Sebuah cerita keseharian 7 orang anak dari seorang bapak pensiunan tentara. Mereka memiliki mimpi dan tujuan hidup masing-masing. Namun, mimpi mereka itu sering kali mendapat cibiran karena dianggap tidak melanjutkan budaya turun-temurun keluarga yang semua anak lelakinya menjadi tentara. Yoga—si anak tengah—yang sedari kecil dianggap tidak memiliki bakat apa pun, memantapkan mimpinya untuk menjadi seorang penulis. Namun, mimpinya itu sering kali direndahkan, termasuk oleh keluarganya sendiri. Di saat Yoga merasa putus asa dengan mimpinya, dia bertemu dengan Lia. Seorang gadis introvert yang mampu membangkitkan semangat Yoga untuk mewujudkan mimpinya itu. Saat suasana sedang hangat-hangatnya, seseorang dari masa lalu Bapak datang dan berusaha mencelakai keluarga Bapak. Situasi menjadi semakin rumit ketika Yoga mengetahui bahwa Lia ada hubungannya dengan masa lalu Bapak itu. Semakin Yoga berusaha untuk membela Lia, semakin banyak pula orang-orang yang tersakiti. Yoga dihadapkan pada pilihan: keluarganya yang selalu ada untuknya, atau Lia yang membuatnya kuat untuk melanjutkan mimpinya?
Aku mengantri buku ini cukup lama di ipusnas, jadi tanpa sadar alam bawah sadarku menaruh ekspetasi yang besar terhadap buku ini, sayangnya buku ini tidak sebagus yang aku harapkan. Masalah yang paling menganggu adalah penulisan nggak yang jadi 'gak', aduh maaf banget tapi ini sangat menganggu mengingat ini adalah sebuah novel yang sudah terbit, kalau masih dalam bentuk AU masih bisa aku maklumi, tapi ini kan sebuah novel yang seharusnya sudah melalui proses editing dan revisi, aku tidak mengerti alasan penulis mempertahankan penulisan 'gak' ini, dan penulisan 'gak' ini bener-bener dari awal sampe akhir. Beberapa typo juga aku temukan, cuma ya nggak separah si 'gak' ini. Tambahan, menurutku di awal-awal paragrafnya tuh kayak kurang rapih gitu, ada paragraf yang penulisannya tuh setelah dialog, jadi kayak dibacanya kurang enak
Terus yang kedua, ini kan ceritanya cerita informal ya, bukan yang formal hubungan pekerjaan, tapi aku menemukan cukup banyak dialog formal yang diucapkan oleh tokoh ke tokoh yang lainnya yang setara, kayak dialog yang seharusnya nonformal tapi penulisannya malah kayak formal, ini dialog yang aku simpan, antara Yoga sama Lia, tapi mohon maaf aku lupa halaman berapa, "Jika hanya berkabar tentang udah makan atau belum, kan, kita bukan anak kecil lagi. Maksud aku, kita perlu berkabar jika memang itu adalah hal yang memang seharusnya diketahui oleh aku ataupun sebaliknya,". Menurutku dialog tersebut cukup aneh karena terkesan formal padahal gaya pacaran mereka berdua itu yang ngebanyol gitu. Masih ada beberapa dialog yang aku temukan formal juga, antaranak Pak Cahyo, cuma nggak aku simpan.
Kemudian di blurb ada bagian yang, "Di saat Yoga merasa putus asa dengan mimpinya, dia bertemu dengan Lia. Seorang gadis introvert yang mampu membangkitkan semangat Yoga untuk mewujudkan mimpinya,," Itu juga menurutku nggak sesuai sama isi bukunya, karena ketika si tokoh Lia ini muncul, dia sudah menjadi gebetannya Yoga, bukan diceritain banget dari awal, karena bagian yang Yoga pertama kali ketemu sama Lia itu kan jadi cerita masa lalu. Terus kenapa pula dijelasin si Lia ini introvert, soalnya sepanjang Lia muncul di cerita aku nggak merasakan ada urgensi untuk menulis Lia ini introvert.
Masih ada hubungannya sama Lia, ini kan hampir dikatakan bahwa Yoga adalah tokoh utamanya ya, otomatis bagian Lia sama Yoga ini cukup banyak, ampun deh capek banget baca ceritanya mereka, kayak toxic banget. Si Lia teh ujug-ujug minta ketemu sama Yoga, bilang dia udah pacaran sama Dika, terus beberapa hari kemudian pas si Yoga nggak nemuin dia, dia marah dan bilang Yoga nggak dewasa, lah????
This entire review has been hidden because of spoilers.
Jarang-jarang aku mengalami love-hate relationship terhadap buku. Kesan awal aku adalah gedeg, yang (syukurnya) berakhir baik (bisa diterima).
Kali pertama kulihat buku ini, rasanya judul dan cover-nya cukup menarik. Dalam bayanganku, tokoh Bapak dalam “7 Prajurit Bapak” ini bakalan tegas banget, mengingat penempatan kata prajurit (milik) Bapak. Namun, ternyata tidak seperti itu.
Bapak merupakan pensiunan tentara yang berharap salah satu, atau lebih, di antara anak lelakinya ada yang bisa mewarisi karirnya. Sehari-hari ia melatih anak-anaknya seperti militer (namun nggak sampe sekeras itu). Meskipun sudah berusaha keras, keinginannya belum terwujud.
Masing-masing dari anaknya memiliki mimpi masing-masing, mulai dari pelaut, pekerja kantoran, polisi, penulis novel (ini yang bikin gedeg 😂), mahasiswa jurusan Keperawatan, dan dua yang bontot masih SMA. Cerita lebih berpusat ke Yoga, anak tengah (keempat dari tujuh bersaudara) sebagai tokoh utama, namun saudara-saudaranya yang lain nggak kalah penting.
