Jump to ratings and reviews
Rate this book

Untung Gundul dan 99 Kolom Bahasa Kompas Lainya

Rate this book
Buku ini berisikan seratus kolom bahasa karya Andre Moller yang pernah dimuat di Harian Kompas. Kolom-kolom bahasa ini ditulis selama lebih dari 20 tahun, dan membahas sejumlah fenomena kebahasaan dari berbagai sudut. Disusun secara kronologis, tulisan-tulisan ini antara lain mengupas masalah kedwibahasaan, singkatan, hasrat orang Indonesia “nginggris”, es teh, jeruk Bali, unta Arab, dan mengapa slogan “Ingat Pesan Ibu” untuk mencegah wabah begitu tumpul.

354 pages, Paperback

Published January 1, 2022

3 people are currently reading
7 people want to read

About the author

Andre Moller

4 books

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (26%)
4 stars
8 (53%)
3 stars
3 (20%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Eva Novia Fitri.
163 reviews1 follower
February 21, 2023
Menarik sekali membaca pandangan seorang Swedia terhadap Bahasa Indonesia dan perkembangannya di negeri sendiri. Mempelajari Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, ia justru seringkali kaget dengan bagitu dalamnya penetrasi Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesia. Melamar menjadi anggota klub Fitness..eh kebugaran...orang-orang lebih cepat memahami maksudnya saat ia mengucapkan kata "member" daripada "anggota".

Saya suka sekali sekaligus agak tercubit membaca tulisan ke 4: Meslota, surat -e, e-belalai. Dikutip dari beberapa tulisan di Kompas yang ditulis bercampur aduk antara Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Pemakaian Bahasa Inggris memang seringkali karena sulit menemukan padanannya dalam bahasa Indonesia, namun tak sedikit juga yang semata mata karena gengsi penulisnya.

Singkatan Bahasa Indonesia tapi di eja memakai Bahasa Inggris dan sebaliknya (AC adalah A-SE bukan E-Si atau A-Ce) atau bahkan dieja bercampur pun tak luput dari curhatan Andre tentang bingungnya belajar Bahasa Indonesia bagi penutur asing. Betapa penamaan di Nusantara adalah hal yang sangat bermakna, memiliki latar belakang yang begitu panjang, dan seringkali sebuah nama adalah simbol harapan yang diembannya. Seperti Bus Lancar Jaya, Pak Slamet, warung Laris dan sebagainya. Di Swedia, fenomena seperti ini tidak ada.
Tulisan favorit saya ada di halaman 55, tulisan ke 14 berjudul matahari dan matasapi. Berkaca pada lomba kata terindah di Swedia dan Jerman, Andre mencoret kata2 yang dianggap terindah di Indonesia, seperti : niskala, nirmala, kelindan, dsb. Andre tak suka kata2 ini, selain jarang digunakan, justru keindahannya hanya terletak pada bunyinya yang mungkin untuk orang asing biasa saja. Kata paling indah menurut Andre adalah matahari, mata-hari. Itu indah sekali untuk menamai sebuah benda yang bersinar seperti mata sepanjang hari. Dan saat pelan pelan saya kembali memaknai arti kata matahari, saya terkesiap dan sepakat. Ya. Matahari adalah kata yang sangat indah. Saya hanya tidak menyadarinya karena sudah berbahasa Indonesia sejak belajar berbicara.
Profile Image for Radinka.
22 reviews2 followers
March 12, 2023
André Möller is, I could aptly describe him as a wildcard. A Swede came a long way to study Indonesian language, had a pHD degree in anthropology of religion, the first foreigner I KNOW whom weasel his way to be a columnist at Indonesian newspaper: Harian Kompas. Mind blowing, I know.

His works circulates around cultural studies and linguistics, to name a few. Some of his notable works are 'Ajaib, Istimewa, Kacau - Bahasa Indonesia dari A sampai Z' and this 'Untung Gundul: dan 99 Kolom Bahasa Kompas Lainnya'. The book title was taken from one of his published columns on Kompas, out of context. I mean he himself stated it in the book!

Untung Gundul is probably that one book that slaps me in the face. Who would have thought that a Swedish person masters Indonesian language than the native speakers themselves? MAN, I COULD NEVER. In this book he talks and scrutinize about how Indonesians tend to overlook their own language, slipping one if not a few foreign phrases into their conversation (Jaksel ppl, I am looking at ya).

If you are native Indonesian, born and raised, I suggest you to give this book a wee taste and see how red your face turned after realizing that you are not as INDONESIAN as this Swede lmao.

✨10/10 great book for reflective reading 👍✨
Profile Image for ifainina.
4 reviews
May 1, 2025
Membaca tulisan mengenai Bahasa Indonesia dari perspektif penutur bahasa asing membuat saya tersadar akan berbagai hal yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Seringkali kita menggunakan Bahasa Indonesia dengan tidak tepat, atau bahkan mencampurnya dengan bahasa asing yang sama sekali tidak perlu atau keliru. Saya jadi menyadari kekayaan Bahasa Indonesia dan semakin ingin menggunakannya dengan baik di kehidupan sehari-hari.
Profile Image for Buaya Dayat.
80 reviews1 follower
January 6, 2023
Di hari kemerdekaan, membaca tulisan serba-serbi Bahasa Indonesia yang ditulis penulis Swedia. Ironis memang, kita sebagai penutur asli saja masih sering salah menempatkan 'di' sebagai awalan atau kata depan. Kadang memilih 'nginggris' untuk merasa lebih pintar. Sementara andre moller mengulik bahasa kita hingga asal muasal kata. Terima kasih, Bung!
Profile Image for Kell.
22 reviews
May 1, 2025
Seru banget! Ternyata ada banyak yang aku, sebagai orang dengan bahasa ibu bahasa Indonesia, ngga pernah kepikiran sebelumnya. Ini pertama kalinya aku denger siapa itu André Möller dan aku seneng banget bisa ketemu buku ini. Mantap dehh
Profile Image for Biru.
103 reviews
January 23, 2023
Terima kasih atas tulisannya. Saya menunggu terbitan Untung Gundul versi kedua
Displaying 1 - 7 of 7 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.