I don't know the exact reason why I only gave this book, THREE stars. Aku bingung jelasinnya kenapa cuman bintang tiga padahal bukunya bagus. Review dari aku, cerita buku ini sederhana banget, tentang cinta segitiga, antara dua orang cowok dan satu orang cewek.
Tapi apa ya, kaya bosen banget bacanya?
Bacanya bosen banget karena narasinya... kebanyakan? Aku ngga tau mendeskripsikannya kaya apa, but narasi yang bertele-tele itu boseennnn banget gitu loh. Narasinya rata-rata, aku skip, karena 'kebanyakan'. Padahal aku jarang ngeskip narasi kalo memang narasinya enak dibaca.
Konfliknya juga anti-klimaks?
"Oh udah sampai sini doang konfliknya?"
Narasinya panjang banget tapi konfliknya kok segitu doang?
Kukira aku bakal nangis pas konflik dan endingnya.
Ternyata, nggak.
Ngga nangis. Ya karena sedihnya kurang nge-feel.
Aku juga kurang suka sama sifat Baram, sampai bikin aku berkomentar dalam hati, 'lo mau apa sih, Baram?' Baram ini kayak ngasih harapan buat si cowok berdua itu, tapi ujung-ujungnya nangis-nangis? Ujung-ujungnya si dua cowok ini ditinggalin??? I'm sorry to say this, but I don't really like Taekyung's character in this book. Why? Because Taekyung's character is too weak! Aku tau, Taekyung sayang sahabatnya, Jumin. Tapi... Why????? Whyyyy? Gitu lohhh.
Aku berharap cerita cinta segitiga yang konfliknya bikin 'greget' dan masuk ke hati. Tapi ya, salah aku juga sih berharap pada buku ini untuk menampilkan konflik yang bagus. Terlepas dari keluhan-keluhan aku baca buku ini, aku suka quotes-nya yang membuatku ngasih bintang tiga.