Mestinya lamaran itu membuat Natisya bahagia dan tersanjung. Persoalannya, dua lelaki berlutut bersamaan di hadapannya. Revan mempersembahkan setangkai mawar merah, Ersad menyerahkan sekuntum mawar putih. Sama-sama harum dan menawan.
Persoalan lain, Natisya juga mencintai keduanya. Haruskah ia memilih? Revan membuat hidupnya bergairah dan penuh tantangan. Ersad mendamaikan dan meneduhkan hatinya. Cinta yang merah? Atau cinta yang putih? Kehangatan membara? Atau ketulusan sederhana?
Natisya tidak mau mengulangi kesalahan, karena pernah kehilangan orang yang dicintainya. Revan dan Ersad pun tidak mau melepaskan Natisya karena tahu betapa sakit rasanya ditinggalkan. Tiga orang yang pernah gagal mencintai, persamaan nasib menyatukan mereka.
Di puncak Mount Eden yang indah di Selandia Baru---yang dipercaya suku Maori begitu dengat surga karena banyak permintaan dikabulkan di sana---Natisya berjuang mengambil keputusan. "Tunjukkan bagaimana membagi hatiku dengan adil dan setara," kata Natisya disertai desir angin. "Mencintai kalian berdua dalam satu waktu...."
Andrei Aksana pertama kali memulai debutnya sebagai penulis novel di tahun 1992, dengan meluncurkan Mengukir Mimpi Terlalu Pagi. Ia adalah cucu pujangga Sanoesi Pane dan Armijn Pane, dan merupakan anak kedua novelis Nina Pane dan Jopie Boediarto. Kakek buyutnya adalah Sultan Pangurabaan Pane, pendiri surat kabar Surya di Tapanuli, penulis roman Tolbok Haleon, dan pengelola kelompok musik tradisional uning-ungingan. Ketika dianggap jadi penulis hanya bermodalkan faktor keturunan, ia berkomentar, "Buat saya, bakat hanya 1%, selebihnya adalah kerja keras dan keringat." Lelaki kelahiran 19 Januari ini memang lekat dengan dunia seni sejak kanak-kanak. Puisi pertamanya dimuat di majalah Zaman, sedangkan cerpen pertamanya dimuat di majalah Kawanku. Selain itu ia selalu menyabet penghargaan untul lomba baca puisi dan lomba menyanyi. Setelah menerbitkan novel perdananya pria lajang ini absen cukup lama karena serius menekuni kuliah-kuliah di Universitas Udaya, hingga lulus menjadi Sarjana Seni, Desain Grafis. Come backnya ditandai dengan novel berjudul Abadilah Cinta, yang menjadi fenomena sejarah pembukuan di Indonesia. Novel pertama di dunia yang memiliki soundtrack, dan berhasil dicetak ulang dalam waktu 5 hari! dan sang penulis sendiri yang menyanyikannya. Kesuksesan ini langsung disusul dengan novel berikutnya Cinta Penuh Air Mata yang mengusung konsep karya multidimensi Novel Soundtrack Video klip. Novel ini berdasarkan kisah nyata yang dituturkan oleh selebriti terkemuka, dan sebelumnya belum pernah diungkap atau dipublikasikan di media massa. "Saya punya misi idealis, dan akan melakukan terhadap buku. Karena membaca memperkaya imajinasi, sehingga bisa melahirkan generasi yang kreatif. Di tengah kesibukannya sebagai marketing director di perusahaan retail internasional, ia tetap menyempatkan diri untuk menulis. Bahkan lelaki yang mahir berbahasa Perancis ini dipercaya menjadi dewan juri Festival Sinema Prancis 2003.
Setelah mikir dan menguatkan diri buat baca sampe halaman seratus sekian, aku memutuskan buat stop baca buku ini. Biasanya aku tipe yang hajar aja baca meski sambil mencak-mencak juga, tapi kali ini aku nggak kuat. Padahal aku nyoba buat keluar dari zona nyamanku dengan cara baca love triangle, salah satu trope yang aku benci banget ini, tapi ternyata emang nggak bisa buat lanjut baca. Alesannya:
1. Natisya bodoh banget, kata gue teh. Okelah cinta pandangan pertama or all of that crap. Tapi mikir aja plis, kamu kerja sama anak-anak lho, kamu dipercayai orang tua mereka buat ngejaga anak-anak itu, tapi pas liat orang asing MONDAR-MANDIR di depan day care nggak takut atau curiga sama sekali karena kamu nggak ngerasa orang itu jahat? Nggak ada ketakutan kalo orang tersebut bakal nyulik anak-anak? Aku sampe harus naruh buku dulu bacanya, nggak kuat. Mana pas ditegur gitu sama asistennya malah bilang "Kita kan punya tiga satpam." YA TAPI KAN ANAK-ANAKNYA BANYAK??? Kek hadeuh banget kamu Natisya.
