Jump to ratings and reviews
Rate this book

Ken Arok Ken Dedes: Sebuah Roman Epik Cinta Penuh Darah

Rate this book
Roman epik ini menghadirkan sepak terjang seorang tokoh sejarah yang sangat fenomenal di negeri ini, Ken Arok, pendiri Kerajaan Singasari. Dimulai dari kisah kelahirannya sebagai bayi buangan, lalu manapaki masa remaja sebagai anak angkat sebuah keluarga pencuri, lantas masa dewasa sebagai pemimpin komplotan bromocorah yang paling ditakuti di Tumapel, kemudian memasuki suatu masa di mana ia berhasil dekat dengan pusat kekuasaan sebagai kepala pengawal pribadi Akuwu Tunggul Ametung, hingga terbitlah segala gelora dan gelegar ambisi kekuasaan pada jiwanya yang sekaligus melejitkan figur-figur sejarah semacam Mpu Gandring, Tunggul Ametung, Anusapati, Tohjaya, Mahesa Wonga Teleng, Ranggawuni, Kertanegara, dan tentu saja pesona dan kharisma Ken Dedes sendiri.

Roman sejarah Ken Arok Ken Dedes ini dituturkan dengan sangat menyeluruh, melibatkan semua gejolak dan gelegarnya, termasuk pertumpahan darahnya.

388 pages, Paperback

First published December 1, 2008

19 people are currently reading
170 people want to read

About the author

Wawan Susetya

29 books8 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
16 (27%)
4 stars
9 (15%)
3 stars
16 (27%)
2 stars
11 (18%)
1 star
6 (10%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Tarum.
365 reviews29 followers
December 20, 2010
Tidak lebih menarik dari pada membaca buku sejarahnya. Baca novel ini jadi teringat sinetron-sinetron yang mengangkat legenda-legenda dulu tapi dalam konteks masa kini.
Profile Image for nath ★.
21 reviews
June 26, 2025
i actually just read half of this book because i kinda busy after it so yea. its nice though, mmbuat kita mjd tau sejarah kerajaan singasari 💁🏻‍♀️
Profile Image for Neneng Lestari.
296 reviews1 follower
December 29, 2016
Ini sebuah kisah bagaimana tahta dan wanita bisa memperdaya siapa saja. Bahkan Ken Arok yang terkenal bijak pun bisa terkena muslihatnya. Ditambah kekuasaan dan pusaka Keris buatan Empu Gandring yang membuatnya harus menerima karma hingga ke anak cucunya.

Baca buku ini seperti flashback ke masa SD (eh SD atau SMP sih?) Dimana pelajaran sejarah begitu membosankan.

Emang siapa yang peduli Ken Arok jatuh cinta sama istri orang?

Atau siapa yang peduli bagaimana kerajaan Singasari berakhir masa kejayaannya?

Atau siapa yang mau hapalin orang-orang yang terkena tumbal keris Empu Gandring?

Aku rasa, saat SD pun nggak ada yg peduli kisah itu. Tapi, setelah baca novel ini aku jadi tertarik. Cara pembawaan cerita ini benar-benar seperti bercerita. Emang nggak "seasik" novel zaman sekarang, tapk masih jauh lebih baik daripada buku sejarah zaman sekolah.

Di dalam buku ini dijelaskan gimana Ken Arok lahir sebagai anak tanpa ayah. Lalu petualangannya sebagai perampok dan sebagai pengawal Akuwu Tunggul Ametung. Yang membuatnya bertemu Ken Dedes, hingga ia melenyapkan Akuwu. Trus kisah berlanjut hingga ke cucu Ken Arok dan berakhirnya kerajaan Singasari.

Sayangnya, alasan aku mau baca novel ini karena embel-embel "Sebuah Roman Epik Cinta Penuh Darah" yang nyatanya lebih banyak kisah korban keris Empu Gandring. Jadi ya aku kayak baca buku sejarah zaman SD. Cuma lebih enak dibaca aja.

Full Review: http://ntarienovrizal.blogspot.co.id/...
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.