Ikhwanul Muslimin. Deskripsi, Jawaban Tuduhan dan Harapan. Ditulis oleh Syaikh Jasim Al Muhalhil. Buku dengan 102 halaman ini adalah buku yang dikeluarkan oleh Ikhwanul Muslimin untuk menjawab dari tuduhan-tuduhan sementar pihak terhadap Ikhwanul Muslimin.
Buku ini mendeskripsikan berbagai prinsip dan karakteristik pemikiran yang melandasi dakwah ikhwan. Di kitab ini secara makro diberikan peta pemikiran ikhwanul muslimin.
Sasaran global ikhwanul muslimin, sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Hasan Al Banna bahwa Ikhwanul Muslimin menginginkan terbentuknya kepribadian muslim, rumah tangga muslim, kedaulatan Islam, Khilafah islamiyah yeng menghimpun segenap negara-negara Islam, dan menaungi segenap kaum muslimin, mengembalikan kemuliaan mereka dan membebaskan tanah air mereka yang hilang dan dirampas. Kemudian membawa syiar jihad dan bendera dakwah ilallah, sampai dunia seluruhnya sejahtera dengan terlaksananya ajaran Islam.
Dengan tegas, ustadz Hasan Al Banna mengatakan, “Camkan selalu, bahwa kalian memiliki dua sasaran utama :
1. Membebaskan negeri-negeri islam dari cengkeraman agresor asing
2. Hendaknya pada negeri Islam yang telah bebas itu berdiri sebuah kedaulatan Islam yang merdeka memberlakukan hukum-hukum Islam dan menyampaiakan dakwah ke seluruh manusia.
Belajar dari kitab ini, kader tarbiyah harus tsiqoh terhadap syariat islam. Di ceritakan ketika Imam Hasan Al Banna bersama para hakim kota, pada suguhan minumannya menggunakan gelas dari perak. Dengan halus Imam Hasan al Banna menolaknya dan mengatakan bahwa antara ulama tiada perbedaan pelarangan penggunaan emas dan perak dalam masalah makan dan minum.
Dan yang perlu di refresh kembali kepada para kader tarbiyah yang sekarang aktif di parpol, Imam Hasan Al Banna mengatakan “Wahai ummat Islam, sesunggunya kami menyeru kalian, dengan Al Qur’an dan assunnah di tangan kami, amal para salafushalih menjadi qudwah kami. Kami menyeru kalian kepada Islam, kepada ajaran-aiaran islam, hukum-hukum Islam, hidayah Islam. Bila kalian menganggap ini sebagai sikap yang berbau politik maka itulah politik kami. Bila orang-orang yang menyeru kalian pada prinsip-prinsip itu disebut kaum politikus, berarti alhamdulillah mungkin kamilah orang-orang yang banyak berkecimpung dalam politik.… itulah politik kami yang tidak ada gantinya. Karena itu berpolitiklah”
Buku ini jika menjadi acuan kader-kader tarbiyah, tentunya tidak membiarkan baik ucapan maupun tindakan dari para kadernya terutama di media (tidak memperjuangkan syariat Islam agar menjadi legal formal) . Hal ini tentunya berselisih dengan tujuan dan cara politik Ikhwanul Muslimin yaitu mendakwahkan Islam dengan syariat islamnya, karena dai yang mengajak untuk penerapan Islam adalah politikus ulung.
Dengan tegas, ustadz Hasan Al Banna mengatakan, “Camkan selalu, bahwa kalian memiliki dua sasaran utama :
1. Membebaskan negeri-negeri islam dari cengkeraman agresor asing
2. Hendaknya pada negeri Islam yang telah bebas itu berdiri sebuah kedaulatan Islam yang merdeka memberlakukan hukum-hukum Islam dan menyampaiakan dakwah ke seluruh manusia.
Seorang ikhwan sejati akan lantang dan tegas memperjuangkan tegaknya syariat islam