Jump to ratings and reviews
Rate this book

Narasi 2021

Rate this book
Bulan Juni datang lagi. Padahal sisa-sisa Juni tahun lalu belum sepenuhnya selesai. Beberapa sedih dan sesal masih tertinggal dan membekas dengan jelas. Tapi setiap kali Nana mendongak dan menatap langit yang biru, ia selalu merasa. "Aku pikir setelah dia pergi, dunia akan runtuh. Tapi ternyata langit masih tinggi, burung masih terbang, dan waktu masih berlalu."

Tahun depan, bulan Juni pasti akan datang lagi. Dan sebelum bulan itu datang lagi, Nana berharap, dia bisa menyelesaikan segala hal yang belum selesai.

BAGIAN KEDUA TULISAN SASTRA

305 pages, Paperback

Published January 3, 2022

16 people are currently reading
291 people want to read

About the author

Tenderlova

9 books67 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
111 (68%)
4 stars
38 (23%)
3 stars
9 (5%)
2 stars
2 (1%)
1 star
3 (1%)
Displaying 1 - 23 of 23 reviews
Profile Image for Zahira R.
21 reviews
September 3, 2024
RATE: 5

"Suatu saat ketika kamu tersenyum pada ingatan yang pernah terjadi di antara kita, senyum yang nggak terasa sakit sama sekali, bisa jadi itulah ikhlas. Itulah saat dimana kamu mulai menerima semuanya dan mulai berdamai dengan diri kamu sendiri. Jadi ingat, Na. Ini bukan semata-mata tentang waktu, ini tentang diri kamu sendiri. Hanya kamu yang bisa membuat keadaan jauh lebih baik.”

Kalau di Tulisan Sastra kita merasakan kehilangan dan rasa sakit luar biasa karena kepergian sosok Sastra, dicampur rasa kesal membaca tingkah laku Sahara yang akhirnya berbuah penyesalan justru pada Narasi 2021, kita belajar tentang bagaimana caranya merelakan dan mengikhlaskan dari keluarga Suyadi.

Narasi, 2021 merupakan kelanjutan yang bercerita tentang kelanjutan hidup keluarga Pak Suyadi setelah kehilangan sosok Sastra. Berfokus pada Adinata, si anak keempat yang terlihat paling cuek tetapi paling terluka atas kehilangan abangnya. Cerita ini menggambarkan bagaimana Adinata atau Mas Nana mencoba mengobati luka kehilangannya dengan tetap menghidupkan suasana di rumah. Tidak hanya soal Nana, tetapi juga menceritakan peliknya kehidupan Tama, Eros, dan Jovan menjalani kisah cinta mereka, pilihan antara menjadi tempat bernaung adik-adiknya atau mulai merancang ukiran masa depan. Tak ketinggalan cerita Cetta dan Jaya yang sudah mulai beranjak remaja tetapi masih memeluk erat luka mereka.

Walau masih sarat akan duka keluarga Suyadi, cerita pada novel ini tidak hanya memberi pelajaran kepada pembaca untuk mengikhlaskan kehilangan seseorang, juga mengajarkan bagaimana ikhlas melepas sesuatu yang memang tidak bisa dipaksakan. Salah satunya hubungan Nana dan Gayatri yang tidak bisa berlanjut karena terhalang restu ibunda Gayatri, juga bagaimana Lestari merelakan cintanya pada Nana dan kembali pada tempatnya sebagai seorang “teman”.

Ada dua kutipan dalam buku ini yang saya jadikan tumpuan dalam menjalani hidup [saya agak lupa apakah kutipannya juga muncul dalam novel atau hanya di Wattpad saja], yakni:

Gue pikir selama ini kita tumbuh untuk menjadi dewasa. Tapi gue melupakan satu hal, dewasa juga berarti bersiap untuk banyak sekali kehilangan. Kehilangan jati diri, kehilangan kesempatan, kehilangan teman, kehilangan mimpi atau bahkan kehilangan seseorang yang berarti dalam hidup kita. Sampai hari ini, gue masih tidak menyangka menjadi dewasa ternyata semelelahkan ini.”

Mungkin suatu saat kamu akan berterima kasih pada rasa sakitmu. Terima kasih karena sudah mendewasakan, tapi sebenarnya bukan soal bagaimana rasa sakit itu membuat kamu menjadi dewasa. Melainkan tentang bagaimana kamu kuat bertahan.”

