Je me suis vu attribuer le pouvoir du "Golden Slumber" qui me permet de pénétrer dans les rêves des autres, et j’ai décidé de m’en servir comme arme pour venger ma sœur. Ma prochaine cible : Sakamoto, l’un des trois criminels. Afin de le localiser, je me présente sur le lieu où travaille ce type. Mais j’étais loin de me douter que l’inspecteur Misumi était également sur ses traces et qu’il se rend à la même adresse…
➕ 1. Oh, ternyata ada penjelasan peraturan soal motif baju Wataru di dalam mimpi. Wkwkwk. 2. Tema utama dari serial ini adalah perbedaan hubungan konsensual dengan yang nonkonsensual. 3. Suka sekali melihat rasa bersalah, kecerobohan, dan kekhawatiran Wataru yang masih newbie dalam hal ini. Kejar-kejaran dengan Misumi membuatku geregetan. 4. Omong-omong, artstyle-nya yang terasa bold dan menegaskan kemisteriusan suasananya itu tipeku banget. Tokoh-tokohnya jadi tampak karismatik. 5. Kekhawatiran yang timbul di masyarakat nyata terkait hukuman terhadap pelaku di bawah umur makin dibeberkan di sini. Seriusan, aku benar-benar dibuat marah. Ketidakbisaan kita untuk melindungi korban yang tak mengerti niat jahat pelaku.
➖ 1. Pas pertandingan boardgame itu, aku enggak begitu mengerti peraturannya jadi agak bosan. 2. Aku masih merasa latar belakang psikologis para pelaku masih kurang panjang. Atau mungkin itu karena aku tahu pasti bahwa kegiatan mereka sangat enggak masuk akal sehingga alasan mereka masih terlalu dangkal bagiku untuk melakukan kejahatan.
Berkembang dg baik dan semakin menarik, meski belum ada yang benar-benar menggemparkan tapi secara keseluruhan hingga volume dua ini sangat bagus. Memang ada plot hole dan beberapa momen yang membingungkan. Karakter Misumi membuat saya (lagi2) teringat aura L yg membuat Light berpacu dg waktu XDDD
Ceritanya lebih seru dari komik pertama. Wataru membalas dendam kejahatan 8 tahun lalu dimana kakaknya menjadi korban. Kekuatan yang dia miliki punya kelemahan. Polisi juga mencurigai Wataru