Jump to ratings and reviews
Rate this book

Semburat Senyum Sore

Rate this book
"Kalau kita enggak bisa dapet apa yang kita suka, lebih baik kita suka apa yang udah kita dapet ...."


Langit kini sedang cerah dan mendung -- bahagia dan sedih. Akhirnya dia mendapat kesempatan untuk membuat film; seperti yang diinginkannya selama ini. Namun, dia merasa tertekan karena mamanya memaksa Langit untuk cepat lulus kuliah. Dia juga mendapat kesempatan untuk dekat dengan Thyo, tapi cowok itu menyayangi cewek lain. Lagi pula, ada Arda yang mulai mendekatinya, membuat kekecewaan Langit kepada Thyo terobati.

Langit yang cuek terhadap hidup dan lingkungan sekitarnya berubah setelah dia mengenal Nenek Romlah. Wanita itu dan cucu laki-lakinya menyadarkan langit bahwa semua hal yang dimilikinya saat ini patut disyukuri, termasuk orang-orang yang selama ini dianggap Langit tidak menyayanginya.

245 pages, Paperback

First published May 1, 2011

11 people are currently reading
94 people want to read

About the author

Vinca Callista

14 books52 followers
Published Novels:

1. Sang Panglima Laskar Onyx (fantasylit, GagasMedia 2007)

2. Semburat Senyum Sore (teenlit, Grasindo 2011)

3. Lima Mata Manusia (short stories, nulisbuku.com 2011)

4. Dunsa (fantasylit, Atria 2011)

5. SERUAK (psychothriller novel, Grasindo 2014)

6. Nyawa (psychothriller novel, Bentang Pustaka 2015)

7. Kilah (psychothriller novel, Grasindo 2015)

8. Daddy's Little Girl (psychothriller novel, coming soon)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
25 (20%)
4 stars
27 (22%)
3 stars
48 (40%)
2 stars
15 (12%)
1 star
5 (4%)
Displaying 1 - 26 of 26 reviews
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
November 2, 2011
-----
cerita ini berpusat pada seorang gadis bernama Langit; seorang penyiar di Ganendra Radio dengan sifat yang cuek dan ceria. novel ini menceritakan kisah hidupnya; apa yang ia alami, orang-orang yang ia kenal, dan pelajaran hidup yang ia peroleh.

kisah ini dimulai dengan pertemuannya dengan seorang nenek penjual tasbih di depan sebuah hotel. setelah berkenalan dengan nenek yang bernama Romlah itu, Langit mengetahui bahwa nenek Romlah hanya tinggal berdua dengan cucu lakilakinya, Waris. suami dan enam anaknya hilang, kemungkinan besar sudah meninggal keika terjadi bencana tsunami di Aceh pada tahun 2004. dengan keadaan yang sulit seperti itu, nenek Romlah tetap berjuang dengan senyuman; membuat Langit bersyukur atas kehidupan yang ia miliki meskipun ia harus tinggal dengan ayah tiri yang tidak ia sukai dan banyak masalah lainnya.

Langit yang mempunyai hobi menulis juga mendapatkan kesempatan menulis skenario untuk sebuah film yang akan diproduksi dalam rangka ulangtahun Ganendra Radio. hal ini memberinya kesempatan untuk menjadi lebih dekat dengan Thyo, cowok yang sudah ia taksir cukup lama. namun Langit sempat beberapa kali kecewa karena Thyo sebenarnya sudah menaksir Mikha, cewek cantik yang pernah jadi lawan main Thyo dalam sebuah film indie. meskipun begitu, hubungan Langit dan Thyo menjadi lebih akrab setelah Langit mengenalkan cowok itu pada nenek Romlah.

