Setiap orang boleh saja menyebut Korea dengan berbagai nama. Entah itu “Laut di Tengah Angin Ribut” karena banyaknya bukit di kawasan semenanjung itu. Boleh juga menyebutnya “Sungai dan Pegunungan yang Disulam di Atas Sutra” atau “Negeri Timur yang Bersatu” sebagaimana tercatat dalam sebuah teks kuno Tiongkok. Lebih dari itu, negeri ini adalah “the land of the morning calm, negeri setenang pagi”. Di negeri yang memesona ini tersimpan harta karun berharga berupa legenda, fabel, dongeng, dan cerita rakyat yang penuh pesan filosofis mendalam, dengan benang merah kental akan keberanian, kejujuran, cinta kasih, dan pengorbanan untuk negara.
Resapilah, misalnya, kisah tentang seorang pengembara yang bingung mencari pembelaan agar terlepas dari cengkeraman seekor harimau. Padahal raja hutan itu baru saja ia selamatkan dari lubang jebakan. Ia bertanya pada pinus, mencoba mengambilsimpati dari pohon yang selalu hijau meski musim dingin menerpa tanpa ampun. Bahkan sapi dan kelinci yang melintas pun menjadi tumpuan harapan akan memberikan pertolongan, agar ia bisa selamat dari harimau yang sudah tak sabar ingin memangsanya itu. Sepenggal cerita mendebarkan yang dialami oleh si pengembara ini tak urung membuat kita tercenung dalam permenungan akan sebuah pembelajaran hidup.
101 Cerita Bijak dari Korea ini akan memberikan “ginseng” yang memotivasi dan menginspirasi Anda dalam menjadi hari-hari dalam kehidupan yang lebih bermakna.
Tahun baru baru saja lewat beberapa hari, namun wanita paruh baya yang biasa dipanggil Grandnie , terlihat mulai sibuk melakukan aktivitas di perpustakaan pribadinya yang terletak di sisi lain dari rumah induk. Setelah ritual pemberian buku yang dilakukan awal tahun bagi cucunya, ia memang sama sekali belum mengunjungi daerah kekuasannya itu.
Biasanya minggu pertama setiap awal tahun selain melakukan ritual pemberian buku, ia akan melakukan inspeksi terhadap koleksinya. Berhubung ritual sudah dilakukan saat tahun baru, maka kali ini ia hanya melakukan inspeks. Ia akan mengecek buku mana yang sampulnya sudah harus diganti, mana yang dipinjam namun belum kembali, mana yang rusak dan butuh penanganan serius. Sesekali ia juga mengintip kataloq buku antik yang diterimanya.Dengan dana tak terbatas yang diberikan anak tunggalnya, ia berniat menjadikan perpustakan itu sebagai warisan berharga bagi cucu kesayangannya yang juga gemar membaca.
Sebuah ketukan singkat di pintu mengalihkan keasyikannya membolak-balikan halaman sebuah buku. Wajah cucu tersayang tampak di pintu memohon ijin untuk masuk. Wanita paruh baya itu memberikan isyarat untuk masuk setelah sebelumnya menunjuk tempat sampah yang ada di dekat pintu masuk. Peraturan utama yang ia terapkan adalah dilarang makan dan minum dalam perpustakaan. Untuk keperluan itu, disediakan sebuah ruang kecil di samping perpustakaan Sang cucu terlihat membawa sebotol minuman ringan.
Sang cucu terseyum sambil memberikan tanda mengerti, Dihabiskannya minuman yang tersisa sebelum membuang botol dalam tempat sampah. Sungguh ia tidak keberatan dengan peraturan yang diterapkan oleh sang grandnie, sebuah kecelakaan kecil akibat makan dan minum bisa membuat koleksi buku yang berharga menjadi tidak bernilai.