Sebagai anak tengah, Yoga memiliki sifat jenaka, yang mana ia mesti mengimbangi kakak-kakaknya yang cenderung sudah dewasa dan galak dengan adik-adiknya yang masih memerlukan asistensi menuju kedewasaan. Saat ini ia berkuliah di jurusan Sastra yang bermimpi untuk menjadi penulis, meskipun keinginannya nggak sepenuhnya didukung oleh keluarganya. Pasalnya, ia belum berhasil membuktikannya, dan dipandang nggak serius dengan mimpinya.
Di awal-awal cerita, banyak sekali yang bikin aku gedeg, di antaranya: - Bucinnya Yoga dengan pacarnya yang cukup menye-menye sampai aku geli membacanya. Belum lagi, pacarnya yang egoisnya minta ampun. Mau kutenggelamkan aja rasanya 😂) - Cara didik ayahnya yang berlebihan. - Banyak kejadian yang nggak esensial untuk dijabarkan. - Nggak ada narasi Yoga menulis/mencari inspirasi selama menulis novel (tau-tau jadi aja) 😂 - Dan lain sebagainya.
Meskipun nggak puas di awal, ada dua kali comeback yang bisa buat aku terenyuh (meskipun alurnya sinetron banget). Aku tertampar atas “efek” yang terjadi, banyak yang buat aku merenung setelahnya.
Salah satu yang aku sukai adalah rasa hangat yang diciptakan oleh satu keluarga besar mereka yang terkadang bikin iri. Nasi sama garam pun akan terasa enak kalo dimakan bersama dengan hati yang gembira. 🥹
Ada pula kejadian-kejadian yang kesannya receh, nggak penting, tapi ternyata akan sangat bermakna di kemudian hari. Justru hal-hal itu yang membuat kita merasa ingat kita sebagai manusia yang nggak sempurna.
buku ini bercerita tentang keluarga pak cahyo, seorang pensiunan tentara. pak cahyo dan istrinya memiliki 7 orang anak laki laki. mereka adalah dava, rendi, raga, yoga, iqbal, rai, dan putra. cerita lebih fokus ke si anak tengah, yoga.
bisa bayangkan rumah berisi 7 laki laki? betul, pasti akan ramai dan pasti setiap hari adaa aja kelakuan mereka yang bikin geleng geleng kepala. aku suka banget sih suasana yang dibangun di sini, aku berasa tinggal bareng mereka.
terkadang kelakuan mereka sangat di luar nalar sampai sampai ibu mereka sendiri angkat tangan 😂
dalam keluarga besar mereka, ada sebuah tradisi yang dilanggengkan. tentunya supaya anak laki laki menjadi tentara. jika sudah menjadi tentara, mereka nggak akan diremehkan tiap kali ada pertemuan keluarga.
tentunya tujuh bersaudara itu punya mimpinya masing masing. dari anak pertama sampai kelima, nggak ada yang menjadi tentara. dua bungsu, rai dan putra, nurut nurut saja saat disuruh menjadi tentara.
menurutku, alur cerita di buku ini agak seperti sinetron, dramatis. ada kejadian di masa lalu yang memicu terjadinya hal buruk pada keluarga pak cahyo. bagaimana kalau hal itu berkaitan dengan pujaan hati dari salah satu prajurit?
beberapa kali kutemukan penggunaan bahasa sunda dalam buku ini. sayangnya, nggak ada yang dilengkapi dengan terjemahan. sepanjang membaca, aku hanya menduga duga artinya.
meski begitu, aku suka banget gimana 7 prajurit bisa saling menguatkan satu sama lain. di balik kekocakan mereka, mereka gak akan segan segan kalau ada yang menyakiti saudaranya. aku pun sempat menitikkan air mata.
Wow,its such a good novel tho. Mengisahkan ttg ke-tujuh anak dari seorang pensiunan tentara,dan (hampir) semuanya memilih dan memutuskan memiliki mimpi dan tujuan hidup masing-masing. Namun,mereka sering kali menerima cibiran bahkan dari anggota keluarga mereka sendiri,karena dianggap tidak melanjutkan budaya turun-menurun yang mengharuskan bahwa setiap anak lelaki harus menjadi tentara.
Hmm…ini novel yg menarik perhatian aku bgt karena melihat sinopsis dan covernya yg very attractive membuat aku untuk segera buru” co di shopee lol. And yeah ofc ini ttg keluarga dan di awal-awal halaman aku dibikin sakit perut melihat kelakuan Yoga dan abang/adiknya.Ada” aja kelakuannya(especially Yoga omfg:D) BUT mulai di halaman 100-an,konflik perlahan-lahan dimulai. Itu semua dikarenakan ‘seseorang’ dari masa lalu Bapak yg kembali bersama dendam-nya setelah belasan tahun. Yoga yg memiliki pacar bernama Lia—-seorang gadis intover yang mampu membangkitkan semangat Yoga untuk mewujudkan mimpinya itu ternyata ada sangkut pautnya dgn masa lalu Bapak. Siapakah Lia sebenarnya? Apa sangkut pautnya Lia dgn ‘masa lalu’ nya Bapak? Akankah Yoga memilih utk ttp bersama Lia atau memilih Keluarga yg disayanginya tersebut..??? Yak,jawabannya adalah kalian baca sendiri aja novelnya heho :D.
Overall novel ini seru kok,cuman bagi aku memang si Lia ini menyebalkan bgt wkwkkw (in my opinion loh ya)knp??karna bagi aku dia childish n egois bgtt,si Yoga nya emg definisi udh benar-benar “jatuh cinta” jadi ya gtuu…kelewat bucinnya dan itu yg bikin aku gasuka sm Yoga.Egois. Although Lia kisah hidupnya menyedihkan bgt,aku ttp gasuka sama dia.Bahkan aku baru merasa kasihan sama dia tuh pas di halaman terakhir. Benar” di halaman terakhir pas scene Lia meluk Putra dan Rai ketika itu Lia akan dibawa keluar negeri oleh Mamanya karna mamanya berharap psikisnya akan membaik.Disitu aku nangis sih karna yaa sedih aja gtu loh..:9
Endingnya tapi memuaskan!! Walau sad end sih…
P.s,tadinya aku mau kasih rate 4.8/5,namun karna di goodreads gabisa,maka aku bulatkan saja jadi 5/5^^
Aku terpincut buat beli novel ini karena muncul di fyp tiktok dan sinopsisnya menarik but sadly this book isn't my cup so i didn't really enjoy this book😭
7 prajurit bapak nya singkatnya ceritain tentang pak cahyo, seorang pensiunan tentara yang punya 7 orang anak yang gak semuanya ngikutin jejak bapaknya untuk menjadi seorang tentara dan mereka mendapat gunjingan dari orang-orang di sekitar mereka. Suatu hari anak ke-4, si Yoga jatuh cinta sama perempuan bernama Lia tapi ada kejutan dari kehidupan si Lia yang nantinya berefek ke kehidupan tentramnya keluarga pak cahyo.