dalam cerita ini terdapat pula masalah keluarga Langit yang cukup rumit sehingga membuat Langit menjadi sedih dan terpukul; termasuk kematian Ua Eka yang kemudian menimbulkan keributan yang lebih besar menyangkut harta warisan. akan tetapi sifat Langit yang cuek terhadap kehidupan dan sekitarnya mulai berubah semenjak mengenal nenek Romlah. terlebih ketika nenek Romlah berkata bahwa "Keluarga ada untuk saling mencintai, bukan untuk saling membenci."


sebenarnya novel ini cukup bagus, tetapi -menurutku secara pribadi- banyak masalah yang terpencar-pencar dan kurang berhubungan satu sama lain, sehingga inti utamanya kurang dibahas. karakter Langit sepertinya juga kurang dibahas, dan perubahan pada dirinya kurang begitu terasa. hubungan antara Langit dan nenek Romlah juga kurang terasa, sehingga pembaca tidak bisa ikut merasakan emosi yang dirasakan Langit - membuat buku ini terasa sedikit datar. meskipun begitu, semua masalah dalam cerita ini diselesaikan dengan baik dan ditutup dengan indah. salah satu hal yang paling aku suka dari buku ini adalah judul setiap bab yang sangat indah dan mengena. quote yang paling aku suka dari buku ini adalah:

"Kalau kita enggak bisa dapet apa yang kita suka,
lebih baik kita suka apa yang udah kita dapet..."

buku yang cukup bagus, cocok untuk bacaan yang ringan :)
Profile Image for Della.
Author 2 books13 followers
May 19, 2011
Yang pertama membuat saya tertarik pada novel ini, tentu saja covernya :)

Semburat Senyum Sore sendiri bercerita tentang seorang cewek bernama Langit, penyiar radio kenamaan di Bandung, energik dan punya banyak cita-cita. Salah satunya adalah menjadi penulis skenario film. Dan, seperti yang ia yakini bahwa Tuhan akan mengabulkan doa bila saatnya sudah tepat, ia ditawari menulis skenario bagi sebuah film indie yang akan diputar pada hari ulang tahun radio tempatnya bekerja.

Langit sendiri pada dasarnya adalah orang yang berhati baik dan mudah tersentuh, sehingga saat dalam perjalanan ia melihat seorang nenek penjual tasbih dan gelang berjualan di depan hotel, ia menyempatkan diri untuk berhenti dan membeli gelang. Nenek itu bernama Romlah. Pertemanan Langit dengan Nenek Romlah selanjutnya membuatnya lebih dewasa dan mensyukuri hidup ini.

Menurut saya, novel ini sangat mencerminkan penulisnya. Vinca Callista sendiri adalah seorang penyiar di radio 99ers Bandung, muda, dan pastinya juga sama energiknya dengan Langit. Apalagi kalau kita intip fotonya di http://drugfreeina.blogspot.com/2011/... terus kita bandingkan dengan cover novelnya ;)

Selain itu, di blognya, http://vincatheyounglady.blogspot.com... ia pun menceritakan tentang Nenek Romlah.

Dan omong-omong, di usianya yang ke-21 ia sudah menulis tiga novel. Sesuatu yang patut diapresiasi, menurut saya. Kamu sendiri sudah menulis berapa buku di usiamu yang ke-21? ^_^
Kalimat percakapannya mengalir khas anak muda, lucu dan segar. Hanya saja, saat ia menyebut La Roux dan Homogenic yang merupakan band favoritnya, saya terpaksa browsing dan lihat-lihat youtube sebab dua nama itu sama sekali asing bagi saya (maklum emak-emak :p), padahal saya perlu tahu seperti apa penyanyi dan lagu kesukaan tokoh dalam novel yang sedang saya baca, semata supaya saya bisa 'masuk' ke dalam cerita.

Novel ini pasti sangat cocok buat kalian yang masih muda, masih penuh mimpi, masih energik.

Kalau untuk emak-emak seperti saya sih, novel ini cukup sebagai hiburan dan membuat saya ingin kembali muda, hahahahaha..