"Grand, ada pesan masuk dari Opa Sil . Ada permintaan mendesak dari club pembaca karyawan perusahaan Korea. Minggu depan diminta membahas buku tentang moivasi, kebijakan hidup yang sejenis itulah. Terserah Grandnie mau mengajukan buku yang mana" papar cucunya sambil memberikan sebuah alat kecil yang berguna untuk menerima semua pesan masuk. Seperti pejer di jaman dahulu. Dengan alat itu, jutaan pohon sebagai bahan baku kertas surat bisa terselamatkan, walau berarti mengalih tugaskan sekian banyak petugas pos.
Wanita paruh baya itu membaca sekilas sambil terseyum. Sudah sekian lama, namun Silvero tetap saja menjadi manajernya Bekerja dengan orang yang sudah sangat ia kenal membuatnya lebih nyaman. Wanita paruh baya itu belakangan juga menjadi tutor bagi anak terkecil Silvero yang baru saja dinobatkan sebagai penulis cilik berbakat..
"Grandnie mau mengusulkan buku apa?" tanya cucu kesayangannya penasaran. Setiap kali berada di perpustakaan itu, ia selalu mendapat banyak kejutan dari sang nenek.
"Ada usul?" Wanita paruh baya itu balik bertanya. Perlahan tapi pasti ia sudah mulai melibatkan cucunya dalam urusan perpustakaan dan club bukunya.
"Hem....... kalau buku 101 Cerita Bijak dari Korea bagaimana Grand?" usulnya dengan sedikit takut. Maklum sebagai anak ABG, ia sadar kadang pilihannya lebih didasari akan suka atau tidak suka bukan pesan moral yang disisipkan dalam buku.
"Kenapa buku itu?" kembali wanita paruh baya itu bertanya. Dalam hati ia memuji pilihan sang cucu, hanya saja ia ingin tahu dasar pertimbangannya.
Sang cucu nampak berpikir keras. Ia sangat memahami bahwa sang Grandnie selalu berpikiran terbuka, ia akan menerima segala macam usul dan kritikan asal masuk akal dan jelas logikanya. Untuk itu ia harus memberikan argumentasi yang kuat mengapa ia mengusulkan buku itu.
" Menurutku Buku 101 Cerita Bijak dari Korea memuat cerita sebanyak 101 yang tersusun dengan menawan. Setiap cerita mengandung pesan moral yang diulas dengan kalimat singkat namun sangat bermakna. Mungkin ada beberapa cerita yang disajikan mirip dengan yang lain, tapi jika diperhatikan dengan lebih teliti, setiap cerita menawarkan kisah yang berbeda" paparmya panjang lebar
Sesaat terlihat seyum di wajah wanita paruh baya itu. Sang cucu memang sudah pernah membaca buku itu. Seperti juga dirinya, sang cucu memiliiki kecepatan membaca yang menakjubkan, malah dengan kondisi makanan yang serba berkecupan gizi, sang cucu juga bisa mebuat repiu dalam waktu singkat dan tidak gampang melupakan apa yang pernah dibacanya. Ingatannya lumayan kuat.
"Cerita apa misalnya?" pancing wanita paruh baya itu, ia ingin mengetahui sampai sejauh mana ingatan cucunya akan isi buku 101 Cerita Bijak dari Korea
"Banyak Grand!" sahut sang cucu dengan cepat. "Ada kisah mengenai seorang anak yang terpacu bekerja keras akibat mendapat hadiah semangkuk kue beras dari orang tuanya sementara saudaranya yang lain mendapat harta benda berlimpah. Lalu kisah anak malas yang menjadi sapi mengajarkan kita agar rajin bekerja jika ingin sukses. Dalam kehidpan ini, kita juga diajari bahwa hidup menawarkan banyak pilihan dan kita harus berhati-hati menentukan pilihan mana yang terbaik dan cocok untuk kita, itu inti dari kisah Mangkuk Nasi Bertuah" lanjut sang cucu dengan semangat.