Secara keseluruhan alurnya apik, konfliknya oke banget dan dapet feelnya tapi yang rada annoying buat aku itu romance-nya 😔 jujur, romance-nya agak cringe dan ngga dapet feelnya karena menurutku tokoh perempuan, si Lia ini rada problematik dan jatuhnya toxic ke si Yoga, dia sukanya playing victim ya walaupun latar belakang dia menyedihkan tapi bukan berarti dia harus egois juga ke Yoga. Ini romance-nya memang tipikal wattpad dan aku personally gak suka sama cerita wattpad hehe😬 (no salty ya guys) terus banyak banget dialog pake bahasa Sunda dan tbh, aku gabisa bahasa Sunda dan aku nerka-nerka aja artinya apa 😀
Angst-nya dapet banget buku ini, bener-bener bikin sedih + sakit hati😭 jujur aku ngga expect endingnya bakalan gitu, aku sampe terdiam begitu selese baca kayak ga percayaan gitu, masih berharap kalau ini tuh cuma mimpi buruk salah seorang tokoh eh tapi ini memang kenyataan🥲
Oiya banyak banget pelajaran hidup yang bisa diambil dari cerita ini, keluarga pak Cahyo bener-bener hangat dan ini yang buat aku ngga DNF buku ini terus kisah keluarga mereka ini yang buat buku ini page turner banget..buktinya aku selesein buku ini dalam waktu sehari walaupun aku sambil nge-rant masalah romance nya ☺
Overall, ceritanya okay cuma romancenya aja yang agak ganggu terus salahku juga karena aku yang pasang ekspektasi tinggi sama novel ini.
bagi yang sudah pernah membaca tulisan sastra pasti akan merasa jalan cerita dari buku ini sedikit mirip dengan tulisan sastra. yang menjadi pembeda, buku ini adalah cerita keluarga yang ayahnya adalah tentara dan mau tidak mau anak anak nya harus mengikuti kegiatan sang ayah.
cerita yang bagus, banyak pembelajaran hidup yang bisa diambil dari cerita ini. namun konflik yang ada buku ini masih mengganjal di saya.
Pak Cahyo, seorang pensiunan tentara, punya tujuh orang putra, tapi nggak ada satu pun yang mengikuti langkah kariernya. Meski masih ada dua bungsu yang menjadikan harapan bapaknya nyata, tapi nyatanya takdir berkata lain. Yoga, si anak tengah, membawa segudang konflik ketika memperkenalkan Lia pada keluarganya. Konflik kedua keluarga yang tidak bisa dihindari maupun dilanjutkan.
Dulu sempat tergoda dengan beberapa reviu yang bilang buku ini bagus banget. Well, aku jarang baca buku dari AU dan nggak tahu apakah isinya memang sebagus klaim orang-orang karena kalau selera bisa berkata, bisa apa? Nah, kebetulan banget buku ini kurang sesuai dengan klaim yang ada. Menurut penilaianku.
Pertama, aku merasa beberapa anaknya kurang bisa merepresentasikan sifat orang tuanya. Orang tua, ya, bukan salah satunya. Meski dibilang beda dengan bapak/ibu, biasanya anak pasti mengambil satu atau dua dari ratusan sifatnya. Yah, namanya juga satu DNA. Hal ini karena kedua orang tuanya tidak punya background yang jelas sebenarnya. Hanya fakta soal keluarga Bapak yang banyak berkarier sebagai tentara dan menuntut keluarga Bapak meneruskan tradisi. Well, bukan penjelasan, melainkan semacam keterangan soal keluarga asal Pak Cahyo.
Kedua, masih soal konflik keluarga Yoga dan keluarga Lia nggak bisa tergali karena ketutupan tekad Yoga buat mempertahankan Lia, yang sebenarnya malah terkesan hanya omong kosong. Berapa kali ya, pernyataan Yoga sayang banget sama Lia diulang. Kayaknya lebih dari sepuluh kali. Lalu, aku setuju dengan beberapa klaim pereviu soal kebersamaan mereka cringe. Alih-alih menggugah emosi dan ikut merasakan keputusasaan hubungan mereka yang di ujung tanduk, malah nggak merasakan apa pun. Bener-bener nothing. Alasan kenapa bapaknya Lia begitu juga meski rasional, tetap dangkal rasanya.
Ketiga, ini yang paling kuingat dan masih jadi pertanyaan sampai sekarang. Memangnya bisa, ya, main hakim sendiri meskipun statusnya isilop? Yah, Raga tuh emang punya beberapa senior yang dekat, tapi kok enak bener main panggil teman-temannya itu buat ngeringkus inilah, bantu itulah. Tanpa laporan resmi. Hmmm, oke. Pangkatnya Raga ini udah tinggi banget, kah?
Keempat, permasalahan banyak tokoh banyak perhatian terjadi di sini. Tokoh utama yang disebutkan di blurb memang Yoga, si anak tengah, tapi rasanya semua ambil porsi. Terus aku paham banget banget banget sama yang Yoga alami. Penghakiman terhadap mimpi itu nggak selalu mudah dan menjengkelkan kadang-kadang, tapi usaha Yoga mana? Rasanya kayak di sepanjang alur ini dia hana mengejar bagaimana hubungannya dengan Lia bisa bertahan atau bagaimana Lia bisa bahagia. Ada pun proses Yoga menulis ditunjukkan sudah separuh akhir. Kenapa nggak di-mention aja di awal, ya, dia nulis apa terus setiap ada adegan menarik langsung dituangkan ke tulisannya. Jadi, masih ada proses yang kelihatan.