Profile Image for an.
764 reviews22 followers
July 4, 2011
intro:
kenapa rhe tertarik dengan buku ini? tumben kan rhe baca beginian. awal na melihat buku ini di salah satu rak tutor siaran yang ternyata full orange. backgroung orange, poni orange n awan na pun orange. jadi... apakah isi na berjingga-jingga juga?

next step, dibaca dulu.

hasil membaca halaman awal, pelaku utama na adalah seorang penyiar dan setting cerita adalah di bandung. ntah kenapa buku ini rhe pinjam dari teman penyiar dan dibaca sepulang dari bandung. bukan suatu kebetulan, tapi jadi pengen membaca buku ini cepat-cepat. melahap na ketika feel na masih fress.

dan yang terjadi adalah... euforia tersebut tidak membantu rhe untuk bisa mengikuti cerita ini. argh... ternyata memang rhe masih susah untuk membaca cerita semacam ini, yang terlalu sinetron, yaang ingin menampilkan semua kasus kehidupan dalam 1 buku, yang kadang-kadang susah dinalar.

kebayang dunk si tokoh utama yang merasa kehilangan atas kematian ua na dan duduk di atas atap, tiba-tiba nongol sepupu na dari arah belakang. hellow.... di atas atap dari arah belakang, atap rumah tetangga?

ilustrasi di dalam buku ini juga terkesan pembuat ilustrasi na belum membaca buku ini. tentang arda yang fullcolor dandanan na digambarkan sebagai cowok casual, tentang langit dengan dress setelah acara pemutaran film perdana digambarkan dengan celana pendek. ini gimana sih? terlepas dari ga singkron na itu, ok lah ni cerita ada hiasan ilustrasi na. satu bintang untuk itu, dan satu bintang untuk kesan awal yang ditumbulkan.

selanjut na... memang rhe belum cocok baca beginian :D

-50-
Profile Image for Petrichor.
41 reviews2 followers
January 25, 2018
Ini buku kedua dari Vinca Callista yang saya baca setelah Travelmates 7 Negara 1 cinta. Dan cukup menyenangkan, drama yang dibangun darama yang bisa kita lihat sehari-hari seperti hubungan ibu - anak, pekerjaan, interaksi sosial, tentang mimpi dan segalanya.

Tak menampik meski sedikit membosankan diawal (karena sempat berhenti membaca di bab-bab awal) tapi untungnya semakin kebelakang semakin menarik. Jika tidak keliru secara garis besar yang saya tangkap dari kisah ini adalah mengenai bagaimana seseorang bisa menemukan arti lain dari hidupnya yang dirasa kurang beruntung di diri orang lain yang jauh tidak beruntung dari dirinya sehingga dia bisa bersyukur dan menjadi lebih kuat juga bijaksana dalam hidupnya. Sama kayak langit, saya pun butuh trigger untuk bisa melangkah lebih jauh, untuk bisa memaafkan dan sebagainya. Dan trigger itu kebanyakan memang datang dari orang lain.

Yang sedikit mengganggu justru di kisah romansanya, entahlah tokoh utama wanitanya terlalu labil mengambil keputusan kepada siapa sebenarnya hatinya tertaut. Karena seolah-olah kayak "oke ada 2 cowok yang lagi deket sama gue, pokoknya siapapun yang nembak diantara mereka gw terima" please ini masalah hati kan ? kok bisa berkompromi gini XD. Ke pria yang satu pas lagi deket2nya si wanitanya ini sampai bergumam dalam hati "please tembak gue", Pas hubungannya failed Ke pria yang satunya lagi secara gamblang dia bilang kalo emang cuma pria itu satu-satunya bagi dia, saya jadi bingung XD.

