"Read Yoris' notes to the end, and then you will have new enthu-siasm and confidence to be more creative than you were before." —Prof. Rhenald Kasali, Ph.D.
ln this book, Yoris Sebastian shares his thoughts, words, actions, and habits to become a creative person. Yoris was an average kid turned into one of Indonesia's creative figures. He won the International Young Creative Award from The British Council in London and created many innovations while working at Hard Rock Caft, Jakarta and Bali.
The pandemic changes many things, and some of them will become a new habit. The updated edition will give new inspirations and insights for the readers to be creative, productive, and happy. Most people can achieve these three, and these three are the most important thing for us to adapt to in the world that keeps on changing.
Yoris Sebastian adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang dikenal bergerak dalam bidang industri kreatif. Pada usia 26 tahun, Yoris terpilih menjadi GM (General Manager) Hard Rock Cafe Indonesia, menjadi GM termuda se-Asia dan termuda kedua di dunia. Pada usia 34 tahun, selepas keluar dari Hard Rock, ia mendirikan sebuah perusahaan konsultan kreatif OMG (Oh My Goodness).
Yoris terkenal dalam hal inovasi dan ide kreatif. Pria yang suka minum air putih ini menunjukkan konsistensinya dalam membuat ide-ide kreatif yang tidak biasa yang dalam bahasa Inggris dikenal juga sebagai berpikir "out of the box". Menurutnya, ide kreatif akan segera berkembang bila dimulai dengan hal yang kecil (start small).
Sebagai seorang Virgo yang apa-apa maunya serba sempurna, pasti geregetan kalo ngelihat sesuatu gak sesuai “standarnya”. Perintilan sekecil apa pun diperhatiin, kalo ada typo pengin dibenerin. Tapi siapa sangka, perfeksionisme ini malah bikin kita jadi lebih kreatif.
Memang, gak sedikit yang bilang kalau “perfectionism kills creativity”. Tapi kalau tau gimana cara buat terus melatih sisi kreativitas yang dimiliki, semua bisa teratasi, kok.
Coba deh baca 101 Creative Notes karya Yoris Sebastian ini. Ada banyak banget tips praktis yang bisa dilakuin sehari-hari. Tulisannya pendek-pendek, mudah dicerna, tapi bikin kita jadi punya banyak PR. Yes, PR buat praktekkin tips mana yang paling cocok buat kita.
Kendati buku ini menawarkan beragam tips praktis, sejujurnya nggak banyak hal baru yang kutemui. Sebagian tips sudah pernah dijalankan di keseharian (tapi seringnya kita nggak ngeh kalau hal itu memengaruhi proses kita bertumbuh secara kreatif), sebagian tips pernah didengar/dibaca/didapat dari sumber lain, sebagian tips lainnya dirasa kuno dan belum tentu cocok buat kita.
Mendadak jadi berpikir, "Tepatkah buku ini diterjemahkan, di-update sebagian isinya, lalu diterbitkan kembali tahun ini?", "Masih relevankah buku ini di tahun 2022, padahal isinya diramu bertahun-tahun silam?".
Menurutku, baca buku ini rasanya lebih pas ketika kita memosisikan diri sebagai “gelas kosong” yang siap diisi. Kalau gelas kita penuh, yang ada airnya bakalan tumpah ruang alias nggak akan ada yang keminum.
Seperti kebanyakan buku self improvement dan motivational, Buku terbaru milik bang Yoris ini merangkumkan catatan kreatif sebanyak 101 yang ditulis dalam bahasa inggris sehingga penyampaian dalam buku bisa terdengar lebih santai dan mudah dipahami.
Catatan Kreatif yang diberikan bang Yoris banyak berasal dari pengalaman pribadinya yang dapat diterapkan oleh semua pembaca. Buku yang dapat membantu teman-teman untuk tetap kreatif serta ketika memerlukan ide baru yang segar dikala penat, bosan, dan jenuh.
Just like the title, cara penyampaian nya kayak notes, alias singkat dan padat. Tapi, kayaknya banyakan cerita pribadi (sampai harus cross check ini memoir apa bukan...), buat yang enggak terlalu kenal penulisnya, baca pengalaman pribadinya agak kurang bikin engaging saat bacanya sih, terlebih tiap "Bab" nya sangat singkat, seperti lagi baca poem. Most of it were like your typical motivational jargons, contohnya "drink more water", "learn new skils", etcetera. Not something extra ordinary.