Buku yang ditulis, dan sudah terbit, mungkin sekitar empat puluh judul, di antaranya : Yang Tegar di Jalan Dakwah, Pernik-pernik Rumah Tangga Islami, Fikih Politik Perempuan, Di Jalan Dakwah Aku Menikah, Di Jalan Dakwah Kugapai Sakinah, Izinkan Aku Meminangmu, Agar Cinta Menghiasi Rumah Tangga Kita, Rekayasa Masa Depan Dakwah, Dialog Peradaban: Islam Menggugat Materialisme, Kitab Tazkiyah, Media Massa Virus Peradaban, Menjadi Pasangan Paling Berbahagia, Panduan Ibadah Ramadhan, …dan lain-lain……
Buku ni sangat memberi pencerahan dan penjelasan tentang hal-hal perkahwinan dari sebelum hingga ke selepas perkahwinan. Bahasanya mudah untuk difahami tetapi ada juga perkataan indonesia yang tak berapa saya nak faham.
Ada beberapa point yang sangat menarik tentang topik perkahwinan ni. Ada satu bab, tajuknya - anda mencipta berhala bernama materialism. Topik ni memang betul-betul heartshot!
Sesuai sangat dibaca untuk semua lapisan masyarakat. Er, kanak-kanak terkecuali kot!
Saya tidak berhenti membacanya. Tulisannya menarik minat saya. Bukan itu sahaja, apa yang dituliskan memberi makna kepada saya. Seringkali juga saya berhenti untuk muhasabah diri kembali. "Di jalan dakwah aku menikah" bererti perkahwinan ini sebagai medan untuk berdakwah, mempertingkatkan diri, membina baitul muslim seterusnya meluas lebarkan dakwah kepada orang lain...Maka perlunya kepada ilmu dan melihat kepada prosesnya..
Buku ini mempunyai beberapa bahagian dan setiap satunya diperkatakan dengan jelas dan mudah difahami disertai contoh-contoh yang senang dapat kita fahami. Juga terselit kisah-kisah benar di akhir bab yang memberi ibrah kepada kita. Buku ini sesuai sekali dibaca untuk bakal pengantin baru mahupun yang belum berniat untuk bernikah. Tidak lupa juga buat ibu bapa yang bakal mengahwinkan anak.
Dalam mencari jodoh, Islam telah memberi panduan berdasarkan hadis Nabi yang menyebutkan empat kriteria iaitu harta, kecantikan, keturunan dan agama maka pilihlah yang beragama. Jika kita memilih berdasarkan harta, ianya akan habis dan kita boleh menjadi papa, jika memilih kecantikan, ianya akan pudar juga satu hari nanti, jika memilih keturunan yang mulia satu masa nanti boleh jadi kehinaan yang menimpa, dan jika memilih agama, selamatlah semuanya INSYA ALLAH.
Penulis memberi panduan bagaimana cara yang sebaiknya untuk memilih pasangan, mengatur peminangan, mengadakan walimah, cara menyesuaikan diri dengan pasangan selepas nikah, hubungan dengan keluarga pasangan dan kehidupan selepas berkahwin. Banyak tip dan panduan dapat dikutip sepanjang pembacaan saya.
Dalam bab membuat walimah, perkara-perkara yang disenaraikan bagi saya lengkap dan memenuhi syariat. Semoga pembaca yang membaca buku ini ramai yang mengikut nasihat yang diberikan oleh penulis. Alangkah bagusnya jika syariat dapat ditegakkan dalam adat masyarakat yang kadang-kadang jauh tersasar dari ketetapan syariat.
Panduan hidup selepas pernikahan juga banyak memberi manfaat. Sifat toleransi dan memahami antara elemen penting dalam menyusuri bahtera rumah tangga. Membaca pengalaman kisah benar yang dipaparkan membuatkan kita dapat mengambil contoh untuk diaplikasikan.
