“berpikir positif saja tidak akan menggantikan persiapan yang matang.”
Akhirnya, kamu dilihat sebagai penghibur atau konsultan gratis, bukan sebagai penjual yang membawa nilai.
Kamu boleh menyampaikan klaim sebanyak yang kamu mau, tapi hanya bukti yang membuat orang percaya dan membeli.
Sales yang sukses tidak hanya membawa janji, tapi juga menghadirkan bukti konkret yang meyakinkan.
Kalau kamu membuatnya sederhana, mereka akan memahaminya. Kalau mereka paham, mereka akan percaya. Kalau mereka percaya, mereka akan membeli.”
Risiko Jika Kamu Gagal Membingkai Ulang:
Prospek akan membuat perbandingan sendiri—dan biasanya tidak menguntungkan kamu.
Kamu akan dibandingkan secara dangkal dan dinilai berdasarkan harga semata.
Dalam dunia yang terlalu transparan, mereka yang bisa menjaga misterinya akan tetap memegang kekuatan.
bahwa kegigihan adalah kekuatan super dalam penjualan, bahkan mengalahkan kecerdasan, strategi kompleks, atau retorika hebat.
Ia sudah melihat sendiri bahwa banyak orang pintar gagal dalam penjualan karena terlalu cepat menyerah, terlalu angkuh untuk mengulang, atau terlalu malas untuk konsisten.
Positioning mindset:
“Kami hanya bekerja dengan partner yang serius ingin mencapai X. Boleh saya tahu apakah Anda termasuk?”
Pra-Syarat Awal (Pre-Conditions):
Sebelum memulai proses, pastikan prospek:
Punya minat.
Punya kemampuan membayar.
Punya otoritas untuk membuat keputusan.
Sudah memiliki predisposisi positif (terbuka).
Overdeliver di Tahap Awal
Jika memungkinkan, berikan sesuatu lebih cepat dari yang dijanjikan.
Bisa berupa welcome kit, akses ke konten bonus, atau email berisi tips praktis.
Ini menciptakan efek "Wow!" di awal, menguatkan keputusan mereka.
Sales manager yang buruk tidak hanya menyabotase penjualannya sendiri—mereka merusak performa seluruh tim.
-Sales harus belajar berpikir mandiri.
-Jangan telan mentah semua “nasihat” hanya karena datang dari atasan.
-Bangun sistemmu sendiri yang bisa kamu pertanggungjawabkan.
-Jadilah proaktif, bukan hanya mengikuti perintah.
Tugasmu bukan jadi teman mereka. Tugasmu adalah membantu mereka membuat keputusan.”
Jika kamu terlalu fokus membangun hubungan tanpa menuntun ke arah closing, kamu hanya akan jadi “teman baik yang gratisan”.
Dan Kennedy membuka bab ini dengan menyatakan bahwa salah satu strategi paling efektif dalam penjualan justru datang dari “menarik diri”—bukan mengejar.
Kamu bersikap seolah-olah prospek yang harus meyakinkan kamu—bukan sebaliknya.
Saya menulis buku ini untuk para penjual yang ingin menang besar—bukan untuk yang hanya ingin bertahan hidup.”Kamu tidak harus paling pintar, paling ganteng, atau paling berbakat—kamu hanya harus paling gigih dan tak bisa dihentikan