What do you think?
Rate this book


160 pages, Paperback
First published January 1, 2009
Aku ingin jadi guru, lalu mendaftar masuk ke SPG, tapi ditolak. Padahal aku lulusan terbaik. Anak seorang komunis tidak boleh jadi guru, begitu selintingan yang kudengar (Halaman 9)
"Oh. kamu sudah jadi orang kota, heh?"
"Sialan, kamu"
"Dan begitulah. Lihatlah dirimu, stres, selalu sakit, selalu gampang letih. Minum obat penenang terus..Apa yang kamu cari?" (Halaman 22)
"Aku orang yang tidak jujur. Bahkan kepada diriku sendiri. Dan sesuatu di luar sana, entah apa, sedang menghukumku. Aku tidak bahagia" (Halaman 33)
"Bukankah seharusnya semakin banyak tempat ibadah berarti semakin banyak kedamaian di muka bumi ini? Sebab bukankah dengan begitu semakin banyak orang yang menyeru kepada kebaikan?" (Halaman 51)
"Tapi yang jelas-jelas aku tahu, di penjara-penjara yang pernah kulalui, ada banyak perempuan disiksa, ada banyak perempuan yang diperkosa, ada banyak perempuan yang karena tidak tahan siksaan bunuh diri dan menjadi gila" (Halaman 83)
"Sampai sekarang hanya satu yang saya tunggu, janji Tuhan tentang keadilan. Saya tidak apa-apa menunggu sampai hari pembalasan yang dilakukan oleh Tuhan. Saya hanya ingin tahu, seperti apa itu, dan apa yang akan dilakukan Tuhan pada orang-orang itu" (Halaman 104)