Tapi diluar itu semua, inti ceritanya cukup memotivasi kok :)
20 reviews1 follower
November 14, 2019
Dalam novel Semburat Senyum Sore karya Vinca Callista sangat cocok untuk segala kalangan. Bahasanya yang santai, mengalir bersama cerita-cerita yang disajikan dan mencakup segala aspek kehidupan yang membuat novel ini menarik untuk dibaca. Membuat yang membaca novel ini dapat merasakan setiap scene-nya. Pesan-pesan yang dibawa oleh novel ini sangat berarti dan bisa menjadi memotivasi kita. Karakter Langit disini sebagai seorang penyiar radio memiliki konflik yang lumayan banyak, mulai dari keluarga langit yang nggak akur sama istri pamannya, keberadaan ayah tiri Langit, dimana Langit sepertinya belum bisa menerimanya, cowok yang disukainya ternyata suka cewek lain, ada juga cowok yang baik sama Langit ternyata mempunyai misi hanya memanfaatkannya saja. Tapi dia bersyukur bisa mewujudkan salah satu mimpinya menjadi seorang penulis skenario film berkat atasannya di Ganendra Radio dan bertemu Nenek Romlah, penjual tasbih di dekat tempat kerjanya, beliau mengajarkan Langit caranya sabar dan ikhlas menjalani hidup. Karakter Langit yang easy going membuat kita betah membaca buku ini, dia itu orangnya santai banget, mungkin khas penyiar radio kali ya, ceplas ceplos, cerewet tapi nyenengin.
Profile Image for R-Qie R-Qie.
Author 4 books9 followers
January 17, 2020
Langit, penyiar radio yang cuek dan ceria, mendapat kesempatan menulis skenario film yang diidamkannya. Di tengah kesibukannya, ia terlibat cinta segitiga serta masalah keluarga yang tak kalah pelik. Juga menjumpai nenek Romlah serta sang cucu yang mengajarinya arti bersyukur.

***

Ringan, mudah dicerna dan cukup mengalir. Namun jalan ceritanya kurang berjiwa. Emosi yang dimainkan terasa datar dan setiap masalah terlalu gampang diselesaikan. Tiga bintang.
Profile Image for R-Qie R-Qie.
Author 4 books9 followers
January 17, 2020
Langit, penyiar radio yang cuek dan ceria, mendapat kesempatan menulis skenario film yang diidamkannya. Di tengah kesibukannya, ia terlibat cinta segitiga serta masalah keluarga yang tak kalah pelik. Juga menjumpai nenek Romlah serta sang cucu yang mengajarinya arti bersyukur.

***

Ringan, mudah dicerna dan cukup mengalir. Namun jalan ceritanya kurang berjiwa. Emosi yang dimainkan terasa datar dan setiap masalah terlalu gampang diselesaikan. Tiga bintang.
Profile Image for Ardhy Yuliawan Norma Sakti.
24 reviews2 followers
March 5, 2019
I've just finished reading this novel last week 'Feb, 2019' only in two weeks. Unpredictable plot at the middle story of the book. Bring the 'love in silence' theme, make things look more attractive for young adult.
Profile Image for Alvina.
732 reviews119 followers
March 14, 2012

Langit Astreila Kawiswaran adalah seorang gadis berumur 20 tahun yang bekerja sebagai seorang penyiar di Ganendra Radio. Untuk merayakan ulang tahun Ganendra Radio yang kesepuluh, general manager Ganendra meminta Langit untuk membuat naskah film. Bahagia bukan kepalng, Langit tentu saja langsung menyanggupi permintaan itu. Me nulis sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi gadis yang supel itu, ia telah sering membuat cerpen, tulisan di blog, bahkan sampai menulis novel. Tapi keinginan terbesar Langit sebenarnya adalah membuat jalan cerita sebuah film.

