Jump to ratings and reviews
Rate this book

Laki-Laki yang Salah

Rate this book
Lan Fang cerpenis dan novelis asal Surabaya yang karya-karyanya sudah sering dimuat di media massa kali ini menerbitkan kumpulan cerpennya. Cerpen-cerpen yang ada di sini memiliki keragaman cerita. Ada yang pop dan sastra, kebanyakan pernah dimuat di berbagai koran dan majalah sejak tahun 1997-2004. Di dalam kumpulan cerpen ini kita bisa melihat gaya bertutur Lan Fang yang khas. Ibarat minum teh hangat, kumpulan cerpen ini lebih asyik dinikmati di saat senggang, menyesapnya perlahan-lahan dengan membaca satu-dua cerpen kemudian kita lanjutkan membaca satu-dua cerpen lagi di saat yang lain

224 pages, Paperback

First published January 1, 2006

3 people are currently reading
54 people want to read

About the author

Lan Fang

23 books28 followers
Lan Fang adalah seorang penulis kelahiran Banjarmasin. Alumni Fakultas Hukum Univ. Surabaya ini menulis sejak 1986. Karya-karyanya menjuarai lomba di tabloid Nyata dan novelette Femina 1998, 1999, 2003 dan 2005.

Lan Fang telah menerbitkan: Reinkarnasi (2003), Pai Yin (2004), Kembang Gunung Purei (2005), Laki-laki yang Salah (2006), Yang Liu (2006), Perempuan Kembang Jepun (2006), Kota Tanpa Kelamin (2007), Lelakon, Ciuman di Bawah Hujan (2010). Di tahun 2009 ia juga menerbitkan buku cerita anak: Kisah-kisah si Kembar Tiga (2009). Dan akan menerbitkan kumpulan puisi Ghirah Gatha.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (18%)
4 stars
13 (24%)
3 stars
18 (33%)
2 stars
12 (22%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 17 of 17 reviews
Profile Image for mollusskka.
250 reviews158 followers
December 25, 2018
Intinya, aku nggak begitu suka sama sebagian besar cerpennya.
Profile Image for htanzil.
379 reviews149 followers
May 29, 2010
Cinta! Kisah cinta seakan tak pernah kering untuk diceritakan. Ada banyak hal yang bisa digali dari pengalaman cinta seseorang. Cinta memang manis dan indah dinikmati, ada cinta yang manis mendayu-dayu, ada cinta eros yang bergelora dengan nafsu, ada juga cinta agape yang membuat orang rela menyerahkan kebahagiaannya untuk orang yang dicintainya. Namun tak jarang cinta berbuahkan kepedihan, penyesalan, apalagi jika cinta berlabuh tidak pada tempatnya, jatuh cinta pada saat yang salah atau jatuh pada pribadi yang salah.

Kumpulan cerpen Laki-laki Yang Salah karya Lan Fang ini banyak bertutur mengenai kisah cinta yang salah, pilihan yang salah, dan harus berakhir dalam kepedihan yang dalam karena api cinta harus dipadamkan agar kesalahan tak terus berkepanjangan dan merusak cinta itu sendiri. Buku ini berisi 15 buah cerpen yang sebagian besar diantaranya pernah dipublikasikan di berbagai media cetak dalam rentang waktu antara 1997 hingga 2004. Walau tema yang disajikan dalam seluruh cerpen-cerpen dalam buku ini mengenai cinta, namun antara cerpen yang satu dengan yang lainnya menawarkan keragaman cerita dan dituturkan dalam dua gaya yang berbeda, ada yang pop, ada juga yang sastra sehingga pembaca tidak akan dibuat bosan untuk menikmati cerpen demi cerpennya.

Pada cerpen Laki-Laki yang Salah, yang dijadikan judul buku Kumpulan cerpen ini, Lan Fang menyuguhkan kisah cinta antara Pinkan, seorang penyanyi disebuah café dan Han, anak seorang pengacara terkenal. Tema cerpen ini sebenarnya sederhana dan klasik, Pinkan telah memilih laki-laki yang salah untuk melabuhkan cintanya, walaupun Han benar-benar mencintainya namun kisah cinta mereka kandas dan harus berpisah karena orang tua Han tidak merestuinya karena perbedaan status sosial antara keduanya cukup dalam. Setelah sekian lama berpisah akhirnya Pinkan dan Han bertemu, masing-masing membawa satu cerita yang harus diungkapkan malam itu juga. Walau tema cerpen ini sebenarnya sudah sangat umum namun yang membuat cerpen ini menarik adalah karena cerpen ini ditulis dengan dua sudut pandang yang berbeda dari dua tokoh tersebut. Secara bergantian dan menarik penulis menyajikan karakter dari kedua tokoh tersebut dalam bagian yang terpisah. Awalnya mungkin pembaca akan merasa jika cerpen ini memiliki dua kisah yang berbeda, namun lambat laun kedua tokoh ini akan bertemu membentuk sebuah rangkaian cerita yang menarik.

