Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hikayat Kadiroen: Sebuah novel

Rate this book
Jalan hidup Kadiroen, pejabat lokal di pemerintahan Hindia Belanda, berubah setelah dia mendengar pidato Tjitro, seorang tokoh Partai Komunis. Tjitro bicara tentang kapitalisme, perlunya berserikat, serta komunisme.

Idealisme Kadiroen sejalan dengan konsep Partai Komunis. Dia pun bersimpati dan mendukung partai itu secara diam-diam. Dia melepas kariernya di pemerintahan kolonial dan menjadi penulis pada Sinar Ra’jat, harian Partai Komunis, bahkan pernah terkena pasal delik pers (persdelict).

Novel yang ditulis Semaoen ketika dirinya di penjara pada 1919 ini menunjukkan sosok Kadiroen sebagai borjuis yang menjadi pahlawan karena berupaya memakmurkan kaum tertindas. Selain itu novel ini juga menyelipkan cerita cinta Kadiroen dan Ardinah, istri seorang lurah yang terkena kawin paksa. Romansa mereka menjadi penutup seluruh kisah.

236 pages, Paperback

First published January 1, 2000

13 people are currently reading
178 people want to read

About the author

Semaoen

8 books3 followers
Semaoen (1899–1971), also spelled Semaun, was the first chairman of the Communist Party of Indonesia (PKI) and was a leader of the Semarang branch of the Sarekat Islam.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
25 (19%)
4 stars
53 (41%)
3 stars
43 (33%)
2 stars
6 (4%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 31 reviews
Profile Image for yoppy obot.
10 reviews4 followers
October 6, 2007
Sebelumnya trims buat mbak Maya buat pinjaman bukunya :)

Karena bukan ahli sastra, entahlah mutu sastra buku ini. Yang jelas kalau buku ini dibuat versi 'abridged' untuk dikonsumsi mulai sekolah dasar sampai versi utuhnya untuk mahasiswa, buku ini bisa jadi panduan etik bernegara atau bahkan revolusi berbangsa.

Enggak perlu deh sekolah mahal-mahal (gratis buat prajanya, mahal buat negara) sambil digebukin di Jatinangor sana. Buku ini sudah menyediakan panduan menjadi pemimpin satria.

Yang menakjubkan, sudah lewat seratus tahun sejak buku ini ditulis, tapi masalah-masalah dasar yang bikin bangsa ini enggak maju nyatanya belum beres. Posisi wanita karena masalah keyakinan juga ternyata tidak ada kemajuan.

Daripada bertanya masih adakah Kadiroen-Kadiroen di jaman internet ini... Jadilah Kadiroen!
Profile Image for fara.
284 reviews43 followers
November 11, 2022
Hikayat Kadiroen pastinya memecahkan stigma hasil 'suapan paksa' Orde Baru soal komunisme adalah sesuatu yang sama dengan ateisme. Buku ini mengisahkan kehidupan seorang Mantri Polisi bernama Kadiroen. Meski seorang priayi, dia menjalankan perannya dengan baik dalam melayani rakyat, di saat mayoritas orang dari golongan yang sama sepertinya justru hobi bertingkah semena-mena, penjilat, korup, dan licik. Oleh karena keuletan dan sikap kepemimpinanya dia diangkat menjadi Asisten Wedana dan berkenalan dengan Ardinah, sang pujaan hati. Mulai dari situ kemudian muncul konflik-konflik yang membuat keduanya terpaksa berpisah (meski di akhir cerita Kadiroen mendapatkan pekerjaan sesuai keinginannya yakni menjadi seorang jurnalis dan berjumpa kembali dengan Ardinah).

