Berbeda halnya dengan perang yang sering terjadi di Jawa, Perang Dipanegara, atau bisa juga disebut Perang Jawa (1825-1830), merupakan peristiwa penting bagi sejarah Jawa; peristiwa yang memisahkan zaman Ancient Regime raja-raja Jawa dengan kolonialisme Belanda
Perang Jawa (1825-1830) yang dikenal juga sebagai Perang Dipanegara, merupakan suatu peristiwa yang menentukan sejarah Pulau Jawa. Untuk pertama sekali pemerintahan Kolonial menghadapi suatu pemberontakan sosial, yang mencakup bagian terbesar Pulau Jawa. Bagi Pihak kolonial Belanda Perang Jawa dianggap sebagai perang yang mensahkan kedudukan mereka di Jawa. Sebaliknya, orang Indonesia memandang perang ini sebagai perlawanan besar yang terakhir seorang pangeran terhadap kekuasaan Belanda.
Buku karya Dr. Peter Carey seorang peneliti Sejarah Jawa dari Trinity College, Oxford ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu : Asal Usul Perang Jawa, Pemberontakan Sepoy dan Lukisan Raden Saleh. Ketiga bagian ini memiliki benang merah yang sama yaitu membahas jejak-jejak perlawanan terhadap kolonialisme di Pulau Jawa
Buku ini bermanfaat bagi siapapun bukan saja ditujukan bagi para ahli sejarah profesional, tetapi juga bagi pembaca yang luas di Indonesia yang mungkin ingin mengetahui lebih banyak tentang Perang Jawa dan berbagai peristiwa pemberontakan terhadap kolonialisme di P. Jawa.
ini adalah jurnal atau catatan harian pelukis belgia [waktu itu masih bagian belanda], guru dari raden saleh, dan yang datang ke jawa [khususnya: yogyakarta] tepat ketika perang diponagoro bermula [1825]. mungkin itu sebabnya sejarawan inggris -peter carey- yang meminati studi perang jawa itu juga melakukan studi terhadap catatan harian dari orang yang berada di momen penting itu. peter carey menyajikan teks berbahasa prancis dari payen apa adanya. diberinya pengantar di depan dan diberinya juga summary dari jurnal tadi. masih diimbuhi oleh banyak catatan kaki dan peta-peta yogyakarta dan sekitarnya serta beberapa lukisan payen sendiri, menjadikan buku ini hidup dan kaya informasi. buku ini pantas jadi contoh untuk melakukan penelitian sejenis: melihat muncul, marak dan surutnya suatu momen historis secara personal, dan dari perspektif luar. saya senang membacanya.
Buku lumayan menceritakan perjalanan sampai pembuangan, tapi sedikit ganjil mengapa dalam cerita itu tergambarkan bahwa Dipanegara menyerah secara pasrah tanpa perlawanan sedangkan dia membela agamanya dengan menjuluki dirinya sebagai "keluruhan Islam di seluruh tanah Jawa", perlu penjelasan lebih detail dan masuk akal