What can I say is, if you really want your marriage to follow what Islam has been taught, this is the book. The author stated a lot of example from Prophet Muhammad SAW marriage lifestyle, his sahabah r.a and also he included a lot of advises on how your "walimatulurus" should be go on base on Sunnah. Insha'Allah. And I'm sorry because I couldn't list all of them out. If you really want to grab all the knowledges, you yourself should space your time and read more. :) ----------------------------
Rasulullah SAW bersabda, "Takutlah kamu sekalian kepada Allah mengenai wanita(isteri) kerana kamu telah mengambil mereka dengan amanat Allah". (HR Muslim)-- page 100
----------------------------- Umar bin Khatab memesankan kepada kaum lelaki. " Ajari isterimu kandungan surah An-Nur," maka semakin menguatkan alasan bagi kaum laki-laki untuk banyak membekali diri agar mampu mengajarkan isi An-Nur kepada isterinya. Bukan hanya mengajarkan,namun ia adalah pihak yang menuntun dan mencontohkan pertama kali aplikasi dari isi An-nur.
Anda adalah pemimpim dalam rumah tangga wahai kaum laki-laki. Persiapan anda harus memadai untuk bisa dihormati dan diletakkan sebagai pemimpin. Anda tidak akan memiliki kewibawaan sebagai pemimpin apabila anda tidak berbekal ilmu secara cukup. Bangunlah kewibawaan sebagai "qawam" dengan tidak arrogant dan kasar. Akan tetapi bangunlah wibawa anda dengan ilmu, pengetahuan,kelembutan dan kebijakan.
Anda adalah ibu bagi anak-anak anda nantinya wahai kaum perempuan. Jika anda tidak mengetahui berbagai hukum dan aturan dalam Islam, bagaimana anda bisa mengajarkan tauhid, akhlak dan etika bagi anak-anak terhadap segala sesuatu, jawablah dengan benar sesuai tuntutan Islam. Dan untuk itu, anda harus banyak belajar, sehingga memiliki kesiapan konsep yang memadai. Apabila suami anda melakukan penyimpangan, anda bisa memberikan nasihat, kerana mengetahui ilmunya.--- page 25 --------------------------------
Choice is all yours, you yourself gotta decide on what way your "mitsaaqan ghaliza" (perjanjian yg kuat) will look like, sources of your foods on that day, your guest, entertainment on that day, planning after wedding, EVERYTHING !. BEFORE, DURING AND AFTER....I have mine, you decide yours. :)
Beberapa poin yg perlu dilakukan diawal pernikahan: 1. Keterbukaan dan musyawarah 2. Memulai terlebih dahulu untuk memahami 3. Tidak mengabaikan hal-hal kecil 4. Saling berlomba mengalah untuk kebaikan bersama 5. Kembalikan semuanya pada Allah
Dijalan dakwah aku menikah, terimakasih bagi orang yang telah merekomendasikan buku ini, setelah membaca buku ini, saya memiliki pandangan yang luas, bukan sekedar mengikuti zaman, budaya ataupun faktor umur ketika hendak menikah, namun ada berbagai hal yang harus dipahami dan di persiapkan, terutama niat. setelah itu hal yang dibutuhkan yaitu kesiapan, seperti halnya "kesiapan adalah panduan harmonis antara pekerjaan, hati dan anggota tubuh, tidaklah seseorang dikatakan siap melakukan sesuatu sebelum akal, hati dan anggota tubuhnya menyatakan kesanggupan".
buku ini menyadarkan pembaca, untuk membekali perjalan hidup yang sesungguhnya, agar tidak salah memilih. mulai dari mempersiapkan diri, niat, pembekalan hingga pada walimah serta perjalanan setelah menikah. isi kandungan dalam buku ini sangat mudah untuk dipahami, selain itu penjelasan yang didukung oleh firmanNya serta contoh-contoh dari perjalanan Rasul dan para Sahabat.
