Buku ini ditujukan utk konselor. Ada buku pertamanya. Sebagai pembaca yang tidak punya bekgron konselor dan mendapati warnig agar membaca buku pertamanya lebih dahulu, saya merasa agak terganggu.
Katanya.. orang yang lagi curhat itu sensitif banget. Didiemin dikira gak peduli… padahal lagi mendengarkan takut salah ngomong, dinasehatin apalagi… ya gak?🤔
Tapi jangan jengkel, dari situ harusnya bersyukur kalau ada seseorang yang mau mempercayakan suatu hal pada kamu. Artinya kamu amanah.
Hari gini… di zaman serba menjatuhkan dan sirik-sirikan, eh nggak gitu juga sih ya🤭 Intinya, gak semua orang mau loh mengutarakan bagaimana perasaan sebenarnya atas hidup yang sedang dia jalani… lagi ada masalah apa enggak… masalah seperti apa yang membuat dia down… Kalau kamu pernah dipercaya oleh seseorang, selamat…masalah kamu akan bertambah 🤯😁🤭
Enggak gitu...artinya kamu orang baik, tepat, dan amanah. Terimalah pencurhat dengan suka cita❤️
(((Terus apa hubungannya dengan buku ini?)))
Kamu sering gak sih salah paham dengan si pencurhat?
Maksudnya gini eh malah di nangkepnya gitu. Ternyata ada loh ilmunya. Salah satunya yang dipaparkan dalam buku berjudul “Seni Melayani Curhat” dari Faisal ini.
Sebenernya ini buku diperuntukkan bagi kamu yang sedang berkecimpung dalam dunia konseling, kayak BK, konselor, guru.
Tapi menurut aku, buku ini universal. Bermanfaat untuk dibaca siapa aja.✔️👍
🚫Kekurangan dari buku ini tuh menurut aku ada 2: 1️⃣40 halaman pertama cukup membosankan, tapi selebihnya sungguh mengesankan✨ aku yang rendah akan konseling. Kebosanan tadi muncul mungkin karena aku sudah membaca buku pertamanya, sehingga pengulangannya di buku kedua sebanyak 40 lembar itu jadi terasa seperti repetisi buat aku. Tapi halaman tersebut penting ya untuk kamu yang mau langsung sikat buku ini saja jika tidak ingin membaca buku pertamanya.
2️⃣Belum disediakan penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia untuk lampiran chat yang menggunakan bahasa Sunda. Tapi Faisal selalu menjelaskan intisari dari pembicaraan sehingga bagi yang tidak mengerti langsung paham dengan apa yang ingin disampaikan Faisal.👍
Karena buku konseling, aku butuh waktu 8 jam untuk memahaminya secara menyeluruh. Dicicil 2 weekend akhirnya selesai🙂
Ketemu buku ini disaat aku sendiri pengen curhat ke oranglain hahahaha yang curhat ke aku cuma satu dua orang. Rasanya, kalau ada yang curhat ke kita, jadi senang gak sih karena ternyata kita dipercaya dengan orang tersebut
Sebelum baca buku ini, aku selalu menerapkan di hidupku untuk tidak memainkan handphone saat teman sedang berbicara, untuk tidak membahas di luar jalur saat teman sedang berbicara, dan tidak membicarakan diriku sendiri saat teman sedang berbicara. Tiga hal itu aku terapkan karena kerap kali saat aku ingin bercerita dengan teman, mereka langsung memainkan handphone dan kemudian membahas hal lain. Lama-lama ceritaku terlupakan begitu saja
Kemudian membaca buku ini, menguatkanku bahwa yang kulakukan selama ini benar, tapi masih ada beberapa hal yang perlu ditambah seperti bagaimana bahasa tubuh, gestur wajah, dan posisi duduk saat oranglain sedang curhat. Bagaimana sikap kita saat kondisi konseli sedang sangat down
Bukan cuma itu, buku ini juga memberitahu kita apa yang harus kita lakukan pertama kali saat ada teman yang ingin curhat dengan kita. Tahap demi tahap agar orang yang curhat ke kita merasa percaya dan nyaman dengan kita. Tentu juga hal-hal yang berkaitan dengan curhat via chat secara pribadi
Buku ini cocok untuk guru BK, cocok sekali dan konselor lain di bidang bimbingan dan konseling. Untuk kita sebagai orang awam juga cocok untuk berbenah diri ketika lawan bicara kita ingin curhat kepada kita
Tapi aku penasaran, bagaimana seharusnya sikap kita ketika ada oranglain yang curhat di media sosialnya? Bukan secara pribadi ke kita