Kesalahan fatal kita sebagai orangtua dan pendidik adalah kita tidak pernah meluangkan waktu untuk merefleksikan sendiri hakikat, misi dan visi ideal pendidikan dikaitkan dengan tujuan penciptaan dan misi kehidupan.
Akibatnya kita cuma ikutan kata orang atau sisten persekolahan.
Lantas kita bingung ketika anak-anak kita lulus dari sekolah sebagai pribadi yang "dangkal", tidak tahu apa tujuan hidupnya atau peran dan minatnya (hilang fitrah dan bakat), tanpa keterampilan berpikir dan logika yang cukup (rusak fitrah keimanan), padahal kita tahu persis mereka adalah pribadi-pribadi dengan potensi besar berupa fitrah dan takdir peran.
Kalau sudah seperti itu, siapa yang harus disalahkan?
Sedikit banyak kita harus menuding diri sendiri.
Maka kembalilah pada FitrahNya.
Lalu Jalanilah Pendidikan berbasis Fitrah dan Akhlak.
Terimakasih telah memberi kesempatan istimewa untuk membaca buku ini dan menjadi bagian dari para penumbuh Fitrah dan Pendidik serta Arsitek Peradaban sebagaimana misi buku ini.
Layout buku, pemilihan diksi, warna, ukuran kertas sangat tidak nyaman untuk dibaca. Belum selesai dibaca karena sulit untuk memahami tiap rangkaian konsep yg disampaikan. Ini lebih cocok menjadi handout buku training dari pada dibaca orang awam. Karena sepertinya hanya Penulis yg bisa memahami isi buku ini secara utuh tanpa harus ada penjelasan lebih lanjut.
Buku parenting pertama pilihan saya, karena membahas dari sudut pandang yang masuk akal dan menarik untuk dipelajari yaitu "Fitrah", dasar yang di miliki setiap manusia yang telah di install secara default oleh Allah pada setiap insan ciptaannya. Di samping sekali mengikuti secara offline ceramah/workshop parenting dari penulisnya, Harry Santosa.
Buku yang cukup tebal, dengan sampul hardcover, serta full color pada setiap lembarnya, dengan bahan kertas hvs dan tidak ada satu pun kertas glossy di dalamnya, harga yang pantas untuk bisa di beli dengan harga yang bisa di bilang tidak murah.
Pada bab awal kita bisa menemui perjalanan dan sejarah peradaban pendidikan di dunia hingga akhirnya terjadi penyimpangan fitrah dan pemikiran pada manusia, serta ajakan untuk kembali pada jalan yang sebagai mana harusnya, dan terakhir secara teknis di tuntun untuk "merancang buku orangtua", yang bisa menjadi rujukan dan tuntunan menemukan dan membimbing fitrah anak.
Ada beberapa kekurangan yang bisa saya sebutkan pada buku ini, struktur bahasa pada buku ini seringkali terlihat seperti copy paste sumber dengan minim editing yang baik di beberapa bagian, dengan banyak sekali typo di sana sini, bahkan di penutupan kita masih bisa melihat typo, sehingga sulit mendapatkan konteks dari penulisannya. Tapi di samping itu banyak hal menarik dari buku ini, tertama dari beberapa article dan kisah menginspirasi dari beberbagai sumber yang bisa menjadi pelajaran.
Saya merekomendasikan buku ini untuk anda yang ingin belajar parenting dari sudut pandang "Fitrah", tapi saya sarankan untuk melewati bagian awal karena terlalu bertele dan tidak stright to the point, tidak menjadi masalah untuk melewati bagian menarik dan anda butuhkan saja. Dan buku ini juga sifatnya bisa longterm karena bisa menjadi panduan pendidikan hingga anak kita besar nanti.
Harganya agak wow ya, Rp350.000. Tp bersyukur bgt kakakku punya, jd ya tinggal pinjem aja. Btw harga segitu utk buku setebal 404 halaman, ukuran buku hvs, full colour, worth it sih. Meskipun begitu sebenarnya aku harap buku ini pakai format buku pada umumnya: portrait, bukan landscape. Mana tebal juga.. rasanya kurang enakeun dibaca.
Next. Apa yg menarik dari buku ini? 1. Bahwa golden age tidak hanya saat anak di usia 0-6 th 2. Fitrah setiap anak adl pembelajar yg tangguh. Tidak ada anak yg malas belajar kecuali fitrahnya telah terkubur 3. Ada 9 fitrah, tp sayang kebanyakan ortu hanya fokus dgn fitrah intelektual 4. Masa2 0-6 tahun adalah masa mereka BERMAIN. Bermainlah, jgn cepat2 ingin mengajari mereka calistung (ini fitrah intelektual) 5. Buku ini research-based ya jd ga asal comot kata2 doang. Banyak hasil2 penelitian yg dikuliti dgn baik dan jelas 6. Ada rencana homeschooling anak karena ga yakin dgn kurikulum sekolah? Silakan beli buku ini 7. Di bagian akhir ada "Merancang Buku Orangtua", dmn disini ortu bisa bikin kurikulum pendidikan anak sendiri di rumah, keren bgt
Fitrah Based Education adalah salah satu buku yang bisa dijadikan modul untuk mengembalikan pendidikan yang sejatinya, yang selaras dengan fitrah, misi dan tujusn hidup.
Kita sering kali memaknai pendidikan sama dengan persekolahan. Padahal keduanya sangat berdeda.
Seringkali kita sebagai orang tua dan pendidika tidak meluangkan waktu walau hanya sebentar untuk merefleksikan sendiri hakikat, misi dan visi ideal pendidikan yang dikaitkan dengan tujuan penciptaan dan misi kehidupan kira didunia. Akibatnya, kita hanya ikut-ikutan kata orang atau sistem persekolahan.
Kadahg kits bingung ketika anak-anak kita lulus dari sekolah sebagai pribadi yang 'dangkal', tidak tahu apa tujuan hidupnya atau peran dan minatnya sebab sudah hilang fitrah bakatnya, tanpa ketrrampilan berpikir dan logika yang cukup sebab sudah hilang fitrah belajar dan bernalarnya, tanpa kedewasaan dan kemandirian yang memadai sebab ia gagal akilbaligh. Jika sudah seperti itu siapa yang akan disalahkan?
Setidaknya kita harus menuding diri sendiri. Kembali kepada Fitrah-Nya. Jalani pendidikan berbasis fitrah dan akhlak.
This entire review has been hidden because of spoilers.