Seperti biasa, karya Tenderlova mampu menyapu perasaan pembacanya untuk hanyut seolah menjadi salah satu tokoh dalam cerita. Sangat recommended untuk mereka yang ingin memahami luka dan leganya melepaskan lewat sebuah cerita apik.
Profile Image for Najwa Aulia.
12 reviews2 followers
June 13, 2022
Ini tuh kaya buku kedua dari Tulisan Sastra. Yang jelas tokohnya bukan lagi Sastra, karna dia udah di tanah. Buku ini menurut gue lebih sakit lagi. Ga tau juga sih…karna dari awal narasi tuh udah sedih. Bedanya sama Tulisan Sastra, kalau tulisan sastra kaya bawa kita terbang dulu, kita dibuat senyum-senyum, ketawa-ketawa, sebelum kita dilempar jatuh buat nangis-nangis terus sampai akhir buku.

Kalau narasi ini udah sedih dari awal. Karna ceritanya emang tentang proses seorang adhinata dan keluarganya mengiklaskan kepergian Sastra. Dan setelah papa gw pergi, gw juga belajar dari buku ini cara ikhlas dan berdamai sama diri sendiri dan keadaan.

Waktu papa gw pergi, apa yang terjadi sama nana itu bikin gw berkaca tentang hari di saat gw kehilangan Papa, dan gw sadar, pada hari itu emang gw ga menemukan kedamaian sama sekali setelah kepergiannya. Selalu ada perasaan yang kosong di hati gw. Kayang ada yang rumpang tapi gw ga tau gimana cara mengisi kekosongan itu.

Tapi, di buku ini gw belajar cara buat kita tau apa kita udah bisa ikhlas dan berdamai sama kepergian orang yang kita sayang adalah ketika suatu saat kita tersenyum pada ingatan yang pernah terjadi di antara orang yang meninggalkan kita, dan senyum itu udah ngga kerasa sakit sama sekali, bisa jadi itulah ikhlas. Saat dimana kita mulai nerima semuanya dan mulai berdamai sama diri sendiri. Karena cuma kita yang bisa membuat keadaan jauh lebih baik. Berpisahlah pada apapun, sebanyak yang kamu bisa. Dan sadar, bahwa emang ngga ada satupun perpisahan yang nggak meninggalkan luka. Rasa sakit yang disemai bersama perpisahan akan tetap hidup, dan kehidupan adalah tentang bagaimana kita menginginkannya. Buku ini sangat membantu gw, dan gw tau buku ini akan membantu lebih banyak orang kedepannya. Terutama untuk orang-orang yang baru aja kehilangan seseorang yang mereka sayang, buku ini untuk kalian.
2 reviews
March 30, 2022
Di sini aku makin cintaaaaa banget sama anak-anak Pak Suyadi.. melalui narasi Kak Ten aku merasa berada di dalam lingkaran keluarga mereka (tau lah, gimana anak-anak Pak Suyadi) Setiap karakter di sini punya plotnya masing masing, Bang tama, Kak Ros, Bang jovan, Cetta, Jaya dan tentu saja Nana alias Adinata Aileen Caesar. Strugle mereka sekeluarga dalam kegilangan Sastra bener-bener tuntas habis di sini. Jangan lupa sama bagaimana hubungan antara Nana dan Gayatri, pada akhirnya Nana betulan belajar cara mengikhlaskan seseorang. Isi buku ini bukan tentang cara melupakan seseorang, tapi untuk merelakan ia. Nana yang masih belum bisa menerima Sastra pergi, Nana yang masih menyimpan dendam, Nana yang mau Sastra untuk kembali menderngar dia menangis. Tapi akhirnya dia belajar merelakan dari Sastra sendiri ditambah dari keluarganya.

Kisah anak-anak Pak Suyadi gak pernah gagal, selalu saja aku kagum dengan persaudaraan mereka. Salah satu best work of Tenderlova 👍🏻
8 reviews
January 29, 2023
buku ini bener bener berisi luka terbesar.

gimana adik adik dan abang abang dari sastra terluka dan terpuruk setelah kepergian sastra bener bener terasa banget di buku ini. buku ini mengisahkan tentang nana -adik sastra- yang terlihat pendiam, namun menyimpan lebih banyak luka.

nana yang gagal dalam percintaannya semakin membuat aku sebagai pembaca ikut prihatin. buku ini benar benar menggambarkan satu keluarga yang terpuruk namun terlihat dan berusaha baik baik saja setelah kepergian seseorang.