Selain kisah-kisah cinta yang realis pada buku ini, pembaca juga akan disuguhi sebuah cerita yang surealis yang menarik yang menggugat para penulis agar tidak serta merta mengekspolitasi tubuh wanita dalam tulisan-tulisannya. Pada cerpennya yang berjudul "Jangan Main-Main dengan Perempuan", Lan Fang menyuguhkan sebuah cerita seorang penulis yang tidak suka jika perempuannya hadir disisinya ketika sedang menulis karena sering melakukan intervensi akan apa yang akan ditulisnya. Karena ketidaksukaan itulah, perempuan itu dipasung selama lima tahun oleh si penulis. Namun entah bagaimana tiba-tiba perempuan itu hadir kembali di sisi si penulis dan bertanya "Apa kau menulis tentang perempuan lagi?". Kali ini perempuan tersebut menuntut agar di penulis menulis tentang laki-laki. Dan terjadilah debat kusir antara si penulis dan perempuannya. Dalam cerpen yang dituturkan secara surealis ini pembaca akan disuguhkan pada hal-hal berbau kengerian seperti mulut yang dijahit, lidah yang dipotong dan diawetkan dalam stoples, dan lain-lain, hal ini membuat cerpen ini menjadi menarik dan berbeda dengan cerpen-cerpen lainnya dalam buku ini. Dialog-dialog antara si penulis dan perempuannya yang menggugat eskploitasi tubuh wantia dalam tulisan-tulisan si penulis melebar hingga menyinggung kesetaraan gender dalam undang-undang perkawinan. Si penulis tetap pada pendiriannya karena ketelanjangan wanita dianggapnya menarik untuk ditulis, sementara si perempuan menuntut agar si penulis menulis pemikiran, ide-ide, semangat, kesakitan yang dialami oleh wanita, bukan ketelanjangannya!

Di bagian akhir buku ini ada pula cerpen menarik yang idenya diambil dari cerpen Bonari Nabonenar yang pernah dimuat di Jawa Pos. Cerpen Lan Fang yang berjudul "Kunang-kunang di Mata Indri" ini separuhnya merupakan cerpen Bonari yang digubah untuk tujuan berkolaborasi atas persetujuan Bonari. Secara memikat Lan Fang mencampurkan cerpen Bonari kedalam cerpennya sendiri sehingga menghasilkan sebuah kisah yang menarik mengenai seorang wanita yang sedang membaca cerpen kekasihnya tentang dirinya yang dimuat di sebuah koran Minggu.

Kelima belas cerpen-cerpen dalam buku ini dibagi kedalam 3 buah bab : Siang, Malam, Pagi yang mencerminkan cerpen-cerpen Lan Fang yang memang selalu menggambarkan suasana waktu. Masing-masing sub bab tersebut dihiasi oleh puisi –puisi berbahasa Inggris yang ditulis oleh Lan Fang kecuali puisi pada bab "Malam" yang ditulis oleh Hendry van duke. Kesemua cerpen-cerpen tersebut ditulis dengan gaya Lan Fang yang khas, kisah-kisah cintanya beragam, kadang cerpen-cerpennya terangkai dengan kalimat-kalimat lancar, kadang meliuk-liuk dalam mempermainkan kalimat-kalimat indah. Hal ini membuat buku ini kaya akan cerita cinta dan ragam dalam gaya penuturannya.

Hampir seluruh cerpen dalam buku ini mengisahkan cinta pada laki-laki yang salah dan berakhir dalam kepedihan, tentunya buku ini bukan dimaksudkan hanya untuk mengharu-birukan pembacanya dan mempersoalkan keburukan pria dalam hal kesetiaan pada pasangannya, melainkan setidaknya seluruh kisah yang ada di buku ini akan membangun kesadaran pembacanya bahwa cinta haruslah tiba pada saat tepat dan berlabuh di tempat yang tepat pula.

@htanzil
http://bukuygkubaca.blogspot.com


Profile Image for Truly.
2,764 reviews13 followers
December 19, 2021
Ah! Ternyata saya belum punya buku ini. Jangan-jangan masih karya lain Lan Fang yang belum saya miliki.

