Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jin dalam Al-Qur'an

Rate this book
Dalam nalar manusia modern, perbincangan tentang jin, setan, malaikat dianggap sebagai omong kosong. Ini bisa dipahami karena keberadaan makhluk yang halus dan tak terlihat ini tidak terdeteksi oleh metodologi keilmuan mereka yang populer disebut sebagai metode ilmiah. Karena tidak terdeteksi, maka wujud-wujud tersembunyi itu dianggap tidak ada, dan perbicangan tentangnya secara indrawi dan rasional bukan berarti wujud itu tidak ada.

Al-Qur'an menginformasikan bahwa jin, setan, dan malaikat merupakan makhluk ciptaan Allah, bahkan diciptakan lebih dulu daripada manusia. Jadi, persoalannya bukan pada ada atau tidaknya wujud makhluk tersebut, tetapi lebih pada bagaimana kita menyikapi keberadaan mereka dengan cara yang benar.

Buku ini membahas tentang keberadaan Jin dalam kaitannya dengan kehidupan manusia. Di dalamnya diuraikan belbagai hal mulai dari mengimani keberadaannya, unsur kejadiannya, jenis dan macamnya, makanan dan cara makannya...

Paperback

First published July 1, 2010

18 people are currently reading
160 people want to read

About the author

M. Quraish Shihab

85 books438 followers
Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, MA adalah seorang cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al Qur’an dan mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII(1998).

Ia dilahirkan di Rappang, pada tanggal 16 Februari 1944. Orangtua Quraish Shihab adalah Bapak Abdurrahman Shihab dan Ibu Asma Aburisyi. Quraish adalah putra ke-empat dari 12 bersaudara. Tiga kakaknya, Nur, Ali dan Umar serta dua adiknya, Wardah dan Alwi Shihab, juga lahir di Rappang. Tujuh adik lainnya yaitu Nina, Sida Nizar, Abdul Mutalib, Salwa dan adik kembar Ulfa dan Latifah, lahir di Kampung Buton.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Ujung Pandang, ia melanjutkan pendidikan tingkat menengah di Malang, yang ia lakukan sambil menyantri di Pondok Pesantren Darul-Hadits Al-Faqihiyyah.

Pada tahun 1958 Ia berangkat ke Kairo, Mesir, dan diterima di kelas II Tsanawiyah Al-Azhar. Tahun 1967, dia meraih gelar Lc (S-1) pada fakultas Ushuluddin jurusan Tafsir dan Hadits Universitas Al Azhar. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di fakultas yang sama dan pada tahun 1969 meraih gelar MA untuk spesialisasi bidang Tafsir Al Qur’an dengan tesis berjudul Al-I’jaz Al-Tasyri’i li Al-Qur’an Al-Karim.

Sekembalinya ke Ujung Pandang, Quraish Shihab dipercaya untuk menjabat Wakil Rektor bidang Akademis dan Kemahasiswaan pada IAIN Alauddin, Ujung Pandang. Selain itu, Ia juga diserahi jabatan-jabatan lain, baik di dalam lingkungan kampus seperti Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah VII Indonesia Bagian Timur, maupun di luar kampus seperti Pembantu Pimpinan Kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental. Selama di Ujung Pandang, Ia juga sempat melakukan beberapa penelitian; antara lain, penelitian dengan tema “Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia Timur” (1975) dan “Masalah Wakaf Sulawesi Selatan” (1978).

Quraish Shihab menikah dengan Fatmawaty Assegaf pada 2 Februari 1975 di Solo. Mereka dikaruniai lima orang anak, Najelaa, Najwa, Nasywa, Ahmad dan Nahla. Najelaa menikah dengan Ahmad Fikri Assegaf dan memiliki tiga anak, Fathi, Nishrin dan Nihlah. Putri kedua, Najwa Shihab menikah dengan Ibrahim Syarief Assegaf dan memiliki dua orang anak, Izzat dan almarhumah Namiya. Putri ke tiga Nasywa, menikah dengan Muhammad Riza Alaydrus, dan memiliki dua orang putri, Naziha dan Nuha. Ahmad Shihab, satu-satunya anak laki-laki dari Quraish Shihab, menikah dengan Sidah Al Hadad.

Tahun 1980 , Quraish Shihab kembali ke Kairo dan melanjutkan pendidikan di almamater lamanya. Tahun 1982 Ia meraih doktornya dalam bidang ilmu-ilmu Al Qur’an dengan disertasi yang berjudul Nazhm Al-Durar li Al-Biqa’iy, Tahqiq wa Dirasah, Ia lulus dengan yudisium Summa Cum Laude disertai penghargaan tingkat I (mumtaz ma`a martabat al-syaraf al-’ula).