aku berkali kali berharap sastra bisa kembali bersama keluarganya, karna jujur aku ga kuat lihat keluarga mereka yang terasa hampa tanpa sastra.

worth to read!!
Profile Image for Hafizhah Nurdini.
41 reviews1 follower
January 18, 2022
"Suatu saat ketika kamu tersenyum pada ingatan yang pernah terjadi di antara kita, senyum yang nggak terasa sakit sama sekali, bisa jadi itulah ikhlas. Itulah saat dimana kamu mulai menerima semuanya dan mulai berdamai dengan diri kamu sendiri. Jadi ingat, Na. Ini bukan semata-mata tentang waktu, ini tentang diri kamu sendiri. Hanya kamu yang bisa membuat keadaan jauh lebih baik"

Setelah di buku pertama, Tulisan Sastra, membahas tentang hubungan Sastra-Sahara dan keadaan keluarga setelah Sastra meninggal dunia, di buku kedua ini lebih membahas bagaimana kejutan-kejutan yang ditinggalkan oleh Sastra semasa hidupnya hingga tentang bagaimana Adinata bangkit dari kesedihan serta masalah percintaannya yang terbilang toxic.

Sama seperti di Tulisan Sastra, aku suka banget cara Kak Ten membuat cerita ini sehingga kehangatan Keluarga Suyadi bisa aku rasakan walaupun di baliknya banyak kesedihan yang luar biasa.

Bicara tentang kehilangan dan keikhlasan, menurutku buku ini bener-bener ngasih pelajaran buat dua hal tersebut. Gimana sebaiknya kita nggak berlarut dalam kesedihan dan melapangkan dada buat bersikap ikhlas pada sebuah kehilangan. Sebagaimana Adinata yang pada akhirnya mengikhlaskan kepergian Sastra, lalu ia kembali mencoba membuka diri pada orang-orang yang masih setia di sisinya, yakni para saudaranya dan Mama.

Untuk booklet The Untold Story: Raksi, isinya berasa naik roller coaster. Persis seperti judulnya, ada beberapa potongan cerita yang nggak aku sangka bakalan ada di booklet ini, apalagi cerita pertemuan Jovan dengan Malika. Sebenarnya aku juga berharap cerita Jovan bisa lebih panjang lagi. 😂

Sampai saat ini, tokoh Andhika Sastra Gautama dari Keluarga Suyadi tetap menjadi laki-laki fiksi favoritku.
This entire review has been hidden because of spoilers.
1 review
April 28, 2022
Bagusss. Aku suka tentang bang Sastra dan kejahilannya. 3 kucing Jovan, lucu bangettt. Gayatri yang mutusin buat ke Singapore, ini salah satu hal terbaik, dia gak milih siapa-siapa karena Adin dan Ibram. Keduanya masih bimbang, Adin dengan insecurenya, Ibram ada paksaan dari ibunya, hanya biar ibunya seneng aja. Adin juga lebih memperbaiki diri, walau dia galau juga, wajar lah. Endingnya adalah ending yang terbaik, Adin tidak lagi malu buat nunjukkin diri di publik, bercerita tentang keluarganya di depan banyak fans yang suka sama cerita dia. Cerita ini banyak kata-kata yang bagus dalam kehidupan. cerita kak Ten memang the best.

Untuk buku Raksi, walau singkat tapi bermakna. Jovan yang sama kayak ku bingung pengen masuk jurusan apa, sedangkan orang lain udah punya planing. Pertemuannya dengan malika jugaa....aku kek senyam-senyum sendiri, lucuuuu.

Aku suka kata-kata bapak, yang sangattt baguss. Pak suyadi, luvv u, hahaha aku mikir nulis ini apa enggak berkali-kali.

Aku sedih waktu Adin mimpiin bang sastra. Bang kamu sangat di butuhkan dalam keluarga, kata² penyemangat nya, perhatiannya. Sastra segala hal yang kamu lakukan selalu berkesan dan selalu diingat oleh adik dan kakakmu.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for tisu.
46 reviews
July 16, 2023
Buku ini sejujurnya memberikan banyak sekali pelajaran hidup dari perjalanan Adinata. Mulai dari tutur penyampaian yang menggunakan istilah yang manis, sampai karakter dalam novel ini juga memberika pelajaran yang mendalam. Ada satu kalimat yang bikin gue kepikiran banget, yaitu.
“Cocok adalah rasa, sedangkan pas adalah bentuk yang pasti.” Kutipan itu bikin gue berpikir berhari2 dan merenungkan apakah yang gue jalani sekarang itu cocok atau pas. Dengan penjelasan Adinata ke Lestari menggunakan objek sepatu, makin gue renungin lagi dengan semua pilihan-pilihan yang gue ambil.