Kumpulan cerpen ini terdiri dari tiga bagian utama. Ada Siang Malam, dan tentunya Pagi. Pada Siang terdapat 3 kisah, sementara pada Malam, ada 7 kisah. Sedangkan Pagi, terdiri dari 4 kisah.

Menemukan buku ini di lapak daring. Membaca nama si penulis membuatku teringat akan sosoknya yang ramah. Semoga damai di sana. Kalimat-kalimat yang ada seakan mengurangi rindu yang mendadak muncul padanya.
Profile Image for Endah.
285 reviews157 followers
October 26, 2008
Seorang sahabat pernah berujar, "Lelaki itu bedebah by nature". Saat itu kami tengah menyaksikan tayangan infotainment di televisi yang menyiarkan berita perceraian massal para artis. Mulai pemain sinetron ngetop, penyanyi dangdut, presenster sampai artis yang melulu kebagian peran figuran. Ramai-ramai cerai.

Menariknya, yang menggugat cerai itu seluruhnya pihak perempuan dengan alasan suami selingkuh, suami pengangguran atau suami melakukan tindak kekerasan (sering memaki, memukul, menampar, menendang dan me..me.. yang lain yang kasar-kasar dan menyakitkan) Itulah mengapa teman saya sampai berkata demikian.

Fenomena di atas - para istri berani menggugat cerai suami - bukan saja terjadi di kalangan para selebritis. Pada orang-orang biasa pun kini bukan hal yang aneh dan tabu lagi istri minta cerai. Kecenderungan tersebut biasanya dilakukan oleh para istri (perempuan) yang bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, sehingga mereka berani memutuskan berpisah dari suami tanpa khawatir kehilangan sumber ekonomi. Pada banyak kasus poligami umumnya bisa terjadi karena istri tidak bekerja dan secara ekonomi bergantung penuh pada suami. Posisi tawar istri menjadi lemah sekali. Belum lagi kalau ada anak-anak yang menjadi faktor pertimbangan lain.

Ops! Saya melantur terlalu jauh rupanya. Pada hal saya hanya ingin memberi ilustrasi bahwa apa yang dikatakan teman saya itu barangkali benar adanya, minimal tergambar dalam cerpen-cerpen Lan Fang di buku Laki-laki yang Salah ini.

Kelima belas cerpen dalam buku ini mengangkat cerita ihwal kebedebahan para lelaki. Ada suami selingkuh, kekasih tak setia, pacar yang ingkar janji, atau lelaki pengecut tak bertanggungjawab, bahkan untuk sekedar berkata cinta. Tentu saja, korbannya adalah para perempuan.

Temanya seputar cinta. Digarap dengan gaya pop berlatar belakang kehidupan kota besar -sebagian besar Surabaya, domisili Lan Fang - dengan berbagai atributnya : mal, bar, kafe, kampus, klub malam... Ber-setting masa kini, kurun waktu 1997 - 2005 (saat cerpen-cerpen ini terbit di media massa) Cinta masih laku dijual rupanya. Barangkali benar apa yang pernah diucapkan cerpenis sahabat Lan Fang, Kurnia Effendi, bahwa persoalan cinta di negeri ini belum selesai.

Sebetulnya, beberapa dari cerpen ini - Perempuan Abu-abu dan Jangan Main-main dengan Perempuan - berpotensi menjadi cerpen feminis jika saja Lan Fang mau menggali persoalan lebih dalam lagi, tidak semata-mata masalah cinta atau seks belaka. Pada kedua cerpen tersebut, Lan Fang menggugat kecenderungan pria yang sering hanya mengeksploitasi seks ( baca : tubuh permpuan) dalam membina relasi dengan para perempuan. Perempuan hanya dijadikan objek (seks) saja.

Pada Jangan Main-main dengan Perempuan, Lan Fang sedikit mengkritik ketidakadilan jender dalam UU Perkawinan, khususnya perkara poligami. Mengapa hanya pria (suami) yang dibolehkan menikah lagi dengan alasan istri mandul? Mengapa perempuan (istri) tidak boleh berpoliandri dengan alasan yang sama?

Dan eksploitasi tubuh perempuan, oleh Lan Fang dikatakan juga dilakukan oleh para (lelaki) penulis dalam karya-karya mereka. Ia mempertanyakan, mengapa hanya tubuh saja dan bukan ide-ide serta pemikiran, semangat, dan perjuangan para perempuan yang ditelanjangi para penulis itu.

Tetapi benarkah hanya para lelaki yang suka pada tubuh perempuan? Bagaimana Djenar? Bagaimana Lan Fang sendiri saat menulis cerpen Ini Tidak Gila! (Media Indonesia, Januari 2005)?