Sekembalinya ke Indonesia, sejak 1984 Quraish Shihab ditugaskan di Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Selain itu, di luar kampus, Ia juga dipercayakan untuk menduduki berbagai jabatan. Antara lain: Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat (sejak 1984); Anggota Lajnah Pentashbih Al Qur’an Departemen Agama (sejak 1989); Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (sejak 1989).

Quraish Shihab juga banyak terlibat dalam beberapa organisasi profesional; antara lain: Pengurus Perhimpunan Ilmu-Ilmu Syari`ah; Pengurus Konsorsium Ilmu-Ilmu Agama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan; dan Asisten Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Saat ini, Quraish Shihab aktif menulis artikel, buku dan karya-karyanya diterbitkan oleh Penerbit Lentera Hati. Salah satu karanya yang terkenal adalah Tafsir al-Mishbah, yaitu tafsir lengkap yang terdiri dari 15 volume dan telah diterbitkan sejak 2003.

Selain sebagai penulis, sehari-hari Quraish Shihab memimpin Pusat Studi al-Qur’an, lembaga non profit yang bertujuan untuk membumikan al-Qur’an kepada masyarakat yang pluralistik dan menciptakan kader mufasir (ahli tafsir) al-Qur’an yang profesional.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
20 (44%)
4 stars
10 (22%)
3 stars
11 (24%)
2 stars
4 (8%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 8 of 8 reviews
Profile Image for Yusuf Ks.
425 reviews53 followers
March 7, 2025
Pembahasan makhluk ghaib yang tidak terlihat adalah sesuatu yang menarik, karena membahas sesuatu yang tidak terlihat. Sebagaimana pembahasan Malaikat, pembahasan Jin yang dikupas oleh Quraish Shihab sangat menarik dan ilmiah, mengedepankan dalil Al-Qur'an, didukung dengan As-Sunnah, dan tidak menyampingkan akal.

Hal yang dibahas di buku ini meliputi makna Jin, wawasan Al-Qur'an tentang Jin, unsur kejadian, jenis, makanan, tempat dan waktu yang disukai Jin, apakah dapat dilihat dan dimanfaatkan, kemampuan Jin, dan juga tentang Jin Muslim serta tugas keagamaan Jin.

Banyak hal menarik dibahas di sini, di antaranya adalah tentang apakah kuman atau virus dan sejenisnya adalah Jin? Ada sebagian pendapat yang menyatakan bahwa Jin adalah ada namun bukan makhluk berakal dan menyatakannya sebagai kuman atau virus. Ini dipahami oleh para ulama terutama ulama kontemporer seperti Muhammad Abduh dan syaikh Muhammad Rasyid Ridha. Namun ini bukan berarti semua jin adalah virus atau kuman. Karena syaikh Muhammad Rasyid Ridha menjelaskan dalam tafsir Al-Manar bahwa Jin adalah makhluk hidup dan tersembunyi. (halaman 34).

Dalam suatu riwayat jin ada 3 macam:
1. yg memiliki sayap terbang di udara
2. yang berupa ular dan anjing
3. yg bermukim dan berpindah-pindah.

Quraish Shihab menjelaskan bisa jadi yang bermukim dan berpindah-pindah itu kuman atau virus, yang memiliki sayap bisa jadi makhluk angkasa luar, dan itu semua hanya sebagian jenis Jin yang diciptakan Allah SWT.

Membahas tentang pendapat kuman dan virus termasuk sebagian jenis Jin, saya jadi teringat tentang buku Wabah yang ditulis oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah yang menyebut bahwa wabah penyakit itu berasal dari Jin, waktu saya membacanya masih belum paham, namun sekarang saya bisa memahami alasan Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah tersebut karena beliau memahami ada pendapat yang menyatakan kuman dan virus termasuk sebagian jenis Jin, sehingga sangat wajar jika wabah yang berasal dari kuman/virus merupakan ulah Jin (kuman/virus). Ini menandakan sangat alimnya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah, begitu juga Quraish Shihab yang merupakan ulama tafsir. Saya sangat bersyukur membaca buku ini sehingga mengetahui hal yang sebelumnya tidak saya ketahui. Insya Allah buku ini sangat bermanfaat untuk dibaca untuk semuanya.
Profile Image for Priyantini Kurniawati.
39 reviews1 follower
July 31, 2018
Wawasan Al-Qur'an tentang jin; unsur kejadian jin; jenis dan macam-macam jin; makanan dan cara makan jin; tempat dan waktu yang disukai jin; dapatkah jin dilihat?; aneka bentuk jin; kemampuan jin; memanfaatkan jin; jin muslim; tugas keagamaan jin.

