Dan Nimmo menegaskan bahwa "political communication as a field of inquiry is cross disciplinary". Setiap disiplin ilmu menyumbangkan fokus telaah yang kemudian menjadi pokok bahasan dalam komunikasi politik.
Antropologi dan sosiologi; studi bahasa politik. Psikologi dan psikologi sosial; studi efek pesan politik, konstruk politik, dan sosialisasi politik. Retorika; menyediakan metode historis, kritis, dan kuantitatif untuk menganalisa retorika politik. Ilmu politik; studi perilaku pemilih dan pemimpin politik. Sibernetika; pendekatan sistem untuk memandang komunikasi politik secara holistik. Filsafat eksistensialisme dan fenomenologi; melahirkan teori kritis dalam komunikasi politik. Sumbangab berbagai disiplin ilmu memperkaya bidang kajian sekaligus mengaburkan batas-batas disiplin ilmu komunikasi.
Nimmo mendefinisikan komunikasi politik sebagai "communication (activity) considered political by virtue of its consequences (actual or potential) which regulate human conduct under the condition of conflict.
Dan Nimmo dalam buku ini pertama-tama membahas tentang para komunikator politik, pesan politik, media politik, khalayak, efek. Dan banyak memberikan contoh di Amerika.