Jump to ratings and reviews
Rate this book

Nona Penyimpan Rahasia

Rate this book
Cerita-cerita pendek dalam buku ini menggambarkan betapa banyaknya manusia modern harus menjalani kehidupan penuh rahasia dan kepalsuan. Rahasia-rahasia itu dapat disimpan di mana saja, kebohongan-kebohongan itu dapat terjadi di mana saja, dapat dilakukan oleh siapa saja, tak terkecuali orang-orang terdekat kita. Lantas, bagaimana jika kebohongan itu sengaja kita ciptakan sendiri untuk bertahan di bawah tekanan? Bagaimana jika rahasia itu selamanya akan tetap menjadi rahasia?

180 pages, Paperback

Published January 1, 2021

4 people are currently reading
63 people want to read

About the author

Lamia Putri Damayanti

3 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (25%)
4 stars
20 (50%)
3 stars
10 (25%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 14 of 14 reviews
109 reviews
August 8, 2021
"...semua orang punya satu rahasia yang akan mereka bawa sampai mati tanpa seorang pun tahu." Kutipan dalam salah satu cerpen Nona Penyimpan Rahasia, sepertinya sedikit banyak mampu mencerminkan benang merah dua belas cerpen dalam buku ini. Betul, kupikir setiap orang pastilah memiliki rahasia yang entah rapi kita simpan sendiri, atau kita utarakan pada orang-orang yang kita percayai, kenal atau tidak kenal dengannya.

Rahasia yang tersimpan dalam buku ini begitu kaya. Banyak di antaranya terbaca begitu banal karena memang sudah lazim disimpan, tetapi Lamia berhasil menceritakannya dengan sudut pandang yang reflektif dan kritis. Aku bahkan beberapa kali mendapati diri mengangguk ketika membaca beberapa paragraf. Aku suka heran mengapa Lamia bisa mengisahkan kembali rahasia-rahasia hidup yang terlampau biasa tersebut secara jitu sekaligus lugas.

Cerpen yang menjadi favoritku dalam buku ini adalah "Kolom Komentar," "Rahasia Sepanjang Hayat," Dari Pagar ke Pagar," "Tayang 24/7," dan "Tanpa Nama." Semuanya menceritakan secara gamblang realita hidup yang sudah terlanjur kita anggap terberi, tetapi jika kita menggunakan sepatu yang sama dengan tokoh-tokohnya, mungkin pandangan kita akan berubah. Ketidakadilan sistemik memang hanya bisa disadari jika kita memahami berpasang-pasang sepatu ini secara pabrikan memang berbeda dengan apa yang kita miliki. Lamia mampu untuk membawaku turut serta hidup bersama para tokohnya dan aku ikut merasakan getir yang pekat.

Menyimpan rahasia mungkin melelahkan. Namun, bagi sebagian orang--atau bisa jadi banyak orang--hal itu mungkin jadi satu-satunya cara untuk sintas di tengah hidup yang jahat. Maka simpanlah rahasia itu, dan lanjutkan hidup dengan sebagaimana mestinya seolah ia tak pernah ada.
Profile Image for raafi.
929 reviews451 followers
June 29, 2021
Tidak butuh waktu lama untuk menghabiskan kumcer setebal 170-an halaman berisi 12 cerpen ini. Sebuah kumcer yang potensial karena unsur yang diangkat berkenaan dengan perempuan yang tertindas, kemajuan teknologi yang meresahkan, serta rahasia-rahasia yang berkelindan di sekitar tokoh. Satu cerpen memiliki ketiga unsur tersebut. Cerpen yang lain hanya punya dua atau satu unsur. Satu unsur yang pasti ada pada setiap cerpen, meski dengan bentuk bervariasi, yakni unsur rahasia.

Pengarang sepertinya ingin bermain-main dengan bentuk "rahasia". Melalui cerpen ini, pembaca diingatkan bahwa rahasia bukan hanya aib yang harus dijaga agar tidak tersebar, tapi juga berkah yang harus dilindungi dari orang lain agar ia tetap bisa hidup. Namun, tidak sedikit juga rahasia yang dibuat-buat agar seseorang terkesan punya sesuatu berharga. Tanpa disadari, rahasia adalah nilai tukar—"kartu as" yang bisa dipakai sebagai ancaman.

Nah, berikut tiga cerpen yang menjadi sorotan dari kumcer ini.