Kelima, dan kayaknya terakhir karena banyak yang mesti dibahas, cuma nanti malah jatuhnya jadi penghakiman. Tulisannya perlu dirapikan. Sangat. Premisnya bagus, sih, hanya saja goal karakternya yang kebanyakan atau malah melenceng? Entahlah. Karena banyak karakter bingung juga mesti fokus yang mana dulu. Yang pasti memang perlu banyak perbaikan di alur dan ini penting banget sih, karena beberapa kali ngedit karya serupa, tolong kurangi melebarkan bagian kesedihan atau apa ya istilahnya, aku nyebutnya "kisah sedih" karakter ini. Emosi karakter nggak harus ditempelkan ke perilaku karakter atau narasi dari penulisnya aja, kok. Itu aja.
TENTANG BUKU INI Kisah kehidupan 7 bersaudara, yang dikenal sebagai 7 prajurit bapak Cahyo, purnawirawan TNI AD yang kini memiliki toko kelontong dan warung bakso yang dikelola istrinya. Ke-7 anaknya, dari yang tertua hingga yang bungsu—kini duduk di bangku SMA, tidak ada yang berniat untuk menerusan ‘budaya turun-menurun’ keluarga yang mengharuskan anak lelaki menjadi tentara. Mereka memiliki mimpi dan tujuan hidup masing-masing. Selain kehidupan pribadi dan keluarga, ke-7 pemuda ini juga memiliki kisah cinta yang unik. Merek yang telah beranjak dewasa memiliki kekasih yang sifat dan kepribadiannya berbeda-beda. Dari semua anak Pak Cahyo, Yoga—anak ke-4, memiliki kisah romansa yang pelik, karena melibatkan dendam masa lalu kedua pihak keluarga.
PENOKOHAN Anak pertama, Dava Pelaut yang senantiasa menjadi “bapak kedua” bagi adik-adiknya Anak kedua, Rendi Pekerja kantoran yang sedikit arogan dan dingin Anak ketiga, Raga Polisi yang dicap ‘buaya darat’ Anak keempat, Yoga Mahasiswa tengil yang ingin jadi penulis Anak kelima, Iqbal Mahasiswa keperawatan yang lemah lembut Anak keenam, Rai Siswa SMA yang pintar di segala mata Pelajaran Anak ketujuh, Putra Siswa SMA, si bungsu yang manja
SETTING DAN GAYA BAHASA Novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga dalam penuturan kisahnya. Banyak tokoh yang hadir dalam cerita ini, namun semuanya memiliki sifat/karakter unik dan tersaji dengan baik jadi tak sulit membedakan mereka. Walau begitu, cerita dalam novel ini menitik beratkan pada kehidupan Yoga, anak ke-empat yang banyak tingkah dan selalu menjadi mood-booster buat orang sekitarnya. Tak ada latar waktu yang spesifik dalam novel ini. Alurnya maju dan fast-paced. Latar tempatnya berada di Bandung yang ditandai dengan banyaknya bahasa daerah sunda yang digunakan dalam dialognya. Gaya bahasa yang digunakan penulis khas anak muda, mengalir, dan page-turning. Banyak lelucon dan humor yang menggelitik, pun kejadian yang mengundang emosi pembaca. Penulis meramu dengan baik kalimat secara tersurat dalam dialog dan narasinya akan amanat/pesan yang ingin disampaikan.
--------------------
QOTD: gimana sih perasaan kamu kalau mimpi dan cita-cita yg ingin kamu raih ga ada yg dukung?
#lintangbookreview
Budaya turun-temurun terkait pekerjaan ini sebenarnya sedikit banyak menjadi beban dlm sebuah keluarga. Seperti Bapak Cahyo, pensiunan tentara, yang ke-7 anak lelakinya tak ada yg berniat utk meneruskan jejaknya. Mereka punya mimpi dan tujuan hidup masing2 yg mereka pegang teguh. Aku sangat salut dgn Pak Cahyo yg mendukung anaknya menjadi diri sendiri, walau sebenarnya ada terbersit sedikit rasa kecewa dan harus menghadapi cibiran keluarga besar.
Dari ke-7 anak Pak Cahyo, yg menjadi highlight adalah Yoga. Pemuda periang, jahil dan ngardus ini ingin jadi penulis. Walau blm menerbitkan satu karya pun dan merasa salah jurusan di fakultas sastra, cita2 lelaki ini ga berubah. Selain kelakuannya yg nyentrik, kisah cintanya jg disoroti. Hubungannya dgn Lia sangat banyak hambatan krn menyangkut masalah dendam keluarga. Tbh, the romance is not my cup of tea, krn menurutku Yoga agak gegabah ingin membahagiakan semua orang. Dia jg bucin parahhh. Tapi lambat laun setelah mengetahui bahwa ini adalah cara dia menjaga mental heatlh-nya, semuanya jadi make sense.
Di awal2 ceritanya itu kayak ringan2 aja gitu. Penuh humor dan interaksi nyeleneh ke-7 prajurit Pak Cahyo ini. Tapi makin ke belakang, masalahnya makin rumit. Pembalasan dendam, kehilangan, depresi, cinta tak direstui, kekerasan, hingga pembunuhan terjalin menjadi satu plot yg mengaduk2 emosi pembaca. Menjelang akhir aku jd lebih banyak sedih krn harus ada yg dikorbankan.
Novel ini cukup tebal namun page-urning. Kisahnya pun ga sekadar kisah remaja, tapi banyak banget pesan yg bisa diambil dari setiap kejadian. Novel ini me-reminding kita bahwa: - sebesar apapun masalah kita, keluarga adalah tempat ternyaman untuk pulang - Peran keluarga dan orang terdekat sangat penting dalam menjaga kesehatan mental seseorang - Jangan pernah menyerah atas mimpi2 yang telah dirangkai dan dibangun
Overall, walau awalnya ga bereksektasi gimana2, ternyata aku sukaaa. Rekomen untuk kalian semua.
