Jump to ratings and reviews
Rate this book

Rethinking Discipline: Conscious Parenting Strategies for Growth and Connection

Rate this book
A practical guide to conscious parenting with simple, effective strategies that work

As parents, it can be challenging to relate to your child and embrace calm, especially in times of conflict. Rethinking Discipline helps you rethink your child's behaviors so you can focus on teaching valuable life skills while staying connected—even in the most difficult moments.

Featuring actionable strategies that deliver results, this step-by-step guide to conscious parenting gives you everything you need to improve your family's communication and connection. Learn how to apply the basic principles of conscious parenting to stay calm in the moment, respond mindfully to misbehaviors, and develop your child's emotional awareness and problem-solving skills.

This standout selection in conscious parenting books

Rethink, resolve, and reconnect with this comprehensive guide to conscious parenting.

184 pages, Paperback

Published September 15, 2020

Loading...
Loading...

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (30%)
4 stars
12 (46%)
3 stars
4 (15%)
2 stars
2 (7%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Sorrowka.
174 reviews3 followers
February 1, 2024
Saya membaca edisi terjemahan Indonesia yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka.

Pepatah "buah tak jatuh jauh dari pohonnya" bisa terdengar merefleksikan pengasuhan terjadi. Namun, mindset otomatis seperti itu seringkali menjebak seseorang dengan kata-kata selanjutnya: "Saya dulu di didik tegas seperti ini oleh orang tua saya, lihat saya tumbuh dengan baik-baik saja. Berarti baik dong diterapkan untuk anak saya juga". Conscious parenting atau pengasuhan berkesadaran mendorong kita untuk menjawab isu krusial pengasuhan: "Bagaimana saya bisa mengubah diri sendiri dalam rangka membantu anak-anak saya agar berhasil?"


Between stimulus and response there is a space. In that space is our power to choose our response. In our response lies our growth and our freedom. - Victor E. Frankl
Mari kita kenali bahwa reaksi tubuh kita bekerja lebih cepat dibandingkan pikiran, bahkan ketika kita berinteraksi dengan anak sekecil apapun. Reaksi seperti kaget, mendidih, khawatir terhadap si kecil menstimulasi kita untuk segera membenahi apa yang terjadi. Yang secara tidak sadar, kita mengatakan sesuatu yang malahan menghambat pertumbuhan anak. Untuk itu, chapter permulaan mengajak para orang tua untuk mengambil ruang bagi diri sendiri untuk (1) menyadari, (2) mundur selangkah untuk bernapas dan memproses penyebab emosi terjadi, (3) Pesan apa yang sebenarnya ingin disampaikan sebelum saya mengambil tindakan. Misalnya, orang tua disarankan untuk menggunakan kalimat positif untuk menyampaikan pesannya. Menggunakan kata "jangan" justru menyulitkan bagi anak, karena anak hanya menangkap kalimat terakhirnya.

Orang tua sudah puluhan tahun belajar lebih dulu, sudah mengenal perbendaharaan kosa kata dan konsekuensi perilaku mereka. Namun anak-anak masih mencoba mengenali apa yang sebenarnya mereka inginkan, bagaimana supaya mereka bisa menemukan "aku" atau jati diri autentiknya, serta meraih kemandirian dan skill yang dibutuhkan dalam hidup. Karena kurangnya kosa kata, banyak tingkahnya ini bisa terlihat menjadi 'kenakalan'. Buku ini membahas bagaimana proses emosi pada anak dan apa yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkannya menjadi positif.

___________________________________________
Pendapat: (pg. 56 dan pg. 63) kedua halaman ini memakai cara mirroring yg serupa tapi pendekatannya berbeda. Kalau 63 pakai sudut pandang "I" agar tidak menyinggung tapi sekaligus memberikan fakta. Sejujurnya saya belum pernah melakukan mirroring seperti pg. 56 (mengulang perkataan negatif anak) karna takut nada/kata yg dipakai malah terdengar provokatif...
Profile Image for Riza.
169 reviews7 followers
June 6, 2022
Buku Rethinking Discipline ini membahas parenting dg metode pengasuhan berkesadaran. Pengasuhan berkesadaran adalah salah satu teknik parenting yg mana lebih menekankan parents sbg fasilitator anak daripada sbg penguasa otoriter. Pengasuhan berkesadaran ini juga memungkinkan bagi parents untuk awas dg kondisi mentalnya dan diharapkan dapat mencegah beban emosionalnya berdampak buruk bagi anak. Bedanya dg pengasuhan konvensional ada di tabel slide 2 ya.

Jadi ada 5 langkah di buku ini untuk diterapkan sbg pengasuhan berkesadaran. Ku simpulkan aja ya, intinya itu parents ketika menghadapi beberapa yg mungkin disebut kenakalan anak, maka menghadapinya selalu dg kepala dingin.

Lalu komunikasi dg anak itu sangat penting. Dan boleh berkata tegas tapi tidak dg emosi dan marah2. Hal ini juga menunjukkan agar anak merasa aman di antara parents dan keluarganya. Kalau aku sendiri setuju ya sama parenting jenis ini. Karna membentak anak juga bisa menimbulkan luka batin dan bisa terbawa saat mereka dewasa nanti.

Buku ini sebenernya tipis hanya sekitar 150an halaman tapi isinya padat. Ada contoh2 case yg bisa kita bayangkan dan solusinya. Serta tiap akhir bab ada rangkuman dan renungan yg bisa diterapkan ortu buat renungan diri sendiri. Oh iya, teknik ini bisa diterapkan untuk anak dari umur 1-19th.

Tapi mungkin gak semua teknik disini bisa cocok diterapkan ke semua anak. Karna ini juga pengalaman penulis dlm mendidik anaknya dan saat dia menjadi coach parenting. Be wise ya mom and dad.
Profile Image for Candice Roy.
416 reviews2 followers
November 29, 2024
Honestly, it's a good book for parents, young and old. My son is in his teenage years, and he is testing me in every way.
Got helpful info as well as reflection in the way I approach.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews