Jump to ratings and reviews
Rate this book

Gergasi: Kumpulan Cerita Pendek

Rate this book

228 pages, Paperback

First published January 1, 1993

9 people are currently reading
128 people want to read

About the author

Danarto

30 books42 followers
Danarto dilahirkan pada tanggal 27 Juni 1941 di Sragen, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Jakio Harjodinomo, seorang mandor pabrik gula. Ibunya bernama Siti Aminah, pedagang batik kecil-kecilan di pasar.

Setelah menamatkan pendidikannya di sekolah dasar (SD), ia melanjutkan pelajarannya ke sekolah menengah pertama (SMP). Kemudian, ia meneruskan sekolahnya di sekolah menengah atas (SMA) bagian Sastra di Solo. Pada tahun 1958–1961 ia belajar di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta jurusan Seni Lukis.
Ia memang berbakat dalam bidang seni. Pada tahun 1958—1962 ia membantu majalah anak-anak Si Kuncung yang menampilkan cerita anak sekolah dasar. Ia menghiasi cerita itu dengan berbagai variasi gambar. Selain itu, ia juga membuat karya seni rupa, seperi relief, mozaik, patung, dan mural (lukisan dinding). Rumah pribadi, kantor, gedung, dan sebagainya banyak yang telah ditanganinya dengan karya seninya.


Pada tahun 1969—1974 ia bekerja sebagai tukang poster di Pusat kesenian jakarta, Tam Ismail Marzuki. Pada tahun 1973 ia menjadi pengajar di Akademi Seni Rupa LPKJ (sekarang IKJ) Jakarta.

Dalam bidang seni sastra, Danarto lebih gemar berkecimpung dalam dunia drama. Hal itu terbukti sejak tahun 1959—1964 ia masuk menjadi anggota Sanggar Bambu Yogyakarta, sebuah perhimpunan pelukis yang biasa mengadakan pameran seni lukis keliling, teater, pergelaran musik, dan tari. Dalam pementasan drama yang dilakukan Rendra dan Arifin C. Noor, Danarto ikut berperan, terutama dalam rias dekorasi.
Pad tahun 1970 ia bergabung dengan misi Kesenian Indonesia dan pergi ke Expo ’70 di Osaka, Jepang. Pada tahun 1971 ia membantu penyelenggaraan Festival Fantastikue di Paris. Pada tahun 1976 ia mengikuti lokakarya Internasional Writing Program di Iowa City, Amerika Serikat, bersama pengarang dari 22 negara lainnya. Pada tahun 1979—1985 bekerja pada majalah Zaman.
Kegiatan sastra di luar negeri pun ia lakukan. Hal itu dibuktikan dengan kehadirannya tahun 1983 pada Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda.
Tulisnanya yang berupa cerpen banyak dimuat dalam majalah Horison, seperti “Nostalgia”, “Adam Makrifat”, dan “Mereka Toh Tidak Mungkin Menjaring Malaekat”. Di antara cerpennya, yang berjudul “Rintrik”, mendapat hadiah dari majalah Horison tahun 1968. Pada tahun 1974 kumpulan cerpennya dihimpun dalam satu buku yang berjudul Godlob yang diterbitkan oleh Rombongan Dongeng dari Dirah. Karyanya bersama-sama dengan pengarang lain, yaitu Idrus, Pramudya Ananta Toer, A.A. Navis, Umar Kayam, Sitor Situmorang, dan Noegroho Soetanto, dimuat dalam sebuah antologi cerpen yang berjudul From Surabaya to Armageddon (1975) oleh Herry Aveling. Karya sastra Danarto yang lain pernah dimuat dalam majalah Budaya dan Westerlu (majalah yang terbit di Australia).
Dalam bidang film ia pun banyak memberikan sumbangannya yang besar, yaitu sebagai penata dekorasi. Film yang pernah digarapnya ialah Lahirnya Gatotkaca (1962), San Rego (1971), Mutiara dalam Lumpur (1972), dan Bandot (1978).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
20 (24%)
4 stars
35 (42%)
3 stars
24 (28%)
2 stars
3 (3%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for Ahmad Rajiv.
120 reviews2 followers
December 13, 2020
Membaca Danarto membawaku ke berbagai imajinasi mistis, spiritual, dan supranatural. Cerita-ceritanya menghapus batas antara alam nyata dan alam ghaib. Dengan penuturan yang dibalut dengan banyak ungkapan-ungkapan dongeng. Aku menikmati cerita-ceritanya karena aku sadar betul akan hikmah demi hikmah yang terselip maupun dia selipkan pada setiap alur dan dialog tokoh-tokohnya.
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 24 books196 followers
December 5, 2016
Menyelesaikan membaca Gergasi ibarat membaca yang tidak pernah selesai. Selalu ada cerita pendek yang menuntut dibaca ulang dan dibaca lagi, entah karena saya kurang mengerti isinya atau pun karena ada sesuatu yang serasa berharga yang saya luput menangkapnya saat pembacaan yang pertama. Dalam beberapa cerpen, Danarto memperlihatkan nuansa religius yang cukup kental, sementara di banyak cerpen lain, aroma surealis yang pekat menjadikan cerpen-cerpennya sedemikian pelik untuk dipahami secara mudah. Yah, namanya juga aliran surealis jadi beberapa hal yang tidak pernah padu sengaja dipertemukan oleh Danarto lewat karyanya. Maka akan kita temukan di kumcer ini: dua malaikat yang menculik seorang ayah, semut yang mengusung jenasah, pohon-pohon yang bermusyawarah, serta banyak ayah dan satu ibu yang menjelma di mana-mana.

