Perbedaan laki-laki dan perempuan masih menyimpan beberapa masalah, baik substansi kejadian maupun peran yang diemban dalam masyarakat. Perbedaan anatomi biologis antara keduanya cukup jelas, namun efek yang timbul akibat perbedaan itu menimbulkan perdebatan, karena ternyata perbedaan jenis kelamin melahirkan seperangkat konsep budaya.
Al-Qur`an mempersilahkan kepada kecerdasan-kecerdasan manusia di dalam menata pembagian peran laki-laki dan perempuan. Manusia mempunyai kewenangan untuk menggunakan hak-hak kebebasan dalam memilih pola pembagian peran jender yang lebih adil.
Al-Qur`an mengakui adanya perbedaan (distinction) antara laki-laki dan perempuan, tetapi perbedaan tersebut bukanlah perbedaan (discrimination) yang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lainnya. Perbedaan tersebut dimaksudkan untuk mendukung misi pokok Al-Qur`an, yaitu terciptanya hubungan harmonis yang didasari rasa kasih sayang (mawaddah wa rahmah) di lingkungan keluarga, sebagai cikal bakal terwujudnya komunitas ideal dalam suatu negeri yang damai penuh ampunan Tuhan (baldat-un thayyibat-un wa rabb-un ghafur). Ini semua bisa terwujud manakala ada pola keseimbagnan dan keserasian antara keduanya.
Kualitas individu laki-laki dan perempuan di mata Tuhan tidak ada perbedaan. Amal dan prestasi keduanya sama-sama diakui Tuhan, keduanya sama-sama berpotensi memperoleh kehidupan duniawi yang layak, dan keduanya mempunyai potensi yang sama untuk masuk surga.
Buku ini habis dibaca tepat jam 4.30 petang, 9 Mac 2017. Buku yang dibeli bulan lepas tulisan Prof Dr Nasaruddin Umar dengan kata pengantar oleh Prof Dr M. Quraish Shihab.
Prof Dr Nasaruddin Umar ialah Mantan Menteri Agama, seorang ilmuan dalam bidang ilmu tafsir di UIN Ciputat dan juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta Indonesia. Buku ini ialah daripada thesis phD beliau yang bertajuk Perspektif Gender Dalam Al-Quran.
Oh jangan menilai buku ini dari kavernya, kavernya pelik tapi isinya berkualiti.
Buku ini sangat kontemporari dan intensif membahaskan perspektif gender dalam Al-Quran. Beliau malah telah mengemukakan juga tentang teori gender yang perbahasannya sama sekali tidak pernah disentuh oleh ulama-ulama zaman dahulu sebagai bab awal buku ini. Beliau mengupas tentang pengertian gender, perbezaan sex dan gender, dan juga identiti gender. Selain itu, beberapa teori perspektif gender seperti teori psikoanalisa, teori fungsional struktural, teori konflik, teori feminis dan teori sosio-biologis.
Kemudian, barulah dibahaskan tentang persepktif gender dalam AlQuran berkenaan istilah-istilah yang digunakan, beza metod pentafsiran tahlili dan maudhui dalam ayat-ayat gender serta prinsip-prinsip kesetaraan gender dalam AlQuran.
Bab akhir yang saya kira agak kontroversi, beliau membahaskan bagaimana ada 10 faktor yang boleh menyebabkan berlaku pentafsiran bias gender dalam AlQuran. Antaranya ialah qiraat, mufradat, dhomir, istisna', huruf atof, bias dalam struktur bahasa Arab, bias dalam kamus Bahasa Arab, bias dalam method tafsir, pengaruh israelliyat dan paling banyak, bias dalam pembukuan dan pembakuan kitab-kitab Fiqh.
Perasaan selepas habis membaca buku ini, ada rasa puas sebab mendapat jawapan kepada beberapa persoalan yang selama ini bermain dalam fikiran saya seperti isu persaksian wanita, pembahagian harta pusaka, poligami dan lain-lain. Malah bila dibahas tentang penggunaan 'arrijal' vs 'adzakar' dan 'an-nisa' vs 'al-untsa' pun telah memberi satu faktor penting untuk tidak boleh semberono menafsirkan ayat-ayat gender dalam AlQuran ini.
Ada juga yang saya tak berapa faham dan rasa ragu-ragu. Tentang konsep hermeunistisme yang nampak agak ketara membahaskan ayat-ayat gender yang mahu melihat situasi dan kondisi ayat itu turun dan tidak mengambil kepada lafaz umum ayat tersebut. Ada yang saya kena rujuk lagi bacaan lain.
Kesimpulannya, buku ini bacaan yang berbaloi untuk yang mahu mengkaji lebih dalam tentang aspek gender dalam Al-Quran dengan rujukan tafsir terkemuka dan hujah yang kuat. Persoalan gender pula masih lagi perbahasan yang baru yang sebelum ini tidak pernah dikaitkan dengan Al-Quran.