Mungkin novel ini cocok dikatakan sebagai filosofi hidup. Tapi asli deh banyak kalimat2 yang akhirnya bikin gue sadar dan termotivasi. Sayangnya, gue terkadang kurang nyaman baca nobel ini dari sisi penulisan. Alur cerita sangat bagus, tetapi bagi gue yang sangat memerhatikan penulisan itu cukup mengganggu. Itutu kayak penggunaan “di” kurang tepat, ada kata yang diulang, ada kalimat yang kurang jelas penataannya sehingga membuat pembaca bingung. Mungkin ini bisa jadi bahan evaluasi buat tim editor naskahnya.

Tapi overall novel ini ringan dan membekas banget di hati pembaca. Huhuuu keren lo, Na!
14 reviews
July 9, 2022
Bagian kedua dari novel Tulisan Sastra ini menjadi novel yang paling berkesan buatku. Banyak sekali pembelajaran yang dapat aku ambil. Salah satunya, bahwa manusia akan selalu berdampingan dengan yang namanya kehilangan. Di novel ini juga aku belajar bahwa tidak ada yang bisa dilakukan lagi pada apapun yang telah terjadi. Bukan hanya pelajaran kehidupan, sedikit kisah percintaan juga dibahas di novel ini, bahwa hubungan yang dipaksakan tidak akan mampu bertahan lama. Pembawaan ceritanya juga mudah untuk dipahami, humor yang terselip juga sangat menghibur ditengah peliknya jalan cerita. Terimakasih kak Ten atas kisahnya. Aku akan selalu nungguin karya-karya kak Ten berikutnya, karena dari karya yang Kak Ten tulis selalu membekas di ingatan.
Profile Image for diweachse.
16 reviews1 follower
February 21, 2022
another masterpieces of ka ten... beneran baca ini disaat perasaan lagi kehilangan dan gatau arah tujuan kaya lg dapet petunjuk dan pencerahan gt. terutama cerita ttg sastranya yg masih melekat jd makin gamon sama sosok sastra yg padahal raganya udh gaada tp masih terekam jelas gt tentang dia. untuk beberapa orang yg merasakan hal yg seperti adin rasakan, pasti rasanya relate bgtt bgtt.. pokonya ga ngerti lg pas baca ini campur aduk rasanya, baca disaat dunia lg hancur2nya kehilangan org yg disayang tuh jlebb bgtt :') pokonya kereen bgt ka tewn, aku slalu suka sama penuturan dan kata-katanya yg indah bgtt
Profile Image for Muts.
12 reviews
January 8, 2024
Judul yang diberikan oleh Sastra.