Lembar per lembar, semakin menghidangkan pengetahuan yang berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah 💕
Profile Image for wadesay.
355 reviews33 followers
May 31, 2017
kurang puas, hahaha..
gara-gara Bartimaeus, nih *lah nyalahin XD.
yasud, mari cari sumber lain lagi.
Profile Image for Itus Tacam.
61 reviews2 followers
January 15, 2018
Ternyata Al quran karim itu juga kitab pedoman bagi para jin. Manusia dan jin sama mempelajarinya sama mengamalkan kandungan Al Quran.
Profile Image for Zig Abdillah.
1 review
January 5, 2021
Terimakasih pak Quraish
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Menoedh.
97 reviews6 followers
February 5, 2011
Salah satu dari seri Jin, Setan, dan Malaikat di Al-Quran karangan pak Quraish Shihab. Gue beli karena dorongan pembicaraan dengan teman sebenarnya makhluk halus itu apa. Beli buku ini juga impulsif ketika lihat di toko buku. Kalau mau tahu tentang Jin, gue pikir lebih baik untuk baca apa yang dijelaskan oleh Quran dan tentunya dijelaskan oleh seseorang yang baik ilmu dalam Agama seperti Pak Quraish Shihab.

Dari awal kata pengantar, Pak Quraish Shihab berhasil membuat gue tertarik dengan alasan awal dia membuat buku ini. Kaget juga kalau ternyata ini buku terbitan lama yang diterbitkan ulang dengan sampul baru, yang menurut gue bagus untuk menarik perhatian pembaca baru. Buku ini tergelitik dari pertanyaan-pertanyaan mahasiswa Pak Quraish selama mengajar di luar negeri. Niatnya menjelaskan secara logika tetapi juga tetap berdasarkan apa yang tertulis di dalam Al-Quran.

Untuk bab-bab awal gue mendapat banyak sekali informasi baru dari buku ini perihal apa sebenarnya yang berusaha disampaikan Al-Quran mengenai Jin. Mulai dari arti harfiah kata "Jin" hingga usaha Pak Quraish "meyakinkan" kita bahwa baiknya kita merendahkan diri atas hal-hal yang tidak kita ketahui. beliau sendiri pun melakukan apa yang dia anjurkan dengan terus menerus mengulang bahwa yang ia sampaikan bukan bermaksud menggurui atau merasa lebih pintar dari pembacanya. Sebagai seorang yang beriman, tentunya kita harus percaya dengan keberadaan Jin. Gue jadi sadar disini, bagaimana mungkin kita bisa percaya tuhan (yang kurang lebih bersifat sama ghaib-nya) kalau ngga percaya dengan keberadaan makhluk ghaib lain (Jin).

Sayangnya mulai pertengahan bab, isi buku kurang menarik perhatian gue. Isinya hanya paparan fakta apa yang dituliskan di dalam Quran tentang sifat-sifat Jin. Padahal niat awalnya ingin lebih "diyakinkan" melalui bacaan ini. Bukannya gue ngga percaya dengan keberadaan Jin, tapi penjelasan logika di awal buku sudah sebegitu menariknya sampai gue berharap hal itu terus dibahas sampai akhir.

Walaupun kurang memuaskan rasa ingin tau gue tentang Jin, buku ini cukup memberikan penjelasan yang baik. Pak Quraish juga ngga melulu membicarakan pendapat dari satu sisi yang percaya dengan Jin, tetapi juga beberapa pendapat lain yang mengartikan Jin dengan lebih luas.

Untuk bacaan ringan bagi yang belum pernah tau tentang Jin, buku ini bisa jadi pilihan tambahan informasi yang cukup baik. Tapi bagi yang ngga percaya dan mencari jawaban lebih atau bukti, buku ini media yang kurang tepat untuk dibaca.
Profile Image for Octavryna Wridanastiti.
13 reviews2 followers
Read
February 17, 2011
Saya suka buku ini, dia dapat mengatasi ketakukan akut saya terhadap makhluk halus yang Alloh ciptakan dari Api tanpa Asap ini.
Displaying 1 - 8 of 8 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.