Hidup berumah tangga adalah proyek komunikasi tiada henti. Setiap hari mencuatkan persoalan, setiap hari menawarkan tantangan diplomasi, setiap hari menuntut adanya pengertian. Tak pelak lagi, kelihaian berkomunikasi merupakan sebentuk penjaga kehidupan berumah tangga yang sangat dahsyat.
Berisi 100 kisah nyata yang terkumpul dari pengalaman pribadi para pasangan Indonesia, buku ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pasangan lainnya. Melalui buku ini, para pasangan suami istri dapat belajar dari pengalaman pasangan lain mengenai komunikasi yang efektif dan selanjutnya menerapkannya bagi kehidupan mereka sendiri. Kisah-kisah tersebut sama sekali tidak menggurui, bahkan terkesan menggelitik dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Buku ini juga diperkaya dengan pengalaman para selebriti dan public figure Indonesia dalam membangun komunikasi efektif dengan pasangannya. Tips dari para psikolog yang ada di dalam buku ini juga diharapkan dapat menjadi pedoman bahwa berbagi adalah hal yang mutlak dilakukan dan bahwa bentuk komunikasi yang sehat hanya bisa dilakukan secara dua arah. Mari bicara!
Rr. Alberthiene Endah Kusumawardhani Sutoyo, better known as Alberthiene Endah, is an Indonesian biographer, novelist, and journalist. She is known for her in-depth biographies of Indonesian celebrities, such as Chrisye and Krisdayanti. She has been called "the most sought after biographer in Indonesia.
Baru saya baca setengahnya, kalo saya sih kayaknya emang ga bisa sekali baca langsung abis, bisa jenuh. Kisah-kisahnya ringan dan pendek. Ada beberapa tulisan dengan inti permasalahan yang hampir-hampir sama. Tapi, temanya semua seragam, yaitu bagaiamana mengatasi masalah dengan komunikasi yang efektif. Ya ... itu aja deh ... tinggal praktekin ntar kalo udah punya suami :P
Kumpulan cerita ringan tentang komunikasi dalam rumah tangga sehari-hari. Namun dari cerita-cerita yang dikumpulkan tersebut, gaya berceritanya sama. Jadi, belum selesai membaca sepertiga buku, saya sudah merasa jenuh.
Dalam masing-masing cerita yang sudah saya baca, hampir semuanya menyelipkan sesi minum teh bersama. Apakah karena buku ini disponsori oleh salah satu pabrik teh celup ternama?