Saya sangat menyukai tokoh Kadiroen yang melambangkan seorang pemikir revolusioner yang idealis dan melampaui zamannya. Konflik-konfliknya juga nggak lekang termakan zaman, masih merepresentasikan keadaan Indonesia masa kini. Meski ada beberapa bagian yang membosankan (dan terkesan nggak perlu), sejatinya karya ini jelas nggak tertandingi pada waktu itu. Saya suka bagaimana fakta-fakta sejarah dituliskan dengan sudut pandang yang berbeda; bagaimana tokoh dalam Hikayat ini merespons dengan positif soal Politik Etis dan juga sikap orang-orang Belanda sendiri. Mengingat bagaimana sejarah dituliskan secara hitam-putih yang nggak bisa didebatkan dalam buku sekolah, saya rasa untuk memperkaya pengetahuan sejarah dan 'meluruskan' hal-hal yang selama ini masih disalahartikan, dengan membaca roman ini sudah cukup membantu. Intinya sih, hanya soal sudut pandang.

Nggak mau menjelaskan siapa penulisnya karena semua orang sudah pasti tahu, Semaoen, the legendry-and-first chairman of the Communist Party of Indonesia (PKI). Menuliskan Hikayat ini saat berada dalam penjara pada 1919, karena kasus persdelict. Soal semangatnya, jelas sudah jelas tercermin dalam tokoh Kadiroen yang seorang priayi marxis. What a super mind-blowing book.
Profile Image for Ms.TDA.
256 reviews7 followers
October 24, 2025
Wow!!! 🤯
Kadiroen ini karya Pak Semaoen ketika beliau di penjara di tahun 1919 dan di terbitkan di tahun 1920. Dan banyak sekali isu2 sosial entah itu dari level lokal desa, daerah, provinsi hingga negara masih relevan di tahun 2025 ini. Sudah lebih dari 100 tahun dan skrg pertanyaan nya, apakah kita masi stuck di problematika yang sama dg sistem bobrok jauh sebelum merdeka?
Banyak sekali kutipan, pidato2 yang aku merasa “ini kaya nya suara dan hidup Pak Semaoen deh” saking flow dg cerita nya.

Tapi jujur kurang suka dg ending nya karna memaksa kan jalur romance zaman era 1919 ini yg mana bisa aja sebenarnya tidak perlu di selipkan sisi tsb. But overall 4/5👍🏻
Profile Image for ade.
67 reviews1 follower
Read
April 12, 2024
Wah.. keren banget sih buku ini. Bagian paling aku suka tuh saat pidato tentang rakyat Indonesia saat itu. Meskipun sayang sekali, akhir ceritanya lebih fokus ke masalah percintaan:(

Isinya sedikit pemikiran Semaoen tentang partai komunis juga menarik. Bagi yang sudah terdoktrin sejarah Indonesia dari pemerintah yang sangat framing PKI itu buruk dan bengis, coba deh baca buku ini:)
Profile Image for Nawasandi.
113 reviews9 followers
September 9, 2015
Semaoen menulis ini pada saat ia dibui. Sungguh mengherankan bagaimana pula pikirannya dapat mengembara mengadakan tokoh cerita yang ia sebut sebagai Kadiroen, seorang bujang cerdik yang bekerja sebagai asisten Wedana alat "Gupermen" atau Pemerintah Hindia Belanda.

Kadiroen adalah seorang priyayi yang baik (karena yang jahat juga banyak). Memperbaiki nasib rakyat kecil adalah suatu panggilan jiwanya. Ia tak seperti anak priyayi yang lainnya, yang minta dihormati karena klasnya. Kadiroen dicintai, bukan ditakuti. Ke bawah ia dicintai, ke atas ia dicintai. Pemerintah Hindia Belanda suka pada kecerdasannya, tanggungjawab, dan welas asihnya ia pada rakyat.