Cerita "Nona Penyimpan Rahasia" menghadirkan bocah laki-laki yang hanya memiliki Nona sebagai kerabatnya. Sialnya, Nona sakit keras sehingga seorang dewasa lain menyuruh si bocah untuk mencari tokek berukuran besar sebagai penyembuh sakitnya. Bocah laki-laki itu menyebut Nona seorang penyimpan rahasia karena tidak pernah membeberkan kehidupannya kepada si bocah. Mungkin, ini karena si bocah belum cukup umur untuk mengetahui rahasia-rahasia yang disimpan Nona.

Cerita "Rahasia Sepanjang Hayat" bertokoh utama sepasang suami-istri dengan rahasia yang mungkin akan mereka bawa sepanjang hayat mereka. Mereka menikah karena tuntutan sosial terutama keluarga. Begitupun kala mereka memiliki anak. Mereka tidak akan kenyataan bahwa saat liburan mereka akan selalu melakukannya bersama suami-istri yang lain. Bedanya, para suami berada di satu kamar sementara para istri berada di satu kamar lainnya. Ini menjadi salah satu cerpen yang kusuka dalam buku ini.

Cerita "Tayang 24/7" terasa paling tragis dari yang lain. Seorang adik laki-laki mencari jalan keadilan atas kematian kakak perempuan yang ternyata bunuh diri akibat "video porno" dengan lakon utama dirinya. "Video porno" yang memperlihatkan si kakak perempuan jadi bulan-bulanan beberapa laki-laki. "Video porno" yang bikin mual si adik laki-lakinya. "Video porno" yang sebetulnya merupakan visual bergerak dari laku pemerkosaan.

"Internet begitu gelap. Tetapi manusialah yang tetap paling mengerikan. ... Sebab gelapnya internet berasal dari manusia juga." (hlm. 107)


Ketiga deskripsi cerpen tersebut terlihat menjanjikan, bukan? Hanya saja, ada beberapa ganjalan.

Pertama yakni dari segi teknis. Sebuah cerpen akan lebih nendang saat terjadi plot twist pada saat-saat terakhir. Mungkin pengarang tidak berpedoman pada teknis seperti itu. Namun pada beberapa cerpen, itu terlihat meski kurang kentara yang malah seakan-akan pengarang berusaha melakukannya.

Kedua, redaksionalnya juga kurang rapi. Aku mendapati beberapa teks "bolong-bolong" yang sebenarnya bisa diisi bahkan hanya dengan satu-dua kata tambalan. Juga tentang laku kalimat yang masih tidak begitu mulus yang sebenarnya bisa dipoles oleh sang editor. Contoh pada halaman 126 terdapat kalimat: "Om Rhenald masih memasang wajah kecewa, tetapi mendengar ucapanku, perlahan ia tersenyum getir." Akan lebih enak bila menjadi: "Mendengar ucapanku, Om Rhenald yang memasang wajah kecewa perlahan tersenyum getir."

Dua ganjalan itulah yang bagi diriku si penikmat cerpen menilai buku ini "potensial". Bila keduanya bukan masalah bagi pembaca yang lain, kumcer ini mungkin akan menjadi favorit mereka.

Secara keseluruhan, buku ini menarik untuk disimak dan (lagi-lagi kubilang) potensial!
Profile Image for Gita Swasti.
323 reviews40 followers
August 11, 2021
Aku bisa mengetahui semua hal yang terjadi di dalam sebuah rumah melalui sampah. Tentu saja, meskipun aku tak pernah mengobrol dengan para pemiliknya. Mereka lebih sering berada di dalam rumah ketika aku sedang bergerilya dari satu pagar ke pagar lain.



Ini merupakan buku pertama Lamia Putri Damayanti yang saya baca. Dari sinopsisnya, buku ini memiliki dua kata kunci, rahasia dan kepalsuan. Nona Penyimpan Rahasia ditampilkan sebagai cerpen pertama, disusul 11 cerpen berikutnya. Hadir sebagai cerpen pertama, kesannya terasa biasa saja. Ekskalasinya terasa kurang nendang, begitulah.

Secara garis besar, semua tokoh dalam cerpen ini tampak kelelahan dengan dirinya sendiri. Frustrasi. Tidak punya daya yang cukup. Itu saja. Berhenti sampai situ. Semua cerpen yang ada di buku ini juga ditulis dengan ritme yang sama: mengalami masalah - klimaks - plot twist. Dua cerpen yang menurut saya cukup berhasil di antaranya, Rahasia Sepanjang Hayat dan Tayang 24/7.

