“gwa hanya minta sekeping surga yang selama ini kamu miliki. hanya sekeping saja. diantara jutaan keping yang sudah lo miliki hingga saat ini. penebusannya adalah lo boleh miliki gwa hingga waktu yang tak terbatas. walaupun untuk bisa seperti itu semua tabungan keberanian gwa habis gwa gadaikan di depan lo.”
Ruh tidak sendirian. Semua penumpang bus melakukan hal yang sama. Menempelkan hidung pada semua bagianbus. Tidak hanya pada kaca. Pada lantai bus, pada tiang, pada tempat duduk, pada pintu. Semua goresannya sama. Tiga engka enam.
Lubang kosmik menghitam, awan pekat jelaga. Tatapan ruh jadi hampa. Bersender galau di sudut bus yang lajunya tertahan kerumunan. Jalanan ramai oleh orang-orang yang membawa obor dan berjubah hitam. Berjajar sepanjang jalan tanpa bicara apa-apa sambil membagikan pamflet fotokopian yang semua tulisannya sama. Selamat datang Neraka baru.
Baca ini sambil denger lagunya,sambil nge vodka pas mulai fly Lagunya di ganti restless. Wow, modernitas adalah ibuku Kalau nggak pinter pinter nelaah, bisa sinting Waktu itu pinjem buku abang gw, skg mw beli, mw baca lg
Gw rasa langit terbelah dan para malaikat menangis saat gw buka halaman demi halaman buku ini, dan buku ini cukup jujur untuk menelanjangi tabiat manusia hari ini yang berbalut kemunafikan. Buku ini mencerminkan perilaku masyarakat kita hari ini. Salut Pa Addy