"Aku juga tahu, kata-kata yang dibingkai di ruang kerja papi dan mami diambil dari buku itu" pamer sang cucu dengan bangga.Memang benar, di ruang kerja anak dan menantunya, wanita partuh baya itu meletakkan beberapa kata-kata mutiara yang dibingkai cantik, demikian juga di ruang baca yang ada di rumah induk.
"Hem............ alasan yang masuk akal. Lalu ada tips untuk membuat orang mau membaca buku ini sampai tuntas?" tanya wanita paruh baya itu lagi. Ia sadar buku ini memiliki ketebalan yang lumayan. Seperti juga buku motivasi lainnya, sering kali pembaca hanya semangat membaca awanya saja, makin kebelakang ia merasa makin digurui dan malas membaca.
"Gampang kok. Buku ini khan memuat banyak kisah, pembaca bisa memilih mana yang ia sukai terlebih dahulu.Jika tersisa cerita yang dirasa kurang menarik atau ingin membaca tapi memiliki waktu yang terbatas, jangan khawatir, langsung saja membaca pesan moral yang dicetak secara mencolok pada akhir cerita. Walau cara ini sebenarnya tidak direkomendasikan, namun sekedar mengantisipasi mereka yang beralasan malas membaca karena cerita kurang menarik serta tak punya banyak waktu" sang cucu kian bersemangat memberikan jawaban.
Wanita paruh baya itu tertawa lepas. Dalam hati ia memuji argumentasi yang diajukan oleh sang cucu. Dahulu, ia pernah meminta anak tunggalnya untuk mewajibkan setiap karyawan membaca beberapa buku, salah satunya ini.Maksudnya agar mereka termotivasi untuk bekerja dengan jujur,bersemangat dan mengerti filosofi sesungguhnya yang dianut perusahaan. Satu keburukan kecil akan membawa keburukan yang lebih besar, satu karyawan merasa tidak puas dan tertekan akan berdampak bagi kinerja perusahaan.
"Kamu tahu dimana Negeri Korea itu? kalau kamu bisa menerangkan kepada Grandnie, buku pilihanmu akan Grandnie ajukan ke Opa Sil" tantang wanita paruh baya itu sekaligus sebagai ujian terakhir bagi ingatan sang cucu.
"Gampang Grand!" sang cucu menjawab dengan berseri-seri. Ia merasa bangga usulannya diterima.
"Korea terletak di semenanjung Korea di Asia timur laut. Di barat lautnya dipisahkan Sungai Amnok (Yalu) dengan Republik Rakyat Cina. Sungai Duman di timur lautnya memisahkan Korea dengan Rusia dan RRT. Beberapa pulau-pulau penting antara lain Jeju, Ganghwa, Ulleung, Dokdo, Jindo, Geoje, dan sebagainya. Bagian selatan dan barat Korea adalah dataran rendah dan sebelah timur dan utara memanjang rangkaian pegunungan Baekdu Daegan sepanjang semenanjung" lanjutnya dengan bersemangat
Sesaat sang cucu terlihat mengatur napas. Wanita paruh baya itu sengaja tidak berkata apa-apa dahulu, ia menunggu dengan tenang. Tak lama sang cucu melanjutkan uraiannya, " Korea terbagi menjadi dua negara, yakni Republik Korea (Korea Selatan) dan Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) setelah Perang Dunia II pada tahun 1945.Korea Selatan kemudian berkembang menjadi negara demokratis sementara Korea Utara berhaluan komunis. Walau berbeda, Bendera Persatuan Korea sering digunakan untuk merepresentasikan Korea pada ajang olahraga internasional, namun bendera tersebut bukan merupakan bendera resmi kedua negara"
Wanita paruh baya itu bertepuk tangan sambil tertawa. Keputusan sudah diambil secara penuh, buku rekomendasi sang cucu yang akan dibahasnya
"Ok, tolong hubungi Opa Sil, sebutkan nama buku yang Grandnie rekomendasikan" kata wanita paruh baya itu sambil berjalan menuju sebuah rak buku. Sepertinya ia harus membuka ulang buku itu sekedar untuk mengingatkan memorinya.
