Saya bisa menyelesaikan buku tebal ini hanya dalam satu hari karena dua hal,
Satu,
Seratus halaman pertama buku ini berisi pujian atau pengantar dari tokoh-tokoh ulama terkemuka di dunia, itupun dengan catatan bahwa masih banyak lagi pujian dan pengantar serupa yang tidak bisa diikutsertakan karena jumlahnya terlalu banyak ...
... tanpa mengurangi rasa hormat, there goes the first hundred pages of the book ...
Dua,
Topik-topik yang dibahas di buku ini kebanyakan adalah hal-hal yang tidak saya lakukan dalam kehidupan keseharian sehingga tidak pernah menjadi dilema, seperti Tawassul, Tabarruk, ziarah dan sebagainya. Jadi saya berselancar dengan -sangat- cepat melalui bab-bab tersebut.
Awalnya saya berharap bisa memahami pemikiran dasar dari kaum Salafi Saudi yang disebut-sebut merupakan kekuatan buku ini, tapi ternyata perilaku mereka tidak (banyak) didasari oleh hal-hal teologis, melainkan bertumpu pada rincian perilaku peribadatan yang ada di ranah fikih. Jadilah buku ini banyak berfokus ke situ, yang meskipun menarik untuk ditelusuri, tapi masih berada di wilayah khilafiyah fiqh yang teknis. Bukannya tanpa kualitas, buku ini dengan teliti menelusuri pemahaman (fiqh) kaum Salafi dan membantah dengan tidak kalah rinci menggunakan dalil-dalil yang autoritatif. Buku ini akan menghipnotis dan memuaskan para pecinta fiqh selama berjam-jam. Adapun bagi saya, dengan keterbatasan saya dalam hapalan, fiqh is not my cup of coffee (dan saya sering merasa pusing kalau minum kopi).
Dengan semua kebaikannya, buku ini bagi saya masih menyisakan satu pertanyaan penting.
Buku ini mengutip ujaran dari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan juga dari ulama acuan beliau, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, yang bernuansa positif terhadap perilaku peribadatan yang sekarang menjadi sasaran cerca kaum Salafi. Jika sikap suka membid'ahkan dan bahkan mengafirkan orang lain tersebut bukan datang dari konseptor dan pendiri gerakan Salafi sendiri, lalu bagaimana ceritanya sekarang berdiri bermusuhan kaum Salafi dengan mazhab dan teologi lain ... dari mana dan kapan datangnya sikap permusuhan itu?
Jawaban dari pertanyaan itu mungkin bisa ditemukan di buku-buku sejarah, tapi sebelum sampai ke sana, buku ini mengajari saya satu hal, yaitu untuk memberi kepada teman-teman Salafi (ya, saya berteman dengan mereka, dan semua orang baik-baik) benefit of the doubt. Jangan menghakimi sebelum memahami lebih dalam.