Sekiranya cinta melukis kebahagiaanmu malam ini. Aku inginkan ia setia mendampingi di setiap jejakmu. Menjagamu dari setiap luka yang coba mengecupmu.
Kuasamu atas hatiku merambah belantara rindu yang tak putus-putus menciumi titik pengakhirannya. Merunduk malu dalam hasrat yang bergegas untuk mencintaimu selamanya. Tak lelah menapak dalam jejak yang tertatih-tatih menuju rumah hatimu. Hanya padamu, kucari segala muara untuk bahagia yang kucercap di bibir yang tak lagi punya kata untuk memuji dan berjanji. Aku cinta, ternyata!
Cinta bisa jadi apa saja. Cinta bisa berbalas, kadang juga tak terjawab. Cinta menyebabkan luka, tetapi ia juga yang meredakannya. Moammar Emka, melalui tulisannya ini menceritakan cinta yang sama, cinta yang menjelma dalam diri kita. Cinta itu, aku. Cinta itu, kamu. Cinta itu, kita.
Cinta Itu, Kamu. akan membuat kita hanyut dan kembali berterima kasih karena telah diajari bagaimana cara mencinta yang sebenarnya.
Moammar Emka (lahir di Tuban, Jawa Timur, 13 Februari 1974; umur 42 tahun) dikenal sebagai penulis buku kontroversial, "Jakarta Undercover" (Sex in The City).
Moammar Emka telah menulis puluhan buku. Namun buku tulisannya yang paling laris dan mengangkat namanya adalah "Jakarta Undercover". Buku ini menceritakan sisi gelap kehidupan seks 'liar' yang ada di kota Jakarta. Buku ini juga mengalami cetak ulang sebanyak 35 kali. Selain itu juga dilakukan gubahan dalam bentuk bahasa Inggris dan di pasarkan di kota-kota besar Asia, yang juga telah dilakukan cetak ulang. Karya itu kemudian diangkat ke dalam cerita film layar lebar berjudul "Jakarta Undercover", dengan dibintangi Luna Maya, Fachry Albar, Lukman Sardi, Christian Sugiono, dan Fauzi Baadila.
Emka menulis buku-bukunya dengan investigasi secara mendalam selama bertahun-tahun. Berbagai metode pun dia gunakan untuk mendapatkan informasi seperti pendekatan personal, clubbing, nongkrong bareng, curhat, sampai wawancara.
Buku tulisan Emka kebanyakan mengupas sisi seksualitas yang terjadi di masyarakat, seperti "Siti Madonna", "Jakarta Undercover 2","Jakarta Undercover 3", "Ade Ape Dengan Mak Erot?", "2 Selingkuhan", dan "In Bed with Models". Buku In Bed with Models dirilis pertengahan 2006, yang mengisahkan lika-liku sisi gelap para selebriti Indonesia dalam mencari 'pendapatan tambahan' dengan 'menceburkan diri' dalam transaksi seks kelas atas.
Selain menulis, Emka juga pernah tampil sebagai cameo di film "Koper" garapan sutradara Richard Oh.
tapi kenapa jadi stres ya? apa semua k.a.m.u emang bikin stres seperti k.a.m.u nya si penulis buku ini?
atau kah cuma k.a.m.u nya si penulis yang bikin stres? atau jangan-jangan cuma si penulisnya yang emang stres?
atau aku yang stres yah? *ngikik* mudah2an k.a.m.u ga bikin aku stress kayak si penulis deh makanya, cepet muncul yaaa jangan maen petak umpet terus, donk... *tuh, mulai stress deh gue, hihihihi*
2.5 bintang buat diksi yang bagus walaupun banyak pengulangan (heh?emang sapa gue?penyair hebat mana gue ampe sok2an komen soal diksi? pentung diri sendiri) dikurangin 0.5 bintang karena terlalu cinta nya si penulis terhadap k.a.m.u berasa bikin stress cari yang laen aja napah?
Letih ini tak jua menyurutkan jejakku. Terus saja aku membingkai wajahmu dalam barisan detik yang menggelitik. Sia-sia kucoba untuk meniadakanmu, sejenak saja. Makin kulari, semakin kuhanyut dalam "ada" -mu. Kangen.
Tadinya saya mau kasih bintang satu aja, tapi mengingat cover buku plus ilustrasi di dalamnya bagus banget, jadi tak naikin deh satu bintang lagi :))
Anyway, ini si "kamu" bener-bener bikin pusing si "aku" kayaknya. Banyak bener kata aku, kamu dan cinta. Pusing deh saya bacanya. Mentang-mentang tadinya mau saya kasih bintang satu, bukan berarti bukunya tidak bagus yah. Tapi, bisa jadi emang otak saya lagi gak bisa mencerna rangkaian diksi yang kelewat puitis di buku ini, jadi saya susah nangkepnya, "maksudnya apa??" tapi saya tetap bertahan sampai halaman terakhir lho.. *appaluse*
Dari sekian banyak puisi-puisi atau cerita gombal si penulis, yang saya sendiri gak ngerti maksudnya, tapi saya bisa menangkap keseluruhan maksud ini buku. Penulisnya lagi patah hati coy :)) atau mungkin sedang dilanda badai asmara yang bermakna kasih tak sampai :)) bener-bener dah kata cu pat kai, "Cinta penderitaannya tiada akhir" :))
"Aku ingin menjadikanmu yang terindah. Diamini lugunya hatiku yang terus berbenah. Menjamu bahagia nyata untuk hatimu, satu-satunya"
"Aku adalah kunang-kunang. Dalam gelap aku terbang, dalam gelap aku terang. Dan jadilah kau senja. Karena gelap kau ada, karena gelap kau indah. Aku hanyalah kunang-kunang dan engkau hanyalah senja. Saat gelap kita berbagi. Saat gelap kita abadi."