Ya, benar, memang waktu itu Gupermen dilanda politik Etis. Terpanggil untuk memperbaiki nasib rakyat Hindia. Kadiroen bagi mereka adalah asset. Ia adalah daya ungkit bagi agenda etis Pemerintah Belanda di koloninya. Ia dicintai betul, berbeda dengan Wedana-wedana yang suka menjilat pada atasan dan orang-orang kaya namun suka menginjak pada yang lemah dan miskin. Nasib wedana penjilat dihabisi oleh Gupermen. Memang waktu itu banyak juga petinggi-petinggi Belanda yang berhati baik.
Sayang, keadaan masyarakat sudah kadung rumit. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

Naik pangkatnya Kadiroen tak mengubah apapun. Rakyat tetap sengsara, sampai akhirnya ia menyatakan berhenti sebagai pegawai negeri. Ya, ia pensiun dini setelah hadir dalam vergadhering Partai Komunis Hindia. Ia menjadi sadar bahwa perubahan nasib rakyat tak bisa dari atas (belas kasihan pemerintah). Perubahan musti dari rakyat, dari bawah melalui penyadaran rakyat petani dan buruh, klas yang paling menderita.

Kadiroen berguru pada Samiroen, pemuda yang umurnya masih 25 tahun?. Lebih muda dari Kadiroen. Samiroen seorang anak janda miskin papa, yang sejak kecil selalu ingin sekolah. Unik juga kisah Samiroen, lucu bagaimana caranya cari ilmu lewat Tjitro, anak seorang lurah terpandang yang memang mampu menyekolahkan anaknya (Tjitro). Transfer ilmu dilakukan dengan main "guru-murid". Tjitro seolah-olah menjadi guru, mengulang pelajarannya disekolah dan Samiroen jadi anak muridnya. Sungguh perjuangan kelas bawah yang gigih. Walaupun cuma anak miskin, tekadnya untuk terdidik mengalahkan tekadnya anak priyayi.

Kesamaan Tjitro dan Samiroen adalah sama hausnya pada ilmu, segala ilmu. Sekalipun tidak bisa jadi profesor dalam ilmu-ilmu itu, setidaknya menjadikan mereka orang yang tak perih karena menanggung kebodohan.

Luar biasa bagaimana Semaoen sebagai pengarang meracik cerita serius dengan percintaan Kadiroen dan Ardinah. Ia tahu betul, bahwa khalayak pembaca adalah pada dasarnya manusia. Manusia tak bisa hidup kalau tak ada cinta.
Profile Image for Mohammed.
18 reviews9 followers
August 10, 2016
Riwayat Semaun saat-saat jaman awal-awal pergerakan (kebangkitan bangsa) benar-benar inspiratif. Mulai umur 14 tahun, ia sudah mengikuti pergerakan politik dengan bergabung Sarekat Islam Surabaya. Pada umur 15 tahun masuk ISDV dan Serikat Buruh Kereta Api Surabaya (VSTP). Pada umur 18 tahun ia menjadi dewan pimpinan Serikat Islam dan ketua SI Semarang. Pada umur 21 tahun, ia menjadi ketua Partai Komunis Indonesia yang pertama.

Novel ini pun ditulis saat ia berada pada jaman pergerakan saat itu (1920). Saya selalu percaya, karya sastra selalu menggambarkan keadaan pada jaman tersebut, sehingga kita bisa mengambil pelajaran sejarah secara tak langsung. Menarik juga ketika Semaun bercerita ada beberapa pejabat kolonial asal Belanda ada yang baik budinya, dan ada pula yang benar-benar memiliki motif yang buruk. Penggambaran berimbang ini sama sekali berbeda dengan penggambaran jaman penjajahan saat saya SD, dimana saya menggambarkan pihak Belanda sebagai pihak yang paling bengis dan kejam. Yang kedua adalah Semaun juga menggambarkan perilaku feodal para priyayi dan bangsawan yang maunya memikirkan dirinya sendiri dan tidak mau memikirkan masyarakatnya. Perilaku feodal, sayangnya masih kita temukan hari ini terhadap para pejabat-pejabat yang tidak mau melayani masyarakatnya. Sesungguhnya inilah penyebab saya tidak suka dengan kekuasaan yang tidak berimbang diantara manusia.