2. Revan apa banget sih nggak jelas dasar cowok redflag. Nggak ada satu pun sifat dia yang bikin aku suka, pokoknya kalo ketemu cowok kaya dia, aku sih pasti bakal jauh-jauh.
3. Ersad rasanya kaya insekyur banget aku jadi agak gedeg tiap baca.
4. Alurnya membingungkan??? Itu adegan Ersad ketemu perempuan mirip alm. istrinya tuh kaya bikin heran aja.
5. Revan and Ersad's relationship. Dari pada cinta lagi sama perempuan yang sama, mending mereka ajalah yang jadian. Hubungannya deket banget sampe aku ketawa sendiri soalnya kupikir Ersad ini naksir Revan dilihat dari gimana cara dia mendeskripsikan sahabatnya itu. Mana anak Ersad manggil Revan "Papa" juga, lol.
Ya mungkin itu yang bisa aku ulas soalnya aku nggak baca sampe beres. Mungkin aku emang terlalu pemilih kalau soal bacaan, entahlah.
This entire review has been hidden because of spoilers.
👩👧👦 Perempuan Tak Mendua || Andrei Aksana || Penerbit Gramedia Pustaka Utama || 528 Hlm || Th. 2020 🌹
Q : Gimana reaksi kalian dan apa yang akan kalian lakukan kalo kalian dilamar sama 2 laki-laki di waktu yang bersamaan?
Udah pasti syok dan dilema ya. Dilema kalo seandainya 2 laki-laki ini greenflag dan di setiap orang punya apa yang bisa melengkapi kita. Cuma kalo aku pasti akan istikharah dulu.
Perempuan Tak Mendua adalah karya pertama Kak Andrei yang kubaca dan novel ini merupakan sequel dari novel "Abadilah Cinta" yang menurutku dua novel ini bisa dibaca secara terpisah.
Novel ini berkisah tentang Natisya yang mendapat lamaran dari 2 laki-laki yang saling bersahabat, Ersyad dan Revan. Masalahnya Natisya mencintai keduanya. Haruskah ia memilih? Revan membuat hidupnya bergairah dan penuh tantangan, sedangkan Ersad mendamaikan dan meneduhkan hatinya. Yang mana yang harus Natisya pilih?
Di puncak Mount Eden yang indah di Selandia Baru -- yang dipercaya suku Maori begitu dekat dengan surga karena banyak permintaan dikabulkan di sana -- Natisya berjuang mengambil keputusan. Lalu siapa di antara Ersad dan Revan yang akhirnya Natisya pilih? Penasaran? Bisa langsung baca novelnya !!
Di novel ini Kak Andrei bener-bener mencoba menceritakan semuanya secara perlahan, membuat pembaca berkenalan lebih dalam lagi dengan tokoh-tokoh yang ada di novel ini. Ditambah diceritakan dari beberapa sudut pandang setiap tokoh membuat pembaca menjadi lebih bisa merasakan apa yang setiap tokoh rasakan.
Dan Kak Andrei berhasil banget bikin aku juga merasakan dilema yang juga dirasakan oleh Natisya. Gimana nggak dilema kalo cara Ersad dan Revan ngtreat Natisya tuh bener-bener bikin susah untuk memilih. Kalo kata generasi sekarang : "kalo bisa medapatkan keduanya, kenapa kita harus memilih?" masalahnya perempuan nggak bisa menikah dengan 2 laki-laki dan di Islam itu nggak ada.
Tokoh di novel ini memang banyak banget, tapi Kak Andrei lebih banyak menyorot Natisya, Ersad dan Revan yang bahkan pertemuan mereka itu seakan sebuah takdir yang sudah diatur dan mereka seperti mengulang sebuah sejarah kehidupan mereka. Aku bahkan sempat syok dengan plot twist di antara Ersad dan Revan ini.