Itu adalah beberapa karya Moammar Emka dari bukunya yang berjudul "Cinta itu, Kamu." Banyak sekali kata-kata indah lainnya. Design sampul bukunya juga sangar indah. Sungguh packaging yang sangat tepat untuk buku semanis ini.
“Cinta bisa jadi apa saja. Cinta bisa berbalas, kadang juga tak terjawab. Cinta menyebabkan luka, tetapi ia juga yang meredakannya.” Itulah sepenggal sinopsis di bagian belakang buku Cinta Itu, Kamu karya Moammar Emka.
Buku ini memang sejak tahun lalu aku cari tapi, ga pernah menemukannya. Baru di bulan ini aku menemukannya di salah satu toko buku besar di bilangan Matraman.
Halaman demi halaman aku susuri dan aku banyak terkena ‘jleb’ oleh puisi-puisi Emka ini. Di dalam buku ini sepertinya komplit (menurutku)berbagai rasa tentang cinta. Jadi, kalau ada pembaca yang mengalami cinta bertepuk sebelah tangan atau sedang jatuh cinta, membaca buku ini akan menemukan puisi-puisi yang ‘gue banget’ dan akan menyukai buku ini.
Aku belum pernah membaca buku tulisan Emka sebelumnya. Pernah baca tulisan Emka waktu beliau kolaborasi dengan Djenar Maesaayu. Puisi-puisi Emka di Cinta Itu, Kamu romantis, meleleh, dan lagi-lagi menurut aku ga gombal. Bener-bener ungkapan hati yang paling dalam.
Ada satu bab yang puisinya ditulis bilingual.
Buku ini di bonusi sekeping CD yang diberikan atas dasar cinta penulis kepada pembacanya.
Talking about love tidak akan pernah ada habisnya. Selalu saja ada kisah baru di setiap lembar yang ditorehnya. Manis, asam, pahit adalah rasa yang mewarnai cinta. Toh walaupun ada rasa pahit, asam orang tetap saja tak pernah berhenti mencari cinta,tak pernah bosan bahkan siap berjuang demi cinta.
Dahsyat memang pengaruh cinta dalam hidup seseorang. Cinta itu memang bisa menginspirasi penulis. Di saat jatuh cinta, di saat putus cinta bisa menghasilkan karya-karya cinta yang bisa mewakili rasa pembacanya.
“Cinta Itu, Kamu akan membuat kita hanyut dan kembali berterima kasih karena telah diajari bagaimana cara mencinta yang sebenarnya.”
Buku ini awalnya saya beli karena penasaran dengan ocehan teman yang mengatakan penuturan puisi saya mirip dengan Moammar Emka. Nggak nyangka isinya kumpulan puisi semua...
Puisinya romantis-romantis menurut saya dengan bahasanya yang sederhana. Nggak njelimet dan ribet sama kiasan-kiasan...
Buku ini sekarang jadi idola di kontrakan karena sering dipakai buat ngirimin puisi buat sang pacar teman-teman. Karena memang isinya paket hemat ya, mulai dari yang sedang jatuh cinta, rindu sampai kehilangan.
"aku adalah kunang-kunang. dalam gelap aku terbang, dalam gelap aku terang. dan jadilah kau senja. karena gelap kau ada, karena gelap kau indah. aku hanyalah kuang- kunang dan engkau hanyalah senja. saat gelap kita berbagi. saat gelap kita abadi."
Saat aku baca setiap ayat dalam buku ni yang terbayang kat kepala aku cuma sorang. Agaknya sebab jalan cerita hampir sama. Mungkin. Dan kalau aku punya waktu nanti, aku mahu akhirkan cerita kami sama seperti ayat terakhir dalam buku ini. 'Kepada kamu, cinta itu... ingin kuawalkan dan kuakhirkan'. Ahaks.
K.A.M.U banget dah pokokny ne buku! sampe pegel sendiri ngikutinny.. Untung sambil dengerin laguny,waah 'PATAH' banget dah,cuma g lebay kaya lagu kebanyakan lirikny,hehehe.. Most read before you dead!! :p
Awalnya sy mengira kalau buku ini sangat menarik, dilihat dr covernya.Ternyata cm sekumpulan puisi2 cinta..wkwkwkwkwk... Sampe buru2 ke Tk.Buku cm buat dapetin nih buku, yahh namanya jg dapat buku gratis...lumayan buat nambah koleksi..hihihihi...
Ohh... Kirain novel, taunya prosa liris. Bagi penyuka roman macam temen saya, buku ini pasti langsung bisa membuatnya terkapar lemas, saking romantis tis tisnya...
Kayak baca buku Kahlil Gibran sih, gombal-gombal puitis gitu. Hihihi
so romantic. saat membacanya, kita akan dibuai alunan kata cinta yang seolah-olah tiada habisnya. bagi yang tidak biasa akan menjemukan memang, tapi tidak bagi penikmat sastra romance :)
Bukunya ngebosenin. Alhasil baca sampai halaman 108 aja. Lama-lama pusing juga bacanya. :| Tapi salut sama diksi penulis. Rangkaian kata-katanya cukup indah. :D