Untuk istilah-istilah lawas sendiri saya tak kesulitan, karena sebelumnya membaca Tetralogi Buru dan novel Tan Malaka yang baru (Tan: Sebuah Novel). Jalan ceritanya sendiri memang mudah tertebak, namun tidak menutup semangat pergerakan di dalam jiwa penulis yang memang tokoh pergerakan awal. Saya selalu suka dengan arsip-arsip lama.
Profile Image for Angga  Priyambodo.
3 reviews
August 24, 2015
Sebuah tulisan yang hampir berusia 100 tahun, namun gagasan dan pemikiran Semaoen masih sangat-sangat ideal dan visioner jika diimplementasikan pada jaman sekarang, mungkin juga sepanjang jaman. Melalui bukunya yang berjudul Hikayat Kadiroen, Semaoen menuangkan gagasan-gagasannya mengenai Sosialme, Komunisme, dan Pergerakan Rakyat (dalam masa itu yang lebih dikatakan rakyat adalah kaum buruh, petani, pembatik, penenun, dll). Tidak hanya itu, Semaoen juga secara tidak langsung memberikan solusi melalui tokoh yang bernama Kadiroen. Dia adalah sosok pemimpin yang sangat ideal, di masa itu, di masa kini, dan mungkin di masa mendatang yang nyatanya konflik dalam cerita Hikayat Kadiroen masih sangat tercermin pada masa sekarang.

Buku ini juga meluruskan pandangan masyarakat Indonesia yang masih salah kaprah tentang komunisme. Mungkin buku ini bisa menjadi refrensi belajar mulai anak-anak dibangku SMP atau SMA. Sehingga mereka tidak hanya menghakimi namun sebelum itu mereka bisa memahaminya terlebih dahulu, yang nantinya dapat memberikan kontribusi kepada bangsa melalui sebuah gagasan-gagasan dari pikiran yang merdeka.

Semoga Pemikiran revolusioner Semaoen tidak akan lekang oleh jaman.
Profile Image for Nadia Fadhillah.
Author 2 books43 followers
December 17, 2012
Tokoh Kadiroen ditulis untuk menjadi contoh pemimpin panutan sebagai pelayan rakyat. Yang dipikirannya hanya ada rakyat dan bagaimana cara memakmurkan rakyat.

Kukira Hikayat adalah cerita tentang Kadiroen dari kecil hingga mati. Tapi ternyata hanya sampai umurnya 20an akhir, tulisan ini selesai. Barangkali Semaoen berencana melanjutkan kisah Kadiroen lagi. Namun tidak sempat menuliskannya karena setelah dibebaskan Belanda, dia sibuk yang lain-lain.

Namun ada bagian yang membosankan, di tengah cerita, ada pidato dari pemimpin P.K. yang panjang sekali. Barangkali diri Semaoen lah yang menjelma menjadi tokoh Tjipto atau Tjitro, aku lupa.

Buku ini wajib dibaca untuk meluruskan pikiran orang-orang mengenai komunisme, sosialisme, dan pergerakan buruh.
Profile Image for Rully Resa.
60 reviews5 followers
April 24, 2014
Buku ini pasti dicap "berbahaya" jika terlihat oleh orang-orang yang masih mengganggap stigma komunisme harus dijauhkan dari generasi penerus Padahal sudah makin nyata jika ingin memahami jaman pergerakan, paham marxis, lenin, komunis tidak bisa begitu saja dilupakan. Semangat Semaoen sebagai salah satu pengobar api revolusi lewat paham komunisnya jelas terpancar diseluruh bagian buku ini, begitu membara. Dia mencoba menjelaskan dengan ringan bagaimana paham komunis mau tidak mau menjadi pilihan rakyat karena berkesesuaian dengan kemajuan jaman. Melalui potret kehidupan Kadiroen, seorang jawa yang menolak menjadi priyayi dan lebih senang membantu perjuangan rakyat, komunisme diharapkan menjadi jawaban atas kegelisahan raykat yang semakin ditekan dan terjepit oleh penguasa (ketika itu).
Profile Image for Dian Setyawati.
9 reviews2 followers
August 26, 2017
Perjalanan ke Bandung untuk Dinas Beasiswa BUDI pagi ini ditemani buku hikayat karangan Semaoen, salah seorang tokoh perjuangan Kemerdekaan Indonesia yang banyak terlibat dalam gerakan buruh.

