Ceritanya oke,,,dapat menjadi renungan tentang lembaga pernikahan. Betapa seorang istri yang telah melayani suami dengan baik (bahkan secara berlebihan), nyatanya sang suami pun mampu berpaling ke lain hati.
Saatirah, nama tokoh utama buku ini, adalah seorang istri yang berusaha menyenangkan suaminya (dengan cara yang sangat berlebihan). Bahkan, ia merelakan suaminya berhubungan dengan wanita lain "dengan alasan meningkatkan produktivitas kerja". Dapat ditebak, suaminya terikat semakin dalam dengan wanita tersebut, dan akhirnya malah bersikap semakin kasar. Saatirah yang putus asa, melakukan segala cara untuk mengembalikan suaminya, termasuk menggunakan susuk (!). Tapi bahkan itupun tidak mampu mengubah keadaan. Berhasilkah usaha Saatirah dalam mempertahankan suaminya? Silahkan dibaca sendiri,, ;)
Saatirah. Perempuan hebat. Sayang hebat belum berarti sempurna. Saatirah mengalami suka duka dan lika-liku untuk menjadi perempuan sempurna. Di tiap lembarnya menggambarkan bagaimana jatuh-bangun ia membangun mitos dan peraturannya sendiri sebagai Istri sekaligus sebagai seorang Ibu.
Tokoh pria dalam novel ini selalu tunduk dan kalah pada birahi, Saatirah menjadi salah satu korbannya. Sedikit banyak buku ini mengajarkan bahwa ada kemungkinan lelaki tak menginginkan istri yang sempurna dalam lubuk hatinya, ia masih ingin jauh diandalkan agar posisinya tak tergeser. Saatirah di mata syaa bahkan terlalu sempurna, Istri yang selalu melayani suaminya dengan (terlalu) baik dan Ibu yang dapat menangani segala kebutuhan anak-anaknya.
pada akhirnya balada patriarki masih menjadi budaya di negeri ini. Saatirah sayang, Saatirah malang. Ia hidup dalam kesengsaraan atas nama tunduk pada suami.
Saatirah memang betul-betul wanita yang luar biasa. Sesuai dengan apa dinasehatkan emaknya untuk selalu mengecilkan masalahkan yang besar dan meniadakan masalah yang kecil. Pengorbanan seorang istri yang benar-benar diluar batas dan berjuang untuk mendapatkan cinta suaminya yang suka main wanita itu.Belum lagi godaan lelaki lain yang jauh lebih baik daripada suaminya namun dia tetap keukeuh fokus untuk tetap menjaga hatinya untuk suaminya yang dinikahinya selama 10 tahun. Sungguh aku tak akan sekuat dia saat menghadapi semua cobaan itu.