Lagi-lagi buku dari perpus. Saya girang banget waktu melihat nama pengarangnya karena saya penggemar Kelas Ajaib (saya bahkan menonton sinetron 'Love in Paris' cuma gara-gara lihat nama Benny Rhamdani di openingnya). Dan makin girang lagi begitu tahu ini retelling Timun Mas! Kenapa Bentang nggak membuka lini ini lagi, ya? Padahal lagi ngetren loh ~ (kompor)
Balik lagi ke topik. Kelas Ajaib buat saya begitu personal, begitu melekat di ingatan saya, terlebih saya membacanya ketika seumuran tokoh utama novel itu (SD kelas 4 atau 5). Gaya bahasanya gampang dicerna dan tokoh-tokohnya khas. Di sini pun begitu, Timun Mas digambarkan sebagai cewek tomboi yang murah hati, Joko Ireng yang bocah kampung banget, Bu Rondo, Buto Ijo, sampai tokoh sampingan seperti Labu Wangi. Saya suka bagaimana Buto Ijo terkenal sebagai raksasa yang bisa 'memberikan' anak sehingga Timun Mas bukanlah satu-satunya. Saya juga suka ilustrasinya.