Jump to ratings and reviews
Rate this book

Daun Jendela Pagi

Rate this book

43 pages, ebook

Published January 1, 2020

1 person is currently reading
15 people want to read

About the author

Theoresia Rumthe

11 books46 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (25%)
4 stars
3 (37%)
3 stars
3 (37%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for raafi.
942 reviews459 followers
December 25, 2021
Lagi-lagi dibuat terpukau oleh permainan bait TR dan WJ. Semakin ke sini, semakin tahu kenapa suka dengan puisi-puisi keduanya: meski bersilat kata-kata, mereka masih mudah dipahami sekaligus sensual.

Salah satu yang mengena dari berbait-bait puisi di buku ini:


PEGANG ERAT

Tak selamanya muda.
Tak selamanya mudah.
Raih, genggam, raib.
Ada yang tak dapat disangka.
Ada yang tak dapat disangkal.
Luka dan terima kasih.

Waktu merentang.
Tubuh merenta.
Pegang erat tangan kekasih.
Detak demi detak mau mendekat.
Detak demi detak sunyi mendekap.
Pegang erat tangan kekasih.


Buku ini terbit secara indie dan tersedia versi elektronik saja. Bisa cari tahu cara mendapatkannya di sini.
Profile Image for Sintia Astarina.
Author 5 books360 followers
February 12, 2021
Membaca buku puisi ini membuatku berakhir pada sebuah kesimpulan, "After all, we're just humans".

Di tengah pandemi, Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes kembali beradu dalam kata-kata. buku puisi Daun Jendela Pagi sendiri berkisah tentang kesenjangan sosial, hingga manis dan pahitnya cinta.

Puisi-puisi dalam karya ini disusun secara selang-seling, Wessly-Theo-Weslly-Theo. Sepengalamanku ketika membaca buku ini, berikut yang kurasakan.

Theo tampaknya memiliki kepekaan lebih tinggi. Ia melihat banyak hal kecil yang kadang luput dari pandangan, lalu menorehkannya dalam majas-majas pada puisinya. Puisi miliknya yang jadi favoritku ialah "Mandi" dan "Lebat Menjalar".

Sementara itu, Weslly lebih banyak bicara soal cinta dan kekonsistenan itu membuat tulisan-tulisannya lebih punya ciri khas. Selama Membaca Daun Jendela Pagi, aku merasa Weslly adalah orang yang manis. Ya, tampak pada kalimat-kalimat ciptaannya. Puisi miliknya yang jadi favoritku adalah "Sepasang Mata Jendela".

Lagi, ini adalah sebuah karya manis yang dapat dibaca para penikmat puisi-puisi keseharian.

Omong-omong, kedua penyair kesayanganku ini akan merilis buku baru yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. Tak sabar menantinya!
Profile Image for Menyojakata.
195 reviews7 followers
August 22, 2021
It never fails to amaze me bagaimana rindu, penantian, dan luka bisa membuat seseorang meracik kata sedemikian apik, lalu menyusunnya menjadi bait-bait yang memukau. Satu puisi yang paling saya sukai adalah "Memilih Gugur". Sebuah puisi yang sendu tapi menyimpan banyak keberanian dan harapan.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.