Hikayat Kadiroen bercerita tentang seorang Mantri Polisi bernama Kadiroen, berusia 20 tahun, pemberani, pandai, idealis dan selalu pro kepada rakyat. Buku ini bercerita bagaimana Kadiroen dengan peran sebagai Mantri Polisi mampu memberikan pelayanan pada masyarakat kecil tanpa pilih kasih. Bagaimana Kadiroen melawan budaya yang tidak pro rakyat ketika itu, pelayanan baik dan cepat hanya diberikan kepada orang-orang tertentu yang ningrat, sedangkan pelayanan bagi rakyat kecil selalu ditunda bahkan tidak dilayani.

Menurut saya buku ini juga bisa menjadi refleksi pelaksanaan birokrasi kita saat ini.
Profile Image for Armita Budiyanti.
29 reviews4 followers
January 15, 2017
sy nggak ingin menjelaskan siapa itu Semaoen, sang penulis Hikayat Kadiroen... sy hanya ingin manyampaikan, buku Hikayat Kadiroen merupakan roman politik yang langka pada zamannya. Buku ini menceritakan seorang priyayi Marxis yang sangat peduli kepada rakyatnya.

membaca karya2 seorang tokoh yang dicap beraliran kiri, nggak lantas membuat sy autokiri, khan? hehe...
Profile Image for Hanif Hamady.
34 reviews
January 6, 2026
Kadiroen, hidup selamanya dalam sastra perlawanan. Ia hidup abadi dalam sastra sebagai simbol idealisme pemuda asli hindia belanda yang rela meninggalkan jabatan publik demi kepentingan ribuan bahkan jutaan orang. Sungguh, kehebatan lelaki tidak akan sempurna apabila tidak ada seorang perempuan yg menemaninya sebagai kawan diskusi, bertukar pikiran, hingga bergerak bersama melawan ketidak-adilan. Ardinah, perempuan yang tetap menjaga keyakinan di tengah himpitan kehidupan, sungguh beruntung engkau bertemu dengan kadiroen yang sama seperti di kau, menjaga idealisme di tengah beban kehidupan yang datang bergantian. Tabik untuk sang penulis, semaoen!!!

#HikayatKadiroen #Bookstagram #ReviewBook #LibertyLiteracy #LiberatingMinds
Profile Image for Abdoel.
36 reviews
February 21, 2025
"Cinta sejati hanya datang seka-li dalam hidup manusia, dan seumur hidup rasa cinta itu tidak akan hilang bekas-bekasnya dan dilupakan-nya. Lelaki bisa jatuh cinta lagi dengan perempuan lain-dan sebaliknya-tetapi, sifat dan rasa hatinya terhadap cinta yang kedua itu akan sangat berbeda dengan cinta yang pertama"