artinya buku ini sangat menambah wawasan pembaca, menenangkan dan memberikan kekuatan. Buku ini sangat cocok dibaca oleh para remaja, muslim atau muslimah karena kandungannya berisikan dakwah agar persiapan serta tuntunan sudah dimulai sejak muda, buku ini tidak memaksa atau ajakan agar menikah, Namun buku ini lebih memahamkan pembaca sebuah cara atau tehnik untuk perjalanan hidup selanjutnya. selain itu buku ini juga sangat cocok di baca oleh orang-orang yang sudah menikah karena pada hakikatnya belajar sepanjang hayat, memang tidak bisa mengulangi waktu tapi kita bisa memperbaiki, InsyaAllah
Judul: Di Jalan Dakwah Aku Menikah Karya: Cahyadi Takariawan Isi: xxviii + 228 halaman
"Anda akan gagal menikmati hidup jika dari awalnya telah memilih jalan yang salah." (hal. 43)
Di jalan mana kita ingin menikah? Dengan landasan apakah kelak rumah tangga kita?
Kiranya begitu pertanyaan utama yang coba Pak Cah uraikan dalam buku ini. Tentang jalan yang kita akan lalui dalam mengarungi hidup berumah tangga. Tentang kepentingan-kepentingan apa yang akan kita mulai dalam pernikahan.
Iya. Menikah bukan hanya tentang cinta. Pun tentang hidup berdua lalu menjalaninya sebagai aktivitas yang biasa saja. Menikah harus dilandaskan visi dan tujuan yang jelas. Maka benarlah, menikah di jalan dakwah. Yaitu jalan saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan kesabaran. Bahwa menikah adalah ajang utk berbuat baik bahkan untuk masyarakat. Keluarga punya peran amat besar dalam perbaikan. Baik dalam keluarganya sendiri maupun tatanan masyarakat.
Maka menikah adalah wasilah saling menguatkan diri dari sisi spriritual. Karena memang tujuan menikah bukan sekedar untuk mencapai bahagia. Ia haruslah mencapai barokah dan sakinah.
Buku yang super amazing! Wajib dibaca. Untuk semua (terutama saya)
It was SO good. Like you have a new perspective on the marriage itself.
Dia macam yg dulu tak sabar nak kahwin cam excited kan. Now with a new vision of are you sure you want to get married. Are you sure you're ready for the wholelife ibadahhhh? Like dulu tak faham sgt kenapa org kata syaitan akan buat kita tak nak kahwin. Syaitan akan buat kita rasa takut nak kahwin, with all those overthinkings.
It's because kahwin dengan niat yang suci is such an ibadah! How could syaitan just duduk diam and tak cucuk kita dengan racun diaaaaa?!!! Kitalah yang kena persiapkan diri supaya tak termakan dengan hasutan syaitan tu.
Idk how to express it but surely, may Allah guide us and always let us sentiasa bersandar HANYA pada Dia.
karena kita selalu butuh untuk mengupgrade ilmu, apalagi kalau kita lakukan dalam keadaan sadar akan kebutuhan kita terhadapnya. kira-kira seperti berada pada kondisi sedang haus-hausnya di tengah hari yang terik, lalu di hadapan kita tersaji air mineral dingin. maasya Allah, begitulah rasanya ketika membaca buku ini.
bahasanya tidak bertele-tele, tidak seperti menggurui, diperkaya banyak contoh konkrit yang relate dalam kehidupan sehari-hari. menjawab hal-hal dasar terkait subjek pernikahan di jalan dakwah. bergizi. sangat saya rekomendasi bagi yang sedang bersiap menujunya :)
Penulis mengajak pembaca menjadi tamu di rumahnya. Berkeliling dari satu pintu ke pintu lainnya. Mengenalkan berbagai macam hal yg perlu diketahui oleh tamu. Agar ia tahu bahwa rumah yg kokoh bukan dibangun dengan kesempurnaan. Tapi dibangun dengan keimanan. Buku yg sangat layak dibaca bagi mereka yg belum, akan maupun yg sudah menikah.