Ternyata membuat sebuah film itu tidaklah mudah. Menentukan jalan cerita yang sesuai dengan kemauan banyak pihak dan terlibat langsung dalam pengambilan gambarnya membuat Langit cukup lelah, meski dijalaninya dengan semangat 45. Padahal saat itu di keluarganya sedang ada masalah. Oom kesayangannya meninggal dunia, sementara tantenya berbuat semena-mena terhadap Mama Langit dan Nini, neneknya. Belum lagi masalah yang timbul dari kisah cintanya Langit. Khas anak muda, menyukai dua orang pada saat yang bersamaan. XD

Tapi pertemuan Langit dengan Nenek Romlah dan Waris membuat cara pandang Langit terhadap hidup ini berubah. Pedagang tasbih di pinggir jalan itu menyadarkan Langit bahwa Langit masih jauh lebih beruntung daripada banyak orang yang tak mampu seperti Si Nenek. Pertemuan sederhana membuat Langit terlibat dan terikat lebih erat dalam jalinan kasih sayang yang diciptakan melalui senyum tulus dan keikhlasan Nenek Romlah.

Sebuah cerita yang benar-benar padat dan sarat makna. Yang paling saya suka dari buku ini adalah kata-kata indah yang ditulis di bagian bawah bab baru. Sebenarnya memang merupakan inti dari kisah yang tertuang dalam bab tersebut, tapi dengan manis, penulis menulisnya dalam kalimat yang panjang, tapi bermakna.

Membaca cerita ini sebenarnya membuat saya seperti menonton alur padat sinetron, cerita khas anak muda dan reality show tentang kehidupan yang disajikan secara singkat. Terlalu banyak masalah pada tokoh utama sehingga menyebabkan masalah itu jadi berlompatan di tiap-tiap bab. Kurang terpadu, kesannya.

Tapi tetaplah, pembawaan Langit yang riang. Alur yang cepat. Bahasanya yang keren dan gampang melekat, membuat saya memberi 4 bintang untuk buku ini.

Satu kalimat Langit yang saya suka,
“Kalau kita nggak bisa dapet apa yang kita suka, lebih baik kita suka apa yang udah kita dapet.”
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
April 8, 2015
Pertama, saya suka tema buku ini. Kontemporer dan dewasa muda. Persoalannya menarik, dan favorit saya adalah konflik dalam keluarga Langit yang berlapis--Langit dengan ayah tirinya, Langit dengan mamanya, mamanya dengan Uwa Rima, Langit dengan Uwa Rima, Uwa Rima dengan keluarga Uwa Eka, wah... pokoknya seru. Apalagi riset di masalah warisannya juga tepat. Memang cenderung dramatis, tapi masih realistis.

Kedua, kalau banyak yang bilang tertarik sama kavernya, saya justru merasa sampulnya bisa lebih baik lagi entah bagaimana. Coba kita tilik judulnya--Sore. Warna latarnya--jingga. Palet untuk font dan rambut dan baju--tidak jauh dari gradasi oranye. It's overwhelming to me. Dan sang cewek bahkan tidak tersenyum.

Untuk jalan ceritanya, meskipun datar, semua fragmen tersusun dengan baik. Masalah Nenek Romlah dan keluarganya, percintaan Langit, kerjaannya dalam proyek film, juga siaran dan nyekripsi. Contemporary young adult banget pokoknya. Mungkin ini masalah selera saja, kalau rasanya ada beberapa bagian yang tampaknya lebih seru kalau dibuat dialog alih-alih narasi, dan sebaliknya. Lalu beberapa kalimat terkesan terlalu berbunga atau informal tiba-tiba, padahal tidak begitu signifikan.

Kalau ada yang membuat novel ini bisa lebih tebal lagi, itu perkembangan karakternya terutama Langit. Ingin rasanya saya melihat dia lebih 'dihantam' lagi oleh keadaan, lalu tersentak dan perlahan berubah. Soalnya, kata-kata mutiaranya sudah pas dengan kondisi sehari-hari, dan saya suka pemilihan judul bab-bab-nya, menarik.

Tapi maaf, saya menyayangkan sikap Langit yang menyukai dua lelaki sekaligus. Kalau digambarkan fokus ke Thyo saja, dan perhatian Arda yang membuatnya terpesona dijelaskan sebagai reaksi normal wanita, bisa jadi saya akan lebih menikmati ceritanya. Masalahnya setelah Langit tersipu oleh Thyo, hanya beberapa jam kemudian ia malah sibuk bergombal dengan Arda dan mengharap cowok itu menembaknya.

