Jump to ratings and reviews
Rate this book

Pelukan yang Dingin

Rate this book
KELANA langsung jatuh hati pada kebun buah yang diwariskan pamannya, meskipun kebun itu bersebelahan dengan pekuburan. Ia tidak takut karena hasil kebunnya jauh lebih menggiurkan. Apalagi ia bertetangga dengan gadis cantik, Farida namanya .

Farida memiliki saudara kembar, Farah. Mereka berdua sama persis. Yang berbeda hanyalah kondisi keduanya. Farida masih hidup, sedangkan Farah sudah menjadi arwah. Makam Farah terletak di pekuburan yang ada di sebelah kebun Kelana.

Kematian Oom Jo, paman Kelana, penuh diliputi misteri. Kelana penasaran! Apakah pamannya benar meninggal karena kecelakaan ataukah dibunuh orang? Kelana, yang kemudian bersahabat dengan arwah Farah, akhirnya tahu bahwa Farah-lah satu-satunya saksi yang melihat Oom Jo di saat akhir hidupnya. Karenanya Kelana sering menanggalkan kalung jimat penangkal arwah, agar ia bisa berbincang dengan Farah.

Sementara itu Santun, ayah Farah, memaksa Farida untuk menikah dengan Danang. Laki-laki itu sudah punya dua istri, tapi dia kaya raya. Dulu, Farah yang disodorkannya kepada Danang. Tapi Farah lebih memilih mati daripada menuruti kemauan ayahnya.

Farah tidak tinggal diam melihat ayahnya kembali berulah. "Kelebihannya" sebagai arwah membuat Danang tunggang-langgang. Danang jadi kehilangan minat untuk memperistri Farida, sehingga saudara kembarnya itu terhindar dari incaran Danang dan kungkungan ayahnya.

Bagaimana dengan Farah sendiri? Sebagai arwah, Farah tak bisa berlama-lama gentayangan. Kelana lalu menyuruh arwah gadis itu agar kembali ke alamnya sendiri, sebelum ia berubah menjadi hantu yang menyeramkan. Konsekuensinya, Kelana tak punya kesempatan untuk mengorek penyebab kematian pamannya. Kelana memilih ketenangan bagi arwah Farah, biarpun tak bisa mengetahui sebuah kebenaran.

Farah memeluk Kelana sebelum pergi. Pelukan yang terasa dingin. Pelukan yang membuatnya menggigil.

624 pages, Paperback

First published March 4, 2010

4 people are currently reading
38 people want to read

About the author

V. Lestari

74 books47 followers
V. Lestari dilahirkan di Bogor dan tinggal disana sampai menyelesaikan sekolah menengahnya, sebelum pindah dan menetap di Jakarta. Ia mengkhususkan diri menulis cerita detektif-kriminal, jenis cerita yang memerlukan ketelitian dan keahlian khusus untuk meramunya. Dan yang lebih khas lagi semua novel-novelnya menampilkan tokoh utama wanitanya sebagai "detektif"-nya. Novel pertamanya, Yang Tak Ternilai, terbit tahun 1982. Sejak itu sudah lebih dari 30 novelnya diterbitkan Gramedia.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (20%)
4 stars
7 (35%)
3 stars
6 (30%)
2 stars
3 (15%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Flo Kelly.
7 reviews
November 3, 2017
Termasuk salah satu novel V Lestari yang saya suka, alur ceritanya menarik, kebun buah-nya terbayang jelas dalam pikiran. Tapi ketika sampai di ending dan penjelasan mengapa paman Kelana meninggal dunia, saya ngakak-sengakak2nya.

Judul bukunya lumayan menarik perhatian, beberapa kali post di Instagram selalu menuai komentar "Pelukan Yang Dingin? Judul yang menarik" Hahaha
Profile Image for Dyah.
182 reviews8 followers
October 19, 2013
Salah satu karangan V. Lestari favorit gue.
Kenapa?
Profile Image for Irene J. Meiske.
Author 1 book5 followers
January 25, 2013


Done in less than a week. After finishing the marathon reading of three books from this author, I finally got the story pattern. Turned out to me that her works emphasize the mystery-horror aspect than murder-solving.

It is interesting to read how the author cleverly combines the romance-mystery-horror-detective aspects in every work. Very detailed in describing characters and setting. I think young writers can learn much from her novels.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.