What do you think?


The Maling of Kolor: Sebuah Komedi Pencurian Bodoh
“Cup, Jang. Pintu ini bukan pintu biasa. Pintu inilah yang memisahkan kita dengan harta curian dan uang bayaran kita. Pintu inilah yang akan membawa kita menuju kehidupan yang lebih baik. Pintu inilah...”
“Anu, Kang. Pintunya mau kitah curi juga?”
“Gak, Jang. Kenapa?”
“Kalau pintunya gak mau dicuri, bisa kitah lanjutkan latihannyah dan lebih membahas barang yang akan kitah curi?” kritik Ujang.
“Hmm… emm… mm. Oke kalo gitu. Nah, kebetulan lo nanya. Gue mau ingetin, kita di sini mau nyolong ko...”
“Kotak perhiasan?”
“Kompilasi kaset dangdut koplo?”
“...lor. Kita mau nyolong kolor.”
Ujang dan Cuplis berpandangan.
“Kok pada diem?”
“Kolor yah, Kang? Sebelum sayah berpikir lebih jauh, mari kitah samakan persepsi tentang definisi kolor di sini. Apakah kolor yang Abang maksud adalah kolor yang digunakan untuk... hm... kolor?” Ujang kembali ragu.
“Iya, Jang. Celana dalem.”
Cuplis menoleh bingung, “Bang, di jaman milenium ini, ada sebuah pepatah yang mengatakan: naek motor ama bencong, KOLOR KOK DICOLONG?”
“Anu, Kang. Pintunya mau kitah curi juga?”
“Gak, Jang. Kenapa?”
“Kalau pintunya gak mau dicuri, bisa kitah lanjutkan latihannyah dan lebih membahas barang yang akan kitah curi?” kritik Ujang.
“Hmm… emm… mm. Oke kalo gitu. Nah, kebetulan lo nanya. Gue mau ingetin, kita di sini mau nyolong ko...”
“Kotak perhiasan?”
“Kompilasi kaset dangdut koplo?”
“...lor. Kita mau nyolong kolor.”
Ujang dan Cuplis berpandangan.
“Kok pada diem?”
“Kolor yah, Kang? Sebelum sayah berpikir lebih jauh, mari kitah samakan persepsi tentang definisi kolor di sini. Apakah kolor yang Abang maksud adalah kolor yang digunakan untuk... hm... kolor?” Ujang kembali ragu.
“Iya, Jang. Celana dalem.”
Cuplis menoleh bingung, “Bang, di jaman milenium ini, ada sebuah pepatah yang mengatakan: naek motor ama bencong, KOLOR KOK DICOLONG?”
248 pages
First published January 1, 2008
About the author
Roy Saputra
11 books20 followersSudah menulis sejak tahun 2008. Sampai saat ini telah menulis 12 buku, 7 di antaranya buku antologi bersama penulis muda berbakat lainnya.
Lebih suka menulis komedi karena ia suka baca komedi dan beranggapan dunia sudah terlalu berat sehingga diperlukan bacaan yang ringan dan menghibur.
Ia berkeyakinan bahwa menulis bukan hanya soal pencapaian tapi juga tanggung jawab kepada pembaca. Untuk itu ia selalu menulis untuk berbagi nilai atau semangat yang positif.
Lebih lanjut tentang dirinya bisa dilihat pada akun Twitter @saputraroy atau blog pribadinya saputraroy.com.
Lebih suka menulis komedi karena ia suka baca komedi dan beranggapan dunia sudah terlalu berat sehingga diperlukan bacaan yang ringan dan menghibur.
Ia berkeyakinan bahwa menulis bukan hanya soal pencapaian tapi juga tanggung jawab kepada pembaca. Untuk itu ia selalu menulis untuk berbagi nilai atau semangat yang positif.
Lebih lanjut tentang dirinya bisa dilihat pada akun Twitter @saputraroy atau blog pribadinya saputraroy.com.
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
December 18, 2008
awesomes
December 15, 2009
lucu banget...dari judulnya aja udah aneh bin ajaib hehehe....
Displaying 1 - 2 of 2 reviews