(Tubuh) perempuan memang telah lama jadi komoditi. Segala produk diiklankan lewat tubuh perempuan, walaupun barang yang diiklankan tersebut tidak ada hubungannya sama sekali dengan (tubuh) perempuan, dari mie instan, mobil, permen, soft drink, kondom, sampai pisau cukur.

Laki-laki yang Salah adalah buku kumpulan cerpen Lan Fang yang pertama. Sebelumnya ia telah melahirkan tiga buah novel masing-masing berjudul : Reinkarnasi, Pai Yin, dan Kembang Gunung Purei.

Perempuan kelahiran Surabaya 36 tahun yang lalu ini memang lumayan produktif sebagai penulis (ia menulis sejak 1986). Cerita pendeknya banyak dimuat di harian Jawa Pos, Media Indonesia, dan majalah Femina. Beberapa di antaranya bahkan sempat meraih juara lomba penulisan cerpen.
Profile Image for Helvry Sinaga.
103 reviews31 followers
May 28, 2010
Sebelum membaca antologi Cerpen Lan Fang ini, sedikit bertanya-tanya dalam hati. Kenapa salah? Apanya yang salah?
Membuka lembaran awal buku ini, ada kutipan sms (yang mungkin menjadi inspirasi penulis) tercetak seperti ini,
" Awas, THE WRONG MAN apa THE MAN WHO IS WRONG?"

penceritaan dalam cerpen-cerpen itu menggunakan sudut pandang perempuan, kecuali pada "Mulut" dan "De Javu." Persoalan cinta dan feminisme adalah isu menarik yang dicuatkan oleh Lan Fang. Dari beberapa cerpen ini, dapat digambarkan betapa tangguhnya (sekaligus kelemahan) perempuan dalam menjalani konflik dan ketertekanan dalam mengambil pilihan. Seperti Lara dalam "Ketika Tidak Harus Menunggu" harus tetap merelakan pria-nya pada perempuan lain. Selain itu, kritik terhadap pengabaian hak perempuan dalam kehidupan bermasyarakat dalam "Jangan Main-main dengan Perempuan" dan "Perempuan Abu-abu."

Setting cerita umumnya berada di Surabaya (Ambilkan Bulan Bu, Pangeran Air dan Putri Air, 05.03.2004, Laki-laki yang Salah, Kepada Suzana) dan berhubungan dengan dunia kampus terutama Jurusan Hukum.

Permasalahan yang dialami oleh perempuan menjadi gambaran bahwa salah satu kebutuhan dasar manusia adalah keinginan untuk menjalin hubungan, apakah itu persahabatan, pertemanan, pacaran, perkawinan, atau apalah namanya dengan istilah lain. Namun, cara pandang perempuan dalam menjalani suatu hubungan, seringkali berbeda dengan respon lak-laki, sehingga seringkali perempuan terjebak dalam suatu hubungan (meminjam istilah seorang abang) yang tidak berprospek.

Secara umum, kumpulan cerpen ini bagus menambah wawasan, sekaligus menjadi bahan menarik untuk dijadikan topik diskusi. Yang agak membosankan, Lan Fang sering menggunakan kosa kataa surabaya, hukum, alis mata camar, dan menghujam hati.


Buku ini terdiri dari 3 bagian, yaitu: siang, malam, dan pagi. Masing-masing bagian terdiri dari empat, tujuh, dan empat judul cerita pendek. Bagian siang terdiri dari: Mulut, Ketika Tidak Harus Menunggu, Bicara Tentang Cinta Sri, dan Terlambat. Bagian Malam terdiri dari: bayang-bayang, Deja-Vu, Jangan main-main dengan Perempuan, Perempuan Abu-abu, Perempuan Bermata Sepi, Kepada Suzanna, dan Laki-laki yang Salah. Bagian Pagi terdiri dari 05.03.2004, Ambilkan Bulan, Bu, Pangeran Api dan Putri Air, serta Kunang-kunang di Mata Indri.

Saya jadi teringat pada satu kutipan,
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.