"Siap Grand!" sahut sang cucu sambil tertawa lega. Rasa bangga terpancar di wajahnya.
Mendadak saat berjalan keluar ia membalikkan badan dan memandang ke arah wanita paruh baya yang terlihat sedang membalik-balikan halaman buku 101 Cerita Bijak dari Korea
"Ada apa?" tanpa mengangkat wajahnya, wanita paruh baya itu tahu ada sesuatu yang ingin disampaikan sang cucu
" Grand, Korea juga dijuluki The Land of The Morning Calm, negeri setenang pagi. Apa karena belakangan ini di perusahaan itu sering terjadi demo makanya Grandnie mengusulkan buku ini? agar para karyawan bsia bersikap lebih bijak dan tenang, serta ada saling pengertian antara pihak pemilik dan pekerja?" tanya sang cucu dengan hati-hati. Maklum ia hanyalah seorang ABG yang gemar membaca bukan ahli ekonomi. Ia takut kesimpulan yang diambilnya salah.
Wanita paruh baya itu menatap wajah sang cucu lekat-lekat. Suasana menjadi tegang, sang cucu merasa ia melakukan kesalahan dengan mengajukan pertanyaan seperti tadi.
"Wah, Gradnie tak mengira kamu sudah mulai mengerti urusan perusahaan walau hanya dari luar" tiba=tiba wanita paruh baya itu tertawa lebar. Sang cucu ikut tertawa, rasa takutnya sekejab hilang.
"Ada lagi? Kamu khan tidak khusus datang ke sini menyampaikan pesan dari Opa Sil. Itu bisa dilakukan orang lain" tanya wanita paruh baya itu masih sambil tertawa. Ia sangat mengenal cucu kesayangannya, pasti ada sesuatu yang ingin disampaikannya sehingga ia mau bagun pagi dan menyampaikan pesan yang biasanya dilakukan oleh asisten wanita paruh baya itu
Wajah sang cucu tersipu malu. Memang ada sesuatu yang ingin disampaikannay sejak pesta tahun baru usai
"eh... aku minta ijin untuk tidak ikut acara club buku minggu ini. Opung Boni berjanji mengajakku ke Acara Malam Anugrah XV bagi Penulis Fantasi Berbakat. Disana aku bisa bertemu dengan penulis-penulis yang aku kagumi. Kami juga akan tidur di studio dan perpustakaan Opung di Sentul. Opung berjanji akan mengajariku beberapa tips dance guna acara malam amal saat valentine nanti" ucap sang cucu panjang lebar
"Hah? Opung Boni mau mengajarimu dance!" Wanita paruh baya itu seakan terkejut, ia seakan tidak yakin akan pendengarannya. Namun melihat anggukan sang cucu dan wajah penuh harap mau tak mau ia tersenyum.
"Ok, asal papi mami mengijinkan, kau boleh boles kali iini. Jangan lupa senin kamu tetap harus memberikan repiu buku yang dibaca bersama teman-temanmu" kaat wanita paruh baya itu.
"hen duo Xiexien Grand!" sang cucu bergegas keluar sambil memberikan pelukan sekilas.
'Tunggu!" mendadak wanita paruh baya itu berkata
"Jangan lupa rekam adegan Opung berlatih yah, bisa a jadi nontonan yang seru nih" lanjut wanita paruh baya itu sambil tersenyum jahil
"Beres Grand, ada alat perekam baru yang super kecil. Opung tidak akan tahu semua gerakannya direkam" jawab sang cucu sambil ikut tertawa. Selain buku, urusan jahil aalah hal yang membuatnya terlihat kompak dengan sang nenek.
Sepeninggalnya sang cucu, wanita paruh baya itu mulai membaca ulang repiu buku 101 Cerita Bijak dari Korea sambil sesekali membuat catatan tambahan. Namun tampaknya ia tak bisa membaca dengan serius karena pikirannya tidak tertuju pada buku yang berada di hadapannya. Ia membayangkan adegan Opung Boni melatih sang cucu kesayangannya,alih-alih berkonsentrasi pada buku.
