Kepundan Sebuah Metamorfosis Syafiril Erman Penerbit Bentang Pustaka . "SEKOLAH INI BUBARKAN SAJA" ttd, Ivan "si Anak Muda" Illich . Selebaran berbau protes yang ditulis di atas kertas berwarna merah tiba-tiba mengemparkan seluruh penghuni sekolah. Kertas yang ditemukan di toilet sebuah SMA ini membuat direktur dan seluruh dewan guru belingsatan. Si anak muda, pelajar aneh, kritis, dan dingin menjadi tersangka utamanya. Ia disidang karena dianggap pemberontak dan menyebarkan provokasi yang membahayakan kemapanan sekolah. Ancaman serius terhadap kelanjutan sekolahnya terpampang jelas di depan mata. Si Anak Muda harus disingkirkan. Namun, tidak semua guru setuju dengan wacana tersebut. Guru konselor, satu-satunya guru idealis justru membela kebebasan berpikir dan menyampaikan pendapat Si Anak Muda. Ia mengagumi Si Anak Muda dan jalan berpikirnya. . Waktu bergulir, Si Anak Muda tumbuh semakin berani dengan pikiran bebasnya. Jika dulu ia menjadi ancama sekolah, kini ia menjadi ancaman negara. Ia kembali dipertemukan dengan sang pembelanya, Guru Konselor. Siapa sangka, pertemuan ini justru menguak tabir gelap kehidupan Si Anak Muda di masa lalu. Siapakah Guru Konselor? Bagaimana hubungannya dengan Si Anak Muda? Siapa juga Dokter Muda cantik dan idealis yang hanya ingin mengabdi? Kepundan, novel tentang protes terhadap realitas sosial, pendidikan, dan kemapanan yang ada di sekitar kita. Jangan berharap menemukan satu nama di novel ini. Alih-alih memberi nama pada tokohnya, penulis membebaskan kita untuk berimajinasi memberi nama karakternya sendiri. Jangan juga berharap menemukan roman yang penuh cinta dan bunga. Novel ini benar-benar ingin menyampaikan protes. Keras tanpa tedeng aling-aling. Selamat Membaca . . #gitavlibrary #salamlestari #bookstagram #bookstagramindonesia #bookslover #kepundan #novelkepundan #syafirilerman
Latifah pertama: Cinta dunia dan senantiasa ragu, Latifah kedua: selalu merasa khawatir, rakus, tamak dan bakhil. Latifah ketiga: pencemburu, kalap, dan membunuh. Latifah keempat: iri, dengki, fitnah. Latifak kelima: ujub atau mengagung-agungkan diri, riya, sombong dan merasa paling benar sendiri. Latifah keenam: panjang angan-angan. Latifah ketuju: masa bodoh.
Ketujuh latifah tersebut adalah pintu hidayah
Ketujuh latifah tersebut yang menjadi inti pencapaian dan kedamaian sejati. Yang senantiasa harus dijaga ketujuhnya agar senantiasa halus dan lembut agar nurilahi akan dapat tertangkap oleh jiwa.
Cinta dunia dan senantiasa merasa ragu adalah penyakit yang ditimbulkan jika latifah pertama tidak terjaga. Obatnya adalah cinta akhirat.
Penyakit yang muncul jika latifah kedua tidak terjaga adalah selalu khawatir, rakus, dan tamak. Obatnya adalah berkecukupan atau merasa cukup.
Pencemburu, kalap dan membunuh obatnya adalah sabar. Iri, dengki, fitnah obatnya adalah ikhlas. Ujub, sombong, mengagung-agungkan diri sendiri, merasa paling benar sendiri obatnya adalah rendah hati. Panjang angan-angan obatnya adalah memikirkan yang perlu. Masa bodoh obatnya adalah mutmainnah.
Pemurnian keinginan akan tercapai jika ketujuh latifah tersebut dijaga tetap latif, halus, lembut. Nur, sirr, ruh, nafsu, akal, maka semua itu akan senantiasa terjaga pada fungsi dan tempatnya secara`proporsional, dan rapat.
Novel ini lain daripada yang lain, terutama cara penyampaian karakternya! awalnya saya pikir, dibandingkan Novel lain yang memberikan nama karakternya dengan nama biasa seperti Joko, Ani dll di novel ini yang disebutkan hanya nama yang menunjukkan karakternya, pekerjaannya seperti "Lelaki Muda", "Perempuan Bekas Dokter". Ternyata ada keunggulan sendiri penyampaian karakter seperti ini, soalnya apa ya lebih fleksibel jadi ujung-ujungnya saya jadi tahu kalau karakter yang satu ternyata adalah karakter yang disebutkan sebelumnya. Pikir saya "Ya ampun, ini pasti karena penyebutan nama karakter yang ga biasa" haha tapi keren, serius.