A Pandemic of Love menjelajah segudang nuansa emosi manusia yang paling kompleks, yaitu cinta serta kepelikannya di tengah pandemi. Berlatar di tengah pandemi Covid-19, kumpulan cerita pendek yang telah dikurasi ini merangkai kisah cinta pertemuan di bandara, cinta muda-mudi, persahabatan, gelora cinta, cinta yang hilang, dan banyak lagi.
Judul: A Pandemic of Love Penulis: Ika Natassa, Almira Bastari, dkk Penerbit: GPU Dimensi: 256 hal, cetakan pertama 2022 (edisi Ruang Buku Kominfo) ISBN: 9786020664774
Tiga belas cerpen yang ditulis oleh tiga belas orang dengan latar berbeda. Kebanyakan pun ekspatriat yang cukup lama tinggal di Indonesia. Sehingga banyak sekali warna baru dan sudut pandang baru yang bisa didapatkan.
Cerpen yang paling saya sukai justru bukan dari penulis terkenal, berjudul "Ode untuk Cinta" yang diksinya lembut, menyuarakan cinta seorang wanita pada pasangannya sejak menikah di usia 25 tahun hingga refleksi di usia 50 tahun. Romantis yang syahdu, terasa seperti saya tokoh utamanya hehe.
Selebihnya ada tentang duka kehilangan anggota keluarga di saat pandemi, keterbatasan gerak, serta kehilangan pekerjaan. Di sisi lain ada pula yang menemukan cinta kembali di usia senja, pekerjaan baru di tengah kehilangan, bahkan keberanian akibat pandemi yang tak pernah terbayang.
Meski begitu, terkait selera saja, banyak yang kurang cocok gaya penulisannya bagi saya. Meski semua mudah dipahami.
Jujur, aku tertarik baca buku A Pandemic of Love karena kepincut sama 2 nama besar, yang merupakan penulis favorite-ku. Siapa lagi klo bukan @ikanatassa dan @almirabastari? Aku gak nyesel beli dan baca kumpulan cerita pendek satu ini sih!🙌🏼
Seperti judulnya, buku ini merupakan antologi kisah tentang kompleksitas hubungan manusia yang berlatar di tengah pandemi COVID-19. Kumpulan cerita pendek ini mengeksplorasi beragam emosi manusia yang paling rumit, yaitu cinta. Tema cinta yang diangkat begitu beragam, mulai dari bagaimana cinta terjadi dan seperti apa rasanya kehilangan dan menemukan, berduka dan merayakan, jatuh-bangun dalam cinta, dan masih banyak lagi.❤️
A Pandemic of Love sendiri terdiri atas 13 cerita dari 13 penulis Indonesia dan/atau berbasis di Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang.
Dari 13 cerita pendek ini, ada 2 yang paling berkesan bagiku, yaitu:
💌Tidak Semua Cerita Harus Punya Judul oleh Ika Natassa Cerpen dalam format script film ini begitu singkat, padat, dan memikat. Menceritakan obrolan singkat antara Andra dan Agi, dua orang asing yang bertemu di sebuah kafe di bandara, yang memiliki makna mendalam bagi keduanya.🥹
Really, the first chapter of this book, the one written by Kak Ika, took me by surprise! I wasn't anticipating this kind of story at all. Ceritanya bikin merinding, padahal bukan cerita horor!😮 Dah lah, tulisannya Kak Ika gak perlu diraguin lagi! Untung aja pas baca gak sampe nangis!🥲
💌10.09 oleh Astrid Tika Klo tadi di cerita ke-1 hampir nangis, di cerita ke-6 ini, aku bener-bener dibuat nangis sesenggukan.😭🫠Cerpen ini bercerita tentang cinta abadi kakak beradik, Astrid dan Andre. Mungkin aku belom pernah mengalami kehilangan seperti yang dialami oleh Astrid. Tapi baca cerita ini, aku bisa merasakan apa yang Astrid dan Andre rasakan.🫠
Jujur, gak kuat sih baca cerita ini. Nulis review-nya aja sampe mau nangis lagi. Padahal aku kelar bacanya beberapa minggu yang lalu. Gak kebayang sih gimana jadinya klo aku mengalami apa yang Astrid alami.😭 Please God, I'm not ready for that.🥹
All in all, I truly enjoy this anthology!🥰 I started reading this book with no expectations. As a result, I was impressed by how good the stories are. This is such a light, heartwarming, charming, and relatable story that our hearts yearn for from time to time.🥹
Tenang, meski 2 cerpen favorite-ku bikin sedih semua, tapi cerpen lainnya banyak yang manis kok!😉 Klo kalian lagi cari buku yang menceritakan tentang cinta dalam beragam bentuk, aku sangat merekomendasikan buku ini sih!🙌🏼🤩
Semua kisah ditulis dengan rapi, diceritakan dengan indah. Beberapa kisah bisa membuatmu senyum sendiri, beberapa yang lain bisa membuatmu sedih, atau bahkan patah hati.