http://dionyulianto.blogspot.co.id/20...
Profile Image for Muhajjah Saratini.
289 reviews9 followers
December 16, 2016
"Jangan-jangan Allah sudah mengejawantah. Hanya saja kita tidak melihat-Nya."--p. 40
[Allah Berkenan Mengejawantah. Lusa]

Nyatanya, sebagian cerpen masih sulit saya cerna.
Tapi cerpen pertama, "Rembulan di Dasar Kolam", dan cerpen yang menjadi kover buku ini, "Balairung", memang menarik.

Sisanya... beri saya waktu bernapas. Saya masih belum bisa.
Saya rasa, ada hal yang hilang, sehingga saya tidak dapat menangkap cerpen ini.
Tentu kadang terkait pengetahuan saya tentang agama.
Kadang terkait pengetahuan saya tentang kondisi politik saat cerpen-cerpen tersebut dibuat.

Lalu mengapa judulnya Gergasi?
Pilihan judul ini lebih sulit ditelisik daripada Berhala.
Dugaan saya, karena ada potensi gergasi dalam diri kita, yang bisa meraksasa.
Sebut saja... hawa nafsu, desakan hati, keinginan yang menuntut untuk terpenuhi.

Pas sudah nggak koclak, mungkin bikin versi kumplitnya...
:D

Profile Image for Nanto.
702 reviews102 followers
February 10, 2008
Gergasi itu artinya raksasa, seorang kawan berbahasa ibu melayu berkata. Gergasi itu adalah padanan yang saya temukan dalam subtitle film Shrek untuk kata "ogre".
Selanjutnya fantasi sureal atau hypereal terajut dalam buku ini. Seolah menabrak semua rasio atau a kind of short stories that was intended to be one of reflection of the authors mind towards his world? Yup, I just kept something after i read the book, not all things that were non-rational are irrational, they merely something beyond rational!
Profile Image for Dyah.
Author 2 books7 followers
August 2, 2007
gergasi...gergasang...kata-kata yang aneh. Ilustrasinya aga-aga mengerikan seingetku.
Profile Image for Agung.
Author 1 book2 followers
December 26, 2008
salah satu bacaan awal saat mulai mencoba menulis. kalau Budi Darma itu realis yg saya kagumi, SGA sangat imajinatif, Danarto melengkapinya dengan gaya surealisme yg mantap.
Profile Image for Shiddat .
14 reviews
Read
November 20, 2013
dan lagi-lagi Danarto berhasil membuatku ga berpikir keras untuk bisa memahami tujuan, maksud dan makna dari cerita-ceritanya. Great Job.
Profile Image for Radhiyya Indra.
46 reviews2 followers
June 27, 2019
Dalam sebagian cerpen terbaiknya, Danarto sendiri suka tiba-tiba mengejawantah di hadapan kita. Harus toleh kanan-kiri dulu sebelum melihatnya.
Profile Image for upiqkeripiq.
79 reviews4 followers
March 9, 2012
Speechless... ini buku bagus walaupun memang masih lebih suka yang Godlob ^_^
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.