Galeri Hormonal adalah buku kumpulan puisi, prosa, dan seni grafis yang setiap babnya mewakilkan hormon-hormon tertentu pada manusia. Puisi dan prosa pada Galeri Hormonal berbicara tentang cinta, emosi, kehilangan, queerness, interreligion relationships, dan isu-isu kemanusiaan. Galeri Hormonal tidak bisa sepenuhnya dikategorikan kepada satu jenis genre saja sebab Penulis hendak menunjukkan bahwa manusia adalah organisme yang sangat kompleks untuk sekadar dikotak-kotakkan pada genre tertentu.
Galeri hormonal adalah sekumpulan puisi dan prosa yang dimana mengangkat tema queer. Puisinya membuat perasaan semakin campur aduk. Banyak hal dalam puisi tsb yang membuat perasaan begitu asing muncul dan mencuat dengan sendirinya.. sungguh penulis sangat pandai dalam bermain metafora juga
Dan selesai. Kata temen saya puisi-puisi queer layak dapet atensi di sastra indo. Mereka menangkap gejala ketubuhan, serta perasaan berbeda. And we need that kind of perspective for our humanity.
prose, poems, prose poems interspersed with hand-drawn b&w illustrations and colour meme-adjacent photoshopped photos. queering everything under the sun (or above). format and content reminiscent of public feelings & other acts by ray shabir (2018) — another up and coming young indonesian queer writer. the judges' critique on the baroque writing style and the art work, if this was a drag race runway, would be that the taste level just isn't there yet. we need more images of satyrs and nativity scenes in queer poetry as much as we need another drag queen doing marie antoinette. let them eat michelle visage!