Akhirnya, 2.5 bintang yang dibulatkan ke atas karena tema dan genre-nya yang 'gue banget'. Kalau boleh menebak, beberapa cerita seperti diambil langsung dari pengalaman penulis, ya? Mungkin salah satunya tentang Nenek Romlah dan kehidupan penyiar radio? Betulkah saya?
Profile Image for Dhyn Hanarun .
329 reviews203 followers
March 29, 2013
Semburat Senyum Sore adalah satu satu novel dari lima novel yang aku pilih sebagai hadiah lomba resensi Dunsadari penerbit Atria. Kenapa pilih novel ini? Alasan pertamanya mungkin karena penulisnya, Vinca Callista, yang juga menulis Dunsa. Aku agak penasaran sama novel yang lebih dulu terbit sebelum Dunsa ini. Dua novel yang berbeda genre, satu teenlit dan satu lagi fantasi, bikin penasaran, kan? Alasan kedua, tentunya dari covernya yang punya warna yang menarik dan cerah. Siapa coba yang nggak tertarik membacanya? ;)

Mari mulai membahas isinya. Setiap bab diawali dengan sebuah kalimat mutiara yang bener-bener bikin aku mikir. Setiap kalimat mutiara itu juga jadi semacam refleksi dari alur cerita dalam bab tersebut. Ini yang bikin aku mikir bahwa Semburat Senyum Sore itu bukan sekedar novel teelit yang isinya tentang cinta-cintaan dan galaunya remaja. Hal-hal itu sebenarnya masih ada untuk menjadi bumbu-bumbu kehidupan, tapi semuanya dituangkan lebih dewasa dan realistis. Jadi setelah kita membaca habis novel ini, aku seperti diisi “sesuatu”. Bukan cuma khayalan tentang kisah cinta yang bikin iri, tapi juga nilai-nilai kehidupan. Semua itu aku dapat dari kacamata kehidupan tokoh Langit. Baca review lengkapnya disini --> http://dhynhanarun.blogspot.com/2012/...
Profile Image for F.J. Ismarianto.
Author 4 books21 followers
June 17, 2011
Ini jenis novel kontemporer, tokoh utama cewek bersanding dengan tokoh utama cowoknya pembaca dibuat penasaran dengan bagaimana cara mereka bersatu.

Aku suka banget dengan nama tokoh utama ceweknya, Langit. Tapi agak kurang suka dengan nama yang cowok, Thyo, kenapa pake "H"? Padahal tanpa huruf H bunyinya juga sama. Sebenernya sih ga ada masalah, cuman rada comel aja akunya, hahaha

Judulnya juga bikin penasaran. Nggak taunya... kalian mesti baca sendiri, secara akan dijelaskan di bab-bab menjelang ending.

Aku sudah menduga di awal kalo nenek Romlah pasti meninggal, tapi... yah, tetep aja bikin mataku NYARIS menitikkan air mata, hahaha. Aku benci kematian, tapi efeknya selalu bikin sukses terharu :p

So far, novel ini sangat bagus. Bagi kalian yang kurang bersyukur... well, coba baca deh novel yang satu. Nilai plus lagi dariku adalah warna covernya, warnanya oranye--oranyenya pas matahari tenggelam, warna favoriteku :)
Profile Image for Audrey.
28 reviews12 followers
December 20, 2020
A quick & light read.Suka sekali dengan covernya yang berwarna orange & sesuai dengan mood buku ini yang begitu playful & ringan.Novel ini sendiri sebenarnya mempunyai potensi untuk menjadi debut yang keren,hanya saja pembahasan mengenai masalah keluarga Lintang terlalu singkat,menjadi terpecah dan sepertinya tidak terjadi perubahan besar dalam dirinya.Dibalik itu semua,saya suka dengan pembawaan lintang yang ceria,ramah,pandai bergaul dan suka menolong orang lain.Karakter yang begitu menyenangkan untuk dijadikan teman baik.Inti cerita ini cukup sederhana,yaitu mengajarkan kita untuk mensyukuri apa yang kita punya.