👏4/5 "Jangan pernah ngerendahin orang lain setinggi apapun kamu sekarang. Hargai orang lain, kalau kamu mau di hargai juga. Hanya karena kamu merasa lebih baik dalam beberapa hal, bukan berarti kamu bisa merendahkan orang"
Buku ini nyeritain ke 7 anak dari seorang mantan prajurit tentara (pak Cahyo). Semua keluarga besar dari keluarga ini memang terlahir menjadi tentara, TAPI berbeda dengan keluarga pak Cahyo yang tidak bisa meneruskan tradisi keluarga besarnya ke sebagian anaknya.
Karakter utama di buku ini tuh Arma Yoga, seorang pejuang untuk capai cita-cita dia. Lika liku dia buat terbitin buku dia yang bener Lika liku banget menurut aku. Kaya semua yang dia lakuin tuh berat banget. Apalagi pas dia udah kehilangan arah hidupnya (bisa kalian baca fullnya kalo pengen tau). Gak cuma kisah dia aja tapi kakak dan adik-adik dia juga masuk di buku ini dengan segala keharmonisan keluarga dan perjuangannya masing-masing karakter.
Buat aku yang suka pilih-pilih tulisan penulis, aku suka sih cara penulis buat nyampein segala yang dialami keluarga ini dan perjuangannya. Cuma aku memang agak kurang pas sama pemulaian chapter baru dari buku ini. Dari segi cerita aku nyaman - nyaman aja bacanya. SAMA kurang pas banget banget sama percintaan Yoga sama Lia yang super duper bikin aku kesel sebagai pembaca, kaya bikin mikir 'Yoga kenapa Lo suka banget sama dia astaga?'.
Part paling ngena ada di chapter 'pulang untuk datang dan pergi' dan dari 'kisah yang tak lengkap' hingga sampe chapter akhir itu gila banget aku bacanya kaya 'woy aku gak ngarepin ini'. Sebenarnya semua chapter bagus cuma kalo aku suruh nunjuk chapter mana yang bikin mikir 'aku suka chapter ini' aku pilih yang itu. Novel ini sad ending buat aku yang suka pake banget happy ending gpp banget bacanya karna awal2 gak sakit banget. Aku kayaknya gak bakal bisa kalo harus baca ulang buku ini buat kedua kalinya, bukunya bagus cuma sakitnya aku gak bisa nanggung buat kedua kalinya.
"Di balik kita yang saling menguatkan, ternyata secara gak sadar kita juga saling menyalahkan, saling menghakimi tanpa sadar saling melukai, tapi meski begitu kita tetap saling berusaha kembali membangun rumah."
Awalnya tergiur untuk baca buku ini karena seliweran di TikTok, tetapi belum sebegitu minatnya sampai memutuskan untuk membeli buku fisik (alias saya baca versi e-book). Saya penasaran dengan penggambaran setiap tokoh yang tampaknya keren tapi maaf saya tidak berekspektasi bahwa ceritanya secara kasaran hampir mirip dengan Tulisan Sastra yang membuat saya kurang mood untuk membacanya. Tapi untungnya tidak ada permasalahan terkait hal itu dan saya bisa mulai membaca novel ini.
Bercerita tentang Yoga, seorang anak tengah yang tidak mampu mewujudkan mimpi Pak Cahyo sang ayah untuk menjadi tentara. Yoga mencoba memahami arti kehidupan dengan panduan yang selama ini ia dengar dari sang ayah. Interaksi antara anak-anak Pak Cahyo sangat seru dan lucu, walaupun kadang beberapa dialog terdengar aneh dan asing karena penulisan yang cukup kaku. Tapi tidak memungkiri bahwa saya menemukan beberapa kalimat-kalimat bagus dalam buku ini salah duanya adalah yang saya cantumkan disini.
Ketika Yoga pergi, seluruh anak-anak Pak Cahyo lainnya memutuskan untuk mau tidak mau tetap menjalani hidup serta saling menyemangati. Cerita yang dibalut dengan kehangatan khas keluarga, hanya saja kurangnya terkesan kaku antar dialog sehingga kurang menghidupkan suasana akrab antar tokoh. Mungkin kedepannya bisa diperbaiki. Recommended to read, apalagi untuk yang menyukai cerita berbau keluarga dengan sedikit bumbu angst.
"Jangan pernah ngerendahin orang lain setinggi apapun kamu sekarang. Hargai orang lain, kalau kamu mau di hargai juga. Hanya karena kamu merasa lebih baik dalam beberapa hal, bukan berarti kamu bisa merendahkan orang."
This entire review has been hidden because of spoilers.
Bercerita tentang Yoga si anak penengah dari 7 bersaudara, dimana ia dan 6 saudaranya dididik ala militer oleh bapaknya yang merupakan pensiunan tentara angkatan darat. Bukunya lumayan tebal 400 halaman lebih, tapi seru, saat membacanya aku berasa menjadi bagian dari keluarga ini, pada bagian awal banyak komedi yang cukup membuatku senyum-senyum sendiri, di bagian pertengahan lumayan banyak adegan yang meneteskan air mata, hanya saja kisah percintaannya sedikit too much, but, at least aku bisa ngerasain emosi para kakak tokoh utama saat Yoga berada di tahap bucin.
Quotes favoritku di hlm 382:
Di balik kita yang saling menguatkan, ternyata secara gak sadar kita juga saling menyalahkan, saling menghakimi tanpa sadar saling melukai, tapi meski begitu kita tetap saling berusaha kembali membangun rumah.
Dan di hlm 242:
Seperti sebuah buku yang tidak dibaca sampai tamat, seperti resep makanan yang hanya tahu bahan-bahan saja tanpa tahu cara meraciknya. Semua hal positif jika tidak dimengerti dengan baik, maka akan berpotensi negatif. Satu hal yang perlu sepenuhnya disadari bahwa "kadang" menyerah bukan kata yang mengecewakan, kita perlu menyerah, kita perlu terjatuh, untuk melambung lebih tinggi lagi. Seperti sebuah pegas semakin kita menekan kebawah, maka semakin tinggi kita terbang ke atas.
