Bun, sudah waras kah hari ini? Berapa tingkat kesabaran mu hari ini, Bun? Begitulah kira-kira jadi bunda-bundi trnyata emang agak galak 🤭
Ciamik, buku ini fokus ke proses komunikasi antara orang tua trutama ibu dan anak dg beragam contoh cerita. Hampir sama dg realitas kita meskipun ceritanya berlatar belakang orang tua di Korea Selatan. Seperti anak ngrengek minta mainan, alih-alih berkata, "nanti ibu belikan". Baiknya kita sampaikan dg lemah lembut, detail, lapang dada dan pikiran yg jernih dg wajah rupawan dan bisa jg dg mengakui kesalahan. 🙏 Misalnya dg berkata "sabar ya, sebulan lagi nunggu ibu/ayah gajian" atau bisa juga "sebulan lagi, pas ulang tahunmu". Karena beberapa penyakitnya orang tua emang denial, malu kalah sama anak dan merasa lebih pintar & benar segalanya.🔥💔
Anak harus selalu menuruti orang tua adalah bentuk hubungan yg tdk sehat. Dan sebaliknya, terlalu menuruti anak jg tdk baik. Kita mesti punya kemampuan win-win solution. Selain membantu anak belajar problem solving jg agar kebutuhan satu sama lain terpenuhi tanpa intimidasi. Terutama yg anaknya lebih dari 1 ya.
Sebagai orang tua apalagi seorang ibu, tugas kita jg bukan menilai, membandingkan, bersaing, mengkritik, mengancam apalagi memberi hukuman baik fisik maupun non-fisik. Tugas kita mengajarkan dan menunjukkan tindakan yg benar dg sesabar mungkin. Ingat? SYABARRR. Karena lagi-lagi kita sbg emak-emak adalah kunci rumah tangga bahagia. Untuk anak yg mulai berpikir kritis atau yg udah mulai sekolah, bisa aja menyangkal omongan kita kalo kita ngomong pake emosi dan berujung dg peperangan. Tetaplah inhale exhale bun. Karena bagaimanapun anak adalah manusia yg jg ingin dimengerti lewat tutur lembut dan laku agung..🧘🎤
Aku rasa buku ini cocok untuk kawula mahmud ya. Diterjemahkan dg bahasa yg easy. Mudah dipahami, lengkap dg daftar kebutuhan dan daftar perasaan yg diperlukan seorang ibu. Selamat membaca Bun. Semoga harimu libur teruss 🤗