Ersad dan Revan menurutku masuk ke dalam kategori laki-laki green flag. Mereka punya kelebihan dan kekurangan yang bikin aku kesel, tapi yang bikin aku salut sama mereka itu cara parenting mereka ke anak-anak mereka. Kayak, di dunia nyata susah nemuin laki-laki yang berhasil didik anak mereka seperti didikan Ersad dan Revan. Mendidik anak tanpa istri yang tentu saja nggak mudah.
Dan tentunya tokoh yang kusuka adalah Natisya. Aku salut banget sama dia. Dia ini mengayomi para karyawannya, sayang sama anak-anak, hidupnya di dedikasikan untuk pendidikan anak-anak. Otaknya yang juga selalu mikir untuk terus belajar ini bikin aku suka. Aku juga kagum sama langkah yang diambil Natisya setelah dikhianati sama laki-laki yang nggak pantas disebut manusia seperti mantannya, dia malah semakin memperbaiki diri dan menambah value dirinya.
Aku suka banget sama interaksi Natisya dengan karyawan Rumah Kalbu Natisya, Rumah Kalbu Natisya ini day care milik Natisya. Bahkan, yang kerja di day carenya itu semuanya para ahli di bidangnya. Semua karyawan di Rumah Kalbu Natisya juga sudah paham banget sama Natisya, lingkup pekerjaan yang positif vibes sekali di Rumah Kalbu Natisya ini.
Aku juga suka sama interaksi Natisya dengan Megan, sahabat Natisya yang tinggal di New Zealand. Megan ini bener-bener perhatian sama Natisya. Meski sebal pas waktu dia membuat Natisya agar pindah ke New Zealand, tapi itu semua dia lakukan karena nggak mau Natisya kesepian dan kenapa-kenapa. Greget juga pas dia mau menjodohkan Natisya dengan laki-laki asal sana, ya karena Natisya belum cerita tentang Ersad dan Revan ke Megan. Cari sahabat macam Megan ini jelas susah banget. Interaksi mereka ini berhasil bikin iri.
Suka juga sama interaksi Natisya dengan anak Ersad dan Revan, Davi dan Anggi. Natisya itu udah macam ibu kandung Davi dan Anggi. Natisya sesayang itu sama mereka berdua. Tiap lihat interaksi Natisya dengan Davi dan Anggi bikin hatiku menghangat.
Konflik di novel ini juga nggak hanya seputar kegalauan Natisya memilih antara Ersad dan Revan, tapi juga ada konflik persahabatan, konflik di dunia kerja Revan yang terjun di dunia entertainment dan konflik lainnya yang juga berhasil membangun cerita dalam novel ini.
Ketika sudah membaca setengah halaman dari novel ini, aku sudah yakin untuk memilih siapa di antara Ersad dan Revan. Jadi, pas ngelanjutin baca novel ini aku berdoa semoga Natisya memilih laki-laki yang kupilih karena jujur aja orang tua dari laki-laki ini memperlakukan Natisya dengan sangat baik, buatku iri karena pengen juga merasakan ditreat seperti itu dengan mertua dan tebakanku benar meski sebelum itu Kak Andrei memberikan plot twist yang bikin aku ragu kalo jawabanku benar.
Suka banget sama penyelesaian di tiap-tiap konflik di novel ini karena ini bukan konflik yang mudah menurutku, perlu pertimbangan juga untuk menyelesaikannya dan Kak Andrei bikin penyelesaian yang melegakan hati pembaca serta menyuguhkan ending yang indah.
Aku banyak belajar dari novel ini, mulai dari parenting, belajar mengenal suku Maori dan berasa banget diajak traveling ke New Zealand, belajar untuk terus menambah value diri, serta banyak belajar tentang sebuah hubungan persahabatan dan romansa.
Aku rekomendasikan novel ini buat kalian yang suka baca novel bantal, buat kalian yang mungkin berada di posisi Natisya yaitu posisi yang lagi bingung memilih antara 2 lelaki, buat kalian yang suka dengan kisah romance yang bersetting nggak hanya di Indonesia aja, tapi juga di luar negeri.
Persahabatan antara Revan & Ersad membuat mereka mencintai perempuan yang sama. Namun, di saat bersamaan, perempuan yang mereka cintai meninggal.