4/5 Perasaan: Saya membutuhkan waktu yang lumayan lama saat membaca buku ini, karena halaman nya yang juga lumayan banyak. Selama membaca, saya fikir ada beberapa part yang sangat merangsang keinginan untuk terus membalik halaman buku ini. Ini merupakan tipe buku ringan untuk di baca bagi peikmat genre roman, family
Isi buku: Bahasa yang di gunakan sangat sangat ringan, mudah di fahami, dan banyak sekali pesan yang dapat di ambil sepanjang cerita. Namun menurut saya, keenam anak bapak perlu mendapat screentime yang lebih sehingga pembaca juga tidak hanya fokus pada yoga, karena judul nya saja "7 Prajurit Bapak" jadi saya fikir pemeran nya adalah ketujuh anak bapak tersebut. Namun saya sangat tertarik dengan konflik yang di usung, dan saya baru membaca tena konflik romansa yang seperti ini. Sangat menarik. Dan meninggal nya sang tokoh utama pun realistis, sehingga membuat air mata terjun bebas tanpa henti.
Saya jauh lebih merekomendasikan buku ini bagi kalian yang menyukai buku buku yang ringan dari pada buku yg saya baca sebelum nya, karena saya rasa buku ini lebih dapat banyak di ambil hikmahnya. Bagaimana seseorang harus menerima segala takdir nya padahal dia juga sudah banyak berjuang untuk memperbaiki takdir tersebut, karena hasil dari perjuangan itu di luar kendali kita, maka seseorang hanya bisa bedoa dan menerima hasil jerit payahnya.
Sebenarnya ceritanya menarik, dari awal udah unik karena ada 7 anak dan semuanya laki-laki, disebut Prajurit Bapak karena bapaknya adalah seorang tentara. Nyeritain keseruan merrka sehari-hari, kehebohan di rumah, kisah cinta, dan mimpi-mimpi mereka.
Bapak ingin sekali ada anaknya yang menjadi seorang tentara sepertinya, tapi sejauh yang ada, semuanya memiliki mimpi yang berbeda. Ada yang jadi pelaut, polisi, perawat, ingin jadi penulis, dan dua bungsu yang masih belum tau mau jafi apa.
Di samping itu, keluarga mereka juga toxic karena selalu menekan anak-anak Cahyo untuk menjadi tentara. Merendahkan keluarga mereka, terutama si bapak karena dianggap tidak bisa menjadikan anak-anaknya tentara. Ada juga permasalahan yang timbul dari masa lalu, menyeret semua orang untuk menyelesaikannya, dan ternyata lawan mereka benar-benar sudah memupuk dendamnya dengan subur.
Mixed feelings pas bacanya. Sayangnya, banyak adegan-adegan yang terlalu 'daily', terasa memanjang-manjangkan cerita. Sempat berhenti baca ini karena alasan itu.
Novel yang mengisahkan tentang keluarga berisi tujuh orang anak laki-laki dari seorang pensiunan tentara bernama Pak Cahyo. Dalam kultur keluarganya, digambarkan sangat unik karena memiliki kebiasaan yang memang sengaja diterapkan oleh Pak Cahyo seperti kehidupan militer kepada anak-anaknya.
Konflik pun dimulai ketika semua anak Pak Cahyo tidak ada satupun yang akan menuruni profesinya menjadi seorang tentara. Ditambah lagi, anak keempatnya, Mas Yoga yang bercita-cita menjadi penulis selalu dianggap remeh. Dari situlah semua konflik akan timbul satu persatu ke dalam keluarga yang harmonis ini.
Aku suka banget sama novel ini. Baru pertama kali juga baca novel bisa nangis wkwkwk. Penggambaran karakternya pun bagus dan unik. Narasinya indah, penuh dengan quotes motivasi dari Bapak, dan salah satu novel yang sangat page turner untuk dibaca. Dalam novel ini juga ada plot twist yang pada akhirnya nanti bikin kita sebagai pembaca nggak rela akan berakhir seperti itu.
Mas Yoga, aku aja udah baca novelmu, masa kamu belum?
Dari blurbnya, disebutkan kalau "saat Yoga merasa putus asa dengan mimpinya, dia bertemu dengan Lia". Jadi aku ngira cerita ini tentang bagaimana Yoga diremehkan dan akhirnya ketemu dengan Lia, tapi ternyata, karakter Lia sudah diperkenalkan dari awal, dan malah kilas baliknya hanya sedikit dijelaskan. Oleh karena itu aku ngerasa chemistry yang Yoga sama Lia miliki kurang kuat 😔.
Dan lumayan kecewa bagian balas dendam kepada Rasnoto tidak dijelaskan lebih lanjut, mengingat itulah konflik yang pertama kali muncul di cerita ini. Malah akhir cerita ini berfokus pada Yoga dan novelnya, padahal konflik Rasnoto terkesan lebih serius, mengingat dia bukan hanya menyakiti, tapi sampai menghilangkan nyawa :')
Novel ini juga diselipkan banyak sekali adegan keseharian. Namun kadang, tidak sesuai dengan suasananya.
Overall, suasana kekeluargaan dalam novel ini juara banget, karna penulis menggambarkan keluarga yang sebenarnya, dimana pasti ada perselisihan, namun pada akhirnya, mereka tetap keluarga dan akan terus saling bersama dan menguatkan.
This entire review has been hidden because of spoilers.
ini adalah salah satu buku yang bikin aku ngerasain emosi-emosi yang gapernah aku rasain sebelumnya (lol so cheesy, tapi benerann). This book made me giggle,blush,cry,mad, name any emotion, i probably felt all of them while reading this book.
Buku ini tebal tapi aku ngga berasa capek sih bacanyaa! CUMAAA kadang aku sebelll banget sama plot twistnya (wkekskskwk baca sendiri pls nnti aku diomelin kalo ngomong 🙏). Baca plot twistnya tuh berasa kaya lagi minum teh terus tiba-tiba tehnya disiram ke muka kita pls... WKWKKW. Beberapa halaman/chapter buku ini menurutku nggak terlalu penting dan bisa di-skip (tapi aku baca semua sih LOL).