Buku ini mengajarkan kita, tentang bagaimana cara kita melepaskan seseorang yang kita cintai. Jika tulisan sastra mengajarkan kita untuk mencintai maka Narasi menjadi pelengkap Buku Tulisan Sastra. Nana dan Keluarganya harus melewati hari demi hari tanpa sosok Sastra, namun ternyata melupakan tidak semudah itu. Awalnya aku pikir, apakah bisa kita menyembuhkan diri dari luka yang teramat dalam ?
Profile Image for Ameliyaa.
9 reviews
February 16, 2022
Awalnya saat cerita ini masih on going di platform oren nggak mau baca karna ngerasa kayak hampa dan kosong karena salah satu penghuninya pergi. Tapi aku tarik kembali niatku setelah tau info bahwa Narasi naik cetak, dan tiba-tiba kepo sama kelanjutan cerita Suyadi bersaudara ini setelah apa yang terjadi di buku bagian satunya. Dan, ya Adinata you're the best and your brother will be very proud.
Profile Image for jarappear.
10 reviews
January 5, 2023
suka banget sama kalimat kalimat dalam setiap narasinya. penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi secara perlahan, bikin kayak setiap karakternya tuh beneran hidup. kritiknya masih sama, penulisan beberapa kata yang salah dan typo, kadang ganggu sih pas baca, but it's forgivable karena aku suka banget sama plot nya hehehe
Profile Image for Clndstn .
2 reviews5 followers
June 30, 2022
Selalu terkagum sama cerita yang ditulis Kak Ten. Relate dengan kehidupan nyata, gaya penulisan yang baik, dan cara penyampaian cerita, pengenalan tokoh, beneran ngebuat pembaca ikut merasakan ceritanya.
Profile Image for Malabell.
12 reviews
March 7, 2023
Dari buku ini, aku tahu apa itu arti mengikhlaskan dan pentingnya cintai diri sendiri terlebih dahulu dibandingkan mencintai orang lain terlebih dahulu. Remember when bang Tama said "memaafkan diri sendiri jauh lebih sulit ketimbang memaafkan orang lain".
Profile Image for dinses.
5 reviews
January 25, 2022
crying and missing sastra are all i can do while reading this book 😭😭
Profile Image for Novi Oktaviani.
4 reviews
February 13, 2022
Kalo secara konsep cerita emang lebih seru Tulisan Sastra. Tapi life lesson buku ini banyaaakkk banget. Ga bikin sebombay Tulisan Sastra juga, tapi nyeseknya dari awal sampe akhir ga berhenti.
3 reviews
February 19, 2022
Bukunya bagus banget. Disini kita diajarkan untuk mengikhlaskan sesuatu, dan menjalani hidup dengan semestinya. Banyak banget pelajaran yang bisa diambil dari buku ini.
23 reviews
June 17, 2023
sesakit itu ya jadi nana? :( kaya luka dia tuuhh bener bener daleemmm bangett sampai rasanya bikin gue pembacanya ikut sesak
Profile Image for Raa.
8 reviews
May 3, 2024
ini buku sedih banget kenapa ya, baru baca lembaran pertama aja aku udah bisa ngerasain rasanya kehilangan orang yang kita sayang
Profile Image for An Unforgiven Reader.
47 reviews
March 17, 2024
Maaf, tapi ini jauh lebih membosankan dibanding Tulisan Sastra.

Terlalu banyak adegan bertele-tele yang ngebuat aku kayak cringe kadang. Tapi bagian terakhirnya bagus kok, apa lagi pas Jeffrey dan Adinata di hujan. Wah, epic.

Tetep, buku ini ga bisa mengalahkan Tulisan Sastra.

Edit:

Sedikit tambahan, aku saking bosennya waktu itu sampe nulis review begini tanpa jelasin cerita-cerita lain, maaf!

Sebagai penjelasan lebih lanjut: sebenernya ratingnya 2,5. Tapi kasian sih, karena aku juga punya ekspetasi tinggi di awal. Tapi di pertengahan ke akhir, itu terlalu banyak adegan nangis dan menangis dan menangis dan menangis..

Iya, aku tahu, kehilangan itu menyakitkan. Cuma cara Tenderlova menginterpretasikan kerinduan kedalam cerita ini, itu repititif banget. Unlike Tulisan Sastra yang menyampaikannya dalam alur yang cepat, Narasi justru menyampaikannya dengan alur suppeeerrrr lambat.

"Kehilangan memang akan terus terjadi. Tetapi kalau aku boleh jujur, aku belum ingin kehilangan dirimu."

Adalah salah satu quotes paling ngena di Tulisan Sastra. Maka dari itu, Tulisan Sastra aku kasih 4,5 dari 5 bintang. Karena pengembangan tokohnya, *muah* chef's kiss! Tapi Narasi itu terlalu, ya gitu. Apa sih, kok jadi ngulang-ngulang, wkwkwk

Intinya sih sebenarnya yang paling aku bisa mengerti itu adalah perspektif Jovan, Kak Ros dan yang paling tua (LUPA MAAF) karena aku ngerasa sedih ngeliat mereka bertiga ngerasain lelahnya menahan tangis sebagai yang tertua. Itu juga kenapa buku ini masih bisa dapet 2,5 dari 5 bintang.

Tentunya kalian bisa baca bukunya dulu, siapa tau kalian suka au-au kayak gini, mungkin bakalan suka.
Profile Image for Marsha.
55 reviews
June 23, 2022
⭐ 4,8

Buatku cerita ini jadi pelengkapnya Tulisan Sastra.
Setelah baca cerita ini tuh semua yang buat aku agak ganjel setelah baca Tulisan Sastra jadi terasa lebih ringan dan lega.
Buku ini banyak berfokus pada gimana cara anak-anak Pak Suyadi mengikhlaskan salah satu saudaranya, terutama Adinata - karena cerita ini banyak ambil sudut pandang Adinata.
Masih sama seperti buku sebelumnya, banyak comforting words dan banyak cerita slice of life mereka yang sederhana tapi hangat <3
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 23 of 23 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.