The Club kids team up to solve a crime of school spirit gone wrong.
The students in Miss Hodges’s forensic science class have been given a tough case to The high school’s Rocky the Ram mascot costume was stolen and destroyed! The class divides into teams to investigate, and the first team to solve the crime wins extra credit and gets VIP tickets to Rams games for the rest of the year! Corey, Hannah, and Ben quickly get to work. They discover that a very similar crime happened twenty-five years ago, and back then the rival high school confessed to the vandalism. Is this just a copycat prank? Or could someone else be to blame? Club is determined to be the first team to uncover the truth!
Kupikir Ricky sudah tobat dan kepribadiannya jadi lebih baik. Eh, ternyata dia masih anak nakal. Tapi, kerja sama antara dia dan Charlie cukup menggemaskan karena kepribadian dan fisik mereka berbanding terbalik sehingga bisa saling melengkapi kelebihan dan kelemahan masing-masing.
Omong-omong, aku sempat kebingungan soal gender Charlie karena enggak ada deskripsi. Soalnya, di bahasa Indonesia, 'dia' itu netral. Namanya juga terkesan netral bagiku. Jadi, susah buat membayangkan karakternya. Tapi, interaksi mereka memang terkesan antarcowok, sih. Sayangnya, penjelasannya baru ada di hal. 72.
Agak deg-degan dan gemas sama persaingan mereka, tapi kolaborasi di akhir imut banget. Sayangnya, aku merasa akhiran setelah misteri terpecahkan itu kurang memuaskan, padahal tinggal sedikit lagi.
Pertanyaanku: bukankah Corey itu pemain basket dan bukan football? Sejak kapan pindah klub? Dan... jawabannya ada di buku ke-6 hal. 6. Di situ dijelaskan kalau Corey bermain dalam banyak tim olahraga. Tapi, aku enggak ingat sebelum buku ke-4 sudah ada deskripsi tentang itu atau belum. Yang jelas, aku secara samar-samar ingat kalau dia memang suka berbagai jenis olahraga, sih.
Untuk tahu lebih banyak pendapatku soal kelebihan dan kekurangan serial ini, bisa dilihat di ulasanku untuk buku pertama.