Ini menurutku adalah salah satu best seller book yang very deserved! It was veryy heartwarming and lovely (tapi sedih juga sih...). Jujur aku agak ngira bapaknya bakal orangnya tegas but in a ngeselin way (lol) tapi ternyata bapaknya cukup gentle sii dan keluarga ini lucuu bangett 🥹🥹🥹.
Sooo, it's a great bookk! i would recommend to people that likes heartwarming and family themed books! Happy reading! 🤍
Suka banget sama buku ini. Keluarga yang saling melengkapi satu sama lain, bapak yang menegaskan anak-anak nya setiap pagi agar bisa menjadi abdi negara seperti yang diinginkan dirinya dan melanjutkan budaya turun-temurun. Tapi ternyata 7 anaknya, Dava, Rendi, Raga, Yoga, Iqbal, Rai, dan Putra, mereka semua memiliki impian masing-masing. Mereka selalu mendapatkan cibiran karena tidak melanjutkan sang bapak menjadi tentara.
Paling parah ialah Yoga, anak ke-4. Sedari kecil ia dianggap tidak memiliki bakat apapun, tetapi ia memantapkan diri dengan menjadi seorang penulis meskipun masih sering impian itu di tolak olah saudara-saudaranya.
Konflik muncul saat masa lalu bapak Cahyo kembali dan ingin melukai mereka semua, dan membikin rumit saat diketahui bahwa masa lalu bapak ada hubungannya dengan cewe yang menjadi suport Yoga saat ia merasa putus asa.
Kelanjutannya bisa langsung baca sendiri yaaa gess 😉
This entire review has been hidden because of spoilers.
Buku ini secara keseluruhan alurnya bagus, banyak makna dan pesan dari setiap karakternya, juga ada bagian-bagian yang berhasil bikin nangis.
Tapi menurutku ada beberapa yang sedikit jadi perhatianku di sini:
1. Cerita ini latarnya di Bandung, tapi pemakaian bahasa penyebutan diri menggunakan "lo - gue", sehingga menurutku terasa kurang klik dengan latar kejadiannya.
2. Tidak adanya catatan kaki. Di novel ini banyak menyisipkan bahasa Sunda, tapi tidak disertakan catatan kaki mengenai terjemahannya atau penjelasannya, sehingga untuk orang yang gak ngerti bahasa Sunda mungkin akan sedikit kesulitan buat memahaminya.
Tapi tetap seru membaca kehidupan ketujuh prajurit itu, sampe ngebayangin se-rame apa rumah itu kalau beneran ada. Good to read.
Saya akan menilai buku ini dari pandangan saya. Buku ja mulai dari sampul, sinopsis, bahkan prolog semuanya memasarkan tentang keluarga yang bahagia. Di cerita ini munculnya pemeran yang menarik hati pemeran utama adalah salah satu hal yang membuat saya jengkel. Pemeran utama dibuat terlalu bodoh, padahal ia tau bahwa ketika mendekati seseorang yang ia sayangi nyawa nya akan terancam tapi tetap saja. Bahkan setelah ia kehilangan ayahnya sendiri. Juga karakter ibu yang sangat emosional bahkan hampir memuakkan, semua pasti bersedih namun mengapa ia? Saya menyukai gaya penulisannya. Hanya saja ketika menjelang akhir ada plot yang tak masuk akal. Semua terjadi mendadak tanpa kejelasan. Seolah dipaksa masuk diantara barisan yang juga belum jelas.
baca buku ini disaat sibuknya nyiapin sidang akhir HAHAHA untung bisa kelar. aku namatinnya di tengah malem, dan malah nangis gak berhenti🥲 menurut aku buku ini bener-bener heartwarming banget. banyak part mengharukan sekaligus mengiris hati yang baca, plus banyaaak bgt pesan moral yang bisa kita ambil dari ceritanya! aku saranin buat kalian yang mau baca, fokus bacanya ya hahha jangan kedistraksi, karena baca ini harus dalam keadaan tenang imo soalnya biar kita bisa ikut ngerasain vibes di keluarga prajurit bapak🥹🥹🥹 anyway, thankyou for such a great story, author! 🫶🏻 abis baca ini pokoknya serasa mau peluk papa & bilang you did great, pa. ☹️🤍
NOVEL PERTAMA YANG AKU BELIIIIII. ceritanya sebagus itu aaa aku suka banget. ditambah disini cast nya grup yang aku stan, omg aku bisa ngebayangin ekspresi2 dari tokoh tokoh nya. aku kira ceritanya bakal monoton TERNYATA NGGAAAA aku dulu baca ulang karena buku ini mau aku ulas untuk ikut seleksi di sekolah ku huhu karena semua harus tau kisah keluarga ini menyentuh hati banget. TERUTAMA YOGA MY FAV PERSONNNN. tapi sumpah ga terima ending.. yoga belum liat tulisannya yang booming.. gue kalo hidup di dunia itu terus ketemu om om yang bikin yoga mati, udah gue paehin balik sekkiya POKONYA YOGA HARUSNYA HIDUP IIIHHHHHH AKU MERASA KEHILANGAN BANGET ABIS BACA INI
This entire review has been hidden because of spoilers.
This book make me cry a lot … from this story i got a lot of pembelajaran yang dapat diambil and the plot twist that make me a little bit shocked … the story about seorang bapak and 7 prajurit yang ada perwatakan masing ii tidak mau meneruskan tradisi keluarga kerana ada mimpi dan tujuan tersendiri and this about yoga seorang anak tengah yg bercita ii ingin menjadi penulis sangat bertentangan dari yang lain… last but not list seorang budak bernama asep yg menjadi penambah cerita bagi all this story🫶🏻… overall i really like this novell❤️ sorry i don’t really know how to describe this novel
bukunya engga jelek, cuma emang akunya aja yang kurang suka...
tapi, buku ini lucu!! kelakuan karakter2nya bikin ketawa karena emang se-random itu mereka. aku juga suka sama Ka Wulan karena nyeritain gimana cara keluarga mereka berduka, engga yang biasanya karakternya meninggal terus langsung selesai ceritanya.
walaupun ada beberapa dialog yang aku kurang suka soalnya bingung sama bahasa karakternya mereka mau ngomong pake bahasa baku atau engga😃
overall, kalo kalian suka cerita wattpad2 bergenre romance terus ada angst2nya, ini buku yang cocok buat kalian.
