat ini, saya tidak bisa membayangkan akan sekuat apa power up Garu waktu dia sudah berkembang besar nantinya. (Menyembuhkan Kinara yang sudah mati mungkin? Garu berubah jadi Phoenix Down)

Satu sisi lagi yang menurut saya kurang adalah humornya. Mungkin karena terlalu banyak porsi pada adegan aksi dan penebaran foreshadowing akan wajah Raja Yaksha, unsur humor di sini terkesan dipaksakan. Beberapa bahkan dimunculkan begitu saja sewaktu sedang ada adegan pertempuran yang seru-serunya (Yes, I'm looking at you, Purnakawan).

Untungnya, di buku ini ada banyak lagi tambahan lore budaya Indonesia yang dimasukkan dalam plot cerita. Selain bertemu dengan kakek Antareja, saya sendiri baru tahu tentang Paksi Naga Liman dari buku ini, dan akan menarik melihat budaya Indonesia mana lagi yang akan dimasukkan dalam buku berikutnya.

Singkatnya, artwork dalam buku ini benar2 keren. Masalah cerita, menurutku memang bagus, but could be better. Saya akan menunggu tokoh antagonis yang benar-benar jago di buku kelima nantinya.
Profile Image for Firza  Rhamadhan.
27 reviews1 follower
April 20, 2015
banyak tokoh yang bermunculan di seri keempat ini. Cerita menjadi semakin rumit. Gambarnya pun semakin bagus. Selalu menunggu seri selanjutnya. Tapi kalau tidak salah Garudayana malah terbit ulang dengan penerbit yang berbeda
Displaying 1 - 12 of 12 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.