@HWS28052010
6 reviews
November 26, 2025
Bukunya bagus untuk menemani waktu luang, buku ini menceritakan tentang bagaimana
Ada kutipan yang lumayan bagus:
Mencintai berarti berbagi kehidupan Bersama-sama membuat rencana khusus hanya untuk berdua Bekerja berdampingan Semua mimpi menjadi kenyataan
Mencintai berarti memiliki seseorang yang spesial, yang dapat kamu andalkan kehadirannya selama bertahun-tahun, berbagi tawa dan air mata.
Sebagai pasangan Seorang kekasih
Seorang teman di atas segalanya. Dan Tidak ada yg salah dimata Cinta
Profile Image for Farah Dinniyah.
10 reviews
June 5, 2023
Salah satu kumpulan cerita yang saya baca pertama kali, saat SMP. Saya suka cara Lan Fang bertutur, caranya mendeskripsikan laki-laki beralis camar, dan penggalan lagu di cerita. Buku ini adalah teman yang cocok saat jatuh cinta, tidak jatuh cinta, atau putus cinta (apalagi!)
Profile Image for Farsha Bila.
Author 6 books
October 11, 2023
Salah satu kumpulan cerita yang saya baca pertama kali, saat SMP. Saya suka cara Lan Fang bertutur, caranya mendeskripsikan laki-laki beralis camar dan penggalan lagu di cerita. Buku ini adalah teman yang cocok saat jatuh cinta, saat tidak jatuh cinta, (apalagi) saat putus cinta.
Profile Image for Ichi Kudo.
72 reviews1 follower
January 9, 2013
aku belinya pas diskon deh kalo gak salah. tahun lalu. dan membacanya beberapa hari setelah dibeli. asli, aku suka banget! sebagai pembaca awam, menurutku buku ini wah. wah dalam arti, tema umum, yakni cinta, yang menurutku sangat umum malah, tapi disajikan dengan keren. aku sendiri susah menilai secara sastra atau apalah itu. keterbatasan pengetahuan, gitu. ahak hak hak. tapi menurutku pribadi, apa yang ditawarkan Lan Fang dalam cerita-cerita di dalam buku ini adalah hal biasa tapi luar biasa. sudut-sudut yang digalinya dalam kisah-kisah percintaan itu seperti sudut yang lupa kita perhatikan. entah bagaimana itu serasa asing namun dekat. aneh kan? ahak hak hak. tapi menurutku ya begitu.

jika ngomong soal pilihan yang salah, tentu penyesalan adalah hal utama yang ditimbulkannya. namun, kisah-kisah di dalam buku ini gak hanya menyampaikan hal itu.
Profile Image for Alya Cholid.
41 reviews
February 29, 2016
3.5/5 bintang.

Aku pertama kali baca kumpulan cerpen ini saat SD. Buku ini punya kakakku. Terlalu dewasa sebenarnya bahasan yang ada di kumcer ini untuk anak seusiaku kala itu, tapi yah nasi sudah menjadi bubur.

Judulnya Laki-Laki yang Salah mungkin karena semua ceritanya diambil dari sudut pandang perempuan, beberapa ceritanya waktu itu sulit dipahami oleh aku yang masih SD. Tapi waktu SMP, aku baca lagi kumcer ini dan akhirnya paham.

Membaca cerpen-cerpen di buku ini, aku seakan merasa ditampar, kayak "Ini lho realita, kayak gini lho yang sebenarnya!". Aku nggak tahu buku ini termasuk kategori Sastra Wangi atau tidak, tapi aku merekomendasikan buku ini bagi siapapun yang menggemari cerita tentang seksualitas,dsb.
Profile Image for Dewi sartika.
71 reviews16 followers
January 23, 2014
Favorit per part
SIANG : Terlambat
MALAM : Kepada Suzanna
PAGI : pangeran Api dan Putri Air

sebenarnya pengen rate buku ini 3,8 tapi agak berat buat bulatin jadi 4 bintang.
cerita tentang selingkuhnya somehow cukup menggugah.
yang jelas cerpen di buku ini dominan ceritanya gak happy ending. so realistis.
tapi suka banget sama gaya penulisan di cerita Kunang-kunang di Mata Indri :))
Profile Image for Ceisarpurba Purba.
36 reviews5 followers
January 17, 2013
Buku Lan Fang yang ini mayoritas cukup ngepop. Berbeda dengan buku2 lan fang lain yang sering buat dahi ngerenyit. Cukup berwarna dengan cerita, tapi dikit2..surabayaa, dikit2 surabaya...ketok cah suroboyone. *review gak penting*
Profile Image for Masniaty.
60 reviews
February 25, 2013
kumpulan cerpen yang mengulas cinta dari dan kepada orang yang salah. karena diceritakan dari sudut pandang perempaun, maka mungkin itu yang membuat judulnya jadi laki2 yang salah. hehehe...tp engga ding, itu memang salah satu judul cerpen di kumcer ini.
Profile Image for Desni.
19 reviews1 follower
April 13, 2010
melihat dari segala sudut pandang ttg laki2...
Displaying 1 - 17 of 17 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.