Goed.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Michael Jarda.
7 reviews
April 18, 2021
Dalam buku ini pembaca yang sudah direcoki stigma "komunis itu ateis" khas Orde Ba(r) Harto selama puluhan tahun akan dikejutkan dengan tokoh Perkumpulan Komunis dalam novel ini yang menyandarkan setiap keputusan kepada "ridha allah lillahi taala".
24 reviews
August 22, 2022
Dapat membuat orang mengerti latar dan alasan mengapa seseorang tertarik untuk mengikuti ideologi Komunis. Namun dalam pertengahan menuju akhir novel ini, terasa seperti Semaoen sedang berpidato mengenai Komunisme. Jadi kesimpulannya, buku ini sangat berbau ideologi Komunis.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Muhsin Ibnu Zuhri.
23 reviews
November 3, 2025
Buku yang penting untuk mematahkan asumsi perihal sosialisme yang dikatakan atheis di awal mula kemunculannya di tanah Hindia-Belanda.
Profile Image for .zhar.
16 reviews
January 2, 2026
A really good introduction into Semaoen's ideological values. Lots of takeaways that are still relevant even to modern day Indonesia
Profile Image for Afri Restu.
2 reviews
January 8, 2026
Cukup bagus, hanya saja penggunaan bahasanya sedikit berbeda dengan bahasa yang digunakan saat ini jadi terkadang sedikit membingungkan.
Profile Image for Raisyah Antony.
31 reviews
November 6, 2024
Harusnya ada bintang 4,5 karena dibandingkan sastra liat yang lain ini yang membuat saya oh ya ini buku bagus, tapi pembawaan ceritanya cukup sederhana seperti biasa bahasa Melayu pasar, konflik antar keluarga tersaji Oke dan adanya konflik percintaan bisa jadi buruk bisa jadi baik bagi orang lain.
Profile Image for Ivan.
79 reviews26 followers
April 15, 2012
Sebuah buku yang menceritakan perjalanan hidup seorang Kadiroen yang merupakan lulusan sekolah pamong. Perjalanan kariernya yang pertama dia lalui sebagai mantri polisi. Karena memiliki jiwa kepemimpinan yang bagus dan prestasi dalam mengungkap kasus kejahatan maka dia di promosikan sebagai wakil wedana. Dari situ kadirun bertemu dengan Ardinah seorang pujaan hatinya. Kisah cintanya dengan ardinah mengisi hampir sebagian besar buku ini. Karena terbelit suatu persoalan maka kisah cintanya dengan ardinah tidak dapat berlanjut. Sampai pada akhirnya waktu Khadirun berhenti menjadi wedana karena ingin terlibat langsung dalam pergerakan dan terjun dalam dunia jurnalistik. Dia bertemu lagi dengan Ardinah atas bantuan dari Sariman seorang jurnalis dari Sinar Rakyat. Sinar Rakyat pada saat itu merupakan agitator dari PKI dan Khadirun memutuskan untuk berhenti menjadi wedana dan bergabung sebagai kepala redaksi dari surat kabar ini. Setelah diperkenalkan oleh Sariman akhirnya mereka berdua hidup bahagia dengan pekerjaan Khadirun sebagai jurnalis.
Profile Image for Vioo.
121 reviews12 followers
January 23, 2022
awalnya gue ga ada ekspetasi apa pun waktu mau baca buku ini. but turns out it was amazing!!!
gaya bahasa yg digunakan ringan bahkan terkesan seperti membaca novel yg sedang populer di toko buku. memang ada beberapa istilah bahasa belanda, ya tapi sesekali bisa ditebak atau boleh lah ngintip ke google translate.

but anyways, buku ini cerita tentang penindasan rakyat yg diselingi cerita bucin dan seuprit metode deduksi (entah kenapa kepikiran holmes)
dan ofc bagaimana manusia yg mengingat tuhan akan berbuat kebaikan serta mendapat kesenangan jiwa dgn menahan nafsunya. di buku ini, semaoen banyak membahas tentang komunisme dan juga kritik terhadap adat serta agama yg diselewengkan.

pokoknya worth to read!!!!
Profile Image for Setyo Adi Nugroho.
4 reviews1 follower
May 31, 2022
Sayang sekali penyuntingan yang dilakukan editor cukup mengecewakan. Terdapat banyak tanda baca yang tidak diletakkan sesuai tempatnya, sehingga terkesan amburadul. Meskipun demikian, mungkin pada masanya tidak ada yang dapat mengalahkan karya sastra ini.

Bangkitkan dari kuburnya! Semaoen masih mempunyai tanggungjawab untuk menyelesaikan kisah Kadiroen dan Ardinah.
Profile Image for Andi Mufly.
4 reviews80 followers
March 24, 2014
cukup menceritakan bagamaina Komunisme masuk di Indonesia
63 reviews4 followers
March 31, 2015
Merupakan suatu hal yg heroik yg terpancar dari kemewahan pribadi dan idealisme seorang pemuda yg dikisahkan sealalu dihadapkan dalam suatu pergulatan-pergulatan yg tak mengenakan.
1 review
Read
August 2, 2016
i like the book gives me a lot of information
Displaying 1 - 30 of 31 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.