Dari beberapa buku tentang pernikahan, buku ini adalah yang paling intens membahas dari aspek filosofi pernikahan, tentunya yang menurut Islam.
Buku ini sangat penting untuk dibaca, tidak hanya bagi mereka yang menggeluti aktivitas dakwah. Banyak hal-hal yang tidak kita temukan di buku lain, atau dibahas tapi tidak sejelas pemaparan di buku ini. Misalnya tentang bagaimana menggelar resepsi, apa yang dihadapi ketika pasangan berbeda lingkungan, tentang hal remeh temeh, cerita2 pasca pernikahan, dll. Dengan judul "Di Jalan Dakwah Aku Menikah", buku ini akan membatasi pembacanya, yaitu mereka yang menggeluti dunia dakwah (secara intens). Dakwah, di mata umum saat ini merupakan kata yang sakral, selalu dikaitkan dengan beberapa ormas tertentu. Adanya kata Dakwah pada judul buku ini tentunya membatasi pembacanya hanya ke sebuah ormas Islam saja, padahal isinya sangat penting untuk dibaca semua kalangan. CMIIW.
Buku tak hanya mampu mengubah paradigma kita tentang visi misi menikah, tapi buku ini cukup mampu mendewasakan pemikiran pembacanya. Mel paling suka di bab awal dan bab akhir. Awal,tentang sekian argumen dan persuasif sesuai tuntunan agama tentang penguatan alasan, untuk apa kita menikah sebenarnya? Kemudian di bab2 trakhir mengenai psikologi pernikahan dan sekian attitute dalam berumah tangga-mulai dari awal memasuki tangga pernikahan..
waaaa seru :D alhamdulillah :D makasih kak ryan yang udah ngasih buku ini ke Hana :D membaca buku ini mmebuat Hana sadar ternyata hana lupa salah satu aspek penting dalam kesiapan pernikahan yaitu siap bersosialisasi dgn masyrakat.. gue jarang ikut rapat RT, arisan, dan kegiatan tingkat rt/rw gitu... hehehe.. harus latihan dari sekarang ini :D
bukunya enak dibaca :D karena antara subjudul dan isinya memang sesuai dan jelas :D
Membaca buku ini rasanya identik dengan berada di majelis ilmu dengan waktu yang lebih lama dan fleksibel. Buku ini tidak terlalu sulit untuk dibaca, tata penulisan dan jumlah halaman yang diberikan pun saya rasa dapat dikatakan cukup baik. Meskipun belum menikah, saya rekomendasikan buku ini bagi rekan-rekan yang memahami dasar-dasar untuk melaksanakan sebuah pernikahan.
Isinya bagus. Sungguhaaaan. Narasinya bisa dinikmati dan banyak studi kasusnya. Namun namun namun... saya dengan senang hati akan bersedia kalau diminta mendesain ulang covernya. Tapi tapi tapi mana ada yang minta saya mendesain cover buku? Hahahaha. Buku ini berguna sekali lho sebagai bekal pernikahan.
marry is not only marry..if you ready to make full a half of your religion by marry, make sure that you already know what is the main purpose of marry (before, in time and after). then 'baarokallahulaka wa baaroka'alaika, wa jama'a bainakumaa fii khoiir'
Makasih buat Dewi yg telah meberikan buku ini untukku. Bagus. Penuh inspirasi. Kita jadi tahu, bagaimana ikhtiar wanita dalam menemukan "seseorang" yang telah tertulis di Lauh Mahfuz itu untuknya.Dengan doa dan memperbaiki diri.
Sama dengan buku2nya FA, Ust Cahyadi Takariawan juga seorang penulis buku spesialis "provokasi" buat para jomblo untuk menikah. Dan ini salah satu buku yang jadi referensi utamanya buat para aktivis dakwah yang...sudah punya rencana untuk melangkah ke "kehidupan baru".