F. A. Hayek's The Constitution of Liberty has had a profound effect on the thinking of a generation of scholars, students and even politicians. There is a sense in which it is regarded as a manifesto of traditional liberalism. But the book has a complex underlying argument, and the philosophy is often difficult to understand for the non-specialist reader. This monograph, in the great tradition of IEA publications, both summarises and interprets the argument of The Constitution of Liberty for a non-specialist audience. It does so by setting Hayek's seminal book in the context of his earlier and later works. This Occasional Paper by Eugene Miller is so full of original insights that it will also act as a very useful companion volume for those studying The Constitution of Liberty in an academic setting. Indeed, it will also prove an invaluable work of reference for all who are interested in defending and promoting liberty. 'With this clear, concise, and nuanced account of the major themes of Hayek's The Constitution of Liberty, Eugene Miller has done an invaluable service to Hayekian scholarship. It is a wonderful essay. Every student of Hayek's ideas is in his debt.' Professor Bruce Caldwell, General Editor, The Collected Works of F. A. Hayek
Buku ini sebenarnya adalah ringkasan dari buku Hayek yang berjudul “The Constitution of Liberty.” Saya tertarik untuk membaca lebih lanjut buku ini setelah membaca esai pengnatar dari Ulil Abshar Abdalla yang ada di halaman depan buku ini. Esai Ulil yang menceritakan sejarah kapitalisme dan sosialisme serta kritik atasnya dalam suasana Eropa jaman itu, serta jaminan penggunaan bahasa yang jauh dari kerumitan memikat saya untuk membaca lembar demi lembar. Akan tetapi jujur harus saya akui bahwa buku ini agak susah dimengerti. Tata bahasa dari terjemahan ini tidak langsung dapat saya pahami, perlu dua tiga kali perulangan membaca sampai saya bisa mengerti benar akan makna kalimat demi kalimat dalam buku ini. Argumen utama yang mau disampaikan oleh Hayek adalah koersi pada hakikatnya membunuh kebebasan. Maka dari itu, koersi harus diatur-kalau tidak mau dibilang diberangus- agar memberi ruang terhadap kebebasan. Lima belas bab dalam buku ini menjelaskan tentang pengertian koersi kemudian dilanjutkan dengan koersi oleh pemerintah, koersi oleh hukum, koersi di tempat kerja, koersi dalam ilmu pengetahuan, serta ditutup dengan kritik atas negara kesejahteraan.