This collection aims to attract attention to the admirable achievements of indigenous builders in Indonesia and to contribute to a broader sense of commitment to the endangered architectural heritage in the region. It presents the second part of the results of a research project on vernacular architecture in western Indonesia, sponsored by the Royal Netherlands Academy of Sciences. The volume is intended to provide an introduction to all relevant vernacular architectural traditions and developments in western Indonesia.
ini adalah kumpulan tulisan tentang rumah-rumah di indonesia. dan secara khusus saya memburu tulisan-tulisan gaudenz domenig. terus terang saya suka dengan cara dia melihat arsitektur: secara tektonik. di buku ini dia menulis tentang keragaman rumah adat karo. ia bandingkan satu dengan yang lain secara diakronik [berubah menurut waktu di tempat yang sama] maupun sinkronik [keragaman di berbagai desa di suatu waktu yang kurang lebih sama]. hasilnya adalah fakta bahwa ternyata rumah adat karo itu punya keragaman tinggi. suatu temuan yang mungkin juga bisa dikenakan ke rumah adat rumah adat lain di nusantara. kelirulah kalau kita punya anggapan bahwa rumah adat itu berhenti dan membeku ke dalam satu jenis saja. tulisan yang tidak kalah menarik adalah dari alain viaro. yang dari dulu sampai kini menggeluti arsitektur nias. sama seperti domenig [dan sebenarnya juga nold egenter], mereka melihat arsitektur bukan sebagai sarana simbolik tapi sebagai struktur tektonik.