Cinta, seperti melihat surga dengan kupu-kupu beterbangan
Anak laki-laki itu ikut tersenyum sambil melemparkan pandangannya, jauh ke atas awan. Lalu, ia menghela napas panjang. “Aku sangat menyukai permen ini. Rasanya begitu nyaman di mulutku,” ujarnya. “Biasanya aku menikmati permen ini sambil menutup mata dan membiarkan imajinasiku melayang, membawaku ke tempat-tempat indah yang ingin kukunjungi.” Anak itu menoleh pada Arina. “Kau mau mencobanya?”
Arina tampak ragu, namun tak lama kemudian ia mengangguk lemah.
“Sekarang tutup matamu,” perintahnya.
Bagai terhipnotis, gadis kecil itu mengikuti apa yang dikata- kannya.
“Bayangkan kau memiliki sepasang sayap yang indah seperti bidadari. Kemudian, kau terbang di atas kebun bunga yang indah. Di sana, kau bertemu dengan orang-orang yang kau sayangi dan tersenyum kepada mereka...”
Selama belasan tahun, kenangan masa kecil itu menyertai perjalanan hidup Arina. Memberinya semangat juang yang tak lekang. Dari seorang anak yatim piatu dan penjual permen di jalanan, hingga ia berjumpa Stevan Kim, seorang lelaki ajaib yang kata sahabatnya lebih ganteng dari Won bin. Lelaki itulah yang mengantar Arina memasuki Candy World. Ada pula David, teman panti yang menyertainya bertumbuh hingga menjadi seorang gadis. Bagaimana Arina menatap masa depannya? Bagaimana kenangan masa kecilnya menemukan muaranya? Bagaimana pula simpul-simpul cinta menyertainya?
Saya suka, sungguh. Namun, alangkah jauh lebih baik apabila novel ini tidak mencantumkan sesuatu yang berbau Korea sedikitpun. Toh dengan atau tanpa unsur Korea tersebut, nggak berpengaruh sama ceritanya kok. Jangan memanfaatkan keboomingan Korena di tanah air saat ini.
Hidup manusia memang tidak ada yang sempurna, selalu saja ada ganjalan, tantangan, rintangan, dan segala hal yang melemahkan. Tapi harus diingat bahwa kebahagiaan akan selalu datang setelahnya. Seperti pelangi yang akan muncul setelah hujan reda.
Suka banget sama kata-kata di atas yang aku dapatkan saat membaca novel Lemon Tea Candy. Awalnya aku memang tertarik sama novel ini karna 2 alasan. Yang pertama karna covernya yang buat aku sweet banget dan yang kedua karna sinopsisnya. Tapi niat buat beli masih belum terlalu, tapi karna salah satu toko buku online menempatkan novel ini di “best buy” aku jadi tertarik untuk membeli apalagi ownernya bilang kalau ceritanya bagus jadilah sudah aku beli novel ini. Kenapa judulnya Lemon Tea Candy? Karna novel ini menceritakan tentang kehidupan Arina, yang memiliki kenangan manis dengan permen ini. Baginya, permen inilah yang memberinya kekuatan untuk bermimpi dan karena permen ini memiliki kenangan tersendiri yang begitu berarti untuknya. Semua bermula saat Arina bertemu dengan cowok keturunan Indonesia-Korea. Stevan Kim, yang sifatnya angkuh, sombong yaahh model-model cowok drama korea lah. Jadi, Stevan ini ternyata merupakan direktur dari perusahaan Candy World yang juga memproduksi permen Lemon Tea Candy. Berkat Stevan lah, Arina bisa mewujudkan mimpinya yaitu bisa bekerja di Candy World. Sesuatu yang selama beberapa tahun ini yang di impikannya. Suatu hari, Arina mendapati foto seorang anak kecil yang mirip dengan seorang cowok di masa lalunya. Yups! Cowok yang merupakan kenangan manis Arina bersama permen Lemon Tea Candy. Ternyata anak kecil itu adalah Stevan yang masih kecil, Arina kaget campur senang karna akhirnya bisa bertemu dengan cinta pertamanya. Tapi di saat dia bertemu dengan cinta pertamanya masalah datang menghampirinya, David, sahabatnya di panti asuhan yang telah di anggapnya sebagai saudara sedang dalam keadaan kritis. Ternyata David telah lama menyembunyikan penyakitnya dari Arina. Arina begitu terluka dan tidak ingin kehilangan David. Tidak hanya itu, masalah lain mulai menghampirinya lagi, yaitu terkuaknya sebuah kebenaran yang sesungguhnya tentang kenangan manisnya bersama permen Lemon Tea Candy dan Stevan yang selama ini di percayainya ternyata telah membohonginya. Bagaimana kelanjutannya? Silahkan di baca... Sejujurnya saat membaca novel ini aku mengira bahwa novel ini pasti akan dominan sekali dengan unsur-unsur koreanya. Tapi ternyata aku salah, unsur korea di dalam novel ini tidak terlalu dominan. Dan yang membuat aku semakin mengagumi novel ini adalah jalan ceritanya yang buat aku begitu luar biasa! Aku benar-benar nggak nyangka akan mendapatkan kejutan saat di dekat endingnya. Dan di bagian epilognya aku benar-benar puas, karena semuanya telah terjelaskan dengan sangat jelas sehingga tidak mengantung sama sekali. Aku tunggu karya selanjutnya yah Mas Nunu Gie ^^
Novel yang manis, sesuai dengan judulnya. Gaya penceritaannya tertata rapi dengan banyak pembendaharaan kata yang menarik. Minusnya -entah kenapa lagi dan lagi saya seringkali menemukan hal ini di beberapa novel yang akhir-akhir ini saya baca- kebetulan dan kebetulan terus terjadi, misalnya David yang masuk rumah sakit, yang juga -kebetulan- bertepatan dengan Stevan yang masuk rumah sakit. Content cerita di novel ini sepertinya membahas tentang masalah dalam dunia dewasa muda, tapi entah kenapa, seringkali berkesan menjadi cerita remaja -teenlit- (kurang cocok dengan karakter Stevan yang merupakan seorang direktur perusahaan). Plusnya adalah di bagian epilog yang -buat saya- WOW! Epilog yang sangat manis untuk menutup cerita di dalam novel ini...
kalau di tanya? apa yang membuat aku terarik buat baca novel ini jawaban pertama ku adalah COVER nya unyuuu dan JUDUL nya yang menambah aku semakin tidak sabar untuk membaca novel ini. cerita nya ada sedikit mengenenai korea ( tentu saja karena salah satu karakter nya berkebangsaan korea ) alur nya juga rapii, hanya saja aku ada sdikit bagian yang membuat ku merasa kenapa cerita mengenai david tidak di perpanjang? padahal saya sangat anusias sekali dengan penokohan david yang di sebut sebagai orang ketiga dalam cerita ini.
tapi overall, ceritanya sangat fresh tentu nya dengan epilog yang tidak di sangka2 oleh ku..
Well.. Ini unyu tapi mehh:D Cuma garagara perusahaan permen pengen dishutdown trus ada cewekcowok ketemu and bam inlove? Weird tho .. But still i enjoyed reading this