Argumen mereka sejak satu dekade lalu selalu sama. Apakah kita semua memang benar-benar gagap teknologi? Ada banyak hal yang bisa dibicarakan dari platform menulis daring daripada melulu membahas ekosistem sastra hanya karena perubahan medium. Semakin banyak ruang alternatif, bukankah semakin bagus? Internet mewadahi itu dan kenapa harus selalu merasa eksklusif?


Melalui cerpen Tanpa Nama, ide yang disuguhkan terasa segar. Seperti yang saya kutip di atas, cerpen ini mengisahkan tentang sepasang suami istri yang pernah sama-sama berprofesi sebagai penulis, tetapi keduanya lahir dari 'kubu' yang berbeda. Namun, lagi-lagi ini bukan cerpen pertama yang menurut saya terasa kurang ekskalasinya.

Buku ini terasa segar karena isu-isunya relevan. Ada mertua yang memaksa menantunya supaya lekas punya anak, menyukai sesama jenis dianggap aib keluarga, menjalani duka berlarut-larut disangka ketempelan setan. Lamia mengajak pembacanya untuk lebih berempati terhadap apa yang ada di sekitar kita saat ini.
Profile Image for Rahman.
166 reviews22 followers
November 6, 2023
Lumayan memenuhi ekspektasi. Dari 12 cerpen yang ada, yang kusuka cuma:
Kolom Komentar (endingnya lucu!)
Rahasia Sepanjang Hayat (isu yang berani)
Tanpa Nama (selalu suka sama cerpen tentang penulis perempuan)
Cerpen lainnya bukan jelek, tapi tak terlalu meninggalkan jejak yang mendalam padaku.
Profile Image for DEE.
254 reviews3 followers
July 4, 2022
HALO HALO HALO. Aku takjub BANGET dengan kelihaian Kak Lamia menyajikan berbagai cerita (yang umumnya MEMANG terjadi di kehidupan sehari-hari) yang ceritanya berpusat ke satu hal: RAHASIA. Bisa gitu kepikiran menulis 12 cerpen dengan tema rahasia, dannnn ga ada kaitan antara satu cerita dengan cerita lain selain temanya yang sama. Cerpen favoritku sejauh ini masih Rahasia Sepanjang Hayat, Tanpa Nama, dan Ibu di Mesin Pencari!

Buku kumpulan cerpen ini bisa membuat pembaca mengangguk-angguk setuju, tertawa lucu, meringis, geleng-geleng kepala, sampai mengerutkan kening. Isu sosial yang diangkat gak mentok di situ-situ aja, jenius!

“Aku bisa mengetahui semua hal yang terjadi di dalam sebuah rumah melalui sampah.” Kalian nilai sendiri dari sepenggal kalimat ini betapa briliannya cerpen-cerpen di buku ini. :)

By the way, some of the stories feel like personal attack to me but hell yeah I PRETTY MUCH LOVE IT. I will try my best to promote this book because this book deserves it.

Kalau kalian suka baca buku dengan isu misoginis, patriarki yang cukup “sealiran” dengan buku Sambal dan Ranjang dan buku Ibu yang Selalu Berdandan Sebelum Tidur, MASUKIN BUKU INI KE TBR KALIAN, KALIAN GAK AKAN NYESAL. Aku beli buku ini tanpa baca blurbnya dan aku bisa bilang aku gak nyesal. Kak Lamia, terima kasih untuk cerita-cerita yang mencengangkan (in a good way) ini. 🫡🫡
Profile Image for Cintya Faliana.
42 reviews11 followers
January 21, 2024
kumpulan cerpen ini seperti kompilasi ✨rahasia manusia modern✨. tiap ceritanya sangat mungkin terjadi dan menjadi realita yang sangat dekat, membuat buku ini sangat mudah sekaligus sulit untuk dibaca. aku bisa dengan mudah mengimajinasikan scene demi scene ceritanya, tapi banyak sekali adegan triggering yang sangat berat untuk diterima. misalnya “Tayang 24/7” yang mengaduk perasaanku. aduh beratnya untuk berimajinasi perihal ini.

tapi favoritku dan sekaligus paling menyentuh hatiku justru cerita paling terakhir: Ibu di Mesin Pencari. aku sampai sedih, kangen, malu, dan entah ada perasaan apa lagi saat membacanya. terlalu singkat untuk cerita yang penuh pertanyaan. membuatku ingin mencari Ibuku di mesin pencari, dan bertanya, bahagia kah ia sepanjang hidupnya dan punya aku sebagai anaknya?

terima kasih Lamia sudah menulis kumpulan cerita pendek yang penuh rahasia🫶🏼
Profile Image for ell.
1 review
January 3, 2022
Entah mengapa, di dunia maya, orang-orang berubah jadi pemangsa yang hanya memakan daging sesama spesiesnya, sesama manusia. Kalimat yang langsung dilontarkan oleh tokoh Aku, dalam buku Nona Penyimpanan Rasa.