Bacaan ringan yang cocok dibaca sambil ditemani thai ice tea & camilan mains dikala senja.
Profile Image for Gita.
105 reviews46 followers
June 29, 2011
Cover-nya keren bangeeet, itulah yang pertama bikin saya tertarik sama buku ini. Pas saya baca ceritanya, eh. Nggak jelek sih, cuma nggak tau kenapa ada sesuatu yang kurang yang bikin saya nggak bisa ngasih empat bintang. Oh, dan keterangan/informasi tentang kata-kata yang digunakan yang bukan berasal dari bahasa Indonesia bikin sedikit err... Mematikan mood banget. Coba kalau keterangannya ditulis di bawah, jadi nggak disatuin sama cerita, kayaknya bakal tambah oke deh.

Well, baru novel pertama sih segini udah oke banget. Semoga Teh Vinca berencana bikin novel kedua, ya! :)
Profile Image for Arie Imaginary.
2 reviews
July 19, 2011
kebetulan aku menyukai cara berfikir sang penulis, buah - buah pemikiran yang di tuangkan dalam novel yang satu ini sangat kental dengan kata cerdas,, penokohan dari setiap karakter terbaca sangat nyata, dan aku tak akan kaget jika aku menemukan sosok seperti Langit di kehidupan nyata,, GOOD JOB adalah kata pertama yang akan aku ucapkan saat bertemu dengan sang penulis,, sangat patut untuk dibaca berulang - ulang,, Congrats !!
Profile Image for Haefa Azhar.
79 reviews
December 28, 2013
Novel ini karya kakak kelas saya saat kuliah dulu. Sebenarnya novel ini cukup realistis mengingat ceritanya sangat khas dengan anak muda Bandung. Tapi plotnya tidak begitu menarik. Entah karena bisa dialami anak muda pada umumnya atau mungkin karena ceritanya sangat mudah ditebak, membaca novel ini membosankan. Tapi saya sangat menghargai kerja kerasnya menghasilkan novel ini. Mungkin saya belum tentu bisa menghasilkan karya yang lebih baik.
Profile Image for Dinie violet.
2 reviews1 follower
November 6, 2011
yang bikin aku tertarik bacanya adalah satu kalimat pertama "kalo kita gak bisa dapet apa yang kita suka, lebih baik kita suka apa yang udah kita dapet" itu bikin aku lebih bersyukur sama kehidupan ini :) nice book. and love you soo much ka Vinc..tetap semangat buat buku-buku yang lebih menakjubkan..and im waiting for your DUNSA :D
Profile Image for fica.
23 reviews1 follower
June 10, 2011
lumayan suka dengan ceritanya plus humor yang banyak bertaburan yang bikin ngakak...teenlit ini bukan hanya menawarkan kisah cinta kok tapi juga nilai moral yang bisa dipetik pembaca agar lebih memaknai hidup...tapi,ya,karena ceritanya lumayan standar sih kasih bintang 3 aja deh... :)
Profile Image for wildan putra.
1 review
December 9, 2015
lumayan bagus. ceritanya ringan, khas novel anak muda. yan membuatnya berbeda dari ayang lain adalah, si penulis memasukkan beberapa quotes bagus di tiap chapternya. good works!
Profile Image for Althesia.
108 reviews14 followers
June 3, 2011
dapat buntelan dari sang penulis ;)
Profile Image for Santa Tambunan.
1 review
November 28, 2014
Menarik, memberiku inspirasi untuk tidak hanya berkutat pada masalahku sendiri,. orang lain yang bahkan memiliki masalah yang lebih besar dariku mampu untuk melewatinya. masakan aku tidak?
:)
Displaying 1 - 26 of 26 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.