Sama-sama terpuruk dengan kondisi yang terjadi, membuat mereka sibuk dengan pekerjaannya. Sampai suatu ketika, Revan mengajukkan ide ke Ersad, untuk menitipkan anak-anak mereka di day care.
Bertemu dengan Natisya—pemilik day care, membuat mereka, lagi, lagi, dan lagi, jatuh cinta dengan perempuan yang sama.
Ini aku suka dengan ceritanya. Aku selalu dibuat penasaran pada tiap babnya, menerka-nerka dengan siapa Natisya menjatuhkan pilihannya.
"Ia tidak sedang terlibat cinta segitiga dengan Revan & Ersad. Ia hanya sedang menjalankan proses pendekatan, membutuhkan waktu untuk mengenal karakter & kepribadian mereka, sebelum akhirnya dapat memutuskan siapa yang dicintainya. Revan atau Ersad." hlm: 313
Menjalin sebuah persahabatan membuat keduanya harus bisa mengendalikan emosi, menghargai setiap keputusan, demi menjaga agar tidak menimbulkan huru-hara.
Aku lumayan agak kaget di bagian endingnya, ternyata Natisya menjatuhkan pilihannya pada ... nggak mau spoiler ah. Ending yang realistis. Suka.
"Ketika bertemu dirimu, aku menemukan arah untuk pulang. Aku melihat rumah untuk menyimpan hatiku dan menambatkan rinduku." hlm: 500
Banyak banget yang mau aku ungkapin dari buku ini tetapi males ngetiknya heheh jadi lebih keintinya aja. Pertama, bisa aja aku kasih lima bintang kalau saja endingnya g semacam buru-buru banget buat diselesaiin. Kedua, part deskripsi Auckland bisa dikurangi sih biar g tebel hehehe aku sempet bosan di bagian ini meskipun part ini juga keren sih berasa baca promosi negara New Zaeland tapi mending di kasihkan ke porsi ending biar kesannya g tiba-tiba selesai gitu.
Dan, sebagai team Revan aku tetep suka baca buku ini meski di dunia nyata aku bakal milih Ersad. Buku ini diakhiri dengan pemilihan adegan dan cerita yg pas dan realistis. Meski aku sudah bisa menebak endingnya bakal bagaimana karena aku pembaca yang jeli dalam melihat clue clue dan anti jebakan dari penulisnya hoho. Saya pembaca jeli teliti cermat cin.
Overall, bagus sih buat permulaan saya mengenal karyanya mas Andrei. Btw saya belum pernah baca abadilah cinta (novel pendahulunya) , jadi pengen baca cuy tp nyari bukunya dimana ya? Ada yg tahu?
Bagi kalian yg senasib sama saya yg belum baca abadilah cinta tapi mau baca ini juga menarik kok aku sih masuk masuk aja. Kamsia.....
2.5/5 sih Jujur belum baca Abadilah Cinta-nya sih. cuma awal2 baca ini mau ngasih bintang 5 karena bromancenya Ersan-Revan kuat banget(dan gw lebih ngeshipin mereka dibanding sama natisya), page turner banget (semaleman baca kalo ga inget kerja bisa abis), suka sama dialog antar tokohnya.
sayang nilainya terpaksa turun ke 2.5 karena sangat ga suka karakter natisya =Spoiler Alert= Karakternya Natisya ini buat gue pribadi gampangan banget. Baru kenal udah baper. Udah gitu dideketin dia cowok, tau mereka sahabatan, ya kalau masih ragu ya biasa aja sikapnya, ini digombalin revan ikut bales ngegodain, sama ersad juga gitu. tapi galau mau sama siapa. puncaknya yg meh ketika dua cowo ini saling tau aja masih gatel pengen 22nya. si A sampe bilang yaudah kalo kamu bahagia sm B, aku rela kok kamu sm dia. terus Natisya jawab kalo kamu syg aku harusnya perjuangin aku dong. wew udah ada solusiloh itu. akhirnya solusi final muncul, dua duanya ngalah dan mau berbagi natisya. dan dia galau lagi perempuan kan ga mendua. endingnya siapa yg dipilih, alesannya seribet dan se500an halaman ini cuman krn itu ckck
This entire review has been hidden because of spoilers.