Lamia Putri Damayanti, tuliskan kumpulan cerita pendek dalam buku dengan jumlah halaman 171. Ia angkat kisah-kisah yang kerap bersanding di kehidupan nyata. Tentu, kisah sangat erat dengan kehidupan yang sebenarnya terjadi di masyarakat.

Seperti judulnya: Nona Penyimpanan Rahasia, Lamia sisipkan rahasia disetiap cerita. Rahasia tentang pelacur mengapa harus bekerja keras, rahasia mengapa pasangan homo harus menikah dengan perempuan, dan rahasia-rahasia lainnya yang akrab di telinga. Begitulah kehidupannya yang sebenarnya, rahasia merupakan sisipan cerita tiap manusia. Disimpan, dijaga, disimpulkan supaya dapat bertahan hidup lebih lama.
Profile Image for Lamia.
14 reviews
Read
June 28, 2021
Halo! Nona Penyimpan Rahasia adalah kumpulan cerita pendek pertama saya! Kumcer ini saya tulis sejak 2014 hingga 2020. Sebagian mungkin berkaitan erat dengan teknologi (digital). Tetapi tentu saya lebih mengeksplorasi kemanusiaan dan misteri yang pastinya dimiliki oleh setiap orang. Apakah salah punya rahasia? Tentu saja tidak selalu. Di sini, saya kepengin mengatakan suatu hal: bahwa menyembunyikan sesuatu atau memiliki rahasia bukanlah sebuah kebohongan. Kita semua butuh ruang privat and it's really okay jika kita memilih untuk menyimpannya seorang diri. Just please be kind to yourself!

I wish you can enjoy the stories.

xoxo
Lamia
Profile Image for marcla.
4 reviews1 follower
September 13, 2022
kumpulan cerita pendek yang memiliki keunikan rahasia pada masing-masing ceritanya, biasanya mengenai keresahan setiap tokoh pada masing-masing cerita.

Saya paling suka cerpen terakhir pada buku ini yang berjudul Ibu di Mesin Pencari. Cerita ini menceritakan seorang Ibu yang pendiam dan peragu selama hidupnya sebagai seorang istri maupun Ibu bagi anak-anaknya. Gambaran seorang Ibu yang pendiam dan selalu memendam perasaannya sangat menggambarkan Ibu saya sendiri.
Profile Image for Nathania.
140 reviews3 followers
January 11, 2022
Semua ceritanya gampang dipahami dengan mudah. Cerita "Kolom Komentar", "Tayang 24/7", dan "Tanpa Nama" yang paling menohok buatku karena merasa 3 cerita ini yang paling dekat dengan kejadian sehari-hari. Keseluruhan ceritanya menarik buatku dan pembawaan yang ringan jadi enak dibaca, tapi semua cerita diakhiri dengan menggantung jadi greget sendiri membacanya.
Profile Image for Nava.
52 reviews
April 18, 2023
Buku "Nona Penyimpan Rahasia" berisi kumpulan cerita pendek yang masing-masing ceritanya sangat menarik. Dari cerita-cerita yang ditulis, penulis membawakan cerita bertemakan isu sosial yang berkembang dengan sangat baik. Bagian yang paling saya suka adalah cerita "Ibu di Mesin Pencari", membacanya membuat saya berkaca-kaca dan terharu. Terima kasih penulis, telah menuliskan cerita yang indah!
Profile Image for Adelya.
37 reviews3 followers
August 19, 2021
Berisi kumpulan cerita pendek tentang seorang perempuan yang menyimpan sebuah rahasia, entah rahasia dirinya maupun orang lain. Kumpulan cerpen yang begitu misterius, penuh rahasia seperti judulnya. Cerpen yang menggantung.

Diawali dengan cerpen yang berjudul sama dengan judul buku, cerpen yang begitu menggantung dan memberikan kesan hampa bagi pembaca. Diakhiri dengan sebuah cerpen yang membawa perasaan, cerpen yang tragis, dan ending yang pas untuk melengkapi cerpen-cerpen sebelumnya. Cerpen yang pas untuk mengakhiri perjumpaan dengan buku ini.
Profile Image for Yuan Astika Millafanti.
314 reviews7 followers
February 25, 2024
25.08.21⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Nona Penyimpan Rahasia • Lamia Putri Damayanti • Buku Mojok • Cetakan kedua, 2021 • vi + 174 hlm.

Kumpulan cerpen di buku ini menceritakan potret kenyataan hidup era masa kini.

Saya bisa katakan bahwa penulis tidak hanya berani mengangkat serta menyindir isu sosial--yang beberapa di antaranya terkesan tabu, tetapi juga mahir menggabungkan beberapa topik dalam satu judul cerpen yang sama. Sebut saja, saya menemukan isu feminisme, kejamnya komentar orang di media sosial--yang seolah berhak menghakimi tindakan orang lain (yang bahkan tidak dikenalnya, hanya ditemui di dunia maya), serta bagaimana "topeng" ditampilkan di akun media sosial pada satu judul cerpen "Kolom Komentar". Atau pada "Rahasia Sepanjang Hayat" yang menceritakan dua pasangan homoseksual yang melakukan perjanjian perkawinan silang (serta memiliki anak) hanya demi menjawab rongrongan tanya keluarga soal pernikahan dan keturunan.

Saya tersentuh sekaligus tertohok ketika membaca usaha seorang anak untuk "menghidupkan" kembali ibunya dengan teknologi kecerdasan buatan pada "Ibu di Mesin Pencari". Sulit rasanya membangunkan "sosok" ibu tanpa sampel suara atau secuil data perasaannya. Mengingatkanku bahwa aku pun tidak pernah merekam suara orang tuaku--yang suatu saat nanti akan kurindukan. Ah, kan, tiap kisahnya begitu membekas hingga sulit kupilih satu yang paling kusukai.

Seperti buku bertopik sosial serupa, membaca buku ini membuatku "mabuk" sekaligus lelah. Topik yang diangkat Lamia betul-betul dekat dengan realita. Orang-orang hidup untuk memperjuangkan rahasianya tetap tertutup rapat. Yang mengerikan adalah bisa jadi salah satu "rahasia" di buku ini juga merupakan rahasia orang terdekat kita, atau bahkan kita sendiri.

Buku ini layak dibaca siapa pun sebagai pengingat diri bahwa inilah dunia yang tengah kita hadapi.

"Orang-orang dewasa kadang seperti itu. Mereka juga bisa terlihat tertawa dan menangis bersamaan. Mungkin setelah tua mereka jadi tak bisa membedakan mana yang benar-benar membuat mereka senang dan apa yang membuat mereka sungguh-sungguh sedih." Hlm. 5
Profile Image for Wida Dhelweis.
25 reviews12 followers
October 23, 2021
Akan kembali membaca buku ini demi mengulang pengalaman membacanya. Meski tentu rasa yang timbul saat kali kedua membaca akan berbeda dengan saat kali pertama. Buku ini menambah daftar buku yang menjadi "comfort readings"-ku. Cerita-cerita di dalam buku ini terkesan dekat, meski hanya beberapa diantaranya yang benar-benar aku alami di dunia nyata. Sisanya, cerita yang terjadi di sekitarku (sekitar pembaca).

Judulnya mewakili cerita-cerita di dalamnya. Tiap orang memiliki rahasia yang disimpan rapat-rapat. Beberapa mungkin dibiarkan keluar karena si penyimpan rahasia menemukan tempat yang cocok untuk mereka. Atau si penyimpan rahasia sudah kelelahan menjaga rahasia-rahasia yang semakin hari membesar dan meminta lebih banyak perhatian. Atau, si penyimpan rahasia hanya lapar dan ingin menikmati sepotong roti kesukaannya. Beruntunglah orang-orang yang dapat menemukan tempat menanam rahasia mereka; agar suatu saat tumbuh menjadi sesuatu yang indah. Beruntung pula, orang-orang yang hingga nafas terakhir berembus masih menggenggam rahasianya.

Sampingan:
Buku ini dibeli di Togamas secara impulsif. Ceritanya, saya sedang menunggu seorang kawan bimbingan untuk skripsi. Saya bosan, memutuskan pergi ke Togamas untuk lihat-lihat. Ya, hanya lihat-lihat, kok. Beberapa menit kemudian, buku ini sudah ada di tas dan saya keluar toko dengan sumringah. Tidak sabar menunggu hingga sampai rumah, saya berhenti di minimarket untuk membaca cerita pertama di buku ini.
Displaying 1 - 14 of 14 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.