This entire review has been hidden because of spoilers.
seharusnya aku ga terlalu kepo sama buku-buku terbitan au...
buku ini tidak sebagus yang aku harapkan. this book isn't my cup of tea so i didn't really enjoy this book.
entah apa yg salah tp aku kurang suka sama gaya bahasanya, sm penulisannya yg trlalu ... formal? pdhl lingkup kluarga, lingkup pacaran, tp ngobrolnya kaku banget.
buku ini jg terlalu tebal. msh byk bgian yg bisa dikurangi. maaf kalo agak judgmental tapi jujur, buku ini aku jdikan pelajaran agar tdk mudah tergiur dengan embel2 'buku au'
Penulis: Wulan Nuramalia Penerbit: PT. Media Kita Tahun Terbit: 2022 Halaman: 440
*** Ternyata dunia ini menyeramkan, ya. Alur kayak begini ternyata ada di dunia nyata. Gue pikir yang kayak begini cuma di sinetron aja.
***
Sejancuk apa pun seorang abang, dia akan tetap melakukan yang terbaik untuk adiknya.
***
Ketika humor dan haru disatukan. Buku yang awalnya penuh dengan cerita humoris karena tingkah laku yoga. Tapi pada akhirnya juga dibuat haru karenanya. Buku ini menceritakan betapa pentingnya figur keluarga yang harmonis.
Tujuh prajurit bapak yang selalu meramaikan suasana di rumah tiba-tiba harus kehilangan satu prajurit yang sangat penuh dengan kecerian dan juga mimpinya.
Sebelumnya juga komandan sudah pergi lebih dulu. Berharap ada kelanjutan untuk kisah Rai yang akan menjadi tentara dan bagaimana kondisi Lia selama di luar negeri.
I really don't know how much rating should I give for this book.
Pertama-tama, gue kesel karena karakternya. Kedua, gue mau bilang gue nggak suka bukunya. Ketiga, poin kedua enggak valid karena gue sempet berkaca-kaca pas baca buku ini. Keempat, gue berkaca-kaca karena buku ini mention perasaan orang tua, yang jelas gue lemah banget kalau berurusan sama perasaan bonyok. Yang terakhir, hidup tokoh utama ini terlalu miris sampe gue kesel sendiri.
👮♂️Judul Buku : 7 Prajurit Bapak Penulis : Wulan Nuramalia Penerbit : Mediakita 440 halaman
👮♂️Sebuah cerita keseharian 7 orang anak laki-laki dari seorang bapak pensiunan tentara. Mereka memiliki mimpi dan tujuan hidup masing-masing. Namun, mimpi mereka itu sering kali mendapat cibiran karena dianggap tidak melanjutkan budaya turun-temurun keluarga yang semua anak lelakinya menjadi tentara.
👮♂️1 Dava Bahari masuk AKMI [ ] 2 Rendi Firmansyah jurusan ekonomi pake motor scoopy [ ] 3 Raga Iswana masuk polisi pake vixion [ ] 4 Arma Yoga menjadi penulis pake honda CB [ ] 5 Iqbal masuk keperawatan pake beat [ ] 6 Rai masih SMA [ ] 7 Putra masih SMA
👮♂️Yoga sebagai anak tengah menjadi tokoh utama pada buku ini. Menceritakan kisah cintanya dengan Lia. Yoga adalah anak sastra yang bercita2 menjadi penulis hebat. Seringkali naskahnya ditolak oleh penerbit membuatnya ingin beralih profesi. Tapi Lia dan abang2nya selalu menyemangatinya. Keluarga bapak Yoga punya tradisi turun temurun bahwa anak2nya kelak harus ada yang menjadi seorang militer. Tapi sayangnya, 5 anak bapak tidak memiliki minat masuk TNI, tentu saja bapak tidak memaksakan pilihan mereka. Harapan bapak ada pada Rai dan Putra yang masih duduk di bangku SMA.
👮♂️Keluarga mereka sangat disiplin, harmonis dan ramai. Bapak mendidik anak2nya layaknya prajurit militer, setiap hari harus melakukan apel dan latihan fisik. Karena semua anak bapak laki2, ibu Yoga sangat senang apabila pacar2 mereka datang kerumah, ibu Yoga serasa memiliki putri. Tapi musuh di masalalu bapak muncul lagi dan menghantui keluarga mereka membuat bapak terbunuh. Yoga dan saudara2nya ingin membalaskan dendam bapak. Tak disangka Lia pacar Yoga memiliki hubungan dengan musuh bapak. Membuat Yoga bimbang, harus melindungi keluarganya atau menperjuangkan cintanya? Lalu siapa yang akhirnya meneruskan cita2 bapak sebagai militer? Dan apakah Yoga berhasil menjadi penulis terkenal seperti impiannya? Eittss tapi hati2 di endingnya mengandung bawang 100kg🥺. Rate dari aku ⭐️4,5/5
NANGISSSS baca ini tuhh bener-bener banyak yang related sama kehidupan akuu, aku salut sama Yoga karena dia diem-diem punya tujuan hidup yang hebat sih. selama aku baca ini tuh deg-degan, kesel, sedih, marah, ngakaknya semua campur adukkk aku rasain. wajib baca!!
1 kalimat 5 kata, kagum. Aku bener bener kagum sama sifat ke-keluargaan mereka, dan nyesek banget pas Yoga ☠️. Untuk konflik nya lumayan banyak ya, tapi ceritanya gak berat2 banget, enak buat dibaca santai
This entire review has been hidden because of spoilers.