Pasti lelaki itu lupa umurnya sudah paruh baya sehingga saat melakukan beberapa gerakan yang atraktif, bakalan ada adegan seru! Senyum lebar menghiasi wajahnya
Sebuah kumpulan dongeng yang lengkap. Ada yang berkisah tentang kerja keras, cinta, karma, kepemimpinan hingga yang berbau komedi bahkan horor. Sebagian dongeng sangat kental oleh nuansa Korea, karena dilengkapi penjabaran lokasi, penganan, budaya, dan dewa-dewi yang dikenal di Korea. Namun ada juga beberapa dongeng yang universal, artinya bisa terjadi di mana saja, sehingga saya menyimpulkan bahwa minat besar penulis pada Korea-lah yang merangkai semua dongeng dalam buku ini.
Ditulis dengan bahasa yang indah dan enak dibaca, setiap cerita diakhiri dengan pesan moral yang dapat ditarik dari cerita tersebut. Jujur, saya beberapa kali menemukan petuah yang cukup membuat tertohok. Misalnya dalam kisah 'Anak Malas yang Menjadi Sapi', di bagian pesan moral penulis berucap: Jika tidak ada sesuatu yang diinginkan di hati, silakan tidur sepanjang hari. Namun, bila ingin kaya, pintar, beriman, jangan pernah menanamkan malas dalam tubuh dan pikiran. Atau pesan moral dalam salah satu cerita favorit saya, 'Yun Ok dan Kumis Harimau': Jalan keluar dari sebuah masalah sebenarnya sudah ada di depan mata. Kita memerlukan orang lain dalam serangkaian kejadian jatuh-bangun untuk menunjukkannya. Omong-omong, saya sangat suka ending cerita ini. Benar-benar mengena. Begitu pula dalam 'Misteri Pencuri Kuda': Milikilah pekerjaan, bukan ia menguasai Anda, meski atas nama upah atau gaji. Saat bekerja dengan totalitas, kecukupan materi akan datang dengan sendirinya. Kalau Anda jadi begitu menikmati pekerjaan, itu adalah bonus.
Uniknya, meskipun berbau dongeng dan bertajuk cerita bijak, ada beberapa kisah yang tidak berakhir bahagia, meskipun tokohnya baik. Mungkin sebagai pengingat bahwa tidak semua hal di dunia bisa berjalan sesuai keinginan kita. Ada juga tokoh jahat yang malah terus-menerus beruntung, seperti dalam kisah 'Akal Bulus Sim'. Sekali lagi, mungkin ini sebagai pengingat bahwa tidak selamanya dunia itu adil.
Beberapa kisah horor yang disajikan dalam buku ini menegaskan bahwa buku dongeng tidak selamanya hanya diperuntukkan bagi anak-anak. Saya cukup kaget dengan 'kesadisan' penulis menuturkan cerita. Misalnya dalam kisah 'Adikku Siluman Rubah', ketika si adik digambarkan menarik hati sapi dari **** dan langsung memakannya!
Akhir kata, saya memang bukan penggemar buku-buku motivasi atau inspirasi. Tapi jika dibalut dalam kumpulan cerita yang tidak selalu berisi tokoh sempurna atau berakhir dengan bahagia, rasanya pesan-pesan bijak yang ditawarkan menjadi lebih nyata dan tidak membosankan.
Oiya, ada satu-dua cerita yang kurang saya pahami walaupun sudah dibaca ulang. Mungkin saya harus berdiskusi langsung dengan penulisnya supaya bisa lebih paham :)
Memilihkan bacaan yang mengandung nilai moral adalah yang saya lakukan ketika membeli buku untuk anak. Setelah itu, melakukan rutinitas mendongeng. Baik menjelang tidur atau pada kesempatan lain. Tujuannya tentu saja agar anak bisa menyerap nilai moral itu. Buku bacaan seperti ini, biasanya adalah dongeng, fabel baik klasik atau baru.
Tentu saja, cerita yang berhikmah tak hanya diperlukan anak. Kita (orangtua) perlu juga asupan 'nilai moral' yang disampaikan melalui hiburan. Chicken soup for teh soul adalah buku yang banyak mengandung pelajaran yang menjadi konsumsi sebagian orang sekarang ini.Buku ini terbukti bisa membawa semangat dalam menjalani kehidupan sebagian orang. Larisnya buku seperti ini sudah tidak diragukan, bahkan masih menjadi tren dunia perbukuan. Kisah nyata berhikmah dituliskan dalam berbagai tema muncul di mana-mana. Selain itu juga model buku yang sedikit berbeda dengan chicken soup, namun tetap terinspirasi kisah nyata, seperti Laskar pelangi dan Negeri 5 Menara.
Pernahkah terpikir, layaknya seorang anak, kita juga perlu dongeng? Saya tak pernah memikirkan hal tersebut. Sampai saya membaca "101 Cerita Bijak dari Korea". Saya benar-benar menikmatinya, bahkan seolah-olah memanjakan diri, dengan mendongeng untuk diri sendiri, karena selama ini saya hanya mendongeng untuk anak.
Cerita rakyat Korea tentunya bukan hal asing untuk sebagian orang. Saya sendiri juga pernah membaca, namun dalam bentuk cerita untuk anak. Atau, membaca di internet dengan kalimat yang 'ala kadarnya'. Jadi, membaca cerita rakyat versi dewasa dengan kalimat yang tersusun rapih adalah hal yang cukup menggembirakan. Selain menikmati, buku ini menjadi pembelalajaran buat saya, baik dari segi tulisan dan tentu saja tentang isinya yang kebanyakan berisi berbagai cara memaknai hidup.
Sesuai dengan judulnya, terdapat 101 dongeng Korea yang bisa dinikmati. Di setiap cerita terdapat kolom tentang kesimpulan yang bisa diambil dari cerita yang dituturkan. Memang, kesimpulan terhadap cerita yang dibaca atau mengeapresiasikan cerita adalah seutuhnya hak pembaca. Saya sendiri kadang menemukan kalimat yang sesuai dengan pikiran saya, namun ada kalanya berbeda dengan yang saya pikirkan, tapi semua itu tak bermasalah.
Membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu untuk menyelesaikan membaca buku ini, di sela2 kerja dan momong anak :D. Dari 101 dongeng indah di dalamnya, ada yang mirip2 dongeng Cinderella, Romeo-Juliet, bahkan Joko Tarub dari negeri kita. Kurasa memang tema-tema seperti itulah yang banyak diangkat oleh para pencipta dongeng di dunia, dan bukan tidak mungkin mereka juga saling mengadaptasi. Cerita-cerita dalam buku ini, sarat dengan pesan moral, dan bahasa yang digunakan pun sangat puitis. Tampak jelas kepiawaian penulis dalam meramu cerita. Karena ceritanya sendiri sudah sarat pesan, menurutku kotak di bagian akhir cerita, yang berisi penjelasan nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya, sudah tidak diperlukan lagi. Biarkan pembaca menyerap pesan itu sendiri. Ohya, rasanya lebih nyaman kalau ukuran bukunya diperkecil. Dengan ukuran 15x23 cm, buku ini terasa kurang handy. Eniwei, secara keseluruhan, aku suka buku ini. :)
Terima kasih mbak Rini, kisah-kisah dalam buku tersebut sangat menyentuh hati dan catatannya menjadi bahan perenungan setelah membaca tiap-tiap kisah yang disertainya. Really beautiful and touch heart. Thank you.
Ternyata buku ini uda pernah aku baca. Bagus banget ceritanya. Untuk aku yang memang suka cerita sejarah, buku ini cocok untuk dinikmatin. Masing2 cerita punya pesan tersendiri